Arina gadis SMA yang sangat nakal dan susah diatur tiba tiba berubah saat kedua orang tuanya memindahkannya keluar kota. Ia gadis yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Sehingga pada akhirnya iya bertemu dan membuat masalah dengan seorang CEO yang dingin, angkuh nan tampan.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISNA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
" kak kau tau, mamaku rela memindahkan aku kesini karena kata mereka aku sangat nakal dan sangat susah diatur padahal itu karena aku kurang kasih sayang mereka, mereka hanya mementingkan pekerjaannya, kadang aku merasa aku bukan anak kandung dari mereka tapi itu tidak mungkin " kata Arina menangis lalu memeluk tubuh gagah Arnan.
Arnan yang tiba tiba dipeluk hanya membalasnya. Toh kesempatan baik kalau begini😆😆 batin Arnan.
Arina mengeratkan pelukannya setelah ia merasa bahwa Arnan pun membalas pelukannya. Arina bingung kenapa iya merasa damai saat dipeluk oleh Arnan, ia merasa terlindungi.
DUA BULAN KEMUDIAN
Arina menjalani kehidupan sehari harinya seperti biasa setelah ditinggalkan oleh Aisyah untuk selama-lamanya. Kini Arina hanya tinggal sendiri di Apartemen, tapi kadang iya ditemani oleh kedua sahabatnya. Dan tak terlepas dari pengawasan Arnan yang memang diamanatkan oleh Aisyah untuk menjaganya.
Sedih itu pasti yang dirasakan oleh Arina setelah kedua orang tuanya menghilang entah kemana dan tidak pernah peduli lagi dengan kehidupannya. Seakan akan ia tidak pernah berarti dalam kehidupan orang tuanya, hancur yang dirasakannya tapi iya masih berusaha tegar karena iya berharap bahwa orang tuanya seperti itu mungkin karena ada alasannya. Setiap hari Arina merenungi nasibnya setelah sepupunya Aisyah meninggalkannya.
Arnan pun begitu iya menjalani kehidupan sehari harinya dan selalu mengawasi kehidupan Arina. Hari ini iya berencana untuk datang ke Apartemen tempat Arina tinggal karena iya sudah sangat merindukan gadis kecilnya itu.
Sesampainya ia diapartemen iya langsung masuk karena pasport apartemen Aisyah tetap sama seperti dulu. Saat ia masuk ia tak mendapati Arina sehingga ia mencari di setiap ruangan tapi tak ada juga, akhirnya ia mencoba mendekati kamar yang ditempati Arina dan ia mendengar Arina berbicara dengan seseorang dibalik telpon.
" Sayang yang bener kamu ada di kota ini ? " kata Arina dengan orang tersebut
" ...... "
" hmm baiklah sayang kapan-kapan kita ketemu yah sebelum kamu balik lagi, soalnya aku juga sekolah dan banyak tugas sayang "
"....."
" oke sayang, aku selalu merindukanmu " kata Arina lalu mematikan ponsel tersebut.
Arnan yang mendengar semua itu menjadi sangat marah dan mengepalkan tangannya. Ia selama ini berfikir bahwa Arina mungkin juga akan menyukainya tapi setelah ia mendengar percakapan Arina dengan orang tersebut ia seperti kebakaran jenggot.
" jangan harap kau akan jatuh kepelukannya gadis kecil, meskipun usia kita berbeda jauh tapi kau harus menjadi milikku, hanya
milikku " batin Arnan penuh dengan emosi.
Karena emosi yang tak kunjung padam setelah mendengar semua itu iya pun akhirnya datang kesebuah club malam. Dan melampiaskan segala kemarahannya dengan minum berbagai macam minuman yang mengandung alkohol tinggi. Seperti itulah kebiasaan seorang Arnan ketika ada masalah, iya menghabiskan waktunya di club malam. Tapi meskipun begitu iya tak pernah meniduri satupun gadis atau bahkan bermain main dengan wanita.
Arnan yang sudah mabuk berat melempar semua botol minuman itu kesembarangan arah. Salim sang asisten pribadi pun tidak tahu apa permasalahannya karena setahunya atasannya sekaligus sahabatnya itu tak akan menginjakkan kakinya ke club malam jika tidak sedang ada masalah atau ada yang mengganggu pikirannya.
Akhirnya Salim membawa Arnan pulang ke Apartemennya.
................
Pagi hari Arina memasak sarapan untuk iya bawakan ke apartemen Arnan karena sudah beberapa hari ini iya tak bertemu bahkan Arnan sudah sangat jarang mengunjungi Arina.
" mumpung hari minggu dan tak sekolah, lebih baik aku buat sarapan untuk kak Arnan " ujar Arina.
Setelah Arina membuatkan berbagai macam menu sarapan iyapun melangkahkan kakinya keluar gedung dan menunggu taksi yang sudah dipesannya.
Setelah sampai ia pun langsung menuju Apartemen Arnan. Sesampainya di depan Apartemen iyapun menyalahkan bel.
Tak kunjung ada yang membukanya iya pun akhirnya menunggu. Tak lama kemudian asisten Salim keluar dan melihat Arina.
" eh om Salim, om Arnan ada nggak? kok om Salim yang buka sih? " tanya Arina melihat Salim yang membukkan pintu.
" iya dia ada di dalam, masih tidur. Kalau mau masuk masuk saja tapi tunggu dia sampai bangun. Jangan sampai kamu mengganggunya " jawab Salim ketus tak berekspresi.
Dengan cepat Arina masuk ke dalam dan menunggu Arnan yang belum bangun. Ia pun hanya duduk manis di sofa ruang tengah.
Tak lama Arnan pun keluar kamar dengan penampilan yang sudah rapi.
" kak...kak Arnan sudah bangun " tanya Arina melihat Arnan keluar dari kamar.
Arnan bingung dari mana datangnya gadis kecil itu. Ia pun hanya mengabaikan pertanyaan Arina dengan berlalu tapi berhenti karena mendengar isak tangis Arina.
" om kenapa sih, om tahu nggak sih sekarang hanya om tempat Arina berlindung tapi kenapa om bersikap seperti ini. Arina sekarang nggak tahu harus kemana lagi om " kata Arina dengan isak tangis yang terdengar sangat pilu.
Memang setelah Aisyah tidak ada Arnan lah yang selalu ada buat Arina. Bahkan biaya hidupnya dan biaya sekolahnya Arnan lah yang memenuhinya.
Hati Arnan seperti ditusuk jarum melihat orang yang dicintai dan selalu mengisi hatinya menangis. Dengan perasaan bersalah Arnan membawa Arina dalam pelukannya untuk memberikannya kehangatan. Setelah Arnan merasa Arina sudah tak menangis lagi iya pun melonggarkan pelukannya.
" hey gadis kecil kenapa kau menangis
hmm ? " tanya Arnan lembut.
" habisnya om mengabaikan aku, ditelpon nggak diangkat di chat nggak dibalas, aku kan merasa bersalah om " jawab Arina yang kembali mulai berkaca kaca.
" om minta maaf deh, bukan maksud om mengabaikan gadis kecil om ini " jawab Arnan kembali memeluk Arina, ia sudah tak mempermasalahkan jikalau Arina memanggilnya om. " ingat kau tak pernah sendirian karena selalu ada aku disisimu " lanjut Arnan meyakinkan Arina bahwa ia tak akan pernah sendiri.
Setelah itu Arnan dan Arina sarapan berdua dan dipenuhi dengan canda tawa. Setelah itu Arnan mengantarkan Arina ke apartemen sahabatnya agar tak merasa kesepian di Apartemen sendirian.
Setelah mengantarkannya iya pun melajukan mobilnya ke kantor. Sesampainya di kantor iya pun masuk keruangannya dan tak lepas dari pandangan pandangan para karyawati yang bermata buaya.
Arnan yang tengah menandatangani beberapa berkas tidak fokus karena selalu Ada Arina dibayangannya sampai sampai ia tak sadar kalau Salim sudah ada di depannya.
" weh bro kenapa melamun " Salim berteriak mengagetkan Arnan.
" woe bangkek aku tidak tuli, sengaja loh yah ngagetin gue " jawab Arnan yang lebih meninggikan suarahnya.
" emang gue sengaja " jawab Salim lalu tertawa.
" bulan depan tidak ada bonus buat kamu " ujar Arnan santai karena ia tahu kalau Salim selalu mengalah jika ia mengancamnya soal gaji.
" ya elah bro, jangan gitu dong supaya cepat laku " ujar Salim yang langsung mendapatkan pukulan oleh Arnan.
" allamat sakit woy, satu jam lagi ada pertemuan di cafe dekat kampus A dengan direktur perusahaan Arkana "
" hmm ".
Satu jam berlalu Arnan pun datang ke cafe guna menemui direktur perusahaan Arkana. Keduanya berencana menjalin kerja sama. Sesampainya Arnan di Cafe dan diikuti oleh Asisten Salim pun masuk.
Dan disana sudah terlihat Tuan Daniel selaku direktur perusahaan Arkana yang disampingnya ada gadis yang sangat tidak tahu malu dengan pakaiannya.
Setelah mereka berbicara mengenai kerja sama Tuan Daniel pun memperkenalkan putrinya kepada Arnan. Tapi Arnan tampak tak suka.
" Tuan Arnan perkenalkan ini putriku namanya Salma dia yang akan mengurus kerja sama ini kedepan karena saya harus keluar negeri karena ada urusan yang penting " ucap Tuan Daniel.
" hmm pastinya ini akal akalan dari si gadis mata buaya ini nih, dia pasti ingin mendekati Arnan. hmm tapi aku yang akan jadi penghalangnya duhai gadis yang manis tapi malang " batin Salim.
" cih jadi ini caramu mau dekat denganku " batin Arnan tak suka.
" hmm baiklah tuan " jawab Arnan menjabat uluran tangan dari tuan Daniel dan langsung meninggalkan tempat itu.
" kau liat gadis tadi?, dia seperti tidak pakai baju saja " Tanya Arnan kepada Salim yang fokus menyetir.
" hahaha benar banget, liat saja kita bahkan lebih sering lihat paha cewe dari pada paha ayam " jawab Salim tertawa terbahak-bahak dan diikuti tawa Arnan.
" haha kamu ngaco, gue sering liat paha ayam, kamu aja yang tidak " ujar Arnan tertawa.
" dia bahkan sebelas duabelas dengan wanita penggoda " ujar Salim.
" bukan sebelas duabelas tapi memang sudah mirip wanita penggoda " Arnan dengan tertawa terpingkal pingkal. Bahkan orang yang ada di pinggir jalan mungkin mendengar tawa keduanya yang menggelegar.
Salim dan Arnan pun tak ke kantor lagi. Mereka berdua menuju salah satu tempat karaoke untuk berkumpul dengan sahabatnya sekaligus menghilangkan penat dipikiran.
Sesampainya di tempat tersebut Arnan dan Salim menuju ruang VVIP dan sudah mendapati Radit dan Martin disana.
Mereka menghabiskan waktu dengan bernyayi dan minum. Setelah itu mereka duduk sambil mengobrol ria.
" eh kita sedari tadi ngobrol kok gue baru nyadar sekarang kalo Melati nggak ada " tanya Salim.
" eh iya Melati mana? " Arnan pun bertanya.
" kalian itu yah sahabat laknat, masa sahabat aja nggak tahu sih kemana " jawab Martin.
" hhh sahabat duruhaka " Radit membenarkan apa yang dikatakan Martin.
" sahabat durhaka bangk*k bukan duruhaka " lanjut Martin langsung melayangkan pukulan di kepala Radit. Sontak Radit mau membalasnya tapi Salim berteriak menghelai.
" woy woy kalo mau baku hantam ya di lapangan jangan disini " ujar Salim berteriak karena pusing melihat tingka Radit dan Martin yang selalu saja ingin baku hantam.
Sontak keduanya pun kembali tenang dan kaki keduanya pun saling berperang menendang nendang kaki satu sama lain.
Arnan dan Salim hanya menggeleng- nggelengkan kepalanya pusing melihat tingkah keduanya. Dan kemudian Martin menjelaskan bahwa Melati kembali ke Belanda sehari setelah kematian Aisyah karena memang Melati adalah penduduk asli Belanda dan hanya magang ke Indonesia tapi karena mendapatkan sahabat seperti mereka akhirnya Melati menetap di Indonesia untuk berkarir tapi sekarang sahabat perempuan satu satunya yang ada di Indo meninggal. Ia pun kemudian memutuskan untuk kembali ke negara asalnya.
Setelah mereka merasa bosan akhirnya mereka pun kembali ke habitatnya masing masing. ( Alias kembali pada kesibukannya masing masinh yah 😆😆 )
Arnan yang ingin mengajak Arina makan malam pun menyuruh Salim pulang naik taksi dan menyetir mobil sendiri.
Baru juga iya melaju ke arah apartemen Arina tapi Hp nya bergetar menandakan ada yang menelponnya. Ia pun akhirnya mengangkat telpon dari mamanya.
" halo mah ".
" kamu yah anak durhaka, nggak mau menjenguk mama papanya, jangankan menjenguk menelpon saja untuk menanyakan kabar tidak " celoteh mamanya di balik telpon.
" iyah kan mama tahu sendiri aku sibuk " jawab Arnan membelah diri.
" sekarang kamu pulang adik kamu menanyakan kamu tuh "
" apa mah Dafa pulang? " tanya Arnan herang karena adiknya sudah ada dirumah.
" kamu itu yah, adik kamu udah datang dua hari yang lalu kok ".
" iya iya aku kesana sekarang ".
Arnan pun membatalkan rencananya untuk mengajak Arina makan malam dan membelok arah untuk pulang kerumah kedua orang tuanya berhubung sang adik yang sudah lama tinggal di luar kota kembali.
Setelah sampai Arnan pun langsung masuk ke dalam rumah dan melihat mama papa serta adiknya tengah berbincang di ruang tengah. Ia pun dengan cepat menghampiri mereka dan langsung memeluk adik satu satunya itu.
" wah wah wah jadi sekarang kamu udah besar yah? " tanya Arnan yamg heran melihat adiknya sudah beranjak dewasa.
" iya dong masa aku kecil terus " jawab Dafa tertawa.
" kak? kapan kakak akan menikah?, jangan bilang kakak gay yah? " tanya Dafa khawatir kepada sang kakak jika pikirannya benar kalau kakanya itu tak menyukai perempuan.
Sontak Arnan melotot dan langsung melayangkan pukulan di kepala adiknya itu.
" kak sakit tahu, kan aku cuman nanya " ujar Dafa memegang kepalanya.
" udah udah, kalian itu yah tidak pernah tidak bertengkar kalau ketemu " Ujar Mama Desi marah melihat kedua anaknya yang sudah mulai bertengkar.
" dan kamu Dafa fokus sekolah dulu , nggak usah mengenal yang namanya cinta monyet ".
sahut papa Dimas mengingatkan anaknya untuk tidak mempermainkan para gadis di luar sana.
" maaf yah pah, tapi aku udah punya seseorang yang selalu ada dihati " jawab Dafa tersenyum senyum sendiri mengingat wajah cantik sang kekasih.
" masih kecil kok udah kek gituan, cih masih bau kencur kok " sahut Arnan mendengar penuturan adiknya bahwa iya sudah mempunyai seorang kekasih.
" irih bilang bos " selah Dafa yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Arnan yang seperti ingin memangsanya.
" sory ampun bang jago hehehe " ujar Dafa lalu tertawa keras melihat ekspresi kakaknya yang seperti kebakaran jenggot.
" udah udah semuanya pada diam " teriak mama Desi.
" kamu Dafa ingusnya ajah belum tahu ngambilnya tapi udah pada pacaran, sekolah yanh benar duluh, baru kelas dua SMA ajah udah main main " mama Desi memperingatkan Dafa dan dibetulkan oleh Arnan.
" iya tuh mah, masih bau kencur kok " sahut Arnan penuh kemenangan karena telah berhasil membuat adiknya jengkel.
" yang jelas Dafa akan cepat memperkenalkan calon mantu mama dan papa " sahut Dafa terus berlalu ke meja makan karena sudah merasa lapar dan diikuti yang lainnya.
Setelah semuanya telah makan malam mereka pun menuju kamar masing masing. Tapi berbeda dengan dafa yang keluar ingin bertemu sang kekasih yang sudah sangat dirindukannya itu.
Dafa pergi kesebuah taman tempat ia janjian dengan sang pujaan hati. Setelah sampai ia sudah melihat gadis yang berperawakan tinggi, berkulit putih dan berambut panjang nan lurus sedang menghadap ke arah danau yang penuh dengan kerlap kerlip lampu.
Dengan cepat iya memeluk gadis tersebut tanpa melihat wajahnya. Karena iya sudah tahu bagaimana sang kekasih.
" sayang aku sangat merindukanmu " kata dafa dengan berat dan penuh gairah.
" aku juga sangat merindukanmu sayang " Sahut gadis tersebut yang tak lain adalah...
Bersambung
HAI PARA READERS KU SAYANG😍😍 SEMOGA SELALU SYUKAH YAH DENGAN CERITAKU HEHEH.
OH YAH INI KARYA PERTAMAKU YAH JADI MAKLUMILAH JIKA BANYAK YANG SALAH YAH GUYS HEHEH...
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA DAN JANGAN LUPA
LIKE JIKA SUKA
VOTE AND KOMEN YAH
JANGAN LUPA KASI' MASUKAN JUGA YA GUYS AGAR KEDEPANNYA BISA DIPERBAIKI JIKA ADA KESALAHAN.
LAMA UPDATENYA SOALNYA LEBIH DARI 2000 KATA GUYS HEHEh.
MAKASIH😗