NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 21

"Malam ini, Kiara mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua kasih sayang, kebaikan, dan kehangatan yang Om dan Tante berikan untuk Kiara selama ini," buka Kiara dengan intonasi yang luar biasa tenang.

Kedua orang tua Vino saling pandang, tersenyum terharu. Namun, raut wajah Ayah Vino perlahan berubah menyadari ada sesuatu yang berbeda dari gestur calon menantunya. Rania sudah menunduk tak mau mendengar ucapan Kiara lebih jauh. Dia sudah sangat menyayangi Kiara dan sangat dekat dengan Kiara selama ini. Dia benar-benar tak rela kehilangan calon kakak ipar karena wanita gatal yang selalu menjual kesedihan dan air mata palsu kepada kakaknya yang bodoh.

Kiara merogoh sebuah kotak beludru kecil berwarna hitam dari dalam tasnya yang berada di samping kursi. Di meletakkan kotak itu secara perlahan di tengah meja makan, tepat di hadapan kedua orang tua Vino. Kotak itu dalam keadaan terbuka, menampilkan sebuah cincin pertunangan dengan permata indah yang berkilau di bawah lampu hias.

Ibu Indah membelalakkan mata, senyumnya seketika pudar.

"Ki... Kiara... ini... maksudnya apa, Nak?"

"Kiara... Tidak Kiara... Mas mohon tidak begini... Tolong dengarkan penjelasan dari Mas... Mas mohon Kiara... Mas sangat mencitai Kiara,"

"Kiara memohon maaf yang sebesar-besarnya," lanjut Kiara, suaranya tetap jernih dan stabil, memotong kepanikan Vino tanpa perlu meninggikan nada.

"Kiara tidak bisa melanjutkan ikatan ini lagi. Kiara mengembalikan cincin ini, dan memutuskan untuk membatalkan pertunangan kami."

"APA?" Teriak kedua orang tua Vino bersamaan.

"Tidak Kiara... Jangan begini... Mas mohon Kiara... Tolong Maafkan Mas. Mas bisa jelaskan semuanya!"

"Maaf mas, Masa Berlaku Cintaku Untuk Kamu sudah habis setelah kamu kembali berbohong padaku untuk kesekian kalinya. Bahkan setelah kamu berjanji kepada Ayah dan kamu juga tahu pasti bahkan cintaku padamu belum ku berikan kembali sepenuhnya. Tapi kamu sudah membohongiku lagi, aku tak bisa kalau dari sekarang saja sudah di duakan..."

"Ra... Kiara. Mas mohon dengarkan penjelasan mas..."

"Penjelasan mana lagi yang harus aku dengar Mas? Penjelasan kalau mas kembali menemani Shela sembunyi- sembunyi di belakangku, Mas menemani dia dia rumah sakit dua malam dan bahkan mengkhawatirkan dia seolah dia adalah calon istrimu. Bahkan aku melihat sendiri bagaimana saat aku memberimu kesempatan untuk jujur di telepon, kamu lebih memilih membohongiku dengan mengatakan mengerjakan urusan penting. Padahal aku ada di sana, aku berharap kamu jujur. Tapi kamu memilih berbohong dan bersama wanita itu lagi..." Kiara bicara dengan sangat tenang, tanpa emosi, tanpa air mata. Sedangkan kedua orang tua Vino menatap tajam ke arah Vino.

"Kiara...."

"Iya, Mas Vino aku ke rumah sakit karena Shela sendiri yang memintaku datang ke sana untuk memperlihatkan jika kamu masih sangat peduli kepada wanita itu. Sepertinya, aku adalah orang ketiga di antara kalian. Dan aku memilih pergi agar kamu tak perlu bersembunyi-sembunyi menemui Shela dan menemaninya lagi. Aku membebaskan kamu, kalu kamau fikir aku masih mencintaimu. Aku tegaskan Semua Masa Berlaku cintaku padamu sudah habis tanpa sisa saat malam itu, di rumah sakit. Saat kamu memilih berbohong demi wanita lain, Mas..."

"Tidak Kiara... Bukan seperti itu ceritanya... Jadi benar dia yang mengirimkan banyak pesan padamu. Apa saja yang dia katakan Kiara. Tolong jangan percaya papun dengan ucapan Shela..."

"Sayangnya aku melihat senidiri, Mas. Dan aku bahhkan dengan jelas memastikannya padamu kan saat ku telepon? Jawaban itu adalah pilihan kamu. Kamu pilih Shela di banding aku. Dan bagiku sudah cukup..."

Ruangan itu seketika dibelit keheningan yang mencekam. Kalimat demi kalimat yang diucapkan Kiara dengan ketenangan luar biasa terasa seperti hantaman godam yang meremukkan dada Vino. Tidak ada intonasi tinggi, tidak ada jeritan penuh amarah, namun setiap kata mengandung kejujuran mematikan yang menelanjangi seluruh kebohongannya di depan keluarga besar mereka.

Bu Indah membekap mulutnya sendiri, air mata keharuan yang tadi siap menetes kini berganti menjadi tetesan syok dan kepedihan yang mendalam. Matanya membelalak menatap Vino yang kini terduduk kaku bak patung di kursinya.

"Vino..." suara Pak Dimas, ayah Vino terdengar begitu rendah, menggelegar oleh amarah yang ditahan mati-matian. Tangannya mencengkeram tepi meja hingga buku-buku jarinya memutih.

"Apa yang dikatakan Kiara itu... benar?"

Vino menggelengkan kepala dengan gerakan patah-patah, air mata keputusasaan membasahi wajahnya yang pucat pasih. Tatapannya liar mendongak menatap Kiara, berjuang mencari sisa-sisa kehangatan yang dulu selalu ada untuknya.

"Nggak, Ra... Mas... Mas bisa jelaskan, Ra! Mas ke rumah sakit cuma karena kondisi Shela kritis, dia nggak punya siapa-siapa lagi di kota ini!" pinta Vino memelas, suaranya parau dan bergetar hebat. Ia memajukan tubuhnya, hendak menggapai tangan Kiara di atas meja.

"Mas membohongi kamu karena Mas nggak mau kamu salah paham, Ra! Mas nggak ada perasaan apa-apa lagi sama dia! Demi Tuhan, cuma kamu yang Mas cintai, Ra!"

"Cukup, Vino!"

Suara Pak Haidar, ayah Kiara memotong pembelaan diri Vino dengan tegas dan penuh wibawa. Pria setengah baya itu menatap calon mantan menantunya dengan tatapan penuh kekecewaan mendalam.

"Jangan menambah kehinaan dirimu sendiri dengan alasan kasihan yang murahan," ucap Pak Haidar dingin.

"Kamu membohongi anak saya bukan untuk menjaga perasaannya, tapi untuk menyelamatkan kenyamananmu sendiri. Kamu sudah berjanji di hadapan saya saat kamu membuat Kiara kecewa dan terpuruk karena alasan dan wanita yang sama, Vino. Tapi kamu memilih merusak kepercayaan itu demi wanita lain."

"Om... tolong Om... kasih saya kesempatan sekali lagi..." tangis Vino pecah. Ia bergeser turun dari kursinya, bersimpuh di lantai di samping tempat duduk Kiara tanpa peduli lagi pada gengsinya. Tangannya yang bergetar hebat mencoba memegang ujung gaun Kiara.

"Ra, tolong... Mas mohon, jangan tinggalkan Mas... Mas nggak bisa tanpa kamu..."

Rania yang tak sanggup lagi menahan amarah dan kekecewaannya akhirnya berdiri, menatap kakaknya dengan pandangan jijik.

"Mas Vin, bangun! Jangan makin bikin malu!" teriak Rania serak, air mata merembes di pipinya.

"Mbak Kiara udah tahu semuanya dari kemarin! Tapi Mbak Kiara masih berbaik hati menyambut kita di sini, masih bersikap manis sama Mama dan Papa! Mas masih nggak punya malu juga minta kesempatan?!"

Bu Indah menutup wajahnya dengan kedua tangan, terisak keras menyaksikan hancurnya rencana bahagia anak laki-lakinya. Rasa malu dan bersalah menyergap hatinya begitu hebat. Ia melirik Bu Anis yang hanya bisa menatapnya dengan raut wajah sedih namun penuh keputusan yang tak bisa diganggu gugat.

Kiara merapikan gaun kremnya, lalu berdiri anggun dari kursinya tanpa sekalipun menyentuh atau menatap Vino yang meringkuk memelas di bawah kakinya. Ketenangannya adalah tembok kokoh yang tak lagi bisa ditbus oleh penyesalan setinggi apa pun.

"Om Dimas, Tante Indah... Kiara mohon maaf jika keputusan ini menyakiti hati Om dan Tante," tutur Kiara lembut, menundukkan kepala penuh hormat kepada orang tua Vino.

"Terima kasih untuk semua kasih sayang yang pernah berikan. Cincin ini Kiara kembalikan. Pertunangan dan rencana pernikahan kita, resmi Kiara akhiri malam ini. Dan semua alasannya jelas. Karena Mas Vino lebih memilih Shela di banding aku. Aku hanya mendoakan kebahagiaan untuk Mas Vino dan juga Shela,"

"Kiara... Kiara Sayang..." Bu Indah mencoba memanggil dengan suara tercekat, namun tak sanggup melanjutkan kalimatnya saat menyadari betapa bulatnya keputusan wanita muda di hadapannya itu.

Kiara mengulas senyum tipis yang amat tulus untuk terakhir kalinya, memutar tubuhnya, lalu melangkah tenang menaiki tangga menuju kamarnya. Langkah kakinya terdengar teratur dan ringan, seolah seluruh beban penderitaan dan kebohongan yang selama ini membelenggunya telah runtuh sepenuhnya.

"KIARA! KIARAAA!"

Vino meraung hysteris, mencoba bangkit mengejar Kiara ke arah tangga. Namun sebuah tamparan keras dari Pak Dimas mendarat tepat di pipinya, menghentikan langkah pria itu seketika.

"TETAP DI SITU, VINO!" bentak Pak Dimas dengan napas memburu dan mata memerah.

"Kamu sudah menghancurkan kehormatan keluargamu sendiri demi wanita tak tahu diri itu! Jangan makin mempermalukan Papa di rumah ini! Bahkan kau tahu siapa wanita ular itu dan ibunya. Tapi kamu memilih lebih percaya kepada dia dan ini adalah konsekuensi dari pilihan kamu!"

Vino tersungkur di lantai, memegang pipinya yang panas. Di atas meja makan yang kini membisu, kotak beludru hitam itu terbuka lebar, memantulkan kilau dingin cincin pertunangan yang tak akan pernah lagi menemukan jarinya. Waktu untuk penyesalan telah berlalu, dan Kiara sudah benar-benar melangkah pergi, tanpa menyisakan sedikit pun rasa cinta untuknya.

1
gaby
Selang seling dong thor banyak, jgn Kiara mlulu. Kan aq penasaran sm kehancuran Vino & shela. Gmn kabar Shela, bisa kluar dr RS ga?? Dah 3bab dr kmrn isinya Kiara mlulu, krg greget jadinya
falea sezi
🤣🤣Vino cocok ma sella playing victim cwek menye menye kn yg di butuhkan Vino laki kayak prett
Masha 235
mkanya vino bisa kejebak ma Shela, vino emang butuh cwek kyak Shela, ya apa2 ngadu,ngeluh,curhat ini itu,selalu brgantung pmberian&kasihan org, biar si vino mrasa superior,mrasa dibutuhkan, beda dgn Kiara yg apa2 bisa sndiri,mandiri,jarang ngeluh..
Fri5
ini sebenarnya Kiara ada di JKT / mo ke JKT ya?
Ambu Rinddiany Thea
semoga atasannya baik ya kiara yg bisa melindungi kamu , da semoga temen temennya ga ada yg kaya siluman
sunaryati jarum
Selamat bekerja di kantor baru, sepertinya
atasan dan rekan kerja well come dengan kedatangan kamu, Kiara.Semoga kesuksesan kamu ada di sini dan menemukan jodoh yang setia.
sunaryati jarum
Kenapa marah pada Shela yang tidak tegas itu kamu sendiri, memang itu tujuan Shela memutuskan hubungan kamu dengan Kiara,lalu menjeratmu.Kamu saja yang tidak setia
nely_48
selamat bertugas d kantor jakarta kiara
lingkungan baru n suasana baru, org² baru
falea sezi
🤣🤣putus hubungan berarti elo, pcrn aya ma sella. 🤣🤣 alahh. munafik
Heni Setiyaningsih
👍👍👍👍👍 Rania pintar kamu
ryuka
jadikan lah ini pelajaran vino.. pelajaran yg sangat mahal
Ambu Rinddiany Thea
maakk oh emaaaak , ari s shela teh jelema apa siluman sih ko bebal amat ya mak ga bisa d bilangin baik2 emang stres gt ya orang nya , ambu ampe gemeretek sendiri nih mak kesel campur sari we lah 😩😩
Ambu Rinddiany Thea: oh pantesan ath , boro rek d bawa k gunung kawi, ah te jd ath 🤭😩
total 2 replies
Muft Smoker
betul Ra jgn mau d sentuh ,,
nanti km ketularan rabies ,,
Yam_zhie: astaga rabies 🤣🤣🤣
total 1 replies
mama
satu kata buat km vin,KAPOOOOKKKK..skrg mkn tu yg namanya kasihan sm shela🤣
Juvie Ja
pernyataanmu salah.kau putus tunangan dgn Kiara lebih dulu sblm memutus hbgn sma sheila hahaha rasain
Juvie Ja
mungkin kau ada rasa yg special trhdpnya sbb tau dia hati busuk apa dia ckp kau tetap telan bulat2..cinta buta
Siti M Akil
shela itu pemalas
Juvie Ja
Kiara pemilik jiwa,Sheila pemilik raga
nely_48
s dugong Shela msh menjual air mata sedih n seolah jd org tersakiti trs,, kop tah ambil s vino yg udh miskin
sunaryati jarum
Ayo Vino tolong Shela , bukankah kamu bangga dibutuhkan Shela , hingga bohong.Kalian sama- sama suka mengarang kebohongan.Untuk Kiara semoga kau segera sembuh dari luka yang ditorehkan Vino , sukses dalam pekerjaan serta mendapatkan jodoh yang menghargai pasangan
Siti M Akil: kn udh kere g bisa bayar rumah sakit 🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!