NovelToon NovelToon
Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Bukan Salahku Menjadi Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: dina Auliya

🌺 Season 1 & 2 🌺

🙏Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote, hadiah. Sebagai dukungan untuk karya ini ya. Selalu di tunggu.🙏

Datang ke kota dengan niat ingin merubah nasib keluarga, Karina malah di jebak dan di jual pada seorang pria asing.

Namun siapa sangka, Ia terjerat dalam hubungan rumit dan menjadikan dirinya seorang pelakor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S1-17

Saat Karin baru bangun tidur tiba-tiba saja Karin merasa mual-mual, dan sesegera mungkin karin mencoba memuntahkannya namun tak dapat keluar.

Ibu Asih yang mendengar, Karin mual-mual langsung menghampiri.

"Kenapa nduk, kok mual-mual?" tanya ibu Asih sambil mengusap punggungnya agar cepat membaik.

"Gak tau Bu, mungkin masuk angin, karena perubahan suhu yang mendadak di tubuh Karin, disana kan panas dan di sini hawanya dingin Banget." saut Karin sambil menahan perutnya yang mual

"Ya udah, ibu buatkan jahe hangat dulu, kamu istirahat saja, Oya ibu mau bantu tetangga metik kopi, kamu dirumah aja ya."

"Iya Bu."

Setelah selesai membuatkan jahe hangat ibu Asih Langsung berangkat kerja dan meninggalkan Karin sendirian.

Di depan rumah banyak ibu-ibu yang sedang belanja sayur. Karin pun keluar untuk membeli sayuran karena janji dengan Adit dan Bima mau masak enak.

"Ehh Karin... mau belanja sayur nie." sapa ibu-ibu tetangga.

"Iya, tadi ibu sudah berangkat kerja dulu jadi saya yang belanja." ucap Karin sambil memilih - milih sayuran.

"Karin emangnya kamu di kota kerja apa? kok sekarang tambah cantik dan seksi." tanya salah satu ibu yang kepo.

"Jadi pembantu Bu, tapi disana kerjanya kontrak. Memangnya kenapa Bu?"

"Oh..., syukur deh,, soalnya ibu dengar di kampung sebelah ada anak gadis pulang dari kota malah hamil dan gak tahu bapaknya siapa. amit-amit moga-moga di sini gak ada kejadian kayak gitu." gosip ibu-ibu pagi-pagi.

"Ah... ibu-ibu ini pagi-pagi gosipin orang, gak baik Bu. Gak semua yang kerja merantau itu beruntung Bu, banyak yang malah luntang-lantung gak bisa kerja."

"kamu tu dibilang gak percaya, kita-kita nie sudah pada dengar semua."

Karin tak menggubris gosip nya dan memilih beberapa sayur dan daging. Setelah selesai membayar Karin buru-buru kembali ke rumah dan meninggalkan ibu-ibu yang sedang bergosip.

Karin kembali ke kamar dan teringat ucapan ibu-ibu tadi tentang gadis yang hamil.

"Kenapa aku jadi gelisah begini, mendengar omongan mereka. Aku gak hamil kan, aku hanya masuk angin, buktinya setelah minum jahe hangat aku lebih enakan." gumam Karin yang masih saja gelisah.

Karin pun segera memasak untuk keluarganya sekaligus menghilangkan kegelisahan yang melanda hatinya, ucapan ibu-ibu tadi masih terus saja terfikirkan oleh Karin sehingga membuatKarin pusing kepala dan nampak pucat.

Tak lama Bima pun datang, dan langsung menghampiri Karin yang merebahkan diri di lantai yang beralaskan tikar.

"Mbak, kenapa tidur disini, mbak sakit to." sapa Bima.

"Kamu sudah pulang Bim, iya ini mbak kelihatan nya lagi gak enak badan, mba istirahat dulu ya, kamu jangan kemana-mana kalau mau makan sudah mbak siapkan."

"Iya mbak, istirahat sana, Bima gak kemana-mana kok." Bima pun masuk ke kamar dan berganti baju dan Karin pun ke kamar untuk merebahkan diri

______

Satu minggu telah berlalu semenjak Karin pulang kampung, Ken yang sebenarnya tidak ke Australia, begitu gelisah dan tak tenang mengerjakan pekerjaan di kantor. Hatinya ingin segera menemui Karin.

Ken segera menepis kerinduannya dengan fokus pada pekerjaannya.

"Pak, kenapa bapak kelihatan gelisah gak seperti biasanya." tanya Anton asisten Ken yang memperhatikan Kenzo dari tadi.

"Gak tau nie, aku kepikiran terus dengan dia yang lagi pulang kampung." saut Ken sambil memijat-mijat pelipisnya dan menghembuskan asap rokok yang dihisapnya.

"Kalau bapak kangen ya di samperin pak, jangan dibiarkan rindu bapak menghilangkan konsentrasi dan malah berdampak pada kerjaan bapak." Saran Anton

"Apa perlu aku menyusulnya sekarang, tapi kan aku bilangnya ke Australia dan sudah beberapa hari aku gak menghubunginya.

"Memangnya tinggalnya dimana pak."

"Di desa Medang Sari." jawab singkat Ken.

"Pak, bukanya disana ada proyek pembangunan villa yang hampir selesai. Bagaimana kalau sekalian melihat proyek dan sekalian jenguk si dia." saran Anton lagi.

"Otakmu memang cerdas, gak salah aku memilih mu jadi asistenku, kalau gitu siapkan semua kita segera berangkat." Ken pun langsung bergegas bersiap-siap untuk berangkat bersama Anton.

_____

"Nduk, ayo makan dulu, nanti masuk angin lagi, sedikit-dikit harus di isi perutnya."

"Iya Bu, bentar lagi, ibu duluan aja nanti Karin nyusul." Karin yang baru duduk setelah seharian istirahat.

Karin pun keluar kamar dan menghampiri ibu dan adik-adiknya.

"Besok ke Puskesmas ya nduk minta antarin sama Bejo, biar tahu kamu sakit apa, soalnya ibu kuatir lihat wajahmu yang pucat."

"Iya, ibu gak usah kuatir Karin gak papa kok, paling kalau gak masuk angin, lambung Karin yang kambuh soalnya waktu di kota Karin sempat masuk rumah sakit beberapa hari."

"Kok gak ngabarin ibu, kalau kamu masuk rumah sakit."

"Karin gak mau ibu kuatir sama seperti sekarang, makanya Karin gak ngabarin."

"Nduk walau bagaimanapun aku ini ibumu, berhak tahu, keadaan anak ibu, jadi lain kali kalau sakit atau apa, kasih tahu ibu ya."

"Iya Bu Karin ingat pesan ibu." Karin pun memeluk ibunya dengan pelukan hangat."

Setelah selesai makan malam, Karin pergi ke teras, melihat bulan yang yang sangat indah.

"Nduk kalau diluar jangan lama-lama ya, nanti tambah sakit, cepat masuk."

"Iya Bu, Karin sebentar aja kok,nanti Karin masuk" Sahut Karin.

Karin memandang bulan, seperti sedang memandang wajah Kenzo yang sedang tersenyum.

"Tuan, kapan tuan datang, Karin mulai rindu, walaupun tuan kasar dan suka marah, tapi Karin tetap merindukan belaian tuan." gumam Karin sambil tersenyum memandangi bulan.

"Hayo...Mbak Karin lagi mikirin siapa?" ucap Adit yang langsung membuyarkan pikiran Karin.

"Mau tahu aja, anak kecil. Oya mbak baru ingat, kamu pernah ngobrol dengan laki-laki waktu menghubungi mbak ya?" tanya Karin.

"Bentar dulu, Adit ingat-ingat. Oya...Adit ingat, itu siapanya mbak Karin.?" tanya Adit balik.

"Kamu ada cerita ke ibu gak?."

"Gak ada, memangnya kenapa." jawaban Adit membuat Karin lega.

"Gak papa. Kamu ada ngancam ya?"

"Gak ada, Adit cuma bercanda, lagian dia duluan yang nantangin Adit."

"Itu pacar mbak Karin ya?"

"Bukan, itu majikannya mbak Karin, gara-gara kamu, mbak dapat hukuman tahu."

"Masa sih mbak, maaf kalau gitu Adit janji gak akan mengulangi lagi."

"Iya udah mbak maafin, ya udah mbak masuk dulu mau istirahat lagi, besok kalau kamu sekolah dan ketemu kang Bejo suruh ke rumah ya."

"Iya mbak. Cepat tidur mbak. dan jangan lupa minum obat yang dibeli tadi." ucap Adit yang begitu sayang dan perhatian dengan Karin."

1
Lastri Tri
Luar biasa
Ken L
diputar2 ceritanya sama othor. padahal si Joy yg sudah bertemu sama mama Karin tapi sengaja dibikin panjang ceritanya wkwkwk
Ken L
othor kok tulis kisah Joy kayak gini. uda ketemu mamanya susah gitu ya bawa ke dokter donk, lalu telp papa Ken. uda selesai deh ceritanya.
Ken L
seruuu
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mantap
DinaAuliya: Makasih kak sudah berkenaan mampir, jangan lupa mampir di karya aku yang lain ya.🙏😘
total 1 replies
Rini Haryati
ceritanya keren
Dewi bohay
rasain Dinda ketauankan bikin emosi aja🙄🙄🙄
Dewi bohay
mending Sasa dimasuk kan karung trus dilempar dah laut, aku mewakili Karin dah😠😠😠
Dewi bohay
ingin cekek tu si ulat emosi aku, 😬😬😬
Dewi bohay
pokok e setiap mau baca dedekan 😥😥gak tega ama Karin😞😞😞
DinaAuliya: makasih sudah mampir baca, ceritanya masih berantakan benget.🙏☺️
total 1 replies
Dewi bohay
hadoooh tegang😰😰😰
DinaAuliya: Makasih kak dah mampir, karya ini masih berantakan, typo masih bertebaran.🙏☺️
total 1 replies
Hastia Tia
lanjutkan
Hary Enyong
Alur critan nya dari awal di ikutin cukup jelas ..
cuma di bab 9 , tentang Ken tau klau joe bukan anaknya tidak ada alur crita nya ,😊
Alur critanya ok gk berbelit belit melebar kemana mana kaya senetron..😁
cukup enak di baca di ikitin Alur crita nya thur.. 😊👌👍
Dwi Lina Ningsih
ceritanya bagus kok gak lompat2 maju terus pantang mundur thor
Ade Rahmatullah
Thor anak ken dg sasa kmn. alurnya dijaga yg runut y!!!
Louisa Janis
sudah thor ketemu ceritanya
mantap dah 🙏👍👍
Louisa Janis
Thor keren deh 👍👍👍👍
Louisa Janis
kok mati?????????????
bisaan thor
Louisa Janis
Karin hamil dan yang ngidam Ken
Louisa Janis
kalah saing jadi ambil jalan pintas andalkan genderuwo snackfish
malu-maluin nggak sportif bersaing sehat BANCI LO Reval
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!