NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Saiyaarasaiyaara

Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.

"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"

"Iya, Mas!"

"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"

"Iya, Mas ...."

"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"

"Iya, Mas."

"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"

Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.

Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?

Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 16

○○○

Nana menelusuri sepanjang koridor kampus siang ini ke ruang yang katanya paling seram dalam universitas yakni ruang dosen Marcel. Meski ruangan itu paling dihindari kali ini Nana merasa tempat itulah yang paling dia butuhkan sekarang ketika orang-orang menetap aneh dirinya.

"Pak, coba perhatikan bagaimana aku?? Ada yang beda atau aneh begitu gak.." Nana masuk tanpa permisi dan seperti biasa langsung berdiri dihadapan Marcel.

"Kamu tidak lihat saya sedang sibuk, ngapain kamu ke sini??"

Bukannya Menjawab sesuai keinginanan Nana, Marcel malah berbicara ketus mengabaikan ucapannya.

"Ya sudalah kalau Bapak nggak mau jawab. Aku duduk disini bolehkan..."

"Hm." Dehem Marcel singkat dan dingin.

"Ekhemm.."

Rasakan memangnya Bapak doang yang bisa berdehem kayak Nisa sabyan, Nana juga bisa.

"Khemm.."

Nana kembali berdehem untuk memancing Marcel kembali bersuara, tapi Marcel malah makin mengabaikannya. Deheman demi deheman Nana keluarkan dan Marcel hanya menganggap hal itu angin lalu tanpa perduli. Menyebalkan memang memiliki suami dingin bisanya cuma berdehem kayak Nisa Sabyan. Secerewet apapun Nana berbicara ditanggapi hanya dengan Hm, iya dan tidak.

"Mas aku kemari mau protes, kenapa diluar sana orang-orang pada ngeliatin aku terus? Kenapa suasananya aneh.. aku gak salah kepada mereka tapi ditatap sinis? Mas jawab akulah. Jangan sibuk memperhatikan kerja saja, istri diperhatikan juga dong." Corocos Nana tidak tahan dengan sikap Marcel yang mendiaminya.

"Kalau yang kamu maksud memperhatikan isteri itu dengan cara ikut campur urusan orang lain saya gak bisa, itu bukan kemampuan saya. Tetapi, kalau soal kebutuhanmu memangnya apalagi yang kurang?" Jawab Marcel datar tanpa mengalihkan perhatiannya dari pekerjaannya.

Sontak saja Nana mengeram marah bangkit dari sofa kemudian keluar dari ruangan Marcel tak lupa menutup pintunya dengan membanting kasar. Ok jika Marcel tak mau ikut campur, biarlah Nana sendiri saja yang menghadapi orang-orang tersebut.

"Ch, itu tuh orangnya yang murahan bangat. Gue jijik ngelihatnya."

"Itu kan Nana, mana mungkin dia begituan? Walaupun tukang onar di kelas dia anaknya keliatan baik, jangan ngaco kamu.."

"Nyatanya itulah kebenarannya. Dia tuh ******!"

Percayalah sekarang Nana sedang mengepalkan tangannya menahan amarah yang siap meledak. Apa-apaan gadis itu sembarangan mengatainya jalang  dengan terang-terangan.

"Hey mulut comberan!! Nggak usah sembarang ngatain gue gak ******. Loh mau gue tuntut atas pencemaran nama baik!" Labrak Nana dengan berani.

"Apanya yang Nama baik? Namamu sudah kotor dan tersebar buruk kali.." Sinis gadis itu menatap Nana dengan jijik.

"Maksudmu apa?"

"Nggak usah pura-pura gak tahu. Loh ngerayu Pak Marcel dan menjebak dia buat nikahin loh kan. Ch, dasar murahan.."

Brak,

Plakk,

Tak dapat menahan lebih lama lagi Nana pun dengan keras mendorong gadis itu keras hingga jatuh kelantai dan menamparnya tak kalah kerasnya. Sementara gadis lain teman gadis tersebut langsung membantu dengan menyerang Nana menjambak rambutnya. Seketika posisi pun berganti, dua lawan satu kini Nana yang dalam keadaan tak bisa berbuat apa.

Plakk, satu tamparan mengenai pipi mulus Nana disusul cengkraman dirahangnya.

"Dasar ****** nggak mau ngaku! Rasakan ini."

Nana didorong dengan keras hingga tersungkur di kaki Devan.

"Kalian apakan sahabatku??"

"Dasar pecundang!!"

"Berani sekali kalian main keroyokan, kalau berani satu lawan satulah."

Deva, Maura dan Alisyah menghampiri kedua gadis itu dan langsung menghajarnya tanpa ampun. Menyaksikan hal itu Devan dengan dewasanya setelah membatu Nana berdiri segera mengurai pertengkaran tersebut.

○○○

"Gimana sakit nggak lukanya? Makanya gak usah sok jagoan.. Pada berantam segala lagi. Beruntung tadi gue ada buat misahin kalau Pak Marcel yang datang bagaimana? Habislah kalian bakalan ngulang semester tahun depan." Celetuk Devan memperhatikan satu-satu gadis didepannya dengan galak dan tak habis pikir. Sudah dewasa, tapi masih saja kekanakan.

"Kamu belain mereka Van?!!" Sarkas Nana kesal.

"Gue gak ngebelain siapapun. Gue cuma gak mau kalian bermasalah. Manusia seperti mereka nggak usah dan gak perlu diladenin. Dan gue yakin soal pukul itu pasti kamu yang mulai duluankan Nana?"

"Iya!" Ketus Nana sambil cemberut.

"Iya gue yang duluan dorong lalu mukul, abisnya mereka juga sih.. ngapain ngatain gue jalangnya Pak Marcel!"

"Kamu bukan jalangnya Pak Marcel, tapi isterinya.. Mereka cuma iri makanya bersikap demikian." Nasehat Devan sementara Deva, Maura dan Alisyah ketiga gadis itu malah Asik sendiri serentak memainkan ponsel.

"APA!!" Kaget Nana seraya berteriak mengagetkan Deva, Maura dan Alisyah hingga melihat kearahnya.

"Kamu sudah tahu kalau Pak Marcel itu suamiku dan semua orang juga.."

Devan mengangguk mengiyakan ucapan Nana.

"Maura! Deva!!" Geram Nana seketika. Siapa lagi pelakunya kalau bukan kedua temannya itu.

Deva menoleh seraya memperlihatkan wajah bersalahnya, "Maaf Nana, tadi keceplosan dan akhirnya ya begini. Kesebar.."

"Iya, kita nggak sengaja dan kesebar begitu saja malah cepat bangat lagi.." Timpal Maura merasa tak enak hati pada Nana.

Nana mengusap wajahnya kasar lalu beranjak meninggalkan UKS begitu saja dalam wajah prustasinya. Hal itu menyebabkan temannya heran dan Deva juga Maura jadi semakin merasa bersalah.

"Sudahlah.. mungkin sekarang Nana lagi butuh waktu menyendiri." Beritahu Devan.

○○○

TO BE CONTINUED

21-05-2020

Aku akan senang jika teman-teman menyapaku..

Facebook   : Saiyaara Saiyaara

Instagram  : Saiyaarasaiyaara

Noveltoon  : Saiyaarasaiyaara

1
Sulati Cus
manis walaupun ada typo
Indrayani setiadi
iya betul banget ...
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
G Use
Judul novelnya nggak sesuai isinya...pantasnya dikasih judul Suamiku Kejam...
G Use
Ceritanya enak dan ringan konfliknya...tapi judulnya nggak sesuai isinya...pantasnya dikasih judul Suamiku Kejam....wkwkwkwkwkkkk
G Use
Naya atau Nana...yg betul mana sih
Qaisaa Nazarudin
Kan jadi salah paham,Marcel menuduh Naya,Naya menuduh Marcel..
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo gitu kenapa sok jual mahal,sok jutek,sok Cuek..
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan nakal..gak ada manis2 nya..
Qaisaa Nazarudin
Namanya Naya apa Nana ya,Kok dari tadi Nana,Nana..🤔🤔😇😇
Qaisaa Nazarudin
Naya mah kebangetan,Menantang dgn vara memberontak,Kasian banget Misua,Seorang Dosen tapi isteri nya hurmm...
Qaisaa Nazarudin
Mampir,nyimak.
Zahra Hasyim
maaf ya kak mungkin saya baca nya sampai sini aja .
Mas Sigit
sebenarny namany ini naya apa nana ya, bru sebentar bener namany naya ko jd nana lg🤦‍♀️
Christine Liq
Luar biasa
Anie Jung
Mampir.😁
aira aira
yey
G Use
Dari awal cerita kenapa nggak ganti judul Suami Dosenku Kejam...tak cocok dengan judul My Perfect Husband...biarpun akhir nanti bahagia tetap judulnya nggak cocoklah wkwkwkkk
G Use
Bukan membingungkan judulnya nggak sama dengan isinya...
G Use
Judulnya keren kok isi menjengkelkan wkwkwkkk
Isna mansur
keren..keren..bikin gemes bacanya..meski ada typo nya..tp tetap seru kok..semangat kak...😘😘😘👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!