Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16
Kini para pegawai sudah keluar dari kantor, intan duduk di mejanya menunggu pak rama dan pak gilang keluar dari ruangan nya sesuai dengan ucapan pak gilang bahwa ia akan ke rumah intan sore ini dan tadi berpesan untuk menunggu nya
Tak lama mereka berdua keluar bersamaan "Sudah seperti direncanakan saja" ucap intan menatap kedua lelaki tampan yang menuju ke arahnya
"Ayo intan ke ruangan ayah dulu" ajak pak gilang
Intan pun mengiyakan dan ikut ke ruangan pak dahlan, ia berjalan dibelakang para bos nya itu
"Cepat sedikit" ucap rama menoleh pada intan yang berjalan lambat dan agak jauh dari dirinya
Intan memalingkan wajahnya dengan tangan yang sedari tadi di lipatkan didada
Kini mereka bertiga masuk ke ruangan yang cukup besar yaitu ruangan pak dahlan
"Permisi" kata pak gilang saat membuka pintu
Intan dan rama hanya terdiam meskipun rama masih bisa terlihat santai seperti tak ada masalah apapun
"Loh ayah kemana?" ucap pak gilang yang melihat kursi pak dahlan kosong "Kalian duduk dulu"
Intan pun duduk di sofa yang ada dipojok kanan sedangkan rama duduk di tempat ayahnya itu dan pak gilang berdiri memencet tombol panggilan pada sekertaris pak dahlan agar datang ke ruangan pak dahlan.
"Permisi pak" ucap sekertaris muda itu
"Airin kamu melihat pak dahlan?" tanya pak gilang
"Pak dahlan sedang ada diruangan absensi pak" jawab sekertaris cantik dan muda itu yang bernama airin
Airin belum pulang ke rumahnya karena pak dahlan meminta nya untuk menunggu, dan pak gilang mengetahui hal itu
Tak lama pak dahlan datang dengan wajah datarnya
"Maaf menunggu" ucap pak dahlan sambil berjalan menghampiri semuanya, intan pun bangun dan ikut mendekat
"Rama?" pak dahlan mengangkat kedua alisnya, seakan bertanya "Rama kau sedang apa duduk santai dikursi kebesaran ku?"
Rama pun berjalan malas sambil tersenyum terpaksa "Iya yah"
"Intan, kamu udah milih undangan yang diberi gilang?"
"Udah pak"
"Yang mana jadinya?"
"Ini yah" pak gilang memberikan undangan yang dari tadi di pegang nya
"Ini airin, tolong di pesan dan buat sebanyak dua ribu undangan" ucap pak dahlan memerintahkan airin
"Baik pak" jawab airin membukukan badan
"Jangan lupa, note untuk undangan itu sendiri. setiap tamu wajib membawa undangan itu untuk bisa masuk ke acara pernikahan" sambung pak dahlan
"Baik pak, kalau begitu saya permisi" ucap airin dan pergi
Kini pak dahlan menatap rama dan intan bergantian membuat intan bingung dan hanya bisa menundukkan kepalanya, sedangkan rama mengerutkan keningnya "Apa sih yah?" ucap rama menaikan nada bicaranya
"Saat seperti ini dia bisa berbicara, kenapa pas merencanakan pernikahan dengan ku dia tak menolak nya, dasar!!!!" maki intan dalam hatinya
"Ayok" pak dahlan bergegas keluar tanpa berkata apa-apa lagi , semuanya pun hanya mengikuti nya tanpa ada pertanyaan apapun
Dua orang satpam datang dengan mengemudikan mobil dan memberhentikan nya didepan mereka
"Maaf pak, ini kuncinya" ucap satpam memberikan dua kunci, yaitu untuk mobil pak dahlan dan untuk mobil pak gilang
"Pantas, dia datang pagi. ternyata nebeng kakaknya" ucap intan dalam hatinya yang dimaksudkan menyinyiri rama
"Intan, kamu ikut mobil saya" ucap pak dahlan
Intan pun masuk kedalam mobil yang di kemudi oleh pak dahlan sedangkan rama ikut bersama pak gilang
Dikira intan ia akan pergi ke rumahnya namun pak dahlan menyetir mobil berbeda arah dari jalan menuju rumah intan membuat intan bingung, ia ingin sekali bertanya namun rasanya tak berani setelah melihat wajah datar dari calon mertuanya itu.
"Kita ke rumah saya dulu" ucap pak dahlan yang seolah tahu apa yang dipikirkan intan
"Iya pak" jawab intan
Setelah sekitar tiga puluh menit atau setengah jam mobil yang dinaiki intan masuk ke dalam gerbang yang dibuka oleh seorang satpam yang sudah pasti itu rumah pak dahlan dengan ciri khusus diatas gerbang bertuliskan wimarta
Intan turun dari mobil dan untuk pertama kalinya ia menginjak kan kaki dirumah bosnya sebagai calon menantu, intan menoleh kanan kiri yang berdecak kagum dengan rumah milik pak dahlan ada taman, kolam ikan, dan juga 2 buah mobil yang masih berada di garasi yang terbuka itu
"Ayok masuk" ajak pak dahlan
Intan pun duduk disebuah sofa lembut berwana putih "Wahh rumah pak dahlan seperti istana saja" ucap intan yang terkagum-kagum
Ia duduk sendirian karena pak dahlan, pak gilang dan rama pergi meninggalkan nya
"Kapan ya aku bisa membuat kan rumah sebagus ini untuk ibu dan bapak, aku bahkan tak pernah membayangkan rumah sebesar ini. sudah seperti rumah raja saja" ucap intan pelan
Tak lama seorang perempuan datang yaitu bu ajeng dewi wimarta seorang nyonya besar rumah ini, yang lebih jelasnya adalah istri dari pak dahlan wimarta
"Ehh intan kan?" bu ajeng tersenyum ramah menghampiri intan
Intan bangun dan mencium lengan bu ajeng
"Iya bu ajeng" jawab intan gugup
"Duduk" ucap bu ajeng, intan pun duduk disampingnya
"Cantik sekali ya kamu" puji bu ajeng mengelus rambut pendek intan yang lurus
"Terimakasih bu" jawab intan malu-malu
"Orang tua kamu sudah di beritahu tentang pernikahan ini?" tanya bu ajeng
"Be...belum bu" jawab intan terbata-bata takut jika bu ajeng marah padahal kemarin sudah jelas-jelas intan diberitahukan bahwa ia harus menikah dengan rama
"Tak apa, nanti kan kita kesana. saya tinggal dulu"
Bu ajeng pun pergi, intan sedikit tersenyum melihat ke arah punggung bu ajeng yang sudah tak terlihat ia tak menyangka bu ajeng seramah itu pada dirinya
Tak lama rama turun dengan pakaian yang sudah beda dan rambut basahnya ia memakai kemeja putih yang seperti biasa ia gulung hingga siku dan celana hitam lengkap dengan sepatu hitam dan jam tangan mewahnya, intan sedikit terkesima melihat rama karena memang rama tampan apalagi dengan mata sipitnya seperti orang korea dengan hidung mancung dan kulit putihnya
"Pantas lama ternyata mandi" ucap intan saat rama duduk di sofa
"Yaiyalah memang nya kau jarang mandi" jawab rama
"Sotau sekali" ketus intan
Tak lama pak dahlan turun disusul dengan pak gilang mereka berdua juga memakai pakaian warna yang sama dengan rama
Cukup lama mereka menunggu bu ajeng ia turun setelah jam menunjukkan pukul 17.15 dengan pakaian yang juga berwarna putih dengan panjang selutut dan berlengan panjang
"Ayo cepat" ucap bu ajeng
Mereka pun pergi meninggalkan rumah keluarga wimarta dan menuju rumah intan yang diberitahukan arahnya oleh intan
Intan ikut menaiki mobil yang dikemudikan oleh pak dahlan beserta bu ajeng sedangkan rama dan pak gilang di mobil yang berbeda
"Padahal supir mereka tadi sedang duduk santai, kenapa mereka malah mengemudikan nya sendiri?" pikir intan
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.