Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.
Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.
Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.
"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.
Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?
Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17
Deg
Mata Alundra terbelalak, nyaris saja bola mata wanita cantik itu melompat dari tempatnya. Tujuannya pergi ke luar kota itu, selain untuk menjauh dari orang-orang yang menyakitinya, Alundra juga ingin menghindari Sabiru. Ia tidak ingin pria itu mengetahui identitasnya yang pernah berpura-pura menjadi Qireia.
Namun saat ini, pria yang dijuluki kulkas 12 pintu itu, justru berdiri di hadapannya.
"Kenapa Anda ada di sini?" Celetuk Alundra. Namun, beberapa detik kemudian, wanita cantik itu menutup mulutnya sendiri.
"Maaf Nona, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Sabiru. Pria itu menatap wanita cantik di depannya dengan kening sedikit berkerut.
Alundra memberanikan diri menatap Sabiru.
Deg
Untuk sesaat, tatapan keduanya saling bertemu. Suasana berubah hening, tidak ada kata, tanpa suara. Hanya desahan napas keduanya yang terdengar mengalun syahdu.
Apa dia pura-pura lupa? Batin Alundra.
Wanita cantik itu memutuskan lebih dulu tatapannya. Dari cara Sabiru menatapnya, ia yakin, pria itu tidak pura-pura. Sampai akhirnya, wanita cantik itu mulai menyadari penyebab pria itu tidak mengenalinya.
Astaga, pantas saja dia tidak mengenaliku, gumamnya lagi dalam hati.
Tentu saja Sabiru tidak akan mengenalinya, karena waktu itu Alundra menutup wajahnya dengan masker, pikir Alundra.
Alundra tampak menghembuskan napasnya lega, seulas senyuman tercipta menghiasi bibirnya.
Cantik, gumam Sabiru tanpa sadar.
Sejak tadi, Sabiru bahkan tidak mengalihkan sedikitpun tatapannya dari Alundra. Kecantikan Alundra seolah mengalihkan dunianya. Dan perlahan mulai mencairkan hatinya yang beku.
"Ti-tidak Pak, ini pertama kalinya kita bertemu," gumam Alundra tampak salah tingkah.
"Apa saya setua itu, sampai kamu memanggil saya Bapak?" Tatapan hangat Sabiru beberapa saat lalu berubah seketika tatkala mendengar panggilan dari Alundra. Pria tampan itu bahkan sengaja menekankan kalimatnya.
Usia memang sangat sensitif, apalagi untuk pria seusia Sabiru yang menolak tua. Menurutnya, usia 31 tahun itu tidak tua, hanya sedikit matang saja, jika dibandingkan dengan Alundra yang masih berusia 22 tahun.
"Ma-maafkan saya, Pak, eh... Om, aduh... saya harus memanggil Anda apa?"
Jujur saja, sebenarnya Sabiru tidak tampak sama sekali seperti pria berusia 31 tahun. Pria tampan itu justru terlihat lebih muda dari usianya. Hanya saja, Alundra takut tidak sopan jika memanggil pria itu dengan sebutan kakak ataupun abang, mengingat sosok Sabiru adalah seorang pengusaha yang saat ini begitu digandrungi.
"Terserah kamu, yang penting jangan panggil saya begitu," ucap Sabiru dengan ketus.
Alundra menganggukkan kepalanya sedikit ragu. Ia tidak menyangka, Sabiru akan mempermasalahkan masalah sepele seperti ini. Hanya sebuah panggilan saja, pria itu tampak seperti kehilangan harga dirinya.
"Baiklah, kalau begitu saya panggil Anda, Om saja, bagaimana?" Tanya Alundra. Wajahnya tampak ceria, terlihat dari senyumnya yang mengembang.
"Hmmm."
Sabiru hanya berdehem menanggapi perkataan Alundra. Entah pria tampan itu setuju atau tidak, namun wajahnya tampak senang saat mendengar panggilan baru dari Alundra itu.
"Bagus kan, Om?" Tanya Alundra lagi. Ia ingin memastikan jika Sabiru tidak keberatan dengan panggilan itu. "Karena kalau saya panggil kakak, sepertinya tidak cocok, karena Anda terlihat lebih tu---"
"Jadi benar, menurut kamu saya terlihat tua?"
Ehhh...
...----------------...
"Maksud kamu apa, Sayang?" Tanya Roland. Pria paruh baya itu bukan terkejut oleh kedatangan Alora yang tiba-tiba. Tapi, ia terkejut dengan jawaban yang keluar dari mulut putrinya itu.
"Lora setuju bertunangan dengan Kak Arsen," ucap Alora dengan tegas. Tidak ada sedikitpun keraguan di matanya.
Namun, hal itu justru membuat Roland semakin bingung, ia merasa yang berdiri di hadapannya saat ini bukanlah putrinya.
Alora tidak akan mungkin menyakiti hati Alundra, sekalipun hubungan Alundra dan Arsenio sudah berakhir. Namun kali ini, sikap Alora tiba-tiba berubah nyaris 180°, membuat Roland tidak mengenali lagi sang putri.
"Tapi Arsen itu---"
"Mantannya Alundra kan, maksud Daddy?" Alora bahkan berani memotong ucapan Daddynya. "Lalu kenapa, Dad? Sejak awal, aku yang Kak Arsen cintai, bukan Alundra."
Roland tertegun mendengar jawaban Alora. Ia tidak menduga putrinya akan bersikap sejauh ini. Roland benar-benar kecewa pada putrinya. Ia tidak pernah mengajarkan Alora bersikap egois, apalagi pada saudaranya sendiri.
Bukan hanya Roland saja yang kecewa, Alora sendiri sebenarnya tidak menyukai sikapnya sendiri. Ia terpaksa melakukan ini karena takut kehilangan Arsenio.
Alora merasa sikap Arsenio mulai berubah. Dulu, walaupun status Arsenio sebagai kekasih Alundra, tapi pria itu selalu ada waktu untuknya. Arsenio selalu diam-diam menemuinya tanpa sepengetahuan Alundra.
Namun, semenjak hubungan Arsenio dan Alundra berakhir, Arsenio benar-benar berubah. Pria itu tak lagi ada waktu untuknya. Arsenio lebih sering melamun dan menghabiskan waktunya sendiri. Arsenio juga sering salah memanggilnya, dia seringkali memanggilnya honey, panggilan yang Arsenio sematkan untuk Alundra.
Dari sana lah ketakutan Alora mulai muncul, keegoisan perlahan mulai menguasai hatinya. Alora tidak ingin kehilangan Arsenio. Sudah cukup selama ini ia mengalah. Kali ini Alora ingin memperjuangkan cintanya.
Maafkan aku Alora, kamu dan Kak Arsen sudah berakhir. Kali ini, izinkan aku egois, batin Alora.
"Kamu dengar sendiri kan, Land? Putrimu sudah setuju untuk bertunangan dengan Arsen," ucap Ardy. Pria paruh baya itu begitu senang, jalannya berbesanan dengan keluarga Aldero semakin terbuka lebar.
Roland mengusap wajahnya kasar, pria paruh baya itu tampak frustasi. Roland tidak tahu harus mengambil keputusan apa. Di satu sisi, ia sangat mengkhawatirkan perasaan Alundra, tapi di sisi lainnya, Alora tampak bersikukuh untuk bertunangan dengan Arsenio.
Alora adalah putri kandungnya, sudah pasti Roland ingin yang terbaik untuknya. Membahagiakan Alora adalah tujuan hidupnya.
Namun, Roland tidak bisa mengabaikan perasaan Alundra. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Alundra jika mengetahui pria yang dia cintai bertunangan dengan sepupunya sendiri.
"Baiklah, kalau begitu, tunggu beberapa bulan lagi. Daddy janji akan merestui kamu dan Arsen," ucap Roland.
Menunggu beberapa bulan, rasanya keputusan Roland sudah tepat. Mungkin saat itu Alundra sudah move on, dia tidak akan terluka jika mendengar kabar Alora bertunangan dengan Arsen.
"Kenapa harus menunggu, Dad? Aku---"
"Daddy mohon Alora. Daddy sudah janji akan merestui kamu dan Arsen. Daddy hanya minta kamu bersabar. Tolong pertimbangkan perasaan Alundra, Nak. Kenapa kamu jadi egois seperti ini?"
"Daddy bilang aku egois?" Alora tidak terima. Wanita itu bahkan tanpa sadar sudah membentak daddynya. "Selama ini aku mengalah demi Alundra, aku mengorbankan perasaanku untuknya, Dad."
Alora merasa semua itu sudah cukup. Jadi, bukan salahnya jika kali ini Alora memperjuangkan cintanya. Lagipula hubungan Alundra dan Arsenio memanglah sudah berakhir.
"Sepertinya kamu tidak tahu alasan Alundra pergi?"
"Maksud Daddy?"
To be continued
sementara alundra sedang berada diambang menuju ke move on an dari arsenio karena dia GK bakal sempet mikirin masa lalu kalo udh mulai dipepet SM pk dosen 🤣
ayo pk dosen jerat pak jerat biar alundra cepet move on dari si kadal buntung itu 🤣
ayo land bilang ke anakmu itu sebabnya krna alundra udh tau kebohongan mereka gtu 🙄