NovelToon NovelToon
Talak Dimalam Pertama Pernikahan

Talak Dimalam Pertama Pernikahan

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: rafizqi

Tepat dimalam pertama pernikahan, dimana malam yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Aluna, namun harus berakhir duka sebab Bagas yang telah sah menjadi suaminya kepergok berselingkuh bersama Sania, adik tiri Aluna. Aluna pun terpaksa di talak demi menikahi Bagas dan Sania.

Malam itu pun menjadi malam kehancuran bagi Aluna. Namun, sesuatu terjadi ketika dia diam-diam pergi dari rumah dan menawarkan diri kepada pria asing di sebuah Club hingga dia melakukan hubungan semalam yang menyebabkan dirinya mengandung anak pria asing tersebut.

Bagaimanakah nasib Aluna selanjutnya?

EKSLUSIF HANYA DI NOVELTOON. JIKA ADA DITEMPAT LAIN SUDAH PASTI PLAGIAT.

IG author: @rafizqi0202
fb: Rafizqi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Semalaman Bagas nampak gelisah. Dia terlihat uring-uringan di atas tempat tidur. Kedua matanya terjaga dan tak bisa dia pejamkan sedikitpun. Pikirannya tidak bisa berpaling dari Aluna.

Hatinya selalu bertanya-tanya siapa yang telah mengirimi Aluna hadiah tadi sore. Dia ingin sekali bertanya dan protes, tapi bagaimana caranya?

Pikirannya menjadi tak tenang dan gelisah, dan hatinya merasa cemburu kala memikirkan jika benar Aluna memiliki kekasih lagi. Apalagi, mendengar cerita Sania tentang besarnya hadiah yang dikirim untuk Aluna, membuatnya berpikir bahwa orang itu bukanlah orang biasa.

Lama dia terdiam dengan posisi duduk bersandar di atas ranjang, tatapannya mendadak teralihkan kepada Sania yang nampak masih nyenyak didalam tidurnya.

Tak lama, dia pun beranjak dari duduknya dan diam-diam pergi keluar.

Jam menunjukan pukul 1 malam, Dimana semua orang masih tertidur pulas di tempatnya masing-masing. Namun, Bagas malah diam-diam pergi ke kamar Aluna.

Sesampainya didepan kamar, dengan pergerakan perlahan, Bagas memegang kenop pintu dan membukanya perlahan.

Ceklek....

Dia merasa beruntung malam ini, sebab pintu kamar Aluna sama sekali tidak dikunci. Dia pun tersenyum senang, lalu masuk secepat kilat sebelum ada yang melihatnya.

Disana, Aluna nampak tertidur pulas. Sedangkan Bagas sudah menatapnya dengan tatapan berbeda.

Dia nampak menelan salivanya, menatap penuh hasrat setiap inci lekuk tubuh Aluna yang hanya memakai dress tidur yang seksi.

"Aluna. Kamu terlihat sangat cantik dengan baju ini" Lirihnya, mengusap lembut kaki jenjang Aluna yang putih.

Aluna yang merasakan sentuhan di tubuhnya terlihat menyerjap, membuka matanya, dan dia langsung berteriak ketika menyadari seseorang berada di dalam kamarnya.

"Hahhhh. Mas Bagas. Kenapa kamu ada disini?" Aluna langsung menarik tubuhnya menjauh, menutup tubuhnya dengan selimut tebal.

"Aluna. Aku.... " Bagas nampak kebingungan, namun pikirannya sudah dikuasi oleh hasrat yang memuncak. Lalu, mendekap tubuh Aluna dan menciumnya dengan rakus.

"Bagas jangan. Ahhh. Apa yang kamu emmm lakukan Bagas" Aluna memberontak, namun kekuatan Bagas jauh lebih besar darinya, membuatnya kesulitan untuk menghindar.

"Ahhhh"

Bagas seketika memekik kesakitan dan melepaskan ciumannya disaat Aluna dengan sengaja menggigit bibirnya.

Aluna pun menggunakan kesempatan itu untuk berteriak meminta tolong.

"Tolong. Papa. Nenek. Tolong!" Teriak Aluna yang sudah berlari keluar kamarnya.

Bagas mendecah kesal, yang masih menahan sakit di bibirnya, sementara Aluna sudah diluar dan semua orang sudah menghampirinya usai dikejutkan oleh suara teriakannya tadi.

"Aluna ada apa?" Nenek bertanya dengan khawatir, dan memeluk tubuh cucunya itu untuk menenangkannya.

"Dia nek. Bagas ingin melecehkan aku" Ucap Aluna yang terlihat ketakutan. Semua orang mulai saling menatap.

"Kamu jangan bicara omong kosong Aluna. Gak mungkin mas Bagas seperti itu" Timpal Sania tak terima.

"Lihat saja ke kamar ku kalau kalian tidak percaya. Dia ingin melecehkan aku" Jawab Aluna, namun langsung dipotong oleh Bagas.

"Bohong. Dia yang menggodaku. Dia datang kepadaku dan membawaku ke kamarnya. Aluna, kamu jangan memfitnah. Sudah jelas-jelas kamu yang menarik ku kesini. Apa kamu mau membuat Sania salah paham kepadaku?" Sanggah Bagas memotong.

Sania dan Sekar mulai menatap Aluna geram, sementara Bagas langsung menghampiri Sania dan meminta maaf. Bagas buru-buru mengatakan bahwa Aluna telah menggodanya, Sania dan Sekar pun percaya dan malah menghina Aluna dan menyalahkannya

"Sayang maafkan aku. Aku tidak hati-hati disaat dia mencoba menggodaku. Dia meminta tolong untuk memperbaiki lampu di kamarnya, tapi dia memaksaku, dan sekarang malah memfitnahku" Ujar Bagas lagi meyakinkan Sania.

Aluna menatap laki-laki itu dengan sorot yang tajam, dia menggeleng tak menduga bahwa Bagas pandai bermuka dua. Semakin yakin hatinya untuk melupakan laki-laki itu.

"Aluna apa maksudmu ingin menggoda suamiku. Kamu ingin balas dendam ya. Kamu pikir, dengan menggoda mas Bagas, kamu akan mendapatkan dia lagi?" Serang Sania.

"Saya sudah menduga. Dia adalah wanita licik. Sejak awal saya sudah curiga bahwa dia memang memainkan peran kebohongannya. Hadiah yang dia terima tadi sore juga pasti hanya akal-akalan dia saja untuk memancing Bagas" Timpal Sekar.

"Jaga bicara kalian. Cucu saya bukan wanita seperti itu. Yang harus kamu pertanyakan adalah sikap dan perilaku anak kamu sendiri. Menikah hasil merebut suami kakak sendiri, apa tidak malu?" Jawab nenek tak suka dengan hinaan kedua wanita itu kepada cucunya.

"Halah. Wanita seperti itu dibela saja terus. Nanti semakin ngelunjak aja prilakunya" Sinis Sekar.

"Cukup ya. Kalian berdua itu tidak jauh berbeda dengan perilaku laki-laki tidak tahu diri ini. Apa kalian pikir aku sebodoh itu menyuruhnya ke kamarku di jam seperti ini untuk memperbaiki lampu di kamar ku? Hah?" Teriak Aluna kesal.

"Kamu pikirkan saja, kenapa suamimu keluar dari kamar mu di jam 1 malam seperti ini. Hah? Jika aku benar menggodanya, apa kamu tidak bertanya kepada suami mu yang paling jujur ini tentang kesetiaannya kepadamu, kenapa dia sampai masuk ke kamarku dan tidak menolaknya jika aku menyuruhnya masuk. Apakah dia benar setia kepadamu, atau jangan-jangan malah memikirkan hal lain. Seharusnya dia tidak masuk jika dia menghargai dirimu sebagai istrinya"

"Tapi, memang sejak awal dia memang suka pergi menemui wanita lain secara diam-diam, ups keceplosan" Aluna balik menyerang Bagas dengan kata-kata sindiran.

Dia benar-benar geram melihat ketiga orang itu yang selalu saja menghinanya tanpa henti.

"Mas. Kenapa kamu diam saja. Dia itu benar hanya ingin menggoda Bagas untuk menghancurkan pernikahan Sania dan Bagas. Kamu sudah tahu kan, aku sudah memberikan buktinya kepadamu kemarin, sekarang lihatlah perilaku anakmu ini" Adu Sekar kepada Williams yang nampak diam sejak tadi

"Pa. Jangan percaya kata-katanya. Aku tidak pernah mencoba menggoda Bagas. Dia lah yang datang ke kamarku dan dia mencoba untuk melecehkan aku, pa"

Aluna tidak diam begitu saja, dia mengatakan kebenaran bahwa Bagas lah yang datang ke kamarnya dan mencoba melecehkannya.

"Bohong pa. Aku melihatnya kalau dia menggoda suamiku. Sejak awal aku juga curiga. Ini hanya rencana liciknya saja" Timpal Sania.

"Kamu jangan percaya sama Aluna, Mas. Dia itu wanita penggoda. Gak mungkin kan Bagas seperti itu, dia itu Dokter, dengan latar belakang keluarga yang terhormat, mana mungkin dia akan menggoda Aluna yang jelas-jelas sudah dia talak. Sekarang sudah terbukti bagaimana perilakunya yang sesungguhnya dengan menggoda Bagas masuk ke kamarnya" Sambung Sekar.

"Pa. Jangan terpengaruh, mereka itu.... "

"Diam Aluna!" Pekik William.

"Papa sudah tahu perilaku kamu di luar rumah. Pantas saja Bagas sampai meninggalkan kamu, ternyata kamu memang suka menggila di luar sana" Lanjut William kecewa.

William bukannya membela Aluna dan malah terpengaruh oleh ucapan istri dan anak tirinya, membuat posisi Aluna semakin terpojok. Aluna menatap ayahnya tak percaya.

Sania dan Sekar langsung tersenyum menyeringai. Keduanya sudah merencanakan ini sebelumnya untuk membuat Aluna buruk dimata William. Dengan begitu, mereka akan semakin mudah untuk menyingkirkan Aluna dari rumah tersebut.

"Pa. Papa jangan percaya dengan mereka. Itu fitnah pa"

"Diam. Aku tidak sudi memiliki anak pel\@cur seperti kamu, Aluna. Pergi dari rumah ini, dan jangan kembali lagi" Teriak William dengan tatapan dingin menunjuk lurus ke arah pintu.

"William. Apa kamu gila?" Nenek langsung protes.

"Aluna. Jangan pergi nak. Jangan dengarkan ucapan papa mu" Lanjut nenek cemas.

Aluna masih diam dengan air mata yang sudah meluruh. Tatapan kecewa dan marah tertuju kepada ayahnya yang nampak memalingkan wajahnya.

Ada sedih, kecewa dan kesal melihat ayahnya yang lebih mempercayai Sekar dan Sania, tanpa mau mendengarkan kata-kata darinya.

Aluna yang sudah tak tahan pun masuk ke kamarnya dengan marah. Tak lama, dia pun kembali keluar dengan sebuah koper dan baju yang sudah diganti.

"Jangan pergi nak. Jangan tinggalkan nenek" Nenek Asila menangis memohon.

Aluna menatap neneknya sedih, "Maafkan Aluna nek. Aluna harus pergi dari sini. Aluna janji, setelah Aluna mendapatkan kehidupan yang layak, Aluna akan datang menjemput nenek"

Usai mengatakan itu, Aluna pun pergi begitu saja dari rumah yang sudah seperti neraka baginya itu. Tak peduli walaupun neneknya menangis dan memohon kepadanya, dia tetap pergi meninggalkan rumahnya. Berat, tapi dia harus pergi meninggalkan segala kenangan dari pada harus menerima hinaan setiap hari.

.

.

.

Bersambung.

1
Endang Hidayanti
bersambung tapi gak tuntas
Nabila Bilqis
kok altar thor
ini beda agama apa gimana thor 🙏
Yusmaniar
👍👍👍💞💞
D Mamie...
keren ceritanya 👍
Sri Letna Marasabessy
heran banyak cerita di novel toon ktnya tamat akhirnya ceritanya nggantung nggak jelas
ayu cantik
suka
Betty
kok cerita'y ngambang gx ada lanjutan'y..?!
Siti Maulidah
ceritanya sllu menarik
Rika Kamiko
woi tor, manalanjutan ektra part nya,, jgnbikin penasaran dong..
sri damayanti
lanjuttttt
Nur Hafidah
siapa sih yang telp kok sampai kaget gitu
sri angga
kl masih dibuku knp org lain bisa narik??
Wartini
mana sambung annya
Wartini
bagus ceritanya
Alby Raziq
Kecewa
Alby Raziq
Buruk
Kasmawati S. Smaroni
rasakan lu aluna
Sri Susilowati
dicari judulnya blm muncul y
Diana Qinoy
cepet banget habisnya ..kurang greget
Diana Qinoy
sania sok kecakepan 😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!