Kartika Gayatri, gadis 21 tahun yang memiliki kecantikan dan kelembutan luar biasa. Kartika yang selama ini tak pernah melihat dunia baru saja beberapa bulan mendapatkan penglihatannya. Hal itu pula yang membuatnya tertarik dan terjebak rayuan lelaki casanova yang di temuinya di klub saat menemani sahabatnya. Malam itupun dia belajar tentang anatomi tubuh pria sesungguhnya.
Akibatnya dia hamil dan sayangnya dia tak tau apapun tentang lelaki itu kecuali namanya, Zaidan.
Hal yang sama dirasakan Zaidan dia tak bisa melupakan Kartika, karena malam itu dia melakukan hal yang tak pernah dia lupakan saat bermain-main. Dia takut gadis itu hamil anaknya.
Zaidan pun mencarinya dan akan menikahinya jika bertemu. Dia tidak akan melepaskan gadis itu, gadis bermata amber itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kartika Hamil
Kartika turun dari lantai tiga gedung kampusnya. Hari ini dia sangat lelah, karena dari pagi dia harus menyelesaikan tugas dari Abrar. Kayaknya dia sengaja memberikan tugas yang harus segera dikumpulkan siang ini.
Dia sudah mencari Abrar yang katanya ada di lantai tiga untuk mengumpulkan tugasnya. Memang dia agak terlambat mengumpulkan dibandingkan dengan teman-temannya karena Kartika masih belajar menulis dengan normal.
Saat ini bisa dibilang Kartika seperti anak SD yang baru belajar menulis rapi.
"Ketemu kak?" tanya Kayla ketika melihat Kartika duduk di tangga. Sepertinya dia benar-benar sangat lelah.
Kartika menggelengkan kepalanya. Tadinya Kayla mau mengumpulkan tugas itu bersama Kartika, namun Kartika melarang dan menyuruh Kayla mengumpulkan bersama yang lainnya.
"Udah kak, nanti aku anterin ke rumahnya tugas kakak. Mending sekarang kakak istirahat dulu, kakak belum makan kan. Muka kakak pucat banget." kata Kayla sambil mengajak Kartika ke kantin.
"Tapi.. Gak ada tapi-tapian. Ayo kak." Kayla meraih lengan Kartika. Ketika Kartika akan berjalan tiba-tiba dia ambruk. Untung Kayla sigap meraih tubuh Kartika dan menyenderkan di dinding tepi tangga.
Kayla meminta bantuan beberapa temannya untuk menggotong tubuh Kartika ke mobilnya. Dia akan segera membawa Kartika ke rumah sakit.
Sambil berjalan, Kayla menghubungi Sandra untuk menyusul ke rumah sakit.
Saat sampai di rumah sakit, Kayla meminta perawat untuk membawa Kartika ke IGD. Dokter yang memeriksa Kartika berkata akan mengambil sampel darah Kartika untuk memastikan diagnosa awal mereka.
Kayla yang tak paham pun hanya mengangguk saja dan segera menyelesaikan administrasi Kartika. Tak lama pun Sandra datang dengan tergesa-gesa. Dia langsung meminta ijin pada pak Romi ketika mendengar Kartika masuk rumah sakit karena Bu Mau tak mengijinkannya.
"Kay, gimana Kartika?" tanya Sandra yang menghampiri Kayla di depan ruangan IGD. Kayla baru saja kembali dari ruang administrasi.
"Masih nungguin hasil tes darah mbak." kata Kayla yang memanggil Sandra dengan mbak karena memang lebih tua dari Kayla.
"Kok kayaknya parah banget sih harus pakai tes darah." kata Sandra sambil menggigiti kukunya, kebiasaannya jika sedang panik.
Tak lama seorang perawat datang memanggil wali dari Kartika untuk ke ruangan dokter. Kayla meminta Sandra yang menemui dokter dan Kayla menunggu Kartika di samping brangkar.
Sandra pun segera mengikuti perawat menuju ruangan dokter yang dimaksud. Sandra sangat khawatir jika ada kaitannya dengan operasi yang dijalani Kartika
Tapi Sandra mengerutkan kening ketika melihat papan nama di depan ruangan yang diketuk oleh perawat.
'Eh.. SpOG, bukannya itu dokter kandungan' batin Sandra
"Permisi dokter" kata Sandra saat melihat seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik. Wajahnya pun sangat familiar, Sandra merasa pernah melihatnya.
"Silahkan duduk mbak." kata dokter itu sambil tersenyum hangat.
"Maaf mbak, saya boleh tahu hubungan kekerabatan mbak dengan mbak Kartika?" tanya dokter itu dengan lembut
"Saya sahabat baiknya dok, dari kecil sampai sekarang." kata Sandra was-was
"Maaf ini sangat pribadi, tapi saya harus bertanya. Apa mbak Kartika sudah menikah mbak?" tanya dokter itu lagi membuat Sandra menggeleng sambil berpikir apakah dugaannya mengenai Kartika beberapa hari ini benar.
"Kalau begitu bisa saya meminta orang tua mbak Kartika untuk datang. Ada yang harus saya sampaikan dan ini sangat sensitif karena status mbak Kartika belum menikah." kata dokter itu membuat Sandra melongo
'Fix ini mah, Kartika bunting'
"Kartika hamil ya dok" kata Sandra to the point membuat dokter itu sedikit terkejut, tapi dia tersenyum tanpa mengatakan apapun
"Mbak tahu? Apa mbak Kartika sudah tahu?" kata dokter itu lagi
"Kartika gak tahu dok, kelakuannya akhir-akhir ini aneh dok. Saya curiga karena pernah ngeliat kakak-kakak saya kelakuannya begitu pas hamil."
"Dan saat ini, orang tuanya harus tau keadaan mbak Kartika. Karena dia habis menjalani operasi transplantasi kornea mata beberapa bulan yang lalu. Saya khawatir ada efek akibat perubahan hormonnya." kata dokter itu lagi.
"Baik dok nanti saya akan sampaikan kepada orang tua Kartika. Tapi bagaimana dengan kandungan Kartika ya dok?" tanya Sandra yang masih khawatir kondisi kandungan Kartika walaupun dia pun bingung bagaimana nanti menyampaikan pada ayah dan bunda Kartika.
"Setelah mbak Kartika sadar saya akan melakukan USG mbak untuk melihat kondisi janin mbak Kartika." kata dokter itu.
Tiba-tiba suara ponsel Sandra berbunyi
Kayla
Sandra meminta ijin dokter didepannya dan segera mengangkatnya karena khawatir keadaan Kartika
"Ya Kay?" tanya Sandra
"Apa? Iya mbak ke sana sekarang." kata Sandra setelah mendengar tujuan Kayla menelponnya.
"Maaf dok, seperti saya harus ke tempat Kartika. Kata teman saya yang menjaga Kartika ada orang gila yang mengganggu Kartika." kata Sandra pada dokter itu dan segera pergi dari ruangan dokter itu.
Sandra berjalan cepat ke arah ruang IGD, dia sangat panik dan khawatir pada Kartika.
'Bayi itu kalem-kalem tapi bikin orang jantungan melulu sih' batin Sandra.
Sandra memang menjuluki Kartika bayi, karena ketika baru bisa melihat seperti bayi yang baru melek matanya. Dan selalu bertanya pada orang-orang terutama Sandra itu apa, ini apa.
Dan kali ini Sandra benar-benar semakin syok melihat dua orang pria yang dia kenal sebagai atasan di kantornya.
"Pak Darrel, Pak Romi.." Sandra memanggil keduanya saat melihat Zaidan membuat heboh ruang IGD dengan mengomeli para dokter dan perawat di sana.
" Mbak... Itu cowok yang tadi pagi ke rumah kalian kan?" tanya Kayla dan Sandra hanya mengangguk
"Kenapa Kartika bisa seperti ini? Kenapa tidak kamu bilang kalau Kartika sakit?" tanya Zaidan dengan tatapan tajamnya
"Saya juga baru tau pak, Kartika pingsan di kampus." kata Sandra membela diri.
Tiba-tiba suara lenguhan terdengar dari bibir Kartika membuat Zaidan yang tadinya ingin marah pada Sandra dan Kayla mengalihkan pandangan pada Kartika
"Sayang, kamu udah sadar? Mana yang sakit sayang?" kata Zaidan sambil mengecup wajah Kartika. Membuat Kayla memekik kaget sedangkan dua orang lainnya hanya menggelengkan kepala.
'Dih modus terus nih laki' Batin Sandra dan Romi sambil melengos. Tiba-tiba mereka saling pandang dan seperti paham dengan pikiran masing-masing dan tersenyum kecil.
"Ish apaan sih, minggir sana. Saya gak suka dicium bapak-bapak. Mana geli lagi saya sama kumis bapak." kata Kartika pada Zaidan padahal menurut para wanita brewokan nya itulah yang membuatnya semakin hot.
"Sayang kamu gak suka, nanti mas cukur sampai bersih." kata Zaidan membujuk Kartika
"San... Aku lapar..." kata Kartika pada Sandra
"Kamu mau makan apa? Aku pesankan ya sayang" kata Zaidan padahal Kartika tak mengacuhkannya.
"Kamu mau makan apa Ka?" tanya Sandra akhirnya
"Jus strawberry campur nanas, seger pasti" kata Kartika sambil menelan liurnya membayangkan minuman itu
"Jangan itu" kata Sandra dan Zaidan bersamaan membuat semua mata memandang mereka berdua, sedangkan Zaidan memandangi Sandra.
Sandra memberi kode dengan menunjuk perutnya pada Zaidan.
Zaidan yang paham pun langsung mengecup dan melumat bibir Kartika dengan rakus. Tak memperdulikan orang disekitarnya lagi.
Membuat semua orang memekik melihat kelakuan Zaidan. Dan pekikan paling nyaring berasal dari belakang mereka semua. Pekikan yang paling Zaidan takutkan
"Zaidan!!!! apa yang kamu lakukan!!!!!!!" kata wanita berjas putih yang baru ditemui Sandra tadi.
dr. Resha Tsabira, SpOG