NovelToon NovelToon
Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Bestie,KUA Di Sebelah Mana?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Nikahmuda
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Karakter Utama:

​Arga: Cowok yang biasanya tenang, rapi, dan selalu jadi "penjaga" kalau mereka nongkrong. Tapi malam itu, dia sama mabuknya.

​Kinar: Cewek ceplas-ceplos, panikan, dan tipe sahabat yang tahu semua aib Arga dari zaman masih ngompol sampai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Benjolan dan Sarapan Pagi yang Kaku

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden ruang tengah, menyinari sisa-sisa perjuangan semalam. Karpet bulu yang sempat basah kini sudah digulung dan dijemur di belakang, menyisakan lantai keramik yang sudah bersih mengkilap berkat kerja keras Kinar—dan sedikit bantuan ogah-ogahan dari Arga yang memegang alat pel dengan tampang cemberut hingga tengah malam.

Kinar keluar dari kamarnya dengan rambut yang dicepol asal-asalan. Dia menguap lebar, namun gerakannya mendadak terhenti begitu telapak tangannya tidak sengaja menyenggol dahi atas bagian kirinya.

"Aduh..." ringis Kinar, langsung meringis pelan. Dia segera berjalan menuju cermin kecil yang menggantung di dekat dapur. Begitu melihat pantulan dirinya, Kinar mendesah berat. Di sana, tepat di atas alis kirinya, ada sebuah benjolan kecil berwarna kemerahan yang terlihat cukup kontras dengan kulitnya.

"Sialan si Arga, beneran kepala beton," gumam Kinar jengkel, mengingat kembali adegan memalukan semalam yang sukses membuat tidurnya tidak nyenyak karena jantungnya mendadak sering berdegup di luar ritme normal.

Baru saja Kinar memikirkan cowok itu, pintu kamar utama terbuka. Arga keluar dengan pakaian santai—kaus putih polos dan celana pendek hitam. Wajahnya sudah terlihat jauh lebih segar, menandakan kalau demamnya sudah turun total. Namun, pandangan Kinar langsung terkunci pada dahi kanan Arga. Di sana, bertengger sebuah tanda merah yang ukurannya persis sama dengan milik Kinar.

Seketika itu juga, tatapan kedua sahabat ini bertemu di udara tengah ruangan.

Keheningan mendadak merayap naik. Atmosfer canggung yang sempat hilang saat mereka tertawa semalam, kini kembali dengan kekuatan penuh di pagi hari yang cerah ini. Kinar mendadak salah tingkah, bingung harus menyapa seperti apa, sementara Arga yang biasanya langsung mengeluarkan kalimat sarkas, pagi ini malah diam seribu bahasa. Cowok itu berdeham pendek, mengalihkan pandangannya ke arah meja makan yang masih kosong.

"Lo... udah gak demam?" Kinar akhirnya membuka suara, mencoba bersikap seprofesional mungkin sebagai sahabat sekaligus 'istri sewaan'.

"Udah enggak. Berkat minyak angin lo yang tumpah sekasur," sahut Arga lempeng, berjalan menuju dispenser untuk menuangkan air putih ke dalam gelasnya. Suaranya terdengar datar, tetapi gerakannya yang sedikit kaku tidak bisa membohongi pengamatan Kinar.

"Ya kan itu salah lo juga!" balas Kinar ketus, refleks kembali ke mode bawaan mereka. Dia berjalan ke arah dapur, berniat membuat sarapan simpel untuk menutupi rasa canggungnya. "Mau sarapan apa lo? Gue cuma punya telur sama roti tawar."

"Apa aja. Yang penting gak pake drama adu jidat lagi," sindir Arga sambil mendudukkan diri di salah satu kursi meja makan. Dia menopang dagunya dengan tangan kiri, sementara mata elangnya memperhatikan punggung Kinar yang mulai sibuk menyalakan kompor.

Kinar tidak menyahut. Dia fokus memecahkan telur ke atas teflon, meskipun tangannya sedikit gemetar karena merasa diperhatikan dengan intens oleh Arga dari belakang. Pikiran Kinar melayang ke ucapan Arga semalam tentang jantungnya yang ikut berdetak kencang. Arga beneran bercanda atau... ah, gak mungkin. Dia kan gengsiannya selangit, batin Kinar meyakinkan diri sendiri.

Sepuluh menit kemudian, dua piring telur mata sapi dan roti panggang sudah tersaji di atas meja. Kinar ikut duduk di hadapan Arga. Mereka mulai makan dalam diam, sebuah pemandangan yang sangat langka karena biasanya meja makan mereka selalu ribut dengan perdebatan tidak penting seperti memperebutkan remote TV atau membahas karakter anime.

"Nar," panggil Arga mendadak, membuat Kinar hampir tersedak potongan rotinya.

"Apaan?"

Arga meletakkan garpunya, lalu menunjuk dahinya sendiri. "Jidat lo... sakit banget ya?"

Kinar mengerjapkan mata, sedikit terkejut dengan nada suara Arga yang terdengar... agak bersalah? "Ya sakitlah! Pake nanya lagi lo. Gak liat nih udah mirip telur puyuh nempel di jidat?"

Arga mendengus geli, namun matanya menatap benjolan di dahi Kinar dengan pandangan yang sulit diartikan. "Sori."

Satu kata pendek itu sukses membuat gerakan mengunyah Kinar terhenti total. Kinar menatap Arga dengan pandangan tidak percaya. Seorang Arga Mahendra, cowok paling keras kepala dan anti-minta maaf sedunia, baru saja mengucapkan kata 'sori' dengan tulus? Tanpa ada embel-embel ledekan setelahnya?

"Lo... beneran udah sehat kan, Ga? Kepala lo gak ada yang geser kan pas tabrakan semalam?" tanya Kinar sangsi, mencondongkan tubuhnya ke depan untuk memastikan mata Arga tidak juling.

"Gue serius, Kinar," potong Arga pelan, menatap langsung ke dalam manik mata Kinar. "Sori buat yang semalam. Soal ucapan gue... dan soal refleks bodoh gue yang bikin lo terluka."

Jantung Kinar langsung memberikan letupan protes di dalam dadanya. Suasana hangat nan intens itu kembali lagi, merusak pertahanan Kinar yang sudah dibangun sejak bangun tidur tadi. Kinar buru-buru menarik tubuhnya mundur, wajahnya mulai terasa panas lagi. "I-iya, dimaafin. Lagian cuma benjol kecil gini doang, besok juga ilang."

Tepat ketika kecanggangan itu mencapai puncaknya, sebuah dering nyaring dari ponsel Arga yang tergeletak di atas meja memecah keheningan. Layar ponsel itu menyala, menampilkan nama yang membuat ekspresi santai Arga langsung berubah tegang seketika.

Mama Is Coming...

Arga dan Kinar saling berpandangan. Kepanikan instan langsung melanda mereka berdua. Mama Arga melakukan Video Call sepagi ini!

"Angkat, Ga! Cepetan!" bisik Kinar panik, buru-buru merapikan rambut cepolannya yang berantakan agar terlihat layak di depan calon ibu mertua bohongannya.

Arga menarik napas dalam-dalam, menggeser tombol hijau, lalu mengangkat ponselnya ke atas agar wajah mereka berdua masuk ke dalam frame kamera.

"Halo, Mama sayang!" sapa Arga dengan senyum lebar yang sangat dipaksakan, berbanding terbalik dengan mukanya yang tegang satu detik lalu.

"Halo, Mama!" Kinar ikut melambaikan tangan ke arah kamera, memasang senyum menantu idaman paling manis yang dia punya.

Namun, respons dari seberang telepon sama sekali tidak terduga. Wajah Mama Arga yang muncul di layar tidak menampilkan senyuman, melainkan ekspresi syok berat dengan mata yang melotot menatap layar ponselnya.

"Astaga, Arga! Kinar!" seru Mama Arga heboh dari seberang telepon. "Itu jidat kalian berdua kenapa bisa kompak benjol begitu?! Kalian habis KDRT ya?!"

Tetap kawal perjalanan sandiwara pasutri gadungan ini sampai akhir! Jangan lupa buat terus tinggalin jejak berupa komentar atau dukungan kalian di bab selanjutnya, karena satu komen dari kalian itu berharga banget buat kelangsungan jari-jariku ngetik, hehe.

Kalian semua luar biasa! Happy reading, and see you in the next chapter! ❤️

1
Delia_Sherlyn
bola mata ap bola apa?
Markario Putra: bola matanya k,siap salah🙏😄
total 1 replies
Delia_Sherlyn
semangat ya kak, mohon izin untuk jadi refrensi🙏
Markario Putra: ok ka👍
total 1 replies
Markario Putra
Untuk sahabat ku semua yang baru membaca novel ku ini,jangan lupa untuk klik tombol IKUTI ya kawan ku semua🙏🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya masuk di aku 🤣. semangat terus ya author.


btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya juga ya. tinggal tekan profile, terima kasih /Smirk//Rose/
Kim Borahae: terima kasih yaa
total 2 replies
Markario Putra
Tinggalkan komentar Anda🙏🙏
Markario Putra: untuk sahabat ku,mohon tinggalkan komentar supaya sy bisa lebih semangat lagi untuk menulis🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!