bermula dari seorang lelaki yang datang dari keluarga biasa saja, yang ingin mengutarakan niat baiknya untuk meminang kekasih hatinya, Elsa Pitaloka.
tapi, naasnya, keluarga sang pujaan sama sekali tak menyukainya. karena ia adalah lelaki miskin yang tak berpangkat.
saat itu juga, sang pria yang dikenal dengan nama Bastian mereka patah hati. karena keluarga sang kekasih. tak hanya menolak dirinya, namun juga, mereka menghinanya habis-habisan. yang paling membuat dirinya kesal ialah sang kekasih yang sama sekali tak memperjuangkan nya.
ia merasa tak berdaya, dan menganggap dirinya tak berguna sama sekali. karena setelah ini, ia tidak tau kemana tujuan hidup selanjutnya. sampai akhirnya, ia bertemu dengan seorang perempuan yang membuatnya bangkit kembali.
lalu bagaimana kisahnya. ikuti terus ya guys.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisa saumatgerat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. menceritakan kisah hidup kembali
di tengah perbincangan mereka. Nyonya marsita tiba-tiba teringat dengan seorang gadis yang datang bertamu tadi siang dan mengaku sebagai teman Bastian di tempat tinggal yang lama.
"Oh ya nak, tadi siang ada seorang gadis yang datang bertamu ke rumah. namanya Elsa dia bilang, dia adalah teman kamu semasa masih di tempat tinggal yang lama." tutur nyonya marsita. Bastian yang fokus bermain dengan hp-nya seketika berhenti mendengar penuturan sang mama. kemudian ia menatap wajah.
"Siapa mah? Elsa Pitaloka?" tanya Bastian lagi kepada nyonya marsita. Nyonya marsita berpikir sejenak, kemudian mengangguk dengan ragu-ragu.
"em.. Mama kurang tahu juga. yang penting ia menyebutkan namanya Elsa. tapi kalau Elsa Pitaloka Mama kurang tahu.!" ujar nyonya marsita kepada sang anak.
Bastian yang tidak ingin kebingungan memikirkan apa yang dikatakan sang mama langsung mengotak-atik ponselnya kembali mencari akun atau sosial media milik Elsa Pitaloka. tentu saja Elsa Pitaloka tak kekurangan akun sosial media, Elsa yang seorang gadis pecicilan dan materialistis itu tentu saja menggunakan sosial media untuk memikat lawan jenisnya apalagi orang yang dari kalangan atas.
"Apakah ini orangnya mah..??" tanya Bastian lagi dengan santai. Bastian tentu saja tak ingin membuat atau mengundang banyak pertanyaan di benak kedua orang tuanya itu.
saat Nyonya marsita melihat gambar seorang gadis yang ditunjukkan oleh Bastian itu pun langsung menganggukkan kepalanya. pertanda bahwa wanita yang dimaksud itu adalah perempuan yang ada dalam gambar tersebut.
"Iya itu orangnya.. cantik juga ya nak.." puji Nyonya marsita untuk sesaat. Bastian yang mendengarkan pujian sang Mama itu pun langsung tersenyum miris. ia mana sejenak foto Elsa yang terpampang di akun sosial medianya itu.
"Iya ma, dia cantik. tapi hatinya tak secantik wajahnya." gumam Bastian dengan pelan namun masih didengar jelas oleh telinga kedua orang tuanya. apalagi melihat tatapan dan senyum miris yang bukan merupakan ciri khas Bastian, ekspresi itu tentu saja mengundang beberapa pertanyaan di benak Nyonya marsita.
"Apa maksudnya nak? Mama tidak mengerti..?? katakan pada Mama ada apa.?" tanya nyonya marsita lagi. jujur saja melihat senyum miris yang ditunjukkan oleh sang anak membuat Nyonya marsita menjadi was-was. tentu saja Nyonya marsita tidak akan memaafkan orang-orang yang telah melukai dan menyakiti anaknya sebelum sang anak bertemu dengan kedua orang tuanya.
"hah !! tidak apa-apa ma. Tapi sebaiknya Mama tidak usah lagi menyambut Elsa. karena apa yang dikatakan Elsa semuanya adalah kebohongan." ujar Bastian dengan ekspresi acuh tak acuh. entah kenapa, tiba-tiba ia mengingat perlakuan kedua orang tua Elsa yang menghina dan menolaknya mentah-mentah. Bastian tidak dendam, hanya saja perlakuan yang seperti itu tentu saja membuat ia masih merasa sakit hati. Ia juga tidak ingin mencintai perempuan yang sama untuk yang kedua kalinya.
"maksudnya apa bas. ceritakan sama mama dan papa, agar Mama dan papa bisa mengetahui cerita kamu yang sebenarnya semasa hidup di luar. papa sama Mama juga tidak ingin mengambil keputusan yang barangkali kamu tidak menyukainya." jelas Tuan Danu mencoba memancing cerita masa lalu sang anak.
mendengar kedua orang tuanya yang begitu antusias mendengar cerita masa lalunya itu membuat Bastian menghala nafasnya dengan gusar. jujur saja Ini bukanlah cerita yang menarik untuk di ungkit kembali. tapi apa boleh buat, Bastian juga harus menceritakan kepada kedua orang tuanya agar keduanya tidak terjerumus dengan rasa bersalah sehingga menerima Siapa saja orang yang mengaku bersahabat baik dengan dirinya semasa ia masih di tempat tinggalnya yang lama.
Bastian pun mulai menceritakan kisahnya. walaupun kemarin-kemarin ia sudah menceritakan Bagaimana kehidupannya di luar sana, namun tentu saja belum semua kisah yang ia ceritakan kepada kedua orang tuanya.
Bastian pun mulai mengungkap satu persatu kehidupannya. dimulai saat ia bersusah payah untuk membantu kakek yang sudah menemukan dan merawat dirinya untuk mendapatkan asupan makanan juga biaya untuk ia bersekolah.
Bastian juga menceritakan Bagaimana semasa sekolahnya dulu, mulai dari dihina, direndahkan, dibully dan dihajar habis-habisan oleh teman-teman sekelasnya hanya karena miskin dan berbeda dengan yang lain. Ia juga menceritakan kisah cintanya bersama dengan Elsa Pitaloka. Ia menceritakan bagaimana ia bersusah payah untuk berusaha memenuhi kebutuhan gadis itu, namun ketika ia mengajukan niat baiknya untuk meminang Elsa, ternyata niat baik itu tak disambut baik oleh keluarganya. bahkan yang Bastian terima hanyalah cemoohan dan hinaan serta makian yang tidak ada habisnya.
nyonya marsita dan Tuan Danuarta yang mendengar betapa pahitnya cerita sang anak itu pun mengepalkan tangan mereka kuat-kuat. dada keduanya begitu sesak, mereka Tak habis pikir ternyata begitu sulit kehidupan anaknya di luar sana.
***bersambung***