NovelToon NovelToon
Novemberain

Novemberain

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Misteri / Patahhati / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:69.9k
Nilai: 5
Nama Author: Evi Tamala

Aku bertemu dengannya saat bulan November. Saat di mana hujan turun dengan begitu derasnya. Aku yang saat itu sedang menikmati hujan, tiba tiba seseorang datang memberikan aku sebuah payung. Di situlah kami mulai mengenal dan saling bertukar nomer Hp. Di lain waktu ia mengajak aku untuk keluar bersama, ia merupakan laki laki yang sangat tampan, ramah dan murah senyum. Aku merasa nyaman di dekatnya. Sejak saat itu pertemuan sering kami lakukan di bulan November. Kami menikmati hujan bersama karena ternyata ia sama sepertiku yang suka akan hujan...Tapi tanpa sepengetahuanku, ternyata dia mempunyai penyakit yang mematikan. Yang membuatku kehilangan dia tuk selamanya.

Penasaran dengan cerita ini, jangan lupa untuk tambahkan ke favorit dan tunggu update update selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masak bareng Bunda

Pagi harinya, Naila dan Ila bersih bersih bareng dan masak bareng. Selesai masak, merekapun makan bareng di meja makan.

"Sayang?" Panggil Ila.

"Iya bunda." Jawab Naila setelah ia selesai makan suapan terakhirnya. Setelah itu, ia mencuci tangan di baskom yang sudah terisi air yang emang di gunakan untk mencuci tangan. Selesai mencuci tangan, ia mengambil serbet warna orange yang ada di atas meja dan membersihkan tangannya yang masih basah.

"Nanti bunda akan pergi keluar kota dan kemungkinan selama satu minggu." Ujar Ila.

"Kenapa lama sekali bunda?" tanya Naila heran.

"Bunda akan membuka cabang di sana sayang." Jawab Ila.

"Di sana mana bunda?" tanya Naila yang masih belum mengerti.

"Di Bali. Di sana kan banyak turis yang singgah di Bali jadi bunda mau coba buka cabang di sana. Kalau sukses dan berjalan lancar, bunda akan coba di kota kota yang lain nak biar resto kita bisa maju dan berkembang." Jawab Ila.

"Baiklah biar nanti resto yang ada di Jakarta aku yang ngurus bun." Jawab Naila.

"Emang gak papa kamu ngurus dua resto sekaligus?" tanya Ila.

"Gak papa bunda santai aja, aku pasti bisa kog." Jawab Naila tersenyum.

"Makasih ya nak, kamu emang putri kebanggaan bunda. Bunda sangat bahagia dan merasa sangat bersyukur karena telah melahirkan kamu yang kini menjadi bidadari di hati bunda. Semoga kelak kamu bisa mendapatkan kebahagiaan yang  belum pernah bunda berikan untukmu." Ujar Ila.

"Bunda apaan sih, aku sudah bahagia tinggal sama bunda dan sangat sangat bahagia." Ucap Naila.

"Syukur Alhamdulillah jika kamu bahagia tinggal sama bunda. Kalau gitu, bunda mau mandi dulu ya mau siap siap." Ujar Ila.

"Iya bunda, aku mau bersihkan ini dulu setelah itu langsung mandi dan berangkat sekolah." Ucap Naila.

"Iya sudah jangan lama lama bersih bersihnya, nanti telat."

"Iya bunda."

Setelah bundannya pergi untuk mandi, Ila segera membersihkan piring piring yang kotor mengumpulkannya menjadi satu lalu mencucinya. Setelah selesai mencuci piring, ia segera pergi ke kamarnya untuk mandi. Tak butuh waktu lama untuk mandi hanya sekitar lima belas menit saja. Selesai mandi, ia segera mengeringkan tubuhnya dengan handuk lalu memakai seragam sekolah tak lupa ia memakai make up. Selesai memakai make up, ia mendengar bundannya memanggil.

"Naila."

"Iya bunda," jawab Naila.

"Bunda berangkat dulu, kamu jaga diri baik baik. Nanti uang jajan kamu akan bunda transfer." Ujar Ila.

"Iya bunda."

"Bunda berangkat dulu. Assalamu'alaikum." Ujar Ila.

"Waalaikumsalam."

Naila pun gak bisa mengantarkan bundannya sampai depan rumah karena ia sendiri juga sibuk untuk beres beres buku yang akan ia bawa ke sekolah. Setelah memasukkan buku pelajarannya, ia segera membereskan kamarnya yang sudah seperti kapal pecah. Setelah beres beres kamar, ia segera mengambil kunci sepeda motor lalu segera berangkat. Namun betapa apesnya dia karena saat sepeda motornya mau di hidupkan ternyata gak hidup hidup. Ia pun memikir sejennak.

Kalau di bawa ke bengkel itu gak mungkin, ia pasti telat. Naila pun memasukkan sepedanya ke tempat semula, ia segera berlari ke jalan raya dan mencoba untuk menghentikan angkot. Namun sudah 10 menit ia menunggu, tak ada angkot yang lewat sedangkan 18 menit lagi pagar sekolah pasti akan di tutup. Naila cuma bisa pasrah dan  berdoa semoga akan ada keajaiban di pagi ini agar ia tak telat masuk sekolah. Belum juga ia selesai berdoa, tiba tiba ada mobil yang berhenti di depannya.

"Masuk." Ucap seseorang sambil membuka pintu mobil di sampingnya.

"Tapi......."

"Kamu mau telat?" tanya seseorang yang ternyata dia adalah Marfel, guru yang selalu membuat Naila naik darah.

Naila pun tak ada pilihan selain naik ke dalam mobil dan duduk di samping Pak Marfel.

Sepanjang jalan tak ada satupun yang berbicara, Marfel memilih untuk fokus ke depan sedangkan Naila merasa gelisah, ia merasa tak nyaman satu mobil dengan Pak Marfel karena takut ketemu dengan murid yang lain yang akhirnya akan ada gosip ini dan itu. Sedangkan Naila paling benci jika dirinya di gosipin apalagi jika gosip yang tesebar itu tidaklah benar.

"Kenapa diam?" tanya Marfel berusaha mencairkan suasana melihat muridnya yang dari tadi gelisah.

"Anu pak, bingung mau ngomong apa." Jawab Naila berusaha untuk menetralkan perasaannya.

"Kenapa bingung, kalau mau ngomong. Ngomong aja, gak perlu takut. Aku gak mungkin gigit kamu." Ujar Marfel santai.

"Eh, iya pak." Jawab Naila gugup.

"Gimana hukumannya yang saya berikan kemaren? Sudah selesai belum?" tanya Marfel yang ingat dengan hukuman yang ia berikan kemaren kepada Naila yang diam diam telah membicarakn dirinya.

"Sudah pak, bentar ya." Jawab Naila sambil mengambil buku dari dalam tas nya.

"Ini pak." Ujar Naila sambil menyodorkan buku yang ia pegang. Marfel pun mengambil buku itu dan menaruhnya di depan  kemudi.

"Lain kali jangan suka ngomongin orang di belakang." Ujar Marfel menasehati.

"Iya pak, maaf. Saya janji gak akan mengulanginya lagi." Ucap Naila.

"Baguslah. Awas aja jika sampai aku dengan kamu berbicara yang tidak tidak di belakang saya, saya tak akan segan segan memberikan hukuman yang lebih berat dari ini." Ancam Marfel.

"Iya pak, saya janji tak akan mengulanginnya. Dan yang kemaren itu adalah yang terakhir." Ujar Naila gugup.

"Sip." Ucap Marfel, ada senyum tipis di bibirnya hanya saja Naila tak melihatnya.

Setelah hampir sampai di sekolah, Marfel menghentikan mobilnya dan meminta Naila turun karena ia tak ingin terlihat oleh siapapun. Naila pun mengerti, ia segera turun dari mobil gurunya itu. Setelah Naila turun, Marfel segera melanjutkan mengemudi mobilnya dan memasuki area sekolahan dan langsung menuju parkir mobil.

1
Sri Puji Lestari
lanjut thor
Evi Tamala: Aku sudah update sampai tanggal 20 kk. Untuk besok, update jam 6 pagi.
total 1 replies
Clara Anissa
wah seru
Sri Puji Lestari
lanjut thor
Sri Puji Lestari
lanjut thot
Sri Puji Lestari
lanjut thor saya hanya 1 part
Sri Puji Lestari
lanjut thor
Sri Puji Lestari
lanjut thor
Bety Nurlaila
lanjut kak tetap semangat terus ya kak 💪
Sri Puji Lestari
lanjut thor
*_Santhyc_*
lanjut kak
Dya Rachma
akhirx up juga 😍
Ruslinawaty Marzuki
kok cerita segitu aja nggak ada kata end dan bikin penasaran....
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
temen ga tau diri udh minjem milih yang bagus 🤨
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Dya Rachma
sdh ada keterangan end..padahal ceritanya masih menggantung 😔
Dya Rachma: alhamdulillah dibalas kak evi😍 ok mksh kak mudah²an lekas naik view ya kak 🤲
total 2 replies
Dya Rachma
lanjut kak, up yg bnyk biar tambah seru 😍
Dya Rachma: orang surabaya kak, berarti tetanggan kita..aku disidoarjo kak🤭
total 3 replies
aprian Akamal
thor dimana dirimu
Bety Nurlaila
lanjut kak
ig@taurusdi_author
hadirrrr bawa like yang tertinggal.

semangat berkarya thor
Sweety
hy thor semangat upnya salam hangat dati my idol si my boyfriends
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!