NovelToon NovelToon
Kita Dan Masa Lalu

Kita Dan Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:24.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Vera Herawati

Ini adalah kisah tentang dua insan yang sangat jauh berbeda, tetapi jatuh cinta.

Takdir menyedihkan menimpa keduanya selama hidup sampai Mahapatih Candrakumara Dewananda dan Putri Balqis Humaira Azhari meninggal dalam pesakitan memperjuangkan cinta untuk melampaui sekat-sekat agama dan sosial.

Tapi...

Kisah Candrakumara dan Balqis kembali terjalin dengan inkarnasi modern mereka. Candrakumara terlahir kembali sebagai Garalt Zayn Mahesa, seorang bintang film yang sangat menawan. Dan Balqis terlahir kembali sebagai Aneska Zoya Raveena, seorang gadis cantik nan lugu yang bermimpi menjadi seorang aktris besar. Semesta mempertemukan mereka kembali.

Dapatkah mereka mencegah tragedi yang sama terjadi pada diri mereka? Atau justru takdir pahit itu akan terulang lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Herawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau adalah Aku?

Malam ini, Candrakumara kembali bermimpi tentang seseorang dari masa depan itu. Dia semakin yakin bahwa orang itu adalah dirinya di kehidupan selanjutnya.

Di dalam mimpinya, dia melihat orang itu sedang membaca riwayat hidupnya dan mengatakan bahwa dia meninggal pada tanggal 20 Agustus tahun 1336. Dan itu adalah tahun yang dia jalani sekarang. Dia segera terbangun dari tidurnya dan pergi menemui Dananjaya untuk menceritakan sesuatu yang dia lihat dalam mimpinya.

"Ada apa tengah malam seperti ini kau menemui diriku, Tuanku?" tanya Dananjaya.

"Entahlah. Belakangan ini, aku terus bermimpi. Sampai aku takut untuk tidur. Apa itu hanya mimpi atau itu adalah kenyataan... sulit untuk mengartikannya," ucap Candrakumara.

"Kau pasti kelelahan."

"Benarkah begitu?" Kemudian Candrakumara kembali teringat dengan kata-kata orang dalam mimpinya.

"Dengar, berapa banyak lagi waktu sampai tanggal 20 Agustus?" tanya Candrakumara.

"Tinggal 2 minggu lagi terhitung mulai hari ini," ucap Dananjaya.

***

Candrakumara menghampiri Ashwina di kamarnya. Dan disana, dilihatnya istrinya itu sedang meniup lilin-lilin yang menggantung layaknya sebuah lampu gantung.

"Hari ini saatnya menyalakan lampu, bukan justru memadamkannya," ucap Candrakumara.

"Kau tidak mengirim kabar soal kedatanganmu," ucap Ashwina.

"Mahapatih tidak memberitahu rencananya."

"Sudah lama kau tidak kemari. Mereka yang berkeliaran mudah dicari, tapi yang kehilangan dirinya di rumahnya sendiri sulit dilacak," ucap Ashwina.

"Baiklah! Sebagai Nyonya besar di rumah ini, kau tidak mau mengantar kepergianku?"

Ashwina tersenyum miris. "Pakaian dan perhiasan saja yang menjadikanku Nyonya di rumah ini. Sini, duduklah," ucapnya seraya mengusap tempat tidur dimana dirinya duduk sekarang.

"Aku telah meninggalkanmu sendirian, Ashwina."

"Aku tidak pernah sendirian, Tuanku. Setiap hari berlalu dengan pekerjaan rumah. Dan malamnya dihabiskan bersama Tarachandraku dan mendengarkan wejangan. Pendeta bercerita kisah yang bagus kemarin. Duduk di sampingku, akan ku ceritakan," ucap Ashwina.

Ashwina terdiam memandangi wajah yang sudah jarang dilihatnya belakangan ini, sesaat kemudian dia tersadar.

"Pendeta mengatakan... Dewa Krishna dan istrinya, Rukmini, sedang berdialog. Rukmini mengatakan, aku juga mencintaimu. Tapi aku berdoa, jadikan aku kekasihmu dan bukan istrimu."

"Kenapa?"

"Dewa Krishna juga bertanya kenapa? Rukmini mengatakan sedalam apapun sebuah ikatan pernikahan, dunia akan selalu mengingat yang dicintainya. Radha Krishna, Radha Krishna!" ucap Ashwina dengan suara terisak.

"Ashwina, bagiku kau sama dicintainya seperti Balqis."

"Dewa Krishna juga mengatakan hal yang sama."

"Aku tidak pernah membandingkan kalian berdua."

"Tidak ada yang bisa dibandingkan diantara kami!" ucap Ashwina dengan air matanya yang hampir jatuh ke permukaan pipinya yang mulus.

"Keluhanmu soal aku dan Balqis memang beralasan."

"Keluhan apa yang dimiliki seseorang pada orang asing? Luka itu diberikan oleh orang yang paling menyakitinya. Jika kau meminta nyawaku, Tuanku... akan ku korbankan dengan senang hati. Tapi kau justru menginjak harga diriku," ucap Ashwina dengan suara bergetar. Air mata yang sejak tadi dia tahan, kini sudah meluncur dengan bebas dipipinya membuat Candrakumara tertegun mendengar ucapan istrinya yang sangat sabar itu. Dia tidak tahu hati Ashwina terbuat dari apa hingga dia masih bisa bersikap baik kepada dirinya yang sudah sangat sering menyakitinya.

"Aku rela menerima hukuman darimu atas luka yang kuberikan padamu," ucap Candrakumara.

"Hukuman? Tidak, akan kuberikan kabar baik."

"Apa maksudmu?"

"Kau tidak akan pernah diizinkan masuk ke kamar ini lagi."

Candrakumara mengangguk. "Kau tau apa yang kau pinta?"

"Aku bersumpah untuk membuatmu terus bahagia saat ku injakkan kaki di rumah ini. Aku hanya berusaha memenuhinya."

Tak terasa, Candrakumara juga meneteskan air matanya. Dia kemudian pergi dari kamar itu.

***

Di ruang penyimpanan senjata, Balqis mengambilkan pedang milik Candrakumara dan berniat untuk memberikan itu kepada suaminya. Tak lama, dia melihat Candrakumara datang kesana. Balqis bergegas menghampiri suaminya itu.

Entah kenapa, berat sekali rasanya bagi Candrakunara untuk pergi berperang saat ini. Padahal biasanya, dia selalu diselimuti perasaan yang menggebu-gebu dan niat kuatnya untuk menang.

"Saatnya mengucapkan perpisahan, Balqis," ucap Candrakumara.

Balqis memaksakan tersenyum meskipun hatinya terluka dan menatap Candrakumara dengan pelupuk matanya yang berair.

"Aku akan tunggu kepulanganmu," ucap Balqis.

"Kita akan bertemu saat matahari tenggelam dan bulan terbit muncul bersamaan di langit. Langit akan berubah warna dan semua akan bermandikan cahaya jingga. Angin kencang akan bertiup, dan bunyi petir akan menghiasi langit. Dedaunan kering akan berbisik dan hujan akan segera membasahi bumi. Tidak akan ada belenggu agama ataupun hubungan yang akan memisahkan kita. Cinta kita akan senantiasa berkobar dihati kita. Pada hari itu...  kita akan bersatu untuk selamanya," ucap Candrakumara.

Balqis meneteskan air matanya mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Candrakumara.

***

"Mirip aku?" tanya Zayn pura-pura tidak tahu.

"Kamu nggak ngeliat?"

"Iya sih, emang keliatannya mirip. Tapi ya masih tetep lah gantengan aku," ucap Zayn yang masih sempat menyombongkan dirinya di situasi seperti ini.

"Orang bilang kan setiap manusia punya 7 kembaran, nah mungkin aja dia adalah salah satu kembaran kamu."

"Itu takhayul Airin, aku nggak percaya yang kayak begituan," ucap Zayn.

"Tapi aku percaya," ucap Airin yang membuat Zayn merasa seperti pernah mendengar kata itu sebelumnya dari mulut Airin. Kemudian dia seakan-akan melihat kilasan masa lalu dirinya, saat Airin yang dulu mengucapkan kata itu.

"Lo udah liat, kan? Ayo pulang," ucap Zayn seraya berbalik dan berjalan tapi langkahnya terhenti saat mendengar Airin membaca tulisan yang ada lukisan itu.

"Jika kau adalah aku dalam kehidupan selanjutnya, disaat kau terbangun dari mimpimu ingatlah perkataan ini. Semuanya akan terulang lagi dengan sendirinya. Takdir hidup yang kami jalani saat ini, mungkin saja juga akan terjadi pada kalian nanti. Takdir yang menyakitkan. Kamu harus melindungi gadis itu dari orang-orang yang berbahaya, bahkan orang-orang terdekat kamu sekalipun. Agar semuanya tidak terulang," ucap Airin membaca tulisan yang ada di lukisan itu.

"Aduh aku kok merinding sendiri ya ngebaca kata-kata ini?" gumam Airin setelah membaca itu.

Zayn berbalik dan berjalan kembali mendekat ke arah Airin.

"Kamu barusan baca arti dari tulisan itu?" tanya Zayn.

Airin mengangguk.

"Yang kamu ucapin tadi bener-bener arti dari tulisan itu?"

Airin mengangguk lagi. "Tulisan ini dibuat dalam bahasa Sanskerta. Wajar sih kalo kamu nggak ngerti," ucapnya.

Zayn terdiam. Ucapan Airin tadi masih terngiang-ngiang di telinganya. Dia mulai percaya bahwa orang dalam mimpinya yaitu Mahapatih Candrakumara itu adalah memang dirinya di kehidupan masa lalu. Dan gadis yang dimaksud Mahapatih dalam tulisan itu tak lain dan tak bukan adalah Zoya.

Di perjalanan pulang, hanya ada keheningan. Zayn tidak berbicara sejak tadi dan Airin mencoba untuk membuka percakapan.

"Zayn, mungkin aja orang yang di lukisan tadi itu nenek moyang kamu. Soalnya ini nyambung, Mahesa nama belakang kamu itukan marga keluarga kamu dan diambil dari bahasa Sanskerta yang artinya pemimpin hebat," ucap Airin.

"Kenapa kamu segitunya banget sih? Ya nggak mungkin lah," ucap Zayn dengan pandangan lurus ke depan dan fokus menyetir.

"Yaa kan nggak ada salahnya kamu coba periksa lagi asal usul leluhur kamu. Ini aneh, Zayn. Mungkin aja kamu tertarik sama cerita Mahapatih Candrakumara Dewananda itu karena kalian punya hubungan darah," ucap si Airin makin ngawur dan Zayn tidak mendengarkannya. Dia hanya fokus melajukan mobilnya dan membelah jalanan Jakarta yang cukup padat hari ini.

***

Di kamarnya, Zoya tengah menunggu Zayn pulang dengan wajah cemberut. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tetapi laki-laki itu belum juga pulang.

"Zayn, kenapa kamu belum pulang juga setelah ketemu sama Airin?" gumam gadis itu seraya memperhatikan jam dinding.

Tiba-tiba, dia mendengar suara langkah kaki seseorang. Dengan cepat gadis itu bangun lalu keluar dari kamarnya. Dan benar saja, Zayn tengah melangkah masuk ke dalam kamarnya.

Zoya kemudian ikut masuk ke dalam kamar Zayn dan menghadang laki-laki itu dengan tangan terlipat di depan dada.

"Zayn, jam berapa sekarang?" tanya Zoya.

"Sekarang? Jam 11 malem," ucap Zayn seraya melirik jam tangannya.

"Jam berapa jam malem kita? Jam 9, kan? Kamu nyuruh aku nggak boleh pulang sekalian kalo aku ngelanggar jam malam," ucap Zoya yang langsung mengskakmat Zayn.

"Itu cuma berlaku buat orang yang numpang di rumah aku, bukan buat aku," ucap Zayn beralasan.

"Kenapa?"

"Karena aku ini pemilik rumah."

Zoya terlihat berpikir sebentar. "Apa emang gitu aturannya disini?"

"Iya, semuanya sesuai aturan pemilik rumah. Itu adalah aturannya. Kalo menurut kamu itu nggak adil, beli aja rumah sendiri dan tinggal disana," ucap Zayn lalu membaringkan dirinya di atas kasur.

"Capeknya," gumam laki-laki itu seraya menutup matanya.

Tetapi saat dia membuka matanya, tiba-tiba dia melihat Zoya sudah duduk di sampingnya dan menatapnya dengan tatapan tajam nan membunuh.

"Astaga, ngagetin aja! Kalo kamu natap aku kayak gitu, kamu itu mirip hantu. Berhenti natap aku!" ucap Zayn yang terperanjat kaget.

"Aku bakal terus natap kamu kayak gini."

"Kenapa?"

"Karena ini mata aku. Karena aku pemilik mata ini, aku yang mutusin apa aku pengen natap kamu kayak gini atau natap kamu secara normal. Ini aturan aku, natap kamu dengan tajam waktu aku marah," ucap Zoya.

Zayn terkekeh karena itu. "Jadi? Kamu bakal terus natap aku kayak gitu?"

"Iya."

"Kenapa?"

"Karena aku pengen liat kamu buat menebus saat-saat aku nggak bisa ngeliat kamu."

Zayn terdiam mendengar itu. Dia tersipu malu dan pipinya memerah. Tetapi Zayn menyembunyikannya.

"Terserah kamu aja. Lagipula, nanti juga kamu capek sendiri" ucap Zayn seraya berbalik membelakangi Zoya.

Gadis itu kemudian mulai merasakan matanya seperti juling ketika menatap Zayn seperti itu, dia kemudian mengedipkan matanya beberapa kali.

"Oh ya, aku mau nanya sesuatu" ucap Zayn.

"Apa?"

"Waktu kecelakaan mobil, dan waktu kamu masuk UGD... kamu bilang kamu mimpi, kan?" tanya Zayn.

"Iya, bener. Aku mimpi"

"Mimpi kayak gimana? Jadi, di mimpi itu, gimana caranya aku nyelametin kamu?" tanya Zayn seraya mengubah posisinya menjadi duduk.

Zoya diam saja, tidak berniat menjawab pertanyaan Zayn.

"Kamu lupa? Oke. Terus, gimana dengan periode waktu saat itu? Periode waktu apa saat itu? Apa mungkin aku make pakaian tradisional atau pakaian khas kerajaan? Kamu tau kan sinetron yang kamu suka, 'Ksatria Pandawa 5'? Pakaian yang mereka pake itu"

"Itu...." Zoya menggantung ucapannya dan membuat Zayn penasaran setengah hidup.

"Itu, aku nggak begitu inget. Aku beneran nggak inget sama sekali" ucap Zoya.

"Okelah, kayaknya emang kayak gitu. Mana mungkin kamu ingat sama mimpi yang udah kelewat berminggu-minggu. Oke, pergilah ke kamar lo"

"Iya. Zayn, good night!" ucap Zoya seraya keluar dari kamar Zayn.

"Apa-apaan itu? Katanya dia mau natap gue semaleman. Kalo dipikir-pikir juga, dia nggak punya tanggung jawab atas omongannya" ucap Zayn lalu kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur.

"Gue jadi gelisah tanpa alasan begini sekarang" gumamnya.

***

Bersambung...

1
Ade Manis

Next up. 😉
Semangat untukmu. 😊

Salam manis dari STILL IN LOVE. 💖
Ade Manis
4 like tertinggal mendarat. 😊
Ditunggu kelanjutannya. 😉

Salam manis dari Still In Love. 😊
AngghyShifah_chy
lanjut dong thor ngegantung nih😍😍😍😍😍
veraaa: Udh di up yaa tapi masih review😊
total 1 replies
AngghyShifah_chy
modusnya itulohhhhhhh😜😜😜😒😒😒😒😒
AngghyShifah_chy
kok cerita Zoya yg laper itu kek adegan di film legend of the blue sea sih???
veraaa: Ide cerita aku emng terinspirasi dari sana dan aku bikin dengan alur versi aku sendiri. Jadi mohon dimaklumi kalo ada kemiripan di beberapa part ya hehe
total 1 replies
AngghyShifah_chy
gila,gila,gila bwanget udah bisu,buta tuli pula,dibayar berapa itu artis ngetopnya hahahah😅😅😅😅😂😂😂😂
Rindu Pelangi
mampir kak
Auriell Zeta
Bagus kak❤

maaf baru bisa mampir
Jangan lupa mampir dikaryaku
Aisyah Aqila ya...
An Hayme
Hi thor aku mampir kesini bawa like vote dan rate untukmu.
Semangat menulisnya
Salam dari LOVATY
Reni
kok bisa mimpi kerajaan?
veraaa: Baca terus part selanjutnya yaa
total 1 replies
Dhea Amelia S S
Bagus dan seru banget kak ceritanya.. Ceritanya juga hampir mirip sama legend of the blue sea.. Tapi lebih seru dan lokal semangat kak
cucu kakek
masih enjoy bacanya
cucu kakek
mulai mmampir
cucu kakek
sabar
Little Peony
Semangat ya thor ❤️
Little Peony
Halooo thor
veraaa: Hallo juga
total 1 replies
mamah wangda
terinspirasi dari hom Santi hom Yach 🙏🙏🙏😁😁😁
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Sekapuk Berduri
hallo kak jika berkenan mampir kecerita pertamaku juga.. terimakasih💕
reni
Kok Zayn bisa mimpi keajaan Majapahit ...?
hmmm...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!