Aku masuk ke dalam dunia novel dan menjadi tokoh antagonis yang memiliki kisah hidup yang tragis.
Bagaimanapun juga aku harus tetap hidup! Dan membuatmu jatuh cinta kepadaku...
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
100% hasil pemikiran Author. Bukan novel terjemahan.
Genre : fantasy, time travel, misteri, romance.
Time Travel, tapi tidak mengandung unsur reinkarnasi.
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThePalecat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16: Adik Kecil Hana
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Aku berlari sekuat tenaga dan akhirnya sampai di istana, pria tadi itu siapa? Siapapun dia, dia menyeramkan sekali. Aku harap tidak bertemu dengan nya lagi.
Aku langsung masuk diam-diam dari belakang dan berlari ke masuk kedalam istana.
" tuan putri!!". Hana berlari dan memeluk ku dan menangis dalam pelukan ku.
" kenapa menangis?".
" kami benar-benar cemas, tuan putri. Kami takut ada hal buruk yang terjadi pada anda". ucap hana sambil terisak.
" kami hampir hilang akal, kami sudah mencari ke seluruh istana tapi anda tidak ditemukan, tuan putri". Ucap salah satu pelayan yang bernama mary dengan kelegaan terpancar di wajah nya.
Aku tersenyum, semua orang disini sangat mengkhawatirkan ku. Pelayan, para pengawal dan prajurit, semua yang berada disini ternyata lebih perhatian dari yang ku kira.
" aku baik-baik saja. Kalian boleh melanjutkan pekerjaan kalian masing-masing".
" baik tuan putri". Ucap mereka sambil menundukkan badan.
Satu persatu dari mereka langsung melanjutkan pekerjaan nya, sedangkan hana masih berdiri di depanku.
" tuan putri, apa ada yang terluka?". Ucap hana sambil meneliti apakah ada yang terluka atau tidak.
" tidak ada".
" tuan putri, kenapa anda mengenakan pakaian seperti ini?". Tanya hana heran karena tadi pagi aku tidak mengenakan pakaian ini dan juga ini bukan pakaian yang biasa dikenakan oleh keluarga kerajaan.
" kenapa memang nya? Ada yang salah?".
" tidak, tuan putri. Ampuni saya, tapi pakaian ini bukanlah pakaian yang biasa dikenakan oleh keluarga kerajaan". Ucap hana sambil menunduk.
" sudahlah, tidak perlu seperti itu hana." aku langsung berjalan menuju kamar. Hana berjalan di belakang ku dengan ekspresi yang sulit di jelaskan.
Aku langsung menghentikan langkah kaki ku, lalu memutar badanku 180° dan hana terlihat terkejut karena aku yang terlalu tiba-tiba.
" apa yang ingin kamu katakan?". Tanya ku karena hana seperti menahan sesuatu untuk di katakan.
" ampun tuan putri, saya ingin cuti untuk beberapa hari atau mungkin saya akan mengundurkan diri jika urusan saya belum selesai." apa? Cuti? Kenapa? Dan kenapa harus mengundurkan diri segala?.
" kenapa ingin cuti? Urusan yang sangat penting? Urusan apa itu?". Hana diam, selang beberapa detik air mata pun mengalir di pipinya.
Aku terkejut dan panik melihatnya tiba-tiba menangis, apa aku mengatakan sesuatu yang salah?. Aku langsung menenangkan nya dan membawanya ke dalam pelukan ku.
" kita teman kan,? Katakan saja. Jangan menangis, kita bisa menyelesaikannya bersama-sama". Gadis berusia 18 tahun itu masih terisak dalam pelukan ku dan tubuhnya bergetar hebat.
" aku pasti akan membantu mu sebisa ku, tolong katakan, masalah apa sebenarnya". Dia melepaskan pelukan ku dan terduduk di lantai. Sepertinya masalah ini cukup berat.
Aku juga duduk di depannya dan mengenggam tangannya erat.
" jangan tuan putri, pakaian anda bisa kotor".
Aku menggeleng, lalu mengusap air matanya. " anda benar-benar baik, tuan putri. Saya merasa sangat beruntung menjadi pelayan anda. Anda benar-benar-".
"shhh! Tidak perlu seperti itu hana."
"apa sebenarnya yang terjadi?". Lanjut ku.
" sebenarnya, ini tentang adik saya, tuan putri". Aku diam untuk menyimak perkataan nya.
" namanya, Lauryn. Dia adalah adik saya yang sangat berharga. Tapi semenjak ibu pergi entah kemana dan ayah menikah lagi, kehidupan kami berubah. Ayah yang sering mabuk mabukan selalu memukuli kami. Tapi ibu tiri itu selalu membela kami. Awalnya saya merasa terlindungi dan percaya bahwa dia bisa merawat Lauryn selama saya bekerja". Dia menghembuskan napasnya pelan.
" ternyata salah, dia sering memukul dan mencambuk adik ku yang tidak bersalah". Aku meringis mendengar ucapannya.
" semakin hari kondisi nya semakin memburuk, dan saya ingin membawa Lauryn pergi tanpa ada mereka di hidup kami". Dadaku terasa sesak mendengar kisah hana yang hampir mirip dengan ku di dunia sebelum masuk ke dalam novel ini.
Aku ingin sekali membantu nya. hati kecilku mengatakan, jangan sampai ada orang lain merasakan apa yang aku, hana dan adiknya rasakan.
" bagaimana jika sekarang kita langsung pergi ke tempat adik mu?".
Bersambung part 2.
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Jangan lupa like, comment dan tambahkan ke favorit.
Kalian juga boleh beri saran apapun.
Salam hangat
_ThePaleCat
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️