Sepeninggal Ibunya , Anne dibesarkan oleh Ayahnya , Antonio . Anne tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tangguh . Namun , berbagai macam peristiwa tak menyenangkan ia alami sejak ayahnya menikah lagi .
Kebahagiaan dan kesedihan silih berganti , hingga akhirnya ia menerima cinta sang kakak yang telah lama menaruh perasaan padanya . Namun , kebahagiaannya harus luntur seketika saat masalah demi masalah datang menerpa hidupnya hingga ia berada di titik terberatnya .
Bagaimana kelanjutan kisah Anne ? Mari membaca !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Nur Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
***
" Siapa Alden? " Tanya Allen dengan ekspresi kesalnya.
" Berhentilah bertanya, fokuslah berkendara " Balas Anne tanpa memedulikan pertanyaan Allen.
" Aku tidak suka jika kau tersenyum hangat pada pria lain, sedangkan padaku kau malah terlihat sangat jutek "
Anne tertawa kecil melihat suaminya yang ternyata cemburu terhadap sahabat kecilnya itu. " Hey, dia sahabatku waktu kecil . Apa kau cemburu ? " Jawab Anne sembari tertawa geli .
" Iya aku cemburu " Tandas Allen dengan pandangannya yang masih fokus ke jalanan.
" Aku memaafkanmu Allen " Ucap Anne sembari tersenyum sumringah.
" Bisakah kau memanggilku dengan ucapan sayang, honey atau panggilan sayang semacamnya " Balas Allen kesal karena Anne masih memanggilnya dengan sebutan itu.
Sejak kapan suaminya menjadi se posesif ini padanya , batin Anne . Situasi hatinya kini perlahan membaik , perasaan kalutnya hanya sebatas kecewa dengan takdir dan takut kehilangan pria yang tengah bersamanya saat ini.
Senyum bahagia juga kini telah tergambar jelas dari raut wajahnya. Ia bersyukur karena Tuhan ternyata masih sangat menyayanginya karena ia telah diberikan sosok pria yang begitu jujur di hadapannya. Meskipun jujur itu terkadang sulit untuk di telan secara mentah-mentah oleh perasaan, namun jujur merupakan elemen langkah yang ada dalam diri seseorang.
± 7 Bulan berlalu.
Setelah 7 bulan lamanya kedua pasutri itu tidak bertemu dengan Claudia Robert , wanita yang telah mengguncang rumah tangga mereka beberapa bulan lalu, kini akhirnya mereka mendapat kabar bahwa Claudia telah melahirkan putranya dengan selamat. " Arron Leonard " Nama bayi laki-laki yang baru saja terakhir ke dunia itu.
" Ambillah anak ini, aku harap setelah ini lembaran baru hidupku akan dimulai " Ucap Claudia menyerahkan bayi itu pada Anne dan Allen.
" Apa kau serius? " Tanya Allen tiba-tiba.
" Ya. Benar . Aku akan segera melupakan apa saja yang pernah terjadi di sini termasuk anak itu " Jawab Claudia. Setelah itu tanpa basa basi lebih lama lagi, wanita itu benar-benar pergi meninggalkan Arron bersama kedua pasangan yang sama sekali belum di karunia anak itu.
Anne tersenyum hangat menatap wajah bayi laki-laki yang ada dalam gendongannya itu. Wajah anak itu benar tidak jauh berbeda dengan wajah pria yang berada di hadapannya itu. Mata hazelnya, bibirnya, bahkan hidungnya, ia seakan tengah menduplikat wajah Allen.
" Apa kau tidak keberatan sayang? " Tanya Allen.
" Aku menyukai anak ini, dia sudah seperti anak kandungku " Wajahnya terlihat sangat bahagia ketika bersama bayi itu. Sudah lama kiranya mereka menginginkan buah dari pernikahan mereka . Namun Tuhan belum berkehendak atas apa yang di inginkan .
Bagi Anne, Arron adalah obat dari hatinya yang telah sunyi selama berbulan-bulan ini. Demi Tuhan ia berjanji akan merawat Arron layaknya anak yang telah ia kandung dalam rahimnya.
" Jika besar nanti, jadilah pria yang hangat dan bijaksana, jangan jadi menyebalkan seperti ayahmu " Ucap Anne seraya melirik Allen dengan tatapan jahilnya.
" Jadilah gentle man seperti ayah nak . Kau harus tumbuh menjadi kuat untuk menjaga ibumu yang penakut ini " Balas Allen diselingi senyum sumringah nya.
Sejak kehadiran Arron di antara mereka, suasana keluarga kecil itu menjadi semakin hangat. Dimana hanya ada senyum bahagia yang menghiasi hari-hari mereka.
🌫
" Honey, mengapa belakangan ini rasa masakanmu berubah ? " Tanya Allen penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
" Apa maksudmu, jika tidak enak. Aku akan meminta koki untuk memasakkan makananmu mulai hari ini " Jawab Anne ketus .
" Aku hanya bilang rasanya berubah, bukan tidak enak. Ayolah, jangan sensitif seperti itu " Ucap Allen berusaha menenangkan suasana hati istrinya itu .
Usai makan, Allen segera menyusul istrinya yang mengurung diri di kamar karena tersinggung atas ucapannya tadi . Entah sejak kapan sang istri menjadi sesensitif ini padanya.
" Sayang, buka pintunya " Pinta Allen dari seberang pintu kamar. Namun tidak ada jawaban sama sekali selain tangisan dari dalam ruangan di balik pintu itu.
" Aku minta maaf " Ucap Allen sekali lagi berharap Anne akan membukakannya pintu setelah ini.
Namun semua usaha Allen sia-sia, Anne hanya terus menangis tanpa memedulikan Allen yang ada di balik pintu itu. " Baiklah, aku pergi sekarang, jaga Arron baik-baik " Allen memutuskan untuk segera pergi ke perusahaannya sekarang. Mungkin Anne hanya perlu waktu sendiri untuk menenangkan dirinya.
Namun, belum semenit Allen duduk di hadapan meja kerjanya, Anne sudah menghujaninya dengan berbagai pesan yang di kirimkan.
Honey 🍯
Pergi tanpa pamit, beginilah kau sekarang?
Baiklah, jangan pamit lagi.
Hari ini sudah cukup kau menyakiti hatiku.
Menghina masakanku dan pergi tanpa
pamit ke kantor, baiklah jika itu yang kau
mau.
Tapi jika kau masih memperhatikanku
tolong belikan aku pancake sepulangmu
nanti.
Allen
Istriku kamu sungguh menggemaskan
aku ingin melahapnya pulang nanti
Allen mendadak senyum-senyum sendirian atas tingkah istrinya yang mengemaskan itu. Entah mengapa belakangan ini sikap wanita itu menjadi aneh dan moodnya sangat gampang berubah-ubah.
" Christopher, tolong carikan aku pancake yang paling enak di kota ini , aku akan memberikannya pada istriku " Titah Allen pada manager sekaligus sahabatnya itu.
" Ayolah, berumah tangga terlihat begitu mengasyikkan sehingga aku menjadi sangat iri sekarang " Canda Christopher . Setelah itu ia menghubungi toko kue ternama dan segera memesankan apa yang di pinta Allen.
" Aku bingung mengapa wanitaku mendadak sangat sensitif " Ujar Allen tiba-tiba dengan pikirannya yang terus mengarah pada Anne.
" Apakah dia sedang menstruasi ? " Tanya Christopher berusaha menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada Anne.
" Aku bahkan tidak ingat kapan terakhir itu terjadi, sepertinya sudah lama ia tidak mengalaminya " Jawab Allen.
" Yah, aku tau sekarang . Berikan aku informasi tentang keanehan apa saja yang di alami istrimu belakangan ini. Aku semakin yakin tebakanku kali ini benar " Balas Christopher seraya tersenyum sumringah kearah Allen yabg kebingungan itu.
" Lalu apa yang harus aku lakukan? "
" Turuti saja kemauannya, aku menunggu kelanjutannya besok " Allen hanya mengangguk mengiyakan saran yang diberikan oleh Christopher.
🌫
" Honey, aku pulang dengan pancake yang kau minta " Ucap Allen seraya mengecup kening Anne dengan lembut.
" Maafkan aku " Ucapnya lirih seraya menghambur kedalam pelukan sang suami. Air matanya jatuh dengan derasnya, sekali lagi Allen sangat bingung dengan tingkah istrinya yang sangat sulit untuk di tebak itu.
" Apa yang membuatmu sesedih ini sayang " Allen mencoba menenangkan Anne dengan mengelus lembut pucuk kepala wanitanya itu.
" Kenapa kamu mendadak mengganti bau parfum mu? " Tanya Anne ketus seraya melepas pelukannya, sontak Allen segera mengendus bau pakaian yang ia kenakan. Tidak ada yang berbeda, ini sama seperti biasanya.
" Aku tidak menggantinya "
" Tapi kali ini aku tidak suka dengan baumu , aku jadi tidak selera " Tukas Anne seraya pergi meninggalkan Allen.
" Oh Tuhan, apa yang terjadi dengannya sekarang " Gerutu Allen yang sangat di bingungkan oleh tingkah istrinya itu.
Allen menatap bayi laki-laki yang tengah tertidur lelap di atas ranjang berukuran king size itu. " Lihatlah ibumu, dia memarahiku karena masalah sepele " Gumam Allen seraya tersenyum hangat pada anaknya itu.
apa yg akan dilakukan ane ya,apa dia akn kuat atw minta pisah..???