NovelToon NovelToon
Cinta Lelaki Biasa

Cinta Lelaki Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:961.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: ntaamelia

Alya Safitri gadis berusia 18 tahun itu kini harus menikah dengan laki-laki bernama Ardi Wijaya, laki-laki pilihan sang ibunda yang di gadang-gadang baik dan lemah lembut tutur katanya, mampu mengasihi dan menjaga Alya dengan sepenuh hati.

Alya menyangkal, namun rasa sakit yang ia terima dari ibu orang tercinta nya mendorong nuraninya untuk menerima tawaran ibunda nya. Meski tak ada rasa ia terpaksa mengambil langkah.

Dia mempertaruhkan hidup, cinta dan masa depan nya demi menjujung harga diri yang telah porak poranda.

Tak ayal bahwa terkadang sebuah ucapan memang lebih menyakitkan dari bilahan pisau tajam. Mampukah Alya menerima Ardi dalam kehidupan dan cinta nya? Atau Ardi hanya akan menjadi tameng balas dendam sakit hati nya?


Ini adalah novel pertama ngothor nganu 👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Pagi-pagi sekali Bu Ratih sudah berangkat ke tempat beliau bekerja, yakni rumah Bu Maria. Karena disana akan ada acara arisan ibu-ibu sosialita teman sebaya majikannya.

Sedangkan pada pukul 10 pagi, Ardi dan Alya baru kembali membuka mata mereka, tapi enggan untuk melakukan apa-apa, setelah bangun rasanya makin remuk redam saja badan Alya dikarenakan ulah suaminya, tapi rasa nyeri di inti tubuhnya tak sesakit kala pertama mereka bercinta.

Ardi mengeratkan pelukannya pada Alya, lalu membuat morning kiss di wajah istrinya.

"Kalo cinta mah ilernya aja bau wangi ya. " Ucap Ardi setelah mengecup bibir mungil sang istri.

"Dih apaansi, emang aku ileran apa?" protes Alya.

"Engga sih, tapi i—Love—you. " lalu Ardi terkekeh.

"Gombal terosssss. "

"Hehe.. Tapi liat, muka Adek merah, apalagi kalo lagi pura-pura marah, Ck! padahal mah suka kan yah ."

Ck! Emang muka aku gampang banget di tebak nya ya.

Tapi setelah itu tawa di bibir Ardi kian sirna, kala ia mengingat percakapan sengitnya kemarin dengan Arya.

"Dek. " panggilnya.

"Hemmm. "

Kenapa raut mukanya jadi berubah . gumam Alya dalam hatinya.

"Kemarin laki-laki itu bilang bahwa Adek tak bahagia ada sisi Mas, apa—?"

"Dan Mas percaya?" sergah Alya.

Ardi ragu untuk menjawab pertanyaan istrinya, ingin ia berkata iya, tapi melihat lagi perubahan sikap Alya padanya membuat ia menggelengkan kepala.

"Bagus! Jika memang Mas percaya padanya, beri saja aku satu alasan untuk berkata tidak. "

"Mas hanya orang biasa Dek. " sambil menatap mata istrinya.

"Apa aku pernah meminta harta bahkan membahas kasta kita?"

"Tidak, tapi Mas tidak dapat memberimu apa-apa seperti dia. "

"Lihat aku! Dan tatap mataku sedalam dalamnya, adakah kebohongan disana? Aku sadar Mas, aku pun pernah merasa sakit dan tak dihargai hanya karena soal kasta dan harta, dan kali ini aku tak mau orang yang ku sayangi pun merasakannya, toh dihadapan tuhan kita ini sama. Mas, kamu sudah selalu berusaha membuat aku jatuh cinta, berusaha membuatku bahagia dengan cara Mas yang sederhana, dan Mas lihat! akhirnya hatiku mengalah, dan perlahan aku memutuskan untuk berubah untuk kita, lalu apa hanya karena perkataannya membuat Mas jadi ingin berhenti memperjuangkan cinta kita yang baru saja kita bangun sama-sama? Begitu hemm?"

Ardi menggeleng, ia terharu dengan jawaban istri nya, hatinya tergugah, benarkah ia akan segera mendapatkan cinta gadis yang sudah ia damba sejak lama. Tapi dihati kecilnya masih ada saja yang mengganjal, bagai batu kerikil yang masuk dan mengakibatkan rasa tak nyaman. Apa ia harus menanyakannya kembali sekarang?

"Apa Adek masih mencintai Arya? " tanya nya, walaupun ragu tapi terlontar juga dari mulut nya.

"Mas, aku sudah pernah meminta waktu untuk itu, kamu tahu kan tidak mudah bagiku menerima ini semua, tapi melihatmu berjuang mendapatkan hatiku, aku luluh aku mau ikut berjuang denganmu, jadi ku mohon biar rasa itu hilang dengan sendirinya, dan tergantikan oleh mu, suamiku satu-satu nya, kita pelan-pelan saja ya. "

Tak terasa air mata bahagia Ardi luruh begitu saja. Lalu Alya mengelap mata suami nya yang basah. Dan mendekap kepala Ardi kedalam dadanya.

"Aku bahagia bersamamu Mas, aku bahagia berada disisimu, walaupun hatiku ini belum mampu terisi penuh untuk bisa mencintaimu. "

"Mas mencintaimu Dek, sangat, sangat mencintai mu. "

"Terimakasih. "

Lalu Alya kembali mengeratkan pelukannya.

"Lihat, siapa yang berubah jadi cengeng sekarang, mungkin kemarin dan semalam aku yang menangis karena mu Mas, tapi pagi ini huhu Mas Ar ku yang malang menjadi cowok melow dan mlehoy. " ledek Alya, membuat Ardi menghentikan tangisnya.

"Awas saja kamu ya, nanti Mas buat Adek tak bisa berjalan, biar saja tetap dikamar, dan kita akan main terus-terusan." sambil menggelitiki pinggul istrinya.

"Ahaha Mas Ar geli. "

"Ha... Ampun tidak... "

"Tidak mau, ahaha gelii. Sudah. "

"Ayo minta ampun tidak? " terus menggelitiki istri nya.

"Ahaha iya ampun paduka, maafkan haha hamba, ah geli. "

"Minta ampun yang benar jangan sambil tertawa, ha ayo bisa tidak. "

"Ahaha berenti dulu dong, Mas geli, iya aku minta ampun , ah geli. "

Gelak tawa masih tersisa di bibir mungil Alya, meski Ardi sudah berhenti menggelitiki nya , bahkan ada air disudut matanya karena saking lamanya ia tertawa.

Ardi kembali memeluk istrinya.

"Oiya Dek, Mas mau cerita. "

"Cerita apa?. "

"Adek tau pemilik toko besar yang ada di desa sebelah?"

"Oh Mba Kalisa, kenapa?"

"Kok Adek bisa tau namanya?"

"Iya Ibu kan sering nyuruh aku beli kesana kalo di warung sini pada gak ada, aku juga suka main sama anaknya yang kecil, lucu cantik lagi." jawabnya seperti gemas sendiri mengingat anak kecil yang sering ia ajak main bersama ketika ia sedang berbelanja kesana.

"Kok tiba-tiba Mas membahasnya, ada apa sama dia, atau jangan-jangan Mas ?" lanjut Alya sambil mendelikan matanya .

"Huss jangan seudzon dulu, apa Adek juga tau suaminya?"

"Tau, suaminya seorang pembisnis luar kota. "

Ardi manggut-manggut.

"Jadi Kalisa itu menantu sahabat nya Paman Kardun, pamannya Mas, Adek ingatkan? Nah kemarin Mas membetulkan mesin cuci miliknya, terus tiba-tiba dia menangis histeris di depan Mas, Mas kaget, Mas tenangin malah makin kenceng dia nangisnya, kalo aja ada warga yang denger bisa-bisa Mas dikira abis ngapa-ngapain dia ."

"Emang Mba Kalisa kenapa kok bisa nangis begitu? "

"Kata nya sih suaminya menikah lagi dengan seorang wanita yang usianya lebih muda darinya, padahal katanya dia yang sudah menemani suaminya dari masih berproses hingga kini dia sukses."

"Hih laki-laki emang begitu ya. Ketika dibawah sama siapa, udah diatas beda lagi ceritanya. Awas saja kalo Mas sampai begitu. " ancamnya.

"Ya engga lah Dek, Mas kan belum pernah di bawah, yang di bawah kan Dek Alya ." sambil mengedipkan matanya menggoda Alya.

"Ihhhh bukan bawah-atas itu Masss Aarr ." Alya berkata dengan geram.

"Pokoknya awas aja kalo Mas sampai begitu, cacingmu benar-benar akan hilang dan menjadi makanan Ayam. " lanjutnya, dibumbui ancaman pada Ardi sang suami.

"HAHAHA.... Ya tidak lah dek, cacingku hanya milikmu, sudah Mas bilang dia akan bereaksi jika berdekatan dengan Dek Alya saja. Tapi kalo beberapa tahun lagi Mas mencintai wanita lain Adek jangan marah ya?" pinta nya.

Alya memicingkan matanya. Dan beberapa waktu kedepan kita akan mendengar ocehan siraman rohani dari mulut kecilnya.

"Maksud Mas apa? Baru kemarin kita melakukannya, dan baru saja tadi bilang Mas mencintaiku, tidak mau ini itu, yakinin aku kalo memang hanya ada aku dihati kamu, dan sekarang Mas bilang mau mencintai wanita lain? Mas mau menikah lagi begitu, iyah?"

"Tidak. " jawab Ardi singkat.

"Lalu, apa itu tadi? Mas mau mencintai siapa hah?" sungutnya.

"Putri kita. "

Cih! bisa-bisa nya dia ya, membuat hatiku ingin marah sekaligus senang juga.

"Ciat-ciat udah mau marah tapi akhirnya senang juga ya." sambil menusuk nusuk pipi chuby istrinya.

"Dih siapa juga yang senang, emang Mas yakin nanti baby kita perempuan. "

"Yakinlah, kan Mas ayahnya, Mas malah sudah mengabsennya waktu mereka masuk kedalam perut Dek Alya, dan Mas akan berusaha keras membuat nya benar-benar ada. "

"Ck, berasa Mas membuatnya sendiri saja! "

"Ckck, sama Adek lah, kan nanti dia cantiknya kaya Dek Alya, muah ." mengecup bibir Alya sekilas.

"Ih ngeselin. "

"Ngeselin apa ngangenin?" tuing-tuing. Ardi memainkan kedua alisnya.

"Ihhhhhh ."

"Hehe Adek seneng banget si, teriak ihhh, ahhh, ihh, ahh... apalagi kalo kita sedang bercinta, uh merdu sekali ditelinga. "

"Mas ARDIIIIIIII." teriak Alya sambil mengerucut kan bibirnya.

"Jangan kaya gitu. "

"Suka-suka aku, emang kenapa?" ucap Alya lebih memanyunkan bibirnya.

"Gapapa, gemes aja. " balasnya.

"Ihhh. "

" Tuhkan, ihhh lagi, semalem 'ahhh' ."

"Iii— ."

"Ihhhhhhhhh, Mas Arrrr. " Ardi yang melanjutkan mengikuti gaya suara istri nya.

"Makanya ayo buat lagi, biar dia cepet jadi. " Ajak Ardi.

"Cih, ngga cape apa?" tanya Alya, yang sudah kehabisan kata-kata meladeni suaminya.

" Hehe untuk mu dan calon baby kita mas slalu punya tenaga, jadi adek tenang saja. "

Otakmu ini isinya apa?

"Mas ini gak ada bosannya ya. "

"Hehe kan nanti kita ganti gaya ."

"Gaya apasih?"

"Rahasia. " sambil tersenyum nakal ke arah istrinya.

"Dih gila. "

🙈🙈🙈🙈🙈

Malam harinya keluarga kecil itu terlihat sedang menikmati makan malam mereka, dengan menu sederhana namun akan selalu nikmat jika di makan bersama-sama dengan orang tercinta.

Tak seperti biasanya, wajah Bu Ratih malam ini begitu kuyu, dan banyak sekali gurat sendu, sampai si kecil Hayrul saja menyadari perubahan air muka Sang Ibu.

"Ibu kenapa? Ibu sakit ya?" tanya nya .

"Iya bu, dari tadi Alya lihat, Ibu tidak seperti biasanya, ada apa? Cerita sama kita. " timpal Alya.

"Ibu tidak papa Nak. " mencoba menenangkan anak-anaknya.

"Bu jangan sungkan, anak-anakmu begitu mengkhawatirkan mu, begitu pula aku. " ucap Ardi tulus.

Bu Ratih menyelesaikan kunyahan nya.

"Ibu — Ibu dipecat Nduk. "

"Dipecat? Maksudnya Ibu di berhenti kan tiba-tiba oleh Ibu Mas Arya?"

Bu Ratih mengangguk, wajah yang mulai menua itu tampak sedih.

"Aku tidak mengerti lagi dengannya, jelas-jelas Ibu tidak ada sangkut pautnya dengan masalahku bersama putranya, tapi dia seenaknya saja. " Alya mulai tersulut emosi.

"Adek yg tenang. " ucap Ardi sambil mengusap usap punggung istrinya.

"Heuh! Lihat, orang kaya selalu saja seenaknya dengan kita yang tidak punya apa-apa . " sambil membanting sendok ke atas piring.

"Sudah, gapapa Ibu tidak bekerja, lagian Ibu kan juga sudah tua, biar Ardi yang banting tulang untuk keluarga kita. " ucap Ardi menenangkan Ibu dan juga istrinya.

"Tapi Ar ." Bu Ratih merasa tidak enak hati .

"Bu, Ibu Ratih kini juga ibuku, dan aku ingin merasakan juga berbakti kepadamu , pun dengan Hayrul adik kecilku. " Ardi mencoba meyakinkan mereka bahwa ia begitu tulus menyayangi keluarga yang ia punya.

Terlihat Bu Ratih meneteskan air mata, lalu beliau segera menghapusnya.

"Makasih banyak ya Ar. " ucapnya, beliau merasa begitu beruntung memiliki menantu yang baik hati seperti Ardi.

"Sama-sama Bu." sambil tersenyum ke arah mertua nya.

Melihat itu semua membuat Alya jadi terharu dan akhirnya ikut berterimakasih kepada suaminya.

"Ummmm.. Makasih ya Mas."

"Berterimakasih lah nanti diatas ranjang. " bisik Ardi .

Dan satu capitan kepiting melayang di perut nya yang malang.

"Awww." pekik Ardi.

"Mulutmu itu bisa tidak bicara yang baik-baik saja. "

🙈🙈🙈🙈🙈

1
komalia komalia
waah siaga satu kamu mas ar
komalia komalia
semua nurun dari Amah nya
komalia komalia
jadi ingat sama kata kata anak ku,kalau lagi pc selalu bilang mah ujang ini kaya ngurus dua anak ya Mamah nya ya anak nya,hahaha
komalia komalia
🤣🤣🤣🤣si ira gesrek
komalia komalia
udah ku tebak si jomblo karatan nikah nya Pasti sama arya
komalia komalia
kasihan juga kamu ar akibat Orang mama nya jadi kamu menderita,padahal baik juga kamu ar
komalia komalia
ko tledor di rumah sendiri mandi kamar pun engga di kunci bahkan,,terus tadi engga sampai di stubuhin kan sama si arya
komalia komalia
ooh Ini juga calon suami masa depan ku.
LENY
DUH ARA BANDEL KERAS KEPALA GAK BISA DIOMONGIN
LENY
PARAH ARYA INI GILA KALI GAK MIKIR PERASAAN ISTRI IRA ORANG TUA IH AMIT2 😡
LENY
Baru jg 23 thn msh muda pak / Bu😊
LENY
TAPI ARYA SALAH BAWA ANAK ORANG TANPA PAMIT IZIN SAMA DGN CULIK ITU. DAN LAGI ARA MAU AJA DIBAWA ORANG YG GAK KENAL YA. BIASA ANAK2 DIWANTI WANTI JGN PERCATA SAMA ORANG TG BELUM KENAL.
LENY
DUA2 NYA HYPER GAK LIHAT TEMPAT& WAKTU 🙈
LENY
CANTIK NYA ARA GEMESS❤🥰
LENY
DUH ALYA GAK TAHU DIRI JG GAK LIHAT SUAMI LG KERJA DAN ORANG ANTRI MAU NYA DITURUTIN TERUS LIHAT SIKON ALYA KASIHAN SUAMI MU😱
LENY
MENGENAI RENA TERBALIK KOK PEREMPUAN YG MELAMAR LAKI2😊
Cici Mamatoni: di daerah asal suamiku..di lamongan ada adat dimana pihak wanita yg melamar duluan ke pihak pria..namanya NGGANJURI...lalu setelah itu barulah pihak pria datang ke rumah si gadis untuk menentukan hari pernikahan
total 1 replies
LENY
BENAR2 TERHARU ARDI DI DUNIA NYATA MUNGKIN HAMPIR TAK ADA ORANG SEPERTI KAMU SETIA AGAMIS BERHATI MALAIKAT😭
LENY
Ara cantik bener ❤👍👍
LENY
DUH MASAK BAYI NYA NYUSU BARENG SAMA BPK NYA JG BENER2 GILA DUNIA HALU.
LENY
Duh Alya hamil bnyk bener mau nya bikin suami susah kasihan Ardi hrs kerja kurang tidur kl kecapekkan ngantuk celaka gmn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!