Seorang wanita pekerja kantoran yang memiliki hidup penuh akan pekerjaan. Setiap hari dia selalu bekerja dan bekerja, waktu liburan dia hanya tidur dan tak melakukan kegiatan seperti orang lain pada umumnya.
Pola hidup yang tak pernah berubah membuat dirinya stress, hingga akhirnya ia mencapai titik dimana dia tak berpikir untuk hidup.
Namun, takdir membuatnya berpindah ke tubuh seorang bocah berusia 10 tahun. Mulai dari sana ia mengalami begitu banyak peristiwa yang membuatnya memiliki alasan untuk hidup.
Kisah kebangkitan seseorang pada kehidupan keduanya dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katsumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemburu Iblis
"Hei mundurlah, serahkan ini pada kami!" seru kelompok petualang yang berada di gerobak Altea.
Altea menoleh, "tak perlu, aku bisa mengatasinya," jawabnya.
Tiba-tiba seorang iblis melesat dengan cepat, tepat di hadapan mereka.
-Bam!
Altea dan yang lain menoleh, melihat seorang iblis yang terkapar di tanah dengan kondisi yang mengenaskan. Di sisi yang berlawanan tampak seorang pria berjubah hitam dengan sebuah pedang besar di tangan kanannya, di angkat ke atas bahu.
Para iblis mulai bergerak, terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Pria itu, namun dengan gerakan yang begitu cepat hingga tak bisa diikuti oleh mata, semua iblis telah terpotong dengan begitu rapi. Dia terus menerus mengayunkan pedangnya, memotong setiap iblis yang mendekat.
Menusukkan pedangnya ke tubuh iblis yang telah tergeletak di tanah, "aku akan membunuh kalian semua!" serunya dengan lantang, lalu menarik pedangnnya ke atas. "Pertarungan ini belum berakhir!" katanya mengingatkan semua orang jika ada gerombolan iblis yang terbang ke tempat mereka.
Altea memejamkan matanya, menyebarkan energinya ke sekitar, merasakan hawa kehadiran para iblis yang mulai mendekat. Namun terdapat satu hawa kehadiran yang lebih kuat, meskipun masih belum mencapai tingkat Belphegor. Tapi tetap saja, hal itu membuat Altea merasa tertekan, oleh kekuatan iblis itu.
"Aku... merasa tertekan?" gumam Altea sembari menahan kakinya yang gemetar.
-Boom!
Seorang iblis turun dengan menghantam tanah hingga hancur, tubuhnya begitu besar seukuran beruang Grizly, ada zirah berwarna hitam yang menutupi tubuhnya, serta sebuah kapak besar bermata dua di tangan kanannya. "Kekeke... tak kusangka masih ada manusia bodoh yang bertahan hidup," Iblis itu tertawa sinis melihat kumpulan manusia yang masih bertahan hidup.
Pria berjubah hitam langsung menerjang ke arah iblis itu tanpa pikir panjang, menebaskan pedangnnya secara vertikal dari atas ke bawah. Namun Iblis itu hanya berdiri diam dan menangkap pedang itu dengan tangan kirinya, seperti menangkap bola yang dilemparkan. "Apa hanya ini saja?" katanya dengan nada mengejek.
Pria itu mendendang tangan Iblis yang menangkap pedangnya dengan kuat, hingga pedangnya bisa ditarik, selama mengambang di udara Pria itu berputar dengan cepat dan menebaskan pedangnya secara horizontal mengarah tepat ke leher sang iblis. Belum sampai mengenai sang Iblis, kaki Pria itu di tangkap oleh Iblis lalu di tarik ke kanan, menghempaskan dirinya dengan kuat ke tanah.
"Heh! Lemah!" kata Iblis itu melihat Pria berjubah yang tergeletak di tanah sembari mencoba untuk kembali bangkit berdiri dengan pedangnya yang menjadi sebuah tongkat untuk menopang tubuhnya.
"Ugh...! Ini belum berakhir! Aku pasti akan membunuhmu!" seru Pria itu dengan nafas berat, tubuhnya yang sempoyongan, serta luka yang cukup parah. Ia berdiri tegap dengan pedang yang ditancapkan di tanah.
Tubuhnya mulai bercahaya, di sekitarnya terlihat cahaya putih seperti kunang-kenang yang tengah berkumpul, menjadi satu dengan Pria itu. Memejamkan matanya dan berfokus untuk memgumpulkan energi sihir yang begitu besar.
Lalu saat membuka matanya, terlihat sinar emas terpancar dari mata kanannya, Pria itu melepas jubah yang menutupi dirinya selama ini. Menampakkan wajahnya yang cukup tampan dengan luka goresan di pipi sebelah kiri yang tepat berada di atas hingga bawah mata, rambutnya berwarna hitam pekat seperti langit malam tanpa adanya bintang dan cahaya bulan, mata sebelah kanannya bersinar terang dengan warna emas yang menyilaukan, sedangkan mata kirinya redup, berwarna putih kelabu karena buta.
"Dia... Si Pemburu Iblis, petualang peringkat A yang selalu dibicarakan akhir-akhir ini," ucap seorang petualang setelah melihat Pria itu melepas jubahnya.
"Hee~" Altea tampak tak tertarik, ia mendongak ke atas melihat iblis lain yang hanya diam di udara menonton pertarungan itu. Altea tersenyum tipis lalu mengarahkan tangannya ke atas, "bisa-bisanya kalian bersantai saat di tengah pertempuran," katanya dengan sinis.
Tombak tanah yang begitu keras dan tajam mulai tercipta dan melesat dengan begitu cepat mengenai para iblis yang tengah diam di atas langit satu persatu dan membuat mereka terjatuh ke tanah seperti sebuah hujan.
"Nona sepertinya sudah cukup terbiasa untuk bertarung melawan monster dan iblis," ucap Sebastian dengan bangga.
"Ya, kau benar... dia harus secepatnya menjadi lebih kuat," saut Mary dan Arthur secara bersamaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pria yang merupakan pemburu iblis itu melesat dengan cepat hingga sulit untuk diikuti oleh mata, bagai peluru yang ditembakkan, ia mengarahkan pedangnya kedepan seperti sebuah tombak.
Iblis itu mengayunkan kapaknya tepat saat serangan itu hendak mengenai dirinya, punggung dari kapak itu digunakan sebagai perisai dan berhasil menahan serangan sang pemburu iblis.
"Heh, kukira itu serangan yang kuat, ternyata hanya segini," ucap sinis Iblis itu mengejek daya serang lawannya.
"Aaaarrrggghh!" Pria itu berteriak dan memusatkan banyak energi sihir ke dalam pedangnya, hingga berhasil membuat iblis itu terdorong mundur.
Iblis itu menghentakkan kaki kanannya ke tanah hingga membuat tanah retak dan memunculkan sebuah bongkahan tanah besar yang menghantam perut Pria itu dengan keras.
"Agh!"
Setelah kekuatan serangannya melemah, Iblis itu memukul Pria itu tepat di bagian perut hingga membuatnya terpental jauh sampai akhirnya menghantam sebuah pohon hingga tumbang.
Semua orang terdiam, seperti melihat sebuah film dengan akhir yang buruk.
"Mustahil... jika dia kalah, apa yang bisa kita lakukan?"
"Bohong... ini hanya mimpi, kan?"
"Tidak... aku tak ingin mati!"
Orang-orang mulai panik, karena melihat orang terkuat dalam kelompok mereka saja tak bisa membuat goresan pada iblis itu. Tapi mereka melupakan satu orang yang bisa membunuh banyak iblis di langit.
Eh? Kenapa tak ada yang menyadarinya?
Tentu saja karena semua orang terfokus melihat pertarungan antara Iblis itu dengan Pria pemburu iblis. Sampai mereka tak sadar jika semua iblis yang terbang di langit telah dikalahkan oleh Altea.
Iblis itu tertawa kencang, "hahaha! Manusia bodoh mana lagi yang mau mati?" ucapnya dengan sinis.
Pria itu dengan tubuh yang telah penuh akan luka dan banyak tulang yang telah patah masih mencoba untuk bangkit, dengan kaki yang gemetar menahan berat tubuhnya, ia masih mencoba berdiri dan berjalan dengan pedang yang dijadikan tongkat.
Namun, hanya beberapa langkah saja, dia sudah kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, untungnya Altea datang menahan tubuhnya agar tak terjatuh. "Istirahatlah, kamu sudah tidak sanggup untuk bertarung," ucap Altea dengan lemah lembut.
"T.. tidak... aku.. harus melawannya... jika tid-" kata Pria itu terbata-bata lemah.
"Hentikan jika kau tak ingin mati, istirahatlah dan serahkan sisanya padaku," sela Altea sembari membantu Pria itu bersandar di sebuah pohon. Lalu ia tersenyum dan berjalan menuju ke arah iblis itu.
Pria itu menatap Altea dengan heran, bagaimana gadis kecil sepertinya bisa tersenyum dan tenang dalam keadaan seperti ini? Batin Pria itu bertanya-tanya.
Emang sih jiwanya udah mbak-mbak kantoran tapi rasanya usia tubuh kadang perlu agak diperhatikan🗿