Hanya membangunkan sang kaisar yang tertidur akibat sihir, hidupmu akan berubah drastis dalam sekejap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Loserpryyy01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nobility Family
Jonathan Ramirez adalah putra tunggal Duke Roberto Ramirez, pimpinan wilayah Namus. Ibunya sudah tiada sejak anak lelaki itu berusia sekitar tujuh belas tahun. Beberapa tahun terakhir, ayahnya tiba-tiba menikahi gadis muda yang usianya hanya terpaut dua tahun di atas Jonathan. Padahal sebelumnya sang duke tidak dikabarkan dekat dengan siapapun sebelumnya, atau punya rencana untuk mencari istri kedua.
Dengan keputusan mendadak itu, Jonathan amat marah pada ayahnya. Selain karena dianggap sudah melupakan ibu kandungnya, Astria Rainer, wanita yang menjadi istri kedua masih sangat belia. Putranya malu punya ibu tiri yang seumuran dengannya.
Wanita itu, Lydia Glade seorang yatim piatu dari kota. Tidak jelas apa statusnya dulu, tapi kebanyakan berkata kalau dia dinikahi Duke Roberto setelah lulus bersekolah. Selama berperan menjadi ibu baru untuk Jonathan, tak ada yang sempurna dari pengalaman keduanya. Si anak membencinya, walaupun sang ibu bersikap selalu baik.
Yah, bagaimanapun mereka lebih cocok menyandang status adik dan kakak ketimbang anak dan ibu. Berkat sikap egois ayahnya, Jonathan jadi memberontak, ia tidak lagi bersikap selayaknya keluarga pada ayahnya, karena masalah pernikahan dengan wanita belia itu bisa disebut kesalahan besar baginya.
Duke Roberto merupakan pimpinan wilayah Namus dan sekitar, dia dipilih secara langsung oleh Kaisar Ferdnan ayah dari kaisar Enrique. Oleh sebab itu hubungan keduanya semakin erat lebih dari sekedar atasan dan bawahan, mereka bahkan sudah seperti saudara kandung. Sampai kemudian anak-anak mereka pun berteman, Enrique Martez sangat akrab dengan Jonathan Ramirez.
Bersekolah di tempat yang sama, membuat Jonathan tahu lebih banyak tentang kehidupan Enrique. Saat itu usia mereka baru belasan tahun, namun Enrique sudah sering menunjukkan sikap kebijaksanaannya. Ada satu lagi kawan perempuan mereka yang kini menjadi calon permaisuri Enrique, dia Celine Clarisson. Kalau ketiganya sudah disatukan, berkumpulah tiga perwakilan muda dari keluarga bangsawan takhta atas.
Beberapa tahun kemudian seusai lulus bersekolah, mereka melanjutkan hidup masing-masing, jadi jarang bertemu. Tapi ternyata Enrique dan Celine masih saling berhungan dekat sampai akhirnya ada kabar kalau mereka akan menikah.
Jonathan cukup terkejut karena dulu Celine dan Enrique tidak begitu dekat, gadis itu lebih sering bersamanya, menceritakan segala peristiwa dan pengalaman bersamanya. Namun kenapa harus berakhir dengan si kaisar muda?
Itulah awal dari segalanya, di mana Jonathan mulai tidak terima dengan hubungan kedua temannya. Lelaki itu menyumpahi kematian pada kawannya, dan akhirnya benar-benar terjadi, sekarang Enrique tertidur tanpa bisa disebut mati.
"Jadi semuanya gara-gara dirimu sendiri? Itu... tidak masuk akal, Jo!" Seru Aluce usai mendenhar Jonathan bercerita
"Aku ingin menyangkalnya, tapi semuanya berlalu seperti angin, sangat cepat. Tak ada hal apapun yang ku perbuat pada awalnya, hanya kalimat umpatan untuk Enrique karena sudah berbohong dan menyembunyikan semuanya dariku. Tahu begini dari dulu aku juga tidak akan berniat mendekati Celine."
"Tunggu... tunggu... jadi kau ini juga suka pada si Celine itu? Temanmu sendiri, yang sekarang akan jadi istri temanmu juga?" Ungkap gadis itu tak habis pikir, 'Padahal anak bangsawan, banyak gadis cantik mengantri untuk dia nikahi. Haruskah Celine Clarisson jadi perebutan.'
Jonathan balas mengangguk, namun sedetik kemudian menggeleng, "Kalau dulu saat masih sekolah jawabannya iya. Awalnya aku berniat melamar Celine beberapa tahun sesudah lulus, sambil terus memantau kehidupannya kalau memang dia melajang. Kami juga masih berkomunikasi walau jarang karena sibuk urusan masing-masing, sedangan Enrique, aku bertemu dengannya kalau masalah pekerjaan saja. Tapi saat itu tiba-tiba mereka mendatangiku dan mengatakan akan segera menikah, ya siapa yang tidak kaget, padahal setahuku Celine itu juga sibuk dengan pekerjaannya sampai tidak ada waktu berkencan."
"Ya siapa tahu mereka dijodohkan. Saranku, sebaiknya kau lupakan dia, masih banyak perempuan cantik dan baik di luaran sana."
"Mungkin, orang tua kami bertiga memang dekat. Dan dengar ya, Alice, setelah kejadian Enrique dan Celine memberitahuku akan segera menikah, ya jelas aku mundur lah. Sayangnya rasa kecewa terlalu mendominasi sampai-sampai tidak sadar kalau aku punyanniat mencelakai Enrique. Tapi sungguu aku tak melakukan apapun."
"Lalu bagaimana tentang sihirnya?" Tanya Alice kemudian, "Bagaimana awal mula kaisar jadi tertidur tanpa bisa dibangunkan? Di mana kau mengatakan kalimat anehmu?"
"Aku tidak kemana-mana, setelah pertemuan waktu itu bersama Celine dan Enrique, ya langsung pulang ke rumah. Aku kesal dengan mereka berdua terutama Enrique, sampai tidak sadar mengatakan kalimat untuk membuatnya mati. Tempatnya di kamarku."
Gadis itu berseru keras dengan jari telunjuk ia acungkan di depan mata si laki-laki, "Tandanya kamarmu ada sihirnya!"
Jonathan berdecak sambil mengarahkan telunjuk Alice pada dahi gadis itu sendiri, sampai membuat kepalanya terdorong ke belakang.
"Dari kecil aku berada di sana. Malah yang mencurigakan menurutku, kalau ada orang lain yang mendengar ucapanku dan mengabulkannya. Setelah satu tahun, tepatnya kemarin, semuanya baru terbongkar di hadapan keluargaku. Belum menyebar, tapi tetap saja di mata mereka aku pelakunya, mungkin nanti kalau sudah meluas beritanya, aku juga yang disalahkan. Makanya sebelum benar-benar masuk ke telinga publik, aku selalu berusaha, sayangnya juga, selalu ada nyawa yang diambil di tiap usahaku."
"Termasuk aku?" Alice mengingat cerita dari jiwa kaisar yang pernah ia temui waktu itu, memang ada banyak perempuan petarung yang menjadi korban-korban usaha Jonathan. Mendengar penjelasan lelaki itu sampai sini, Alice menyimpulkan kalau dia tidak berniat buruk, malah bagus karena tujuannya untuk menyelamatkan kembali Kaisar Enrique, sayangnya harus ada nyawa yang hilang, tentu Jonathan bukan orang yang cukuo baik. Sudah tahu akan ada yang mati, mengapa dia terus mengulanginya.
"Iya, aneh saja waktu mendengarmu hidup kembali. Aku merasa... tandanya hal ini bisa diakhiri."
Alice menggeleng ragu, "Entah kenapa ya, Jo. Sepertinya bukan diakhiri melainkan diawali."
Jonathan terdiam cukup lama sambil memandangi wajah Alice, gadis itu sampai gugup dibuatnya.
Tak lama setelahnya, laki-laki itu meliriknya dengan tatapan aneh, matanya tampak waspada akan sekeliling, sedangkan telinganya seolah sedang menajamkan pendengaran, kemudian tanpa sepatah kata, ia mendekatkan salah satu tangannya ke pipi Alice. Didorongnya badan gadis itu sampai menempel pada dinding seraya merapatkan kembali wajah keduanya, membuat Alice mematung seketika.
Alice kembali panik, kedua bola matanya melotot, ia meronta-ronta hendak kabur seperti tadi. Namun Jonathan malah mencekal masing-masing pergelangan tangannya dan di teruh di belakan tubuh gadis itu sendiri, membuat tangan Alice terasa terkilir. Sementara di bawah, kedua lututnya ditekan ke belakang, "Jonathan jangan macam-macam, kau mau apa?!"
Sshht
...Tale of The Sleeping Emperor...
nagis aja gak akan ada hasil
ada lanjutnya ga thor