NovelToon NovelToon
Anugerah Cinta.

Anugerah Cinta.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bisqttz

Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.

Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.

Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Ana uhibbuka fillah, Zawjatii.

Hiks

Hiks

Hiks

Zayn yang sedang tertidur pulas merasa terganggu dengan tangis seseorang. Cowok itu membuka mata perlahan untuk melihat jam yang berada di dinding kamarnya, "Jam setengah 3, " gumamnya.

Seketika tubuhnya bergetar, bulu kuduk nya berdiri karna merinding. Siapa yang nangis jam segini- batin Agatha.

Hiks..

Zayn mendengar lagi suara tangis itu, bentar suaranya berasal dari sampingnya. ia melihat Agatha sedang meringkuk membelakangi nya.

"Agatha! Hey kenapa nangis? " tanya Zayn sambil membalikkan tubuh Agatha untuk menghadapnya.

Setelah memberitahu Putri dan setelah Madin ia memutuskan untuk tidur di rumahnya dan Zayn, untuk menemani sang suami.

Tapi Zayn baru balik tadi jam 11 sedangkan Agatha sudah pulas k segitu.

"Hiks... p-perut aku sakit Mas! " Zayn terlihat khawatir karna melihat keadaan sang istri yang seperti nya menahan sakit.

"Kenapa? kamu salah makan? " tanya Zayn, dan Agatha menjawabnya dengan gelengan kepala.

"Tapi kok bisa sakit? "

Agatha mengerutkan dahinya seperti sedang berfikir, "Tanggal berapa sekarang Mas? "

Zayn mengambil ponselnya yang berada di atas nakas, " tanggal 18 , kenapa? "

"Mas, kayanya aku datang bulan, pasti perut ku sakit gara-gara itu deh. "

Seperti inilah saat hari pertama datang bulan, siklus yang biasa di alami oleh kebanyakan remaja pada umumnya.

Tangan Zayn terulur mengusap perut sang istri, "Disini? "

Gadis itu terkejut atas tindakan Zayn, akan tetapi ia tetap mengangguk menanggapi.

"Mas keluar dulu, tunggu sebentar, " Zayn beranjak dari tempatnya, menuju laci untuk mengambil minyak kayu putih. ia memberikan kepada Agatha. "Oleskan ke perutnya. "

Agatha menerima dengan tangan gemetar, ia pun mulai mengoleskan perutnya dengan minyak kayu putih tersebut.

Zayn membaringkan tubuhnya kembali di samping Agatha dan mengusap kembali perut Agatha agar sakitnya berangsur mereda.

"Gimana udah enakan? " Zayn bertumpu pada tangan kirinya, yang juga mengusap rambut gadis itu dengan pelan, sedangkan tangan kanan nya sudah lebih dulu mengusap perut gadis itu tanpa halangan.

"Lumayan Mas, " balas Agatha, " Makasih dan maaf ya Mas.. "

"Maaf untuk apa hm? "

"Maaf belum bisa memberikan hak sepenuhnya sebagai istri, " lirih Agatha merasa tak enak hati, sebagai perempuan ia tahu apa yang Zayn rasakan.

Zayn tersenyum sesekali mencium rambut sang istri yang membuat nya candu, wangi Vanilla yang sekarang jadi favorit nya.

"Bahkan Mas sanggup menahannya selama belum punya istri, masa nunggu kamu selesai haid tidak bisa. "

Agatha mengulum senyum, meski hatinya kian berdebar kencang. membicarakan malam pertama membuatnya gugup, meski ia sudah belajar beberapa kitab yang di pelajari di pesantren.

"Mas Zayn balik badan dulu deh? " titah Agatha.

Zayn menurutinya walaupun bingung tetap ia membalikkan badan. Agatha mengibas selimut dan ternyata ia tembus ke kasur "Ya Allah, pake tembus segala. Malu banget hua.. " gerutunya dan itu masih bisa di dengar oleh Zayn.

"Akhhh, " rintih Agatha membuat Zayn berbalik badan dengan cepat.

"Kenapa sayang? masih sakit? sakit banget ? " tanya Zayn dengan panik.

"Mas. Mas tidur di kamar mas dirumah Ummi, atau di kamar tamu dulu ya, " cicit Agatha.

"Tapi perut kamu lagi sakit, udah baca doa nya belum? "

"Doa? " ulang Agatha.

"Iya, doa datang bulan. " Agatha menggeleng pelan kepalanya, Zayn tersenyum kearah istrinya, "ikuti Mas, ya? "Gadis itu mengangguk sebagai jawabannya.

"Alhamdulillah.. ala kulli halin..wa astaghfurullaha.. min kulli dzanbin... "

(Tanda titik itu jeda Agatha mengikuti Zayn.)

Agatha mengikuti setiap perkataan Zayn dengan seksama, setelah selesai Zayn tersenyum sambil berkata, "itu doa untuk seorang wanita yang haid di hari pertama. Doa ini di anjurkan oleh Aisyah Radiyallahu'anha, istri Rasullulah. Nah karna kamu juga nyeri kita baca kita baca doa untuk meredakan nyeri, ya? "

Agatha tertegun dengan setiap perkataan yang di lontarkan oleh Zayn, Cowok itu tahu banyak tentang agama bahkan sampai doa haid sekalipun, ia saja tidak tahu. Lagi-lagi Agatha insecure dengan suaminya.

Melihat istrinya bengong Zayn menyentuh dagunya Agatha, "Kok malah bengong, udah gak sakit perutnya? "

"Eh.. Astagfirullah, Alhamdulillah udah enggak sakit kaya tadi Mas. "

"Makasih banyak ya Mas, aku gak tahu kalau ada doa Haid, " sambungnya dengan kepala tertunduk.

Zayn mengangkat dagu Agatha agar gadis itu menatapnya, "gapapa sayang, kita sama-sama belajar. Kalau kamu mau tanya sesuatu boleh kok, asal jangan yang aneh-aneh. "

"Udah kamu bersih-bersih dulu, Aku masuk sholat di kamar tamu, tapi nanti aku balik lagi. Aku gak mau tidur disana, "sambungnya.

" Yaudah Mas keluar dulu, aku mau ganti sprei sekalian bersih-bersih, "Zayn mengangguk lalu berjalan keluar untuk menjalan kan sholat tahajjud di kamar tamu.

Setelah Zayn keluar Agatha ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan juga mengganti sprei yang baru.

  ••••√√√•••

Setelah sholat tahajjud Zayn tidak tidur lagi, tapi ia kembali ke kamar sambil memandangi wajah istrinya yang sedang tertidur dengan damai dan nyaman. "Ya Allah terimakasih karna sudah mengirim bidadari cantik untukku, aku akan menjaganya dengan baik dan aku juga akan berusaha membimbing dia menuju jalan mu. Bantu aku untuk membimbing nya, Ya Allah." Setelah mengatakan itu ia mengambil Al-Qur'an nya lalu tadarusan.

-

Waktu subuh tiba, kali ini Zayn melaksanakan sholat subuh sendiri karna istrinya sedang kedatangan tamu, dan ia juga tidak sholat berjamaah di masjid karna takut istrinya tiba-tiba bangun dan merasakan sakit kembali.

Setelah sholat subuh Zayn keluar kamar dan pergi ke dapur, ia akan membuatkan makanan untuk istrinya yang terlelap. Dengan telaten nya, ia memasak sayur sop ayam dan juga ikan di cabaikan tapi sambalnya ia jadikan sedikit manis agar Agatha tidak terlalu kepedasan.

Saat sedang sibuk dengan segala peralatan dapur, tiba-tiba tangan mungil memeluknya tubuhnya dari belakang. "Mas masak apa? " tanya Agatha dengan kepala memiringkan ke sisi Zayn membuat cowok itu ke gemesan sekaligus tersentak kaget dengan tingkah istri mungil nya.

"Sudah bangun sayang? Mas masak sayur sop ayam sama ikan di sambal. " ujar Zayn.

"Aku bantu ya? "

"Perut nya udah gak sakit emang? " Agatha menggeleng lucu sebagai balasannya. Ya Allah lucunya -batin Zayn.

"Yaudah kamu cuci bumbu yang udah mas siapin, terus nanti blender, ya? "

"Oke, siap komandan, " balas Agatha sambil hormat, Zayn terkekeh kecil saat melihat tingkah sang istri pagi-pagi.

Kedua nya berkutat dengan peralatan dapur beserta bahan-bahan masakan yang akan mereka gunakan.Hingga tiga puluh menit kemudian, masakan merekapun siap. Keduanya pun menyantap masakan tersebut dengan tenang.

Setelah selesai Agatha mencuci piring, sedangkan Zayn mengelap meja makan sampai kembali bersih.

••••√√√•••

Sore ini setelah menyelesaikan acaranya mengisi kajian di kampung sebelah, sekarang Zayn menuju ke pusat pembelanjaan terdekat untuk membeli beberapa cemilan ringan untuk sang istri.

Dengan gaya kasual yang sangat berbeda ketika berada di pesantren, Zayn mulai melangkah masuk sendiri. Pembawaannya begitu tenang dan tatapan matanya fokus kedepan, membuat beberapa orang yang melihat tak mampu berpaling.

Lelaki itu itu mulai mengambil troli, dan memasukan beberapa belanjaan yang akan ia beli. Di tengah fokusnya mencari ia di kejutkan dengan seorang gadis yang datang menghampiri nya.

"Em, boleh kenalan? " tanya seorang wanita seraya mengulurkan tangannya kepada Zayn

Zayn melihat uluran tangan itu dengan tatapan datar sebelum akhirnya menjauh dari wanita yang penampilan terbuka tanpa menjawab.

"Ck.Baru ini gue di tolak, " umpat wanita itu.

Wanita itu tertawa, "Bahkan lihat muka gue aja gak! "

Di tempat Zayn ia sudah selesai dengan barang yang ia akan beli, dan ia menuju kasir untuk membayar.

"Totalnya jadi lima ratus ribu rupiah kak, " ucap kasir tersebut, "ada tambahan kak? atau mau yang lagi promonya kak? "

"Cukup! " Zayn meletakkan kartu debit di atas meja.

"Baik, tunggu sebentar ya kak, " kasir wanita itu melayani dengan ramah memproses semua pembayaran hingga selesai.

  •••••√√√•••

Zayn mengerutkan dahinya saat salam nya tak dapat sahutan dari dalam kamar, dengan satu tangan membawa paper bag berukuran sedang, cowok melangkah masuk, ia menggeleng pelan begitu melihat sang istri terlelap di atas kasur dengan posisi tengkurap dan kitab di tangannya.

Zayn pikir istrinya sudah kembali ke asrama nya untuk bertemu teman-temannya, ternyata masih berada di dalam kamar. Beberapa helaian rambut yang menutupi wajah cantiknya.

Zayn meletakkan paper bag dibawah sana sebelum menghampiri istrinya. Ia tersenyum saat melihat kitab, berarti istrinya sedang menambal kitab yang tertinggal.

Zayn menutup kitab tersebut dan menyimpannya di atas nakas.

"Sayang, bangun, " ujar Zayn sambil merapihkan helaian rambut kebelakang telinga.

Agatha tergugah saat merasakan sebuah tangan menyapu puncak kepalanya, perlahan ia mengerjapkan matanya.

"Udah pulang? " tanyanya dengan khas suara bangun tidur, "Mas kok lama? "

"Mas tadi di jalan mampir ke masjid dulu sholat ashar terus mampir ke supermarket beli cemilan. "

"Cemilan? " mendengar kata cemilan Agatha merubah posisi jadi duduk.

Zayn terkekeh saat melihat Agatha antusias, Zayn meraih paper bag lalu memberikan itu kepada Agatha.

Agatha menerima itu dengan senyum lebar, "Makasih sayang! "

"Sama-sama, " Zayn mengacak rambut gadis itu, "perutnya sakit lagi enggak? "

"Alhamdulillah engga Mas, " Agatha tersenyum.

"Kenapa senyum-senyum gitu hm?" Agatha menggeleng dengan ukiran senyum yang masih menemani.

    ••••••√√√•••

Cowok itu meraih tangan sang istri lalu kemudian mengecupnya bergantian.

"Mas bersyukur bisa berjodoh sama kamu. Idzaa fa'altu ayyi syai'in shahih fi hayaati, fahuwa i'tha'u qalbi laki. " kata Zayn dengan gombalan manisnya.

Mendengarkan itu Agatha terkekeh kecil, namun disisi lain ia terharu. Jelas ia mengerti arti dari kalimat yang mengandung arti "Jika aku melakukan sesuatu yang benar dalam hidup, itu adalah ketika aku memberikan hatiku pada mu. "

"Gombal, " kekeh Agatha seraya memalingkan wajahnya kearah lain, merasa pipinya memerah.

kedua tangan kelar Zayn menangkup kedua sisi wajah itu agar menatapnya kembali, sebuah lengkungan senyum terbit di sudut bibir Zayn ketika beradu tatap manik indah itu sebelum akhirnya berkata, "ana uhibbuka fillah, Zawjatii. "

Kedua bibir Agatha tertarik keatas membentuk lengkungan senyum begitu mendengar ungkapan cinta dari Zayn.

"Bales sayang, bukan cuma lihatin Mas doang. " ujar Zayn yang tak kunjung mendapat balasan cinta dari sang istri.

"Udah tadi, " bales Agatha seraya tersenyum, "tapi dalam hati. "

Cup! Zayn mengecup kening gadis itu dengan singkat. "Yaudah gapapa kalau gak mau jawab. "

Cowok itu hendak beranjak dari sana, namun ia urungkan begitu lengannya ditahan oleh sang istri.

"Ahabbakalladzi ahbabtani lahu, Zaujii. "

Mendengar itu hati Zayn menghangat seketika, ia kembali menangkup kedua sisi wajah gadis itu sebelum akhirnya mencium seluruh inci dari kening, hidung, pipi, dan terakhir bibir ranum sang istri dengan sedikit bermain di dalam sama cukup lama.

Pasokan udara semakin menipis Agatha menepuk-nepuk dada bidang Zayn untuk segera berhentikan perbuatannya. Sementara itu Zayn yang mengerti pun mengakhiri tautan tersebut dengan meninggalkan kecupan kecil di sana.

"Ish! " bibir gadis itu mengerucut kesal.

Zayn terkekeh ia mengusap pelan bibir sang istri akibat permainan nya tadi, "makasih, sayang. " kata Zayn yang terdengar suara berat.

"Dimakan jajanannya, Mas mau bersih-bersih dulu, " Zayn mencium pipi sang istri sebelum akhirnya beranjak menuju kamar mandi ia butuh air dingin untuk meredam hasrat nya yang mencuat.

Maaf ya guys baru bisa up, author nya lagi kurang sehat, do'ain biar cepet pulih ya.

Biar bisa up tiap hari!

Untuk kalian semua jaga kesehatan ya.

bye bye bye prenn muahh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!