NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mande Qita

Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 17 Lupakan wanita itu

Sejak saat itu setiap malam mereka berdua pasti membahas Gatra dan putranya, lama kelamaan Zea sepertinya sudah terbiasa dengan pertanyaan Tari.

Yang awalnya Zea selalu menghindar dan malas membahas pria yang bernama Gatra yang notabene tidak dikenalnya, akhirnya Zea mengalah karena tari setiap ketemu pasti menanyakan Arsen yang akhirnya mereka membicarakan Gatra.

Hubungan Zea dan Arsen mengalami sedikit kemajuan, Arsen sudah mau mendengarkan apa yang Zea katakan, dan itu membuat Zea dan guru pengajar yang lain merasa senang, Arsen sedikit demi sedikit bisa di ajak bicara.

“Miss Zea…” panggil Arsen yang berlari menghampiri bersama dengan pengasuh yang selalu setia mendampingi Arsen dia sekolah.

“Hai anak pintar…selamat pagi sayang” Zea yang mendengar Arsen memanggil nya tersenyum lebar dan menyapa bocah tampan itu.

“selamat pagi Miss Zea he he he” Arsen terkekeh geli sambil menutup mulut dengan tangannya karena dia lupa menyapa Miss Zea dengan ucapan selamat pagi.

“Bagaimana kabar anak pinter hari ini?” Zea menerima uluran tangan Arsen yang mau salim dengannya, lalu Zea mengusap kepala Arsen dengan lembut.

“Kabalnya baik Miss Zea, I'm happy Miss…” jawab Arsen dengan bahasa gado gadonya.

“Wah bagus dong, Miss Zea ikut senang mendengarnya..” Zea memberikan semangat untuk Arsen.

“Iya dong Miss…” Arsen menggenggam tangan Zea sehabis salim tadi Ia tak melepaskan tangannya dari gurunya tersebut, Zea tersenyum tipis mendengar jawaban Arsen yang tegas dan juga terlihat ceria.

Hal yang sangat jauh berbeda ketika Zea pertama kali bertemu dengan Arsen, Ia sangat pendiam dan tidak mau berbaur sama sekali.

“Pagi Miss Zea..” sapa pengasuh Arsen dengan sopan.

“Pagi mbak Lia, apa kabar?” balas Zea

“Baik Miss Zea…Arsen sekarang sudah ceria anaknya Miss, di rumah sudah mulai suka menyanyi, sama persis seperti yang Miss Zea ajarkan, kami dirumah senang melihat perubahan sikap Arsen yang kembali ceria dan aktif “ ungkap pengasuh Arsen.

“Syukurlah Arsen sudah bisa berinteraksi lagi dengan banyak orang lain, saya juga sangat senang mendengarnya” sahut Zea

“Ayo Miss Zea, kita masuk ke kelas” ajak Arsen sambil menggoyang-goyangkan tangan Zea yang dipegangnya.

“Ayo sayang….” sahut Zea sambil tersenyum lembut.

“Mbak Lia, Asen masuk dulu ya, mbak jangan pergi kemana mana” ucap Arsen pada pengasuhannya.

“Iya tuan muda Arsen, mbak Lia akan menunggu tuan muda Arsen di luar kelas, selamat belajar” sahut Lia

“He he he iya, Arsen nggak lama kok, benal kan Miss..” sahut Arsen dan meminta persetujuan dari Zea.

“Iya sayang, kalau lama mbak Lia tetap menunggu Arsen belajar kok” balas Zea.

Dan setelah itu mereka pun masuk ke dalam kelas Arsen, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan interaksi Arsen dengan Zea, dan orang itu adalah pengawal yang di suruh Gatra untuk menjaga putranya tersebut.

[Terima kasih Tuhan, sudah mempertemukan nona Zea dengan tuan muda Arsen, sehingga tuan muda Arsen kembali ceria]

Doa Lia dengan tulus untuk Arsen, karena dia sangat tahu bagaimana situasi berat yang Arsen alami selama ini.

***

Gatra yang sudah berada di kantornya, segera membuka ponselnya yang berbunyi menandakan ada pesan yang masuk, Gatra membuka dan membaca semua pesan yang dikirim Edo.

“Oh jadi ini guru Arsen yang sering Arsen bicarakan di rumah, Arsen terlihat sangat senang dan tawa tak pernah lepas dari bibirnya”

Gatra memperhatikan video yang Edo kirim padanya, semua interaksi Arsen dan Zea terlihat jelas disana.

[Tuan muda Arsen selalu bersikap seperti ini jika bertemu dengan miss Zea, mungkin ini salah satu penyebabnya tuan muda Arsen semangat untuk sekolah sekarang tuan Gatra] bunyi pesan Edo membuat Gatra tersenyum tipis.

“Terima kasih foto dan videonya Edo…” Gatra membalas pesan Edo yang dikirim padanya.

[Sama sama tuan Gatra…] balas Edo, setelah itu tidak ada balasan pesan dari Gatra lagi.

Gatra masih memperhatikan video yang Edo kirim, Ia menarik nafas panjang hatinya bergetar melihat Arsen yang kembali bisa tertawa.

“Maaf kan papa sayang, gara gara perceraian papa dan mamamu, kamu kehilangan masa kecilmu, yang harusnya kamu bisa merasakan bahagia seperti teman teman kamu yang lain”

Gatra menyadari semua perubahan sikap Arsen karena perpisahannya dengan Sarah wanita yang lebih mengejar karirnya daripada membesarkan Arsen dengan baik sebagai ibu rumah tangga.

Gatra memperhatikan foto Zea yang dikirim oleh Edo tadi, Gatra memang menyuruh Edo menyelidiki apa yang terjadi dengan Arsen di sekolah beberapa Minggu belakangan ini.

Dan hari ini Gatra mendapatkan jawabannya, wanita yang bernama Zea lah yang menyebabkan suasana hati Arsen berubah kembali ceria.

“Edo! kamu segera selidiki siapa wanita yang bernama Zea ini” Gatra mengirimkan pesan pada Edo untuk menyelidiki kehidupan Zea, karena dia tak mau ambil resiko kedekatan Arsen dengan wanita yang bernama Zea.

“Baik tuan Gatra, akan segera saya laksanakan perintah dari anda tuan Gatra” balas Edo

“Oke saya tunggu secepatnya Edo..”

“Siap laksanakan tuan Gatra…” Setelah berbalas pesan Gatra selanjutnya kembali menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk di meja kerjanya.

Tok tok tok…

Pintu ruang kerja Gatra diketuk dari luar, Gatra mengangkat wajahnya ketika mendengar ketukan dan mempersilahkan masuk.

“Masuk….” setelah Gatra mempersilahkan masuk, pintu terbuka dan terlihat Barra asisten Gatra datang membawa setumpuk dokumen di tangannya.

“Ha ha ha jangan emosi dulu melihat apa yang gue bawa..” Barra langsung tergelak kencang melihat raut wajah kesal Gatra ketika melihat dokumen yang ada di tangannya.

“Cckkk gua nggak marah, kayaknya dokumen Lo kurang banyak deh” sindir Gatra membuat Barra makin tertawa terbahak-bahak.

“Ini rezeki Gatra!..” balas Barra lalu meletakkan semua dokumen yang harus di cek oleh Gatra di atas meja kerja Gatra.

Gatra hanya mendengus dingin melihat tingkah sahabat dan juga asistennya tersebut.

“Bagaimana perkembangan wanita itu…?” tanya Gatra dengan wajah muram, sampai hari ini hatinya masih mengharapkan Sarah kembali padanya.

“Sarah sudah bahagia dengan karir dan jalan hidup yang dipilihnya Gatra, Lo harus bisa melupakannya secepatnya, jangan bodoh!”

nasehat Barra, Ia selalu marah ketika Gatra menanyakan kabar mengenai mantan istrinya tersebut.

“Gue masih sulit untuk melupakan Sarah” ungkap Gatra

“Jangan bodoh Gatra, Sarah sudah punya pria lain yang dicintainya makanya dia berani meninggalkan Lo dan Arsen, Sarah nggak pantas mendapatkan cinta dari Lo Gatra”

Barra selalu menasehati Gatra akan bisa melupakan mantan istrinya tersebut, entah apa yang ada di diri Sarah sehingga Gatra sulit untuk marah, walaupun dia sudah dikhianati oleh wanita itu.

“Iya Bar, gue tahu! gue hanya menanyakan kabarnya” balas Gatra, Ia tahu Barra paling marah kalau dirinya masih mengingat Sarah wanita yang telah melukai hati sahabatnya itu.

“Mulai detik ini Lo harus belajar melupakannya Gatra! mending sekarang Lo fokus membesarkan Arsen, masih ada tanggung jawab yang lebih besar dari sekedar kata cinta untuk wanita ular itu!” umpat Barra

Deg…

Jantung Gatra berdetak kencang ketika mendengar nama Arsen, yang selalu terlupakan olehnya jika dirinya hanyut dalam bayangan masa lalunya bersama mantan istrinya tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!