Bagaimana jadinya jika seorang anggota perampok abad 21 tiba-tiba terlempar ke Zaman Dinasti Shang (1600 SM) sebagai seorang calon Permaisuri??
Beberapa kali Xiao Tan mencoba melarikan diri dari perjodohan itu hingga Ia harus menyamar sebagai laki-laki agar tidak dikenali para pengawalnya, namun ternyata usahanya malah diketahui Pangeran Ke-8 membuatnya mau tidak mau kembali dan menjalani perjodohan itu.
Akankah Ia bisa lari dari perjodohannya dan kembali ke masa modern, ataukah harus terkurung disana selamanya?
Karya ini hanyalah karangan dari penulis semata, tidak ada kaitannya dengan sejarah asli Dinasti Shāng, Selamat membaca 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pangeran Yuan Zhang
Malamnya Xiao Tan masih berada di kediaman pangeran Zian, Xiao Tan tertidur karna bosan membaca, ia terbangun ketika hari sudah mulai gelap
"Hoaaaammm.... " ia menengok ke kanan dan kirinya mengingat-ingat kejadian sebelum ia tertidur
Oh iya aku berada di kediaman pangeran ke-8
Ia berjalan menuju tempat tidurnya, disingkapkannya gorden yang menutupi ranjang namun tak ada siapapun disana
"Yang mulia??" kemana dia selarut ini kenapa belum kembali?
Xiao Tan berjalan keluar dari kediaman pangeran Zian namun ketika mencapai pintu ia dikejutkan dengan kedatangan seseorang
"Kak.. " ucap lelaki itu tiba-tiba namun terputus karna terkejut dengan keberadaan Xiao Tan di depannya
"Astaga!!" ucap Xiao Tan memegang dadanya terkejut
"Hey kau Xiu Tan'er itu ya! aku belum mengenal istri kakakku, ternyata kau memang cantik jika dilihat dari dekat ya, pantas saja kau sampai diperebutkan kakaku" ucap pangeran Yuan Zhang menggoda Xiao Tan, sementara Xiao Tan mengernyitkan dahinya menatapnya curiga
"Mau apa kau kemari? dan siapa namamu?" tanya Xiao Tan
"Pertanyaan macam apa itu, aku kemari karna ingin menemui kakaku, oh ya aku pangeran Yuan Zhang adik dari pangeran Zian, kami satu ibu" ucapnya memperkenalkan diri Xiao Tan membulatkan bibirnya
"Oh pantas saja"
"Dimana kakaku?" tanya pangeran Yuan menoleh ke dalam kamar pangeran Zian namun tak didapati siapapun
"Aku juga sedang mencarinya" jawab Xiao Tan, pangeran Yuan tiba-tiba duduk di kursi milik pangeran Zian dan membaca buku-bukunya, ia dengan tidak tau malunya meminum teh milik pangeran Zian
"Hey kenapa kau malah duduk disini?" tanya Xiao Tan heran, pangeran Yuan menatap ke arahnya dengan bingung
"Kenapa memang? ini kamar kakaku aku bebas melakukan apapun" ujarnya
"Oh ya, pada saat kau memasuki ruang rapat istana itu kau sungguh sangat ceroboh ya" ucapnya dengan membalik buku yang ia pegang
"Ku pikir Xiu Tan'er adalah wanita beretika dan pemalu namun kau tidak terlihat seperti itu ya" cibirnya, sementara Xiao Tan sudah ada di depannya dengan berkacak pinggang dan menaikan satu kakinya di meja
Brak
"Bicara apa kau hah!" pangeran Yuan terkejut dibuatnya "Aku bukannya tidak beretika hanya saja aku bukan wanita lemah seperti kebanyakan para wanita, tau tidak!" ucapnya membela diri, sementara pangeran Yuan menahan tawanya
"Oh begitu, memangnya seberapa kuat dirimu?" tanya nya dengan mencibir, Xiao Tan semakin kesal mendengarnya
"Kau tanya seberapa kuat diriku? aku akan memperlihatkannya padamu!" Xiao Tan menggulung lengan hanfunya sampai terlihat sebagian tangannya, ia membuat gerakan meninju
"Majulah dan lawan aku" ucapnya menantang pangeran Yuan.
"Hahaha..." pangeran Yuan tertawa melihatnya "kau benar-benar aneh ya" ucapnya dengan menggelengkan kepala dan memilih meninggalkan Xiao Tan
"Cih adik dan kakak sama saja, sama-sama menyebalkan" ucapnya dengan melipat tangannya
Xiao Tan memilih kembali ke paviliunnya tanpa menghiraukan ketiadaan pangeran Zian di kamarnya selarut ini.
Mungkin dia memiliki banyak urusan, ah biarkan saja untuk apa aku memikirkannya. batin Xiao Tan.
****
Pangeran Zian mengunggangi kudanya ke sebuah hutan dengan hanya mengandalkan cahaya bulan yang menyinari jalannya dengan ketajaman matanya membuatnya tak merasa kesulitan walau di keadaan gelap sekalipun.
Ia berhenti di sebuah gubuk yang hanya diterangi cahaya obor di luarnya
Tok tok
Seseorang di dalam sana membukakan pintu untuknya dan pangeran Zian pun masuk ke dalamnya, tempat itu adalah tempat dimana pangeran Zian bersembunyi dan tinggal ketika ia memiliki masalah.
Keesokannya Xiao Tan sudah bersiap untuk rencana melarikan dirinya lagi
"Nona apa kau belum menyerah juga?" ucap Na dengan sedih, sementara Xiao Tan masih berusaha menaiki tangga untuk bisa memanjat dinding
"Kalau kau tidak mau ikut terserah saja Na, Aku tidak mau mati muda" ucap Xiao Tan membayangkan adegan dieksekusinya para penjahat di depan rakyat kerajaan
Benar-benar mengerikan aku memiliki ayah mertua seperti itu, kejahatannya melebihi kejahatan bosku batin Xiao Tan bergidik ngeri.
Na merasa bingung antara mengikuti nonanya atau tetap berada di Istana dengan pura-pura tidak tau tentang rencana melarikan diri nonanya itu
Jika aku ikut nona habislah Aku, tapi jika tetap disini pasti aku akan di hukum pangeran, bagaimana ini....
Na memutuskan untuk tidak mengikuti nonanya karna merasa takut jika sampai mereka ketahuan kabur
"Nona aku sebaiknya tidak ikut saja ya, aku benar-benar takut jika nanti ketahuan" ujar Na
"Yasudah terserah saja" jawab Xiao Tan tidak perduli
Xiao Tan pun pergi dengan penyamarannya membawa beberapa perhiasan dan uang yang diberikan padanya selama menjadi permaisuri.
"Aku hanya tinggal mencari cara untuk kembali, aku akan pergi ke danau itu sekali lagi mungkin disana terdapat petunjuk" ucapnya tersenyum senang dan kembali berjalan dengan menenteng tasnya.
.
.
.