Cindy, seorang gadis biasa yang sederhana dan tidak pintar di sekolah, jatuh cinta terhadap Heaven, kakak kelasnya yang populer, pintar bermain musik dan juara umum di sekolah.
Ternyata Lisa sahabatnya, juga menaruh perasaan yang sama terhadap Heaven.
Akankah cinta yang tidak mungkin akan berbalas dan berakhir manis?
Mampukah Cindy bertahan melampaui setiap persaingan bahkan mempertaruhkan sebuah persahabatan.
Jarak dan waktu yang akan membuktikannya..
Cinta adalah bahagia melihat orang yang dicintainya bahagia.
- Cindy -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran Dengan Merry
Lisa antusias melihat kedatangan Cindy, ini merupakan kejutan besar buat Lisa.
"Aduh...gak nyangka deh doaku cepat terkabul...padahal baru semalam lho aku doain kamu supaya bisa ikut nyanyi..." Goda Lisa bersemangat. Cindy menyikut pinggang Lisa, dia hanya tersenyum kecut.
Latihan siang ini sungguh berkesan, Heaven mengiringi lagu dengan piano. Di situ juga ada Merry dan beberapa teman sekelas lainnya. Merry kelihatan genit dan selalu mencari perhatian dengan Heaven. Lisa dan Cindy hanya saling berpandangan.
"Kak Heaven haus ya....Merry beliin jus ya di kantin..." Merry menawarkan diri. Heaven menggelengkan kepalanya.
"Nggak usah, trimakasih.." Tolak Heaven sambil tetap memainkan pianonya.
"Idiiih..kak Heaven suka gitu ah...jangan jaim terus dong... nanti gantengnya ilang lho.." Goda Merry sambil duduk mendekati Heaven.
"Betul itu kak...Merry kan paling cantik di kelas kita, banyak yang mau ngantri buat dia lho kak...beruntung lho di deketin Merry..." Bela Rani. Rani adalah kawan setia Merry, yang kemanapun Merry pergi selalu ada Rani. Makanya Rani sering di juluki pengawal pribadi Merry.
"Oya kak, hari ini Merry nggak di jemput supir, nanti pulangnya ikut kak Heaven saja ya...boleh kan?" Rajuk Merry semakin mendekati Heaven. Heaven kelihatan mulai risih. Apalagi ketika Merry dengan berani merangkul bahu Heaven.
Cindy yang sejak tadi memperhatikan tidak tahan juga. Spontan dia langsung menghampiri mereka dan sejurus kemudian menarik tangan Heaven menjauh dari Merry.
"Eh Merry! jadi cewek punya etika sedikit dong, kamu nggak malu apa sama anak-anak yang lain??" Teriak Cindy. Lisa sangat kaget melihat kejadian itu, ia tak menyangka Cindy akan seberani itu.
"Cindy...udah jangan diterusin...jangan cari masalah oke.." Cegah Lisa sambil berusaha menarik Cindy menjauh, namun Cindy menepisnya.
Wajah Merry saat itu langsung berubah merah, menahan kemarahannya.
"Hei orang miskin!...kamu kenapa selalu cari gara-gara denganku?!...kamu iri ya sama aku...iya??...kamu ngaca dong sana!" Balas Merry garang.
Seketika suasana di ruang musik menjadi riuh, beberapa orang mulai berdatangan.
"Jangan mentang-mentang kamu kaya dan punya segalanya kamu bisa seenaknya...udah tau kak Heaven nolak, eeh.. masih aja nyosor, dasar nggak tau malu!!" Jawab Cindy marah.
"Terus....? masalah buat kamu?? atau jangan-jangan kamu suka ya sama kak Heaven? ayo ngaku! kamu iri kan liat aku dekat sama kak Heaven??" Teriak Merry sambil melotot.
"Aku gak suka aja ada orang yang memaksakan kehendaknya sendiri..." Bantah Cindy. Merry hendak menampar Cindy, namun pak kepsek keburu datang. Anak-anak segera menyingkir.
"Saya dengar disini ada keributan? ada apa?" Tanya pak kepsek.
"Biasa pak rebutan cowok!" Celetuk salah seorang murid yang dari tadi menyaksikan kejadian itu.
"Tapi cowok yang direbutin udah nggak ada tuh...menghilang!" Seru Aldo sang ketua kelas. Semua yang ada di ruangan itu saling berpandangan.
Heaven memang sudah pergi sejak Cindy menarik tangannya.
"Lho...mana kak Heaven?!" Seru Merry. Cindy dan Lisa mengangkat bahu mereka saling berpandangan.
"Sudah! Pokoknya saya tidak mau lagi dengar ada keributan lagi di sini, kalo sampe kejadian ini terulang lagi. Saya skorsing kalian!!" Hardik Pak kepsek. Kemudian beliau segera berlalu meninggalkan tempat itu.
"Cindy! urusan kita belum selesai ya, nanti pulang sekolah, aku tunggu di jalanan depan sekolah!" Ancam Merry. Cindy yang hendak menjawab buru-buru ditarik menjauh oleh Lisa. Akhirnya dia mengurungkan niatnya.
*****
author malu malu yaaa
kyk lisa.. hihihihii
eits.. tergantung novel nya...
please....
See u later.....
Bye..... 😭😭😭😭😭
sangat apik....
bahasamu lugas.. alurnya tenang, mendebarkan....
TeOPe!
maaf, baru mampir..
baru nemu sih.... 😘💪👍
kabar duka....
begitu dalam cintamu, cin...
syaluutttttt
😭😭😭😭😭👍👍👍
hati.... cinta...
mana bs dipaksa....
bersaing sehat dong!!!
nasihat ortu paliiiing botul!!!!
makan tak. nyenyak..
tidur tak enak.... 😁😍🤣
Cinta dlm diam...
Hmmm cin...
bgmn? menyerah skrg?
ternyata,,, dia cowok idaman byk siswi
Semangat hayukkkk