NovelToon NovelToon
Hidupku Kurebut Kembali

Hidupku Kurebut Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga / Selingkuh / Kebangkitan pecundang
Popularitas:685
Nilai: 5
Nama Author: Sofia Grace

“Aku mencintaimu, Mey. Mari kita menikah.”

Mey seorang gadis yang terpaksa bekerja sebagai ladies companion alias LC di tempat karaoke demi membiayai kebutuhan hidupnya dan Liani, anaknya yang lahir di luar nikah. Ron mengentas Mey dari dunia hiburan malam, menjadikannya kekasih, dan kemudian melamarnya.

Sayang Ron tak bersedia menerima Liani dan meminta Mey tetap menitipkannya di panti asuhan. Pria itu berjanji takkan melarang Mey menemui anaknya dan memakai uang Ron untuk membiayai kebutuhannya. Gadis itu setuju. Dia mempercayakan Liani pada Bu Widya, pengelola panti.

Setelah menikah, karir Ron melejit dari sales biasa hingga menjadi distributor sepatu ternama. Dia dan Mey dikaruniai dua anak bernama Cyll dan Sam. Mey menjadi nyonya sosialita dengan hidup gemerlap hingga kemudian syok berat mengetahui kebobrokan perilaku suaminya.

Apa yang dilakukan Mey selanjutnya? Akankah dia mempertahankan pernikahannya? Lalu bagaimana hubungannya dengan Liani?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sofia Grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Braaakkk!

“Eyang Widya, kenapa Mama tadi bengong waktu lihat om dan tante baju merah di hotel?” tanya Liani penasaran. Mereka baru tiba di paviliun panti asuhan. Mey tidak mampir karena sudah terlalu malam. Dia beralasan harus segera balik ke Jakarta.

Bu Widya tahu ibu Liani itu berupaya keras menahan air matanya jatuh dan terlihat oleh sang putri. Makanya tadi Mey meminta anaknya di mobil duduk di jok belakang bersama Bu Widya. Alasannya supaya dia lebih konsentrasi menyetir dan pandangan tak terganggu karena jalanan sudah gelap. Padahal Mey sesungguhnya tengah berjuang keras menenangkan diri setelah syok menyaksikan Ron merangkul teman wanitanya dan berjalan masuk ke dalam lift hotel. Pria itu sama sekali tak menyadari sang istri tengah mengawasinya dari jauh dengan pandangan nanar. Betapa hati Mey bagai tersayat-sayat sembilu mengetahui pengkhianatan sang suami.

Susah payah dia menahan emosi begitu Ron dan perempuan itu menghilang dari pandangan. Liani menegur Mey karena kelamaan bengong. Istri Ron itu tersadar. Dia berusaha menguasai emosinya. Sambil berpura-pura tersenyum Mey mengajak Liani dan Bu Widya pulang.

Di dalam mobil perempuan itu diam seribu bahasa. Adegan mesra Ron tersenyum riang pada perempuan bergaun merah itu, merangkulnya, dan berjalan bersama menuju lift hotel berkali-kali muncul dalam benak Mey. Wanita itu sudah lupa kapan terakhir kali suaminya tersenyum seriang itu padanya. Kapan Ron merangkul bahunya dan berjalan pelan mengiringi langkah kakinya. Mey sudah tak ingat kapan terakhir kali mereka berperilaku layaknya pasangan suami istri di tempat umum.

Kalau pergi sekeluarga, Ron selalu berjalan paling depan bersama Cyll. Anak perempuan mereka itu merangkul lengan ayahnya dengan manja. Sementara itu Mey berjalan pelan dengan menggandeng Sam di belakang. Dia menyesuaikan kecepatan langkah kakinya dengan sang putra. Kalau anak lelakinya itu kelelahan, Mey tak segan-segan menggendongnya.

Ron biasanya merengut menyaksikan hal itu. Mey suka ditegur terlalu memanjakan putra mereka sehingga tidak mandiri.

Pikiran Mey terus berkecamuk sampai dia hampir tak mendengar Liani dan Bu Widya berpamitan saat mobil sudah tiba di depan pintu gerbang panti asuhan. Bu Widya yang memahami perasaan Mey berkata lembut, “Mey, nanti Ibu telepon, ya. Kamu hati-hati nyetirnya, ya.”

Mey mengangguk lemah. Dia memaksakan diri untuk tersenyum. “Saya pulang dulu, Bu. Selamat malam. Dadah, Liani,” cetus wanita itu singkat. Lalu tanpa ba-bi-bu lagi dia menyetir mundur. Tak lama kemudian mobil melaju meninggalkan panti asuhan.

“Eyang Widya kok jadi bengong kayak Mama tadi di hotel,” cetus Liani melihat nenek angkatnya melamun. Bu Widya tersentak. Dia tersenyum getir. “Aduh. Eyang sudah tua. Gampang cape. Ayo Liani buruan ke kamar mandi cuci muka, tangan, kaki. Terus gosok gigi. Siap-siap tidur. Besok kamu masuk sekolah, kan?”

Liani mengernyitkan dahi. “Eyang masih belum jawab pertanyaan Liani, lho.”

“Oya? Pertanyaan yang mana?” tanya Bu Widya giliran mengernyitkan dahi.

“Itu, Eyang. Kenapa Mama bengong waktu liat om di hotel sama tante baju merah. Memang mereka siapa?”

Bu Widya berkilah, “Eyang ga tahu, Nak. Mungkin teman lama Mama.”

“Tapi kok ga disapa sama Mama, Eyang?”

“Ya Eyang ga tahu. Barangkali sudah lama sekali ga ketemu, jadi Mama sungkan menyapa. Takut ga dikenali.”

“Ah, kalo ga dikenali kan bisa Mama mengingatkan lagi, Eyang.”

“Sudahlah, Liani. Toh, bukan masalah besar. Kalau mamamu ga nyapa orang-orang itu, pasti ada alasan yang masuk akal.”

“Tapi gara-gara om dan tante itu sikap Mama jadi berubah, Eyang. Mama langsung diem. Liani bahkan ga dibolehin duduk di jok depan mobil. Terus sepanjang perjalanan Mama ga ngomong sama sekali. Aneh.”

Bu Widya berusaha menyudahi pembicaraan. “Kadang orang dewasa itu punya masalah yang ga bisa diceritakan sama orang lain, Nak. Nanti kalau udah gede, kamu pasti paham, Sayang. Ayo sekarang kamu bersih-bersih di kamar mandi sana. Gantian sama Eyang.”

Liani menurut. Tapi hati gadis kecil itu masih penuh tanda tanya. Kenapa ibunya tiba-tiba kayak orang stres begitu melihat om dan tante baju merah di lobi hotel? Memang siapa sih, mereka berdua itu sebenarnya?

***

Air mata Mey tumpah sejadi-jadinya begitu dia sendirian di dalam mobil. Perempuan itu menangis sesenggukan sembari menyetir.

Apa sebenarnya yang kurang darinya sebagai seorang istri? Dia selalu patuh pada kehendak Ron. Hidup terpisah dengan Liani, menyembunyikan keberadaan anak sulungnya itu pada Cyll dan Sam, mengurus rumah tangga dengan baik, mempercantik diri dengan perawatan ini-itu, menjaga kebugaran dengan rutin mengikuti aerobik dan pilates, tidak memakai baju-baju seksi di luar rumah, dan lain sebagainya. Bahkan sejak awal pernikahan hingga hamil Sam, Mey selalu mengikuti keinginan suaminya bercinta dengan berbagai kostum seksi dan gaya favorit Ron.

Memang sejak Sam lahir hubungan intim mereka jadi sangat berkurang intensitasnya. Tapi itu juga karena aktivitas Mey semakin banyak dan Ron sendiri juga tak terlalu memintanya melakukan hubungan suami-istri sesering dulu.

Apa sebenarnya salahku, kurangku sebagai istri? Kenapa Bang Ron tega mengkhianatiku seperti ini? Bahkan dengan perempuan yang dari cara berpakaian dan bahasa tubuhnya saja sudah jelas-jelas PSK! Sejak kapan Bang Ron berselingkuh? Sebenarnya dia ada dinas ke luar kota apa tidak? Jangan-jangan ini bukan pertama kalinya Bang Ron main perempuan. Tapi kenapa dia tega? Dia pernah berjanji akan setia padaku. Apa Bang Ron dipengaruhi Pak Den? Tapi orang itu bukannya sudah bertobat dan bahkan rutin melakukan pelayanan di gereja?

Bang Ron, kenapa kamu tega menyakitiku seperti ini? Lupakah kamu bahwa akulah perempuan yang mendampingimu sedari nol, masih tinggal di kos dan belum punya rumah? Aku yang setia mendukungmu hingga dari sales biasa menjadi manajer penjualan yang berlimpah materi seperti sekarang. Lupakah kamu sudah punya Cyll, anak perempuan yang sangat kamu sayangi. Apa kamu tidak takut dia akan mengalami trauma bila mengetahui ayahnya berselingkuh? Atau karma akibat perbuatanmu jatuh pada anak perempuan kita itu? Apa kamu tidak takut suami Cyll kelak menyakiti dia sebagaimana sekarang kamu menyakitiku?

Braaakkk!

Mey terkejut. Mobilnya menabrak sepeda motor yang melaju dari sebelah kanan. Dua penumpang tanpa helm jatuh terpelanting. Mey menoleh ke kanan dan kiri. Rupanya dia berada di tengah-tengah perempatan lampu merah. Jalanan sepi, bisa dihitung dengan jari kendaraan yang lalu-lalang.

Tiba-tiba sebuah mobil patroli berhenti. Mey panik. Diteleponnya Ron. Setelah bunyi tut-tut empat kali, terdengar suara orang seperti baru bangun tidur, “Halo?”

Panik campur marah, Mey berseru, “Bangsat! Gara-gara mergokin kamu main cewe di hotel, aku nyetir nabrak orang di jalan. Buruan kamu datang ke sini tanggung jawab!”

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!