NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

“Rupanya dia pria yang baik..”gumam aruna..selama dia masuk ke sekolah itu, baru kali ini lah dia berbicara pada seorang pria..dan itu seorang liam alexander cortner, pria paling pepuler dan paling kaya di negara mereka..aruna sungguh tak menyangka ada saat dimana dia diantar oleh pria itu..dulu bahkan mereka tak pernah saling melirik sedikit pun.

“Setidaknya dia masih punya hati saat melihat orang kesusahan..”ucap aruna..gadis itu akhirnya masuk ke kosan kecinya.

_______________________

Pagi itu, halaman Cortner International School sudah dipenuhi kendaraan mewah.

Di sudut paling belakang, Aruna kembali menuntun sepeda tuanya menuju tempat parkir..Ban yang kemarin dikempiskan akhirnya bisa ia perbaiki, dia juga menganti roda kereta usang itu dengan yang baru..tapi perbaikan itu mengeluarkan uang yang tidak sedikit..dengan tabungan dan uang upah jadi kurir kemarin dia bisa manganti roda sepedanya..tapi hari ini dia terpaksa melewati makan siangnya untuk bisa membeli makan nanti malam..dan siang ini dia terpaksa harus menahan lapar.

Aruna baru saja mengunci sepedanya ketika sebuah mobil hitam berhenti tak jauh darinya..Pintu mobil terbuka..Liam turun dengan wajah datarnya seperti biasa..Beberapa siswi langsung berhamburan mendekat, berharap mendapat sapaan darinya..Namun seperti biasanya, Liam berjalan lurus tanpa menghiraukan siapa pun.

Aruna buru-buru menundukkan kepala dan berjalan ke arah gedung sekolah..tak disangka, langkah Liam justru berhenti tepat di hadapannya.

“Aruna..”panggil liam..aruna terkejut..tak ada di sekolah ini yang sudi memanggil namanya selain diana, tapi pria ini lagi-lagi membuatnya terkejut..

Aruna perlahan mengangkat wajah..Mata abu-abu pria itu menatapnya tanpa ekspresi.

“Ada apa?..”tanya aruna pelan.

“Lo kelas dua belas A?..”tanya liam..Aruna mengangguk pelan.

“Iya..”jawabnya

“Gue kelas dua belas B..”ucap liam..Aruna sempat terdiam beberapa detik..Tentu saja ia tahu kelas berapa pria di hadapannya..Seluruh sekolah juga mengetahuinya.

“Maaf... aku harus masuk kelas..”Aruna membungkukkan badan singkat lalu berjalan melewatinya..tak ada rasa ingin berbincang, tak ada rasa gugup seperti gadis-gadis lain..Ia hanya ingin segera pergi.

“Aneh..”gumam aruna.

Liam memandangi punggung gadis itu tanpa berkata apa-apa.

“Hah?..”Nathan yang sedari tadi memperhatikan dari kejauhan mengangkat sebelah alisnya.

“Dia... barusan dicuekin?..”ucap nathan..Kai menahan tawa.

“Ini pertama kalinya ada cewek yang enggak meleleh waktu diajak ngobrol sama Liam..”ucap kai.

Aiden menyenggol bahu Ethan.

“Menarik..”ucapnya.

.

.

Jam istirahat akhirnya tiba..Seperti biasa Aruna tidak pergi ke kantin..Ia memilih duduk sendirian di taman belakang sekolah sambil mengerjakan soal latihan..Perutnya sejak tadi berbunyi pelan..Namun ia sudah terbiasa mengabaikannya.

Tiba-tiba sebuah kotak susu dingin dan roti isi diletakkan di samping nya..Aruna mengangkat kepala.

“Liam?..”aruna kaget melihat liam yang sudah berdiri di sampingnya..padahal aruna pikir tadi itu adalah diana.

“Makan..”ucap liam dengan wajah datar khas nya..Aruna berkedip bingung.

“Ini... buat siapa?..”tanya aruna menatap kotak roti itu.

“Buat lo..”ucap liam

“Buat aku?..gausah..”ucap aruna kembali menyodorkan makanan itu pada liam.

“Kenapa?..”tanya liam.

“Aku enggak punya uang menggantinya..”ucap aruna..Liam menggeleng pelan.

“Bukan untuk dijual..”ucap liam.

“Kalau begitu, terima kasih..tapi aku benar-benar enggak bisa..”Aruna mendorong kembali roti itu..Liam memandangnya beberapa saat.

“Lo belum makan..”ucap liam..Aruna tersenyum kecil.

“Aku baik-baik saja..”jawab aruna.

Tiba-tiba perut aruna kembali berbunyi pelan..Aruna langsung memalingkan wajah karena malu..Liam mendengarnya, namun ia tidak menertawakan gadis itu..Ia hanya mengambil kembali roti tersebut, membukanya, lalu meletakkannya tepat di atas buku Aruna.

“Kalau tidak dimakan sekarang...gue akan tetap berdiri di sini..”ucap liam masih berdiri sambil melipat kedua tanganya menatap aruna..Aruna membelalak.

“Hah?..”

“Dia ini kenapa sih?..”batin aruna bertanya-tanya.

Liam tidak bergeming..Benar-benar berdiri di tempatnya..Satu menit, Dua menit, Lima menit..aruna mulai gelisah..dia celingukan kesana kemari untuk memastikan tak ada yang melihat mereka..dia terlalu muak untuk terus berurusan dengan para siswi itu, apalagi fans fanatik liam..bisa di keroyok masa dia.

Tiba-tiba dua siswi entah dari mana berjalan kearah mereka dengan menenteng dua kantong sampah..dua siswi itu langsung berhenti saat melihat keberadaan liam dan aruna di halaman belakang sekolah.

“Eh... Liam lagi ngapain?..”ucap seorang gadis berbisik pada teman di sampingnya.

“Gatau..tapi itu anak beasiswa kan?..”tanya gadis satunya.

“Kok mereka bareng?..”ucap mereka lagi.

Bisik-bisik mulai terdengar dari dua orang itu..Aruna semakin tidak nyaman..Kalau terus seperti ini, ia justru akan menjadi bahan gosip baru..Dengan ragu, ia mengambil roti itu.

“Kalau... kalau aku makan, kamu pergi?..”tanya aruna..Liam mengangguk singkat.

Aruna menggigit roti itu pelan..Baru satu gigitan, Liam langsung berbalik dan pergi tanpa mengatakan apa pun..Aruna menatap punggung pria itu dengan bingung.

“Aneh...”gumamnya.

Aruna melirik dua siswi yang juga pergi itu.

“Huh..pasti olla akan mencari gara-gara lagi..”ucap aruna menghela nafas panjang.

.

.

Di taman sekolah, olla mengepalkan tanganya erat..dia manatap dua siswi yang baru memberi tahunya sebuah informasi yang membuat daranya mendidih.

“Liam... ngasih makan dia?..”Wajahnya memerah karena menahan marah.

“Kenapa harus perempuan miskin itu?..”geramnya..Teman-temannya saling berpandangan.

“Olla..mungkin cuma kebetulan..atau mungkin liam hanya kasihan melihat gadis udik itu..jadi dia sedikit bersedekah.."ucap vina.

“Tidak..”Suara Olla terdengar dingin.

“Tidak mungkin se simpel itu..liam bukan tipikal cowok yang peduli dengan sekitarnya..”ucap olla.

“Apa liam mulai memperhatikan si udik..atau gadis udik itu yang sudah menggoda liam?..”tanya sindy.

“Kalau Liam benar-benar mulai memperhatikannya, atau dia berani menggoda pacar gue...gue akan pastikan perempuan itu menyesal pernah lahir ke dunia ini..”ucap olla penuh tekat jahat.

“Lo harus ngasih pelajaran gadis udik itu sebelum dia besar kepala dan berani pada kita..”ucap sindy.

“Ga akan gue biarkan itu terjadi..”ucap olla.

“Apa rencana lo?..”tanya vina.

“Seperti biasa..”ucap olla dengan seringai jahatnya..tiga orang itu tertawa jahat mengingat rencana mereka.

.

.

.

TO BE CONTINUE……..

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!