NovelToon NovelToon
DILARANG JATUH CINTA

DILARANG JATUH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:83.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunga Hudyana

Valeda tidak tahu bahwa kehidupannya yang nyaman dan sesuai harapan, menjadi sedikit berliku disebabkan ibunya yang tiba-tiba menuntut pasangan dari Valeda. Bukan hanya sekedar pacar, tapi menantu.

Valeda bukanlah perempuan sembarangan. Dia berasal dari keluarga kelas atas, lulus universitas ternama dengan nilai cumlaude, dan kini tengah memimpin dua perusahaan yang dia rintis sejak di bangku kuliah dulu.

Dia tidak sempat memikirkan pasangan, karena tujuan hidupnya dipenuhi ambisi untuk berada di puncak. Valeda tahu, dengan uang, dia bisa melakukan segala hal yang dia suka. Mulai dari pakaian mewah, perhiasan, mobil keluaran terbaru, hingga orang-orang. Oleh karena itu, kepalanya hanya dipenuhi segala hal tentang dirinya.

Ketika dia menikmati suguhan kekayaan yang terhidang di depan matanya, ibunya mulai menjodohkan Valeda dengan anak-anak dari kenalannya yang juga pengusaha-pengusaha sukses. Valeda tidak mau menikah karena hubungan bisnis, apalagi tidak didasari oleh perasaan cinta. Namun, dia tidak mengerti apa itu cinta. Selama ini, laki-laki terlalu takut untuk mendekatinya karena Valeda bukanlah orang biasa.

Bukan berarti Valeda tidak mempunyai kriteria laki-laki yang menjadi idamannya. Valeda yang berkulit Asia, juga ingin memiliki pasangan berdarah Asia. Valeda yang memiliki paras bak putri di buku dongeng, juga menginginkan pasangan seperti pangeran yang akan menjemputnya dengan kuda putih. Tentu saja hal itu tidak akan mudah terwujud dalam waktu yang singkat. Mana ada laki-laki seperti itu yang tidak tertarik dengan hartanya?

Di saat dia menjadi stres karena tuntutan ibunya, Valeda memiliki ide di luar logika. Terkadang, ide-idenya memang terlalu kreatif sampai tidak bisa dicerna oleh otak manusia biasa.

Valeda mengadakan undian secara diam-diam. Menaruh sebuah jackpot untuk orang yang menemukan undian yang dia buat, berharap bahwa itu laki-laki.

Ketika semuanya berjalan seperti yang Valeda harapkan, sebuah rahasia terungkap. Rahasia yang seharusnya tidak dia ketahui. Rahasia yang nantinya akan mengancam nyawanya, jika dia bertindak gegabah.

Apakah laki-laki yang bersama Valeda akan membantunya, atau malah merenggut nyawanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Hudyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Harap-harap Cemas

"Apa?" tanya Nyonya Emely yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar. "Celine, kamu sedang membantu Valeda untuk kabur lagi?"

Celine menggeleng. "Saya yang membuat janji makan siang Nona Valeda. Kalau Nyonya Emely tidak percaya, bagaimana kalau Nyonya ikut dengan Nona Valeda?" tawar Celine.

Valeda mendelik tidak percaya pada Celine. Bagaimana mungkin Celine memakai alasan seperti itu untuk menyelamatkannya?

Memang benar bahwa Celine telah membuat janji ketemuan dengan pemenang undian kedua. Namun, bukan berarti Valeda akan menemuinya secara langsung, kan?

Bagaimana jika kejadian pertama terulang kembali? Valeda tidak mungkin mengakui seorang laki-laki beristri sebagai pacarnya.

Atau, bagaimana kalau yang datang adalah anak sekolahan, atau yang lebih parah adalah laki-laki paruh baya seumuran ayahnya?

'Astaga! ****** aku!' batin Valeda dalam hati. Satu demi satu pikiran buruk terus melintas di kepalanya. Dia terlalu takut untuk berpikir positif.

"Baiklah, Mama akan ikut," Nyonya Emely memutuskan sambil berdiri dari duduknya. "Bersiaplah. Mama akan menunggu di bawah," ujarnya, kemudian berlalu dari ruangan Valeda.

"Apa yang kamu lakukan, Celine?" desis Valeda kesal. "Bagaimana bisa kamu bilang kalau kita akan menemui pacarku? Dan bagaimana bisa orang yang akan kita temui adalah pacarku?"

"Kita harus tenang, Val," jawab Celine. "Ayo berpikir sambil jalan. Sekarang, bersiaplah!"

Valeda pergi ke meja kerjanya untuk mengambil tas tangannya. "Apa kamu tahu ciri-ciri orang yang akan kita temui?" tanya Valeda.

"Laki-laki berusia dua puluh lima tahun. Aku sudah memastikan bahwa dia belum mempunyai istri," jawab Celine. Dia mengikuti Valeda melangkah ke luar ruangan untuk menyusul Nyonya Emely.

"Bagaimana kalau tidak sesuai seleraku?" tanya Valeda. Dia tetap cemas.

"Pura-pura saja dulu. Urusan sesuai atau tidak, nanti kita pikirkan lagi."

Valeda menghela nafas dengan kasar. "Kalau Mama sampai sadar bahwa aku hanya pura-pura atau aku sudah membohonginya, aku tidak akan bisa menolak perjodohanku lagi," keluh Valeda.

"Aku akan kirim pesan lagi pada laki-laki itu untuk mengatur skenario kita," ujar Celine.

Mereka memasuki lift bersama dan turun ke lantai dasar. Celine tidak banyak bicara lagi, karena dia sibuk dengan ponsel di tangannya. Valeda sendiri sibuk berdoa dalam hati, agar rencana mereka berjalan sempurna kali ini.

Siapapun Sebastian yang Nyonya Emely sebutkan, atau seberapapun hebatnya laki-laki itu, Valeda tetap tidak ingin menikah karena dijodohkan. Valeda juga tahu, bahwa perjodohannya dengan Sebastian didasari hubungan bisnis ayahnya. Bagi Valeda, hubungan seperti itu tidak akan berhasil.

Sesampainya mereka di lantai dasar kantor Valeda, Nyonya Emely yang berdiri di pintu masuk langsung melambai, meminta mereka untuk segera menyusulnya.

Rupanya Nyonya Emely sudah meminta Kris untuk menyiapkan mobil. Nyonya Emely benar-benar akan ikut kali ini. "Ayo masuk!" ajak Nyonya Emely. Kris segera membukakan pintu untuk Nyonya Emely.

"Fokuslah pada rencana kita, Val," bisik Celine. "Urusan kantor dan rapat internal nanti, biar aku yang urus. Laporannya akan aku taruh di atas mejamu." Celine menyelipkan ponsel yang dia genggam ke tangan Valeda.

"Nona Val, silakan masuk," panggil Kris. Ternyata dia sudah membukakan pintu untuk Valeda.

Jantung Valeda berdebar sangat cepat ketika dia duduk di sebelah Nyonya Emely. Valeda menurunkan kaca jendelanya untuk bicara dengan Celine.

"Semoga berhasil!" seru Celine sebelum Valeda membuka mulutnya lagi.

Mobil mulai melaju. Valeda menutup kaca jendelanya dan berusaha duduk tenang di sebelah ibunya. Dia tidak mau memberi kesan bahwa dirinya sedang gugup sekarang ini.

"Val, sejak kapan kamu pacaran?" tanya Nyonya Emely.

"Se... Sekitar sebulan yang lalu," jawab Valeda asal.

"Kenapa tidak langsung dikenalkan ke Mama?" selidik Nyonya Emely.

Valeda memutar otaknya untuk mencari jawaban. "Val belum siap."

"Siapa orangtuanya?"

Valeda menoleh pada Nyonya Emely ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu. "Maksud Mama?"

"Mama harus memastikan bahwa pasanganmu lebih baik daripada laki-laki yang Mama pilihkan," jawab Nyonya Emely.

Tidak tahu kenapa, Valeda menjadi sangat kesal setelah mendengarnya. Ada sebuah jurang yang sangat dalam terbentuk di antara dirinya dan Nyonya Emely. "Bagi Val, laki-laki yang bertanggung jawab adalah laki-laki yang Val butuhkan."

"Realistislah, Val," sahut Nyonya Emely. "Kamu bisa mengatakan itu sekarang. Namun, jika laki-laki itu hanya akan menjadi parasit, Mama tidak akan menerimanya. Kariermu yang bagus bisa saja menjadi alasan baginya untuk mendekatimu. Makanya, kamu perlu seorang laki-laki yang imbang denganmu. Seperti Sebastian," jelas Nyonya Emely panjang-lebar.

'Jangan ikut campur masalah asmaraku!' batin Valeda kesal. Ingin sekali dia berteriak seperti itu, namun urung dia lakukan. Valeda sendiri tidak tahu bagaimana laki-laki yang akan dia temui siang ini.

Tiga puluh menit yang terasa lama itu, akhirnya membawa Valeda dan Nyonya Emely ke sebuah restoran yang terletak di pusat kota. Restoran itu lumayan ramai karena jam makan siang baru saja dimulai. Valeda bisa dikatakan beruntung karena masih mendapatkan tempat di sana.

"Selamat datang di restoran kami!" sambut perempuan yang berdiri di pintu masuk. "Apa Anda sudah memesan meja?"

"Saya sudah memesan meja atas nama Valeda," jawab Valeda.

"Silakan lewat sini," perempuan itu mempersilakan, kemudian menuntun mereka menuju meja yang sudah dipesan.

"Pacar kamu belum datang?" tanya Nyonya Emely sambil duduk.

Valeda duduk di hadapan Beliau. Dia tidak berharap terlalu banyak dengan apa yang akan terjadi. Valeda meraih ponsel dari dalam tasnya dan mengecek apakah ada pesan yang masuk.

Nihil.

Valeda menoleh ke arah pintu masuk, namun tidak ada tanda-tanda kedatangan seseorang. "Val keluar sebentar untuk menelepon," pamit Valeda. Lalu dia pergi ke luar tanpa menunggu izin dari Nyonya Emely.

"Gila! Aku benar-benar bisa gila!" gerutu Valeda. Dia segera menghubungi pemilik nomor yang akan bertemu dengannya. Pada dering keempat, akhirnya ada yang menjawab dari seberang.

"Halo?" sapa orang di seberang telepon.

Valeda menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan. "Anda sudah di mana?" tanya Valeda.

"Sebentar lagi saya akan sampai," jawab laki-laki itu.

"Baiklah, saya tunggu." Valeda menutup teleponnya. Dia menatap layar ponsel itu sejenak. "Apa aku minta salah satu anak magang di perusahaanku untuk datang dan pura-pura jadi pacarku saja, ya? Mama tidak mungkin mengenalinya," gumam Valeda.

Valeda menengok ke dalam restoran. Dia melihat Nyonya Emely masih duduk sendirian di bangkunya. Pikiran untuk kabur dari tempat itu semakin bergejolak di kepala Valeda.

Sebuah tepukan di bahu Valeda membuat Valeda terlonjak kaget. Dia berbalik cepat. "Siapa--" ucapannya berhenti ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya saat ini.

"Selamat siang, Nona," sapa Daniel. "Apa yang Nona lakukan di luar sini?"

"Ah, itu... Aku sedang... Menghirup udara segar," jawab Valeda asal.

Alis Daniel terangkat, jelas dia tahu bahwa Valeda tidak mau mengatakan apa yang dia lakukan saat ini. Tapi, Daniel memilih tidak ambil pusing. Dia menganggapnya angin lalu.

"Kamu sendiri, sedang apa di sini?" Valeda balik bertanya.

Daniel memandang melewati kepala Valeda, melihat ke dalam restoran. "Saya akan menemui seseorang di sini."

"Pelangganmu? Apa kamu juga menyuplai bahan makanan di sini?" terka Valeda.

Daniel menggeleng. "Bukan," jawabnya. "Saya memenangkan sebuah undian."

***

1
Dewi Hastari
akhirnya valeda bertemu Daniel, sayangnya bertemu dg keadaan mereka yg sangat TDK baikkk

next Thorrr....
aku selalu menunggu lanjutan ceritamu....
Dewi Hastari
yg ditunggu2 update juga...🌹🌹

Rangga manusia berhati iblisss 😠😠😠
Dewi Hastari
lanjut Thor...
makin seruu..
Donna Coumans
lama sekali upnya thorrr
Qeena
aku mmpir thor...ijin promo..jngan lupa mmpirnovel bruku..LELAKI MASA DEPAN..mkasih kk
Ika Endah
lanjut thor..
Dewi Lestari
up lagi Thor...udah penasaran kelanjutan nya
Donna Coumans
up lagi thorrr🙏
Amie chie
mungkin kah rangga pelaku sesungguhnya🤔🤔🤔
Efan Zega
apakah rangga dalang dr semua musibah yg menimpa daniel
Donna Coumans
penasaran...lanjut thor
Devy Faiz Chalik
Rangga pelakunya
Amie chie
jngan lma" thor up nya💪
Fathiyya Rahma
apakaaaaaah rangga?????
Donna Coumans
manisssss......Jangan lama ya Thor upnya
Amie chie
jangan lama lama thor up nya
Donna Coumans
lanjut thorr 🙏🙏🙏
Amie chie
lanjut thorrrrr......
Donna Coumans
lanjut thorr
Sri Wahyuni
kiyuuuuuutttt😊😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!