Tresa diundang oleh teman temannya untuk menghadiri pesta reunian sma. Namun, siapa sangka karena hal inilah ia dipertemukan kembali Dengan cinta pertama sekaligus mantan kekasih nya sewaktu dulu.
Raka, sosok pria yang pernah bersembahyang dihati tresa kini kembali menampakkan hidung. Karena dalam pengaruh alkohol, keduanya tak sengaja melakukan cinta satu malam yang membuat mereka harus menikah. Karena tak mau membuat repotasi kedua keluarga rusak.
Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah tresa bisa memaafkan kesalahan Raka sewaktu dulu? Dan apakah Raka berhasil mendapatkan kembali kepercayaan dari tresa?.
Yuk saksikan pernikahan manis yang akan dilalui oleh keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon secercah cahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesal karena kamu gak peka
"Mohon maaf tuan Raka, ini ada beberapa berkas yang perlu anda tanda tangani". Ucap Kirana mendekati meja kerja Raka.
"oh baik, terimakasih". Ucap Raka membuka beberapa dokumen dan langsung menanda tangani nya. Setelah selesai, Raka lalu memberikan kembali dokumen itu kepada Kirana.
Setelah selesai, Kirana lalu pergi keluar kembali tanpa melirik sama sekali kearah tresa. "bub, kamu sadar gak sih rambut Kirana potongannya kok sama kaya aku". Ucap tresa mengeluh.
"masa sih sayang? nggak ah, Lagian dia mungkin lagi pengen potong rambut aja". Balas Raka tak menoleh kearah tresa dan fokus menatap ke arah layar komputer nya.
Tresa yang kesal akhirnya pulang bersama baby Kenzie karena selain itu ia juga merasa jenuh. "udah ah bub, aku sama baby kenzie mau pulang aja". Ucap tresa membawa tas dan langsung menggendong baby Kenzie pergi keluar.
Raka yang melihatnya langsung mengejar dan mencoba menghentikan tresa tepat di depan meja kerja Kirana. "sayang, kok pulang sih?". Tanya Raka yang masih tak sadar kalau tresa tengah merasa kesal padanya.
"aku jenuh ah bub, mending hari ini aku pulang ke rumah mamih aja". Ucap tresa tak berniat masuk kembali.
"yaudah, aku anterin ya". Ajak Raka yang mendapat penolakan dari tresa. Ia lebih memilih menaiki taxi karena benar benar merasa kesal pada Raka.
Tresa kemudian pergi begitu saja dan tak mempedulikan Raka. "sayang tunggu". Teriak Raka ketika ia baru saja akan melangkahkan kakinya mengejar tresa, namun sayangnya langkahnya harus terhenti ketika Kirana tiba tiba memanggilnya.
"Pak Raka, meeting sebentar lagi". Teriak Kirana yang pada akhirnya membuat Raka tak bisa mengejar tresa.
Kini tampak tresa yang baru keluar dari dalam kantor. kepalanya terus mendongak kebelakang dan mencari keberadaan raka. "Hih, masa gak ngejar sih? Emang si bubub beneran ngira aku mau ke rumah mamih pake taxi? Gak peka banget". Kesal tresa bicara sendiri karena suaminya yang tak peka dan malah membiarkannya pulang benar benar menggunakan taxi.
Tresa pada akhirnya pulang kerumah mamihnya menggunakan taxi yang lewat. Suasana kota hari ini benar benar panas, hal ini membuat baby kenzie terus menerus menangis di perjalanan.
Sesampainya di rumah Rika..
"Mih, tresa pulang". teriak nya membuat wanita yang tengah menyiram tanaman tergesa gesa mencuci tangan dan tampak senang akan kepulangan putri dan cucunya.
"Aduh ini anak mamih sama cucu mamih kok gak bilang bilang kalo mau ke sini". Ucap Rika langsung mengambil alih gendongan baby kenzie.
Belum sempat tresa menjawab perkataan Rika, tiba tiba mamihnya ini kembali melontarkan pertanyaan dan mencari keberadaan menantunya yaitu Raka.
"Eh tres, kamu kesini pake apa? Suamimu kemana?". Tanya Rika membuat tresa langsung menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia tak tahu harus menjawab apa.
"Itu Mih, Raka lagi sibuk kerja. jadi aku pake taxi kesininya". Ucap tresa dan tak memberi tahu kebenaran soal masalah yang tadi karena tak mau membuat Rika kecewa pada suaminya.
"Oh gitu, yaudah masuk yu. Da si papih mah masih di kantor". Ajak Rika yang langsung diikuti oleh tresa masuk kedalam rumah.
Disisi lain, kini Raka tengah melakukan meeting besar dengan clien penting. Disana, Raka ditemani oleh Kirana.
Para clien tampak menyukai cara bicara Kirana dan ide nya yang cemerlang sehingga Raka berhasil mendapatkan kepercayaan dari para clien.
"Pak Raka, Saya menyetujui untuk bekerja sama dengan perusahaan anda. Tadi kami sudah lihat ide dan deretan penjelasan yang sudah disampaikan oleh sekretaris anda, kami benar benar takjub dengan cara penyampaiannya". Ucap seorang pria yang memuji Kirana.
"Ah terimakasih pak, saya juga sangat beruntung dapat memiliki sekretaris secemerlang nona Kirana". Timbal Raka sambil memuji Kirana. Hal ini berhasil membuat Kirana merona dan tampak malu.
Setelah meeting selesai, Raka tak lupa mengucapkan terimakasih pada Kirana dan berjanji bulan ini ia akan mendapatkan bonus tambahan.
Tentu saja, hal ini benar benar membuat Kirana senang. "Terimakasih pak Raka, kalau begitu bagaimana kalau kita rayakan dan makan bersama?". Ajak Kirana yang tampaknya melupakan sesuatu.
"Eum mungkin kalau untuk itu kita bahas nanti lagi, tapi kamu harus ingat sebentar lagi kan ada acara di kantor kita ini, jadi saya akan sekalian memaparkan keberhasilan kamu kesemua orang". Ucap Raka membuat Kirana kecewa sekaligus senang.
"Baik pak, terimakasih". Ucap Kirana sambil menundukkan setengah badannya. Tak lama dari itu, Raka lalu pergi meninggalkan nya sendirian.
'benar, acara penyambutan CEO baru tinggal beberapa Minggu lagi. aku harus menyiapkan dress yang cantik untuk malam yang akan datang itu'. Batin Kirana tampak exaited dan tak sabar menunggu malam itu datang.
Disisi lain lagi, kini tampak Raka yang bergegas pulang menuju rumah mertuanya karena ia tahu istrinya tengah berada disana. Dan benar saja, baru saja sampai ia langsung menemukan istri dan anaknya yang tengah duduk di taman yang letaknya ada didekat parkiran rumah.
"Sayang maafin aku yah tadi gak bisa anterin kamu, ada meeting aku lupa". ucap Raka langsung duduk disamping istrinya.
"Ya uda si gak papa". Timbal tresa singkat tanpa menoleh sama sekali kearah Raka.
"Sayang jangan marah dong, kan tinggal 2 Minggu lagi acara peresmian aku jadi CEO datang. Aku pengen dari sekarang nyiapin semuanya, mulai dari baju sampe perhiasan yang akan kamu pake, jadi jangan marah ya". Bujuk Raka yang langsung mendapat lirikan dari tresa.
"Yaudah yu sekarang kita nyiapin bajunya". Ajak tresa langsung exaited dan melupakan kejadian tadi yang berhasil membuatnya kesal pada Raka.
"Kamu emang gak cape?". tanya Raka memastikan, tresa langsung menggeleng cepat. Tak lama dari itu datanglah Rika yang langsung mengambil alih gendongan baby kenzie.
"Udah kalian berdua aja sana gih belanjanya, baby Kenzie biar sama mamih aja". Ucap Rika yang awalnya sempat ditolak oleh tresa karena ia ingin membawa anaknya. namun dengan bujukan Raka akhirnya Baby Kenzie tak diajak dan dibiarkan bersama neneknya.
Kini Raka dan tresa telah sampai disebuah butik ternama, tresa sengaja memilih butik ini karena hasil jahitannya yang tak pernah gagal.
"Yaudah yu sayang masuk, kamu pilih pilih baju yang kamu suka". Ajak Raka langsung menarik tangan tresa masuk kedalam.
Benar saja pilihan toko tresa tak salah, didalam sana berjajar banyak dress cantik dan mewah yang tentu saja memiliki harga fantastis.
"Bub,yang itu aku pengen coba". Tunjuk tresa kearah sebuah dress berwarna hitam.
"Yaudah, aku nunggu disini ya". Timbal Raka sambil duduk diatas sofa dan menunggu keluarnya tresa dari dalam ruang ganti.
Tak perlu waktu lama, tresa langsung keluar dengan dress pilihannya tadi. "bub, ini gimana? Kamu suka gak". Tanya tresa pada Raka yang tengah fokus melirik kearah ponselnya.
Setelah mendengar suara tresa, Raka lantas mematikan ponselnya dan menoleh kearah istrinya yang kini benar benar menawan.
Deg..
"Benar benar menawan". Ucap Raka tak berkedip sama sekali.