Bela Yunita seorang gadis cantik yang memiliki sebuah kekurangan yang bisa dia sembunyikan dengan baik. Bela kini sebatang kara karena orang tuanya telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.
Genova Abraham pemuda kaya yang belum mampu untuk menjalan kan bisnis orang tuanya. Dia hanya berkeliaran tanpa tujuan.
Hingga suatu hari dia bertemu dengan Bela yang memiliki kemampuan bela diri. Genova terpukau dengan Bela yang hanya seorang gadis biasa namun memiliki kemampuan yang luar biasa.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Perjalanan cinta Genova dan Bela akan segera di mulai.
Selamat Membaca 😊😊😊🙏🙏🙏
Terima kasih banyak🙏🙏🙏😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Genova dan Bela keluar dari ruangan Genova. Mereka berjalan ke ruang rapat wajah Genova sudah berubah sangat dingin saat berhadapan dengan para karyawannya.
Sangat berbeda jauh saat bersama Bela dan teman teman nya. Bela pun begitu dia menjadi wanita yang anggun dan elegan saat berhadapan dengan orang lain selain Genova Dita dan Felix.
Genova dan Bela sudah sampai di ruang rapat. Saat melihat Genova masuk ke dalam ruang rapat semua karyawan berdiri dari duduk nya untuk menyambut Genova.
Termasuk Iren dia tersenyum ke arah Genova namun senyuman nya menghilang seketika saat melihat Bela yang juga baru masuk ke dalam ruang rapat.
* Ngapain dia kesini?* Guman Iren dalam hati.
" Selamat siang semuanya" Sapa Genova
" Selamat siang pak" Ucap Semua yang mengikuti rapat siang ini.
" Rapat siang ini yang memimpin bukan saya namun asisten pribadi saya Bela" Ucap Genova.
" Silahkan Bela untuk memulai nya" Pinta Genova
" Terima kasih banyak pak" Ucap Bela
* Jadi dia beneran jadi asisten pribadi dari Genova. Sialan kamu Bela lihat saja aku akan hancurkan kamu* Guman Iren dalam hati nya.
Iren terus mengepalkan tangan nya saat melihat Bela yang menjelaskan dan memimpin rapat siang ini.
Iren tambah emosi karena melihat Genova yang selalu memandang Bela dengan senyuman yang merekah di wajah nya.
Tak berselang lama rapat yang di pimpin oleh Bela telah selesai. Bela yang sedang merapikan berkas berkas nya dengan sengaja Iren menendang kursi yang akan di duduki oleh Bela.
Bela yang akan duduk namun kursinya bergeser pun akan jatuh. Untung saja ada Genova yang dengan cepat menangkap tubuh Bela kalau saja Genova telat sedikit saja Bela sudah terjatuh di lantai.
" Kamu nggak papa kan?" Tanya Genova yang terlihat khawatir
" Iya nggak papa makasih ya" Ucap Bela.
Genova membantu Bela berdiri kembali dan membantu Bela merapikan pekerjaan nya.
* Sialan dia malah di tolong Genova. Tunggu saja aku akan membalas nya Bela* Guman Iren dalam hati
Iren lalu berjalan ke arah ruangan nya sendiri.
" Sepertinya kamu akan memiliki banyak saingan untuk bersatu dengan ku" Ucap Genova
" Aku nggak peduli. Karena aku sudah memiliki mu" Ucap Bela yang sudah berdiri di depan Genova dan melingkarkan tangan nya di leher Genova.
" Ini lah Bela ku yang sesungguh nya. Bela yang Agresif " Ucap Genova yang mencium bibir Bela.
" Kita makan siang yuk. Aku laper" Ucap Bela manja.
" Baiklah apapun untuk mu tuan putri " Ucap Genova yang membungkuk dan mengulurkan tangan nya ke Bela.
" Terima kasih pangeran ku" Ucap Bela.
" Eits tunggu jangan lupa bawa leptop dan berkas nya pangeran ku" Ucap Bela yang tersenyum lalu berlari keluar ruang rapat.
" Apa ini caramu memeperlakukan pangeran mu Bela" Teriak Genova yang masih berada di ruang rapat.
Bela yang mendengar teriakan Genova pun hanya tersenyum dan terus berjalan ke ruangan Genova.
Genova mengejar Bela masuk ke dalam ruangan nya.
Bela yang sedang duduk di sofa ruangan nya pun menghampiri Bela.
Genova menggelitiki Bela yang tersenyum ke arah nya.
" Hahaha Ge lepaskan itu sangat geli Ge hahahah" Bela tertawa keras karena geli di gelitiki oleh Genova .
" Ini hukuman buat kamu karena kamu sudah mempermainkan aku" Ucap Genova yang masih saja menggelitiki Bela
" Iya iya aku minta maaf tolong lepaskan aku lelah sekarang" Ucap Bela yang sudah lemas karena ulang Genova.
Pakaian Bela sangat berantakan karena ulah Genova. Genova pun masih di atas Bela yang kelelahan.
tok tok tok
" Maaf pak saya...." Ucapan Iren terhenti karena melihat Bela yang kini berada di bawah kungkungan Genova.
Bela dan Genova yang melihat Iren masuk ke ruangan nya pun mendorong Genova hingga terduduk di sofa.
" Ada apa?" Tanya Genova yang sedang merapikan jas kerjanya.
" Apa dia menggoda anda?" Tanya Iren
" Apa maksud kamu?" Tanya Genova yang telah berdiri dari duduk nya karena emosi dengan pertanyaan Iren.
" Dia.... Dia adalah gadia penggoda yang telah di jamah banyak pria di luaran sana" Ucap Iren
" Jaga ucapan anda" Kini Bela yang emosi dan berdiri dari duduk nya.
" Kamu nggak usah sok jual mahal Bela. Aku sudah tau semuanya. Kamu tidak lebih dari seorang ja*** yang suka merayu pria kaya" Ucap Iren
plack
Genova menampar keras pipi Ire .
" Saya tidak pernah memukul seorang wanita namun karena kamu menghina Bela. Maka saya tidak bisa hanya tinggal diam" Ucap Genova.
" Kamu keluar dari ruangan saya" Ucap Genova yang memandang Iren dengan tatapan kebencian nya.
Dia tidak suka kalau Bela di hina oleh orang lain apa lagi di depan nya sendiri secara langsung.
" Anda akan menyesal karena telah membela dia" Ucap Iren lalu keluar dari ruangan Genova dengan tamparan dari Genova
" Saya tidak akan menyesal mengenal dan membela dia. kKrena dia nyawa saya" Ucap Genova.
" Makasih ya kamu sudah membela ku. Tapi apa yang dia katakan benar Ge aku hanya ja**** yang akan membuat kamu menyesal" Ucap Bela
" Bela jangan pernah kamu berbicara seperti itu lagi. Aku tidak akan pernah menyesal karena telah mengenal kamu. Aku mencintai mu dan aku tidak ingin kehilangan kamu " Uca Genova
" Terima kasih Ge kamu sudah mau menerima aku yang kotor" Ucap Bela yang memeluk Genova
" Jika sekarang kamu kotor maka aku akan membeesihkanya. Aku akan membuat kamu berkilau seperti berlian yang sangat indah" Ucap Genova yang membalas peluka Bela.
Bela dan Genova berpelukan cukup lama. Dalam diam mereka mengutarakan perasaan mereka lewat hati yang kini mulai menyatu.
Perasaan Bela yang sudah mulai terisi dengan nama Genova. Hati yang telah lama kosong. Hati yang telah lama dia tutup rapat rapat untuk sebuah kata cinta.
Kini hati itu mulai terbuka dan terisikan nama seorang pria yang mampy membuat nya bersemangat untuk melanjutkan hidup nya. Dia telah bertekat akan berusaha keras untuk sembuh dari sakit yang dia derita.
Bela sudah yakin atas perasaan nya kini yang lebih memilih Genova untuk menjadi pendamping hidup nya.
Sedangkan Genova kini pun sudah yakin kalau cinta yang dia miliki hanya untuk Bela seorang.
" Apa kamu lapar?" Tanya Genova ke Bela
" Iya aku sangat lapar" Ucap Bela manja.
" Em mau makan di mana?" Tanya Genova
" Terserah tapi aku nggak mau makan di tempat mewah" Ucap Bela
" Kenapa takut nggak kenyang?" Tanya Genova yang menggoda Bela.
" Kamu kok godain aku terus sih" Ucap Bela cemberut.
" Sini dengarkan aku" Ucap Genova yang meraih wajah Bela.
" Jangan pernah cemberut seperti ini jika di keramaian" Ucap Genova
" Kenapa?" Tanya Bela heran
" Aku takut kalau aku tidak bisa mengontrol diriku untuk mencium mu" Ucap Genova yang lagi lagi mencium bibir Bela.
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
# jangan lupa like vote dan komen
🙏🙏🙏😊😊😊