NovelToon NovelToon
CEO Stops The Time

CEO Stops The Time

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:496.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: syila hasna

Sekuel dari The Empress Of Mind Reader..

Dimas Arthama Jaya adalah pewaris tunggal sekaligus CEO Muda dari Artama Jaya Group. Dimas mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya lumpuh hingga kehilangan semua yang menjadi miliknya.

Dimas yang merasa sangat frustasi dan stres memilih untuk bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung Rumah Sakit tempatnya dirawat.

Sebelum meninggal, Dimas mengetahui bahwa kecelakaan yang terjadi adalah konspirasi dari Keluarga Paman yang sangat dipercayainya dan Kekasih yang sangat dicintainya.

Setelah kembali, Dimas mendapatkan kemampuan dan ingatannya kembali tentang kehidupannya terdahulu.

Akankah Dimas dapat membalaskan dendamnya? dan Akankah Dimas bisa bersama belahan jiwanya di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syila hasna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17. Menggali Informasi

Arabella yang tidak terima perbuatan kedua polisi yang membawanya dengan melanggar janji pun membuat keributan sehingga memancing salah satu Polisi mengarahkan pistolnya ke kepala Arabella sehingga membuat Arabella terdiam dan membatu.

"Diam di tempat! Ini kantor polisi. Anda dilarang membuat keributan disini." ucap Salah satu polisi yang mengarahkan Pistolnya ke kepala Arabella.

"Saya tidak berniat membuat keributan. Ini semua salah kedua polisi ini yang telah melanggar janjinya untuk memberikanku kesempatan membela diri." ucap Arabella membela diri.

"Diam!" teriak Polisi.

"....." Polisi diam.

"Tidak ada kesempatan untuk seorang penjahat!" ucap Polisi itu.

Arabella yang mendengar perkataan polisi yang mengatakan hal yang sangat tidak masuk akal baginya pun membalikkan tubuhnya hingga pistol itu pun berpindah posisi mengarah ke kening Arabella.

'Sial! Percuma saja aku memberontak dan membela diriku. Sepertinya semua polisi yang ada di sini telah disuap dan menjadi budak Keluarga kaya itu. Ayah Ibu apakah tidak ada kesempatan bagiku untuk membalaskan dendam kalian?' ucap Arabella dalam hati.

"Bawa dan seret Penjahat ini! Lalu masukkan dia ke dalam sel sekarang!" perintah polisi yang memegang pistol yang ternyata adalah Kepala Polisi disana.

Arabella yang merasa tidak punya harapan lagi untuk membalasakan dendamnya pun hanya bisa melihat ke sekeliling wajah-wajah polisi yang telah membela kejahatan tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Arabella pun mengikuti kedua polisi yang membawanya dari rumah untuk menuju ruang tahanan tempatnya ditahan.

Disaat bersamaan, seorang pelukis wajah yang pernah melukis wajah seorang gadis sesuai permintaan Dimas akhirnya menyadari bahwa wanita yang selama ini dicari oleh Dimas sedang berada dalam masalah dan bahkan sedang ditahan di dalam kantor polisi.

Pelukis wajah itu pun mencoba mengorek informasi dari dalam kantor polisi dari salah satu polisi kenalannya. Pelukis wajah itu pun mengajak Polisi tersebut untuk makan-makan dan minum-minum diluar dengan alasan jika hari itu adalah hari ulang tahunnya sehingga dirinya akan mentraktir semua makanan dan minuman yang akan mereka pesan nanti.

Pelukis wajah itu tidak sayang dengan uangnya karena merasa telah berhutang budi terhadap Dimas karena berkat bantuan Dimas saat ini Ibunya telah berhasil selamat dari kematian dan bahkan sedang masa pemulihan. Pelukis wajah itu pun memutuskan untuk membalas budi Dimas dengan menolong dan mencari tau apa yang terjadi pada wanitanya Dimas.

Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya pelukis wajah itu pun mendapatkan informasi yang sangat dibutuhkannya saat itu. Pelukis wajah pun segera menghubungi Edo dan meminta bertemu dengan Dimas karena memiliki informasi tentang keberadaan wanita yang dicari olehnya.

Edo yang tidak bisa membiarkan Pelukis wajah itu menemui Dimas secara lansung pun menolaknya tapi Pelukis wajah itu lebih keras kepala dari yang dibayangkan. Pelukis wajah itu telah memutuskan tidak akan memberitau siapapun tentang keberadaan Arabella selain Dimas secara langsung.

Akhirnya Edo yang saat itu masih bersama Dimas yang sedang meeting bersama client penting pun masuk ke ruangan meeting dan mengganggu Dimas sehingga membuat dirinya menjadi pusat perhatian.

Dimas yang sangat mengenal sifat Edo sangat yakin jika telah terjadi sesuatu yang sangat penting dan oleh sebab itu lah Edo masuk dan mengganggunya. Dimas pun mempersilahkan Edo masuk. Edo pun masuk dan berbisik di telinga Dimas.

Dimas yang mendengar ada berita tentang Permaisuri Shiena pun menghentikan meetingnya lebih cepat dari biasanya. Client tersebut menjadi kesal seolah tidak dihargai tapi Dimas tidak perduli. Dimas tidak perduli jika harus kehilangan keuntungan besar nantinya karena yang terpenting baginya adalah menemukan Permaisuri Shiena.

"Katakan padanya untuk menunggu di dalam ruanganku!" perintah Dimas.

"Baik, Tuan Muda." ucap Edo sopan.

Edo pun keluar dari ruang meeting lalu menghubungi Pelukis wajah itu dan memintanya segera datang untuk menemui Dimas. Pelukis itu pun bergerak dengan cepat menuju kantor Dimas secepat yang dia bisa.

Dimas yang telah selesai meeting merasa sangat kesal dengan sikap clientnya itu pun memanggil Icha masuk ke dalam ruang meeting. Icha yang sangat mengerti sifat Dimas pun pergi menuju tempat Dimas berada tanpa bicara sepatah kata pun.

Tookkk...Tokkk... Tokkk

(Suara pintu)

"Masuklah!" perintah Dimas.

"Apakah Bapak memanggil saya?" tanya Icha ragu-ragu.

"Benar. Aku ingin kau tunda semua jadwal meetingku hari ini dan pindahkan semuanya ke hari lain. Jika ada yang menolak batalkan saja perjanjian kerjasamanya karena aku tidak perduli." ucap Dimas tegas.

"Tapi Pak jika seperti itu maka Perusahaan akan mengalami kerugian." ucap Icha khawatir.

"Kau tenang saja. Perusahaan ini tidak akan bangkrut jika tidak bekerjasama dengan beberapa Perusahaan yang tidak sopan." ucap Dimas.

"Baik Pak. Saya akan segera melaksanakannya." ucap Icha.

"Bagus. Satu lagi, kau ingat Pelukis wajah yang datang beberapa hari yang lalu. Jika dia datang, antar ke ruangan saya." perintah Dimas.

"Siap, Pak." ucap Icha.

Icha yang yakin jika semua ucapannya pasti akan dibantah dengan keras pun terpaksa menurut. Icha pun keluar dari Ruang Meeting itu menuju meja kerjanya dan melaksanakan semua tugas yang diperintahkan Dimas padanya.

Dimas pun keluar dari Ruang Meeting menuju Ruang Kantonya. Dimas yang melihat Edo yang telah berada di Ruang Kantornya lebih awal pun bertanya tentang keberadaan Permaisuri Shiena.

"Katakan padaku dimana gadis itu?" tanya Dimas.

"Maafkan saya Tuan Muda. Saya tidak tau dimana hanya Pelukis wajah itu yang mengetahuinya tapi saat saya bertanya dia menolak untuk memberitau saya dan keras kepala ingin mengatakannya secara langsung pada anda Tuan Muda." ucap Edo khawatir jika Dimas marah.

"Baiklah. Itu berarti kita hanya bisa menunggu kedatangan pelukis itu." ucap Dimas.

"Benar sekali Tuan Muda." ucap Edo sopan.

"Ya kau boleh kembali ke ruanganmu." ucap Dimas.

Edo yang terkejut jika dirinya di usir oleh Dimas pun diam mematung. Edo yang ingin ikut menunggu kedatangan Pelukis wajah itu di dalam ruangan itu bersama Dimas pun memasang wajah cemberut dan tidak terima. Dimas yang merasa akan sangat melelahkan jika meladeni Edo pun membiarkannya begitu saja.

"Apa? Apa Tuan Muda mengusirku? Tuan Muda kejam sekali padahal selama ini aku selalu setia dan kenapa Tuan Muda membuangku? Oh, Tuhan. Apakah ini sudah menjadi nasibku?" ucap Edo dengan penuh drama.

"Aku tidak membuangmu. Aku hanya memerintahkanmu untuk kembali ke ruanganmu dan kerjakan tugasmu disana." ucap Dimas yang merasa jijik dengan tingkah Edo.

"Jadi Tuan Muda tidak berniat membuangku?" tanya Edo.

"Tidak! Sekarang kembali lah!" ucap Dimas tegas.

"Tuan Muda..." teriak Edo berlari ke arah Dimas.

Edo yang senang tidak dibuang pun berlari ke arah Dimas dan berusaha untuk memeluknya. Dimas yang merasa sangat jijik pun mengambil Arloji yang ada di sakunya lalu menekannya saat Edo hanya tinggal beberapa cm lagi didekatnya dan seketika waktu pun berhenti.

"Aku tau anak ini sangat setia dan sangat berguna tapi sikap konyolnya ini yang membuatku merasa ingin muntah. Bagaimana bisa dia bertingkah seperti seorang banci dan mencoba memelukku? Apa dia

fikir aku ini Homo? Membuatku merinding saja." ucap Dimas dengan memeluk dirinya sediri seolah merinding.

Dimas pun meletakkan tangan kanannya di jidak Edo untuk menghentikan tindakannya yang sangat aneh itu lalu mengaktifkan kembali waktu yang terhenti.

"Jangan mendekat! Hentikan apa yang ingin kau lakukan jika tidak aku akan memanggil satpam dan benar-benar mengusirmu keluar!" ucap Dimas.

Edo yang merasa takut dan merinding dengan ancaman Dimas pun berhenti bergerak dan menghentikan niatnya yang ingin memeluk Dimas. Edo pun mundur perlahan lalu duduk di atas sofa yang ada di ruangan itu.

Dimas yang merasa legah karena Edo mau menurut pun melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu kedatangan Pelukis wajah menemuinya. Sementara itu, Edo yang hanya duduk diam di atas sofa pun meminta Icha membawakan berkas yang ada di meja kerjanya.

Icha yang sebenarnya adalah sekretaris pribadi Dimas tidak seharusnya menuruti perkataan Edo tapi karena gajinya yang dinaikkan dua kali lipat dari gaji sekretaris biasa pun terpaksa harus menuruti perkataan Edo juga sebagai Wakil Bosnya yaitu Dimas.

#**Bersambung#

Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..

🥰😍😘😚

Terima kasih**

1
Raditya Vicky
Luar biasa
momi
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/do edo
one
Luar biasa
gami 77
hahahaha ...coba lain kali itu kalo MC nya kayak gini kisah hidup lebih menantang thor.lebih cerdas,bikin alur nya dgn 5-10musuh besar.jadi ga kayak Tuan bego,punyapower,harta,bisa menghentikan waktu.tp kok keliatanl naif,konyol .bikin cerita org biasa aja sesuai kemampuan,,,kalo hight clas,percayalah ceritamu ga lebih baik dr kancil mencuri timun
gami 77
ya ampun ...sekelas kaisar masih nego,musuh cuma 1,punya power,punya banyak duit.kok bego ...sumpah culik sekali dua kali masih wajar.ini ke brp kali culak culik culak culik.kebanlyakan nonton sinetron Thor
gami 77
kadang sedikit ga masuk akal boleh aja Thor ,tp sekelas Dimas di saat penangkapan dan TDK ada power sama sekali itu di luar akal sehat.kevuali kecelakaan,kena racun dll.bahkan sekelas camat aja masih punya power.
Oke Banget
Luar biasa
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Vincent Da Vinci
bodoh btl mc ni, Ada duit, Ada kuasa, kenapa tidak bunuh sahaja pama, bibi selena dan clara? kena harus neko2 segala. bunuh semua, habis cerita. cerita yg membosankan.
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Tomi Jaya Utama
pak Bambang apa pak Guntur nih 😆
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Amin Suryanto
siip
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Varhan Thio
aduh kasihan Edo
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Arma
udah kek flm india aja buang2 waktu
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
yeyen melia😍😍
hemm
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya..
Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
yeyen melia😍😍
mampir ah kyanya menarik nih
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya..
Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Khalif Huzaifah
kayknya perjalan menuju kearah dimas sejauh 5000meter jaraknya
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Khalif Huzaifah
benar....
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Khalif Huzaifah
luar biasa
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Khalif Huzaifah
kenapa setiap bab aku selalu tertawa dan terharu..apakah aku sudah gila
Khalif Huzaifah: sama2 kasih,love u author
total 2 replies
Cahaya yani
bru x ini q nemu time ravel cwok, biasa ny cewek ters yg q bca, moga novel ny bgus

salm thor dr pnggemar baru mu, q bca novel mu yg ke 2
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
Cahaya yani
nah baru kli ini nemu mc yg laki" ,..

semngt thooorr
Syila Hasna: Terima kasih untuk komentar dan dukungannya.. Dukung Author selalu ya.. 😘🥰😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!