NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: tamat
Genre:Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Pihak Ketiga / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:105.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: alfajry

Menikahi lelaki tampan, kaya raya, CEO pula! siapa yang tidak tergila-gila??

TIDAK!
Berbeda dengan Hazeline. Ia justru mencintai Sekertaris Suaminya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfajry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menempatkan Tanggung Jawab

Nathan berhasil menemukan Hazeline. Wanita itu berjalan di trotoar dengan santai. Sesekali dia mendongak menatap langit. Hatinya kesal sebab melihat Manu masih saja dekat dengan perempuan lain padahal ada dirinya disana.

Nathan mengikutinya dari belakang. Menjaganya dengan jarak yang cukup. Walau bagaimana pun, istri bosnya itu pasti perlu waktu untuk sendiri.

Ponsel Nathan bergetar. Dengan mata yang terus fokus pada Hazeline, dia mengangkatnya.

Mata Nathan menyipit saat melihat Hazeline didekati oleh beberapa pria.

"Hei, jangan sentuh aku!" Pekik Hazeline yang spontan membuat Nathan berlari kearahnya.

BUG! Hantaman keras mendarat di wajah pria yang mencoba menyentuh Hazeline. Dia berdiri didepan wanita itu, mencoba melindunginya.

"Tetap dibelakangku." Ucap Nathan dengan pandangan yang fokus pada tiga pria di depannya. Hazeline terenyuh. Dia tak tahu bagaimana Nathan bisa sampai dan melindunginya.

"Brengsek! Beraninya kau!"

Pertarungan terjadi dan membuat Hazeline mundur beberapa langkah. Matanya membulat melihat bagaimana Nathan berusaha melindunginya. Lelaki itu beberapa kali terkena pukulan, tapi tak membuatnya roboh dan semakin garang melawan mereka.

Dari belakang, tanpa Hazeline sadari, mulutnya disekap oleh seseorang yang membuatnya menjerit tertahan. Hazeline memberontak sampai membuat orang dibelakangnya menjambak dan menamparnya supaya tenang.

Namun tak berselang lama, Nathan meluncur dan memberi serangan telak hingga pria itu terkapar seperti temannya yang lain.

Hazeline terjatuh. Dia syok dengan aksi tiba-tiba yang ingin membawanya pergi.

"Hei, hei.. kau tidak apa-apa?" Nathan berjongkok didekatnya dan langsung Hazeline memeluknya.

Wanita itu menangis sesegukan. Dirinya masih terkejut hingga tubuhnya ikut bergetar. Kalau saja Nathan tidak ada, sudah dipastikan ia akan diperkosa oleh orang-orang itu.

"Tidak apa-apa. Ada aku disini." Nathan memberanikan diri memeluk Hazeline. Dia cukup merasa bersalah karena telah mengawasi dari jauh. Padahal kalau dia berjalan bersama Hazeline, hal ini tentu tidak akan terjadi.

...💐...

Mendengar istrinya mendapat serangan, Manu bergegas pulang. Dia masuk kedalam kamarnya. Ia mendapati Nathan, beberapa pelayan, dan perawat tengah membersihkan luka yang ada di sudut bibir Hazeline.

"Apa yang terjadi?!"

Gelegar suara Manu membuat semua tertunduk. Kecuali Hazeline. Dia tahu, dia yang harus bicara supaya Manu tidak menyalahkan pihak lain.

"Ini karena aku yang tidak hati-hati."

Manu mengalihkan wajah pada Nathan. Lelaki itu juga terlihat lebam di sudut matanya.

"Maafkan saya tu-"

BUG! Nathan tersungkur, dia memegangi perutnya yang ditendang oleh Manu.

"Tuan! Apa anda sudah gila?!" Pekik Hazeline pada suaminya sampai ia berdiri dari tempatnya.

Mendengar pertengkaran, perawat dan beberapa pelayan yang ada di dekat mereka segera pergi.

"Aku menyuruhmu melindunginya, kau malah membuatnya terluka!"

Kening Hazeline berkerut mendengar ucapan Manu pada Nathan yang sudah berdiri dan menunduk. Kata maaf pun tak lagi bisa membuatnya selamat dari hantaman tuan besar.

"Keluar dari kamarku!"

Nathan menunduk, lalu keluar dari kamar tuan besarnya, menyisakan sepasang suami istri yang saling diam beberapa saat.

Hazeline menatap suaminya nanar. Sedangkan Manu duduk di kursi besar miliknya dengan wajah gusar.

"Anda.. menyuruh Nathan melindungiku?"

Suara Hazeline membuatnya menatap sang istri.

Hazeline tersenyum miring, lalu tertawa kecil. "Anda memukul Nathan karena menganggap dia lalai, tuan?"

"Aku menyuruhnya menjagamu. Kalau kau terluka, aku akan menghabisinya."

Hazeline kembali tertawa, membuat Manu tak bisa menebak apa yang ada di pikiran istrinya.

"Jadi.. anda melemparkan tanggung jawab pada Nathan, lalu marah jika dia tak tuntas dalam pekerjaannya? Sebenarnya, yang menjadi suamiku, anda... atau Nathan?"

Manu terbelalak. Hazeline tampak berani. Apalagi kini ia melangkahkan kakinya mendekat pada Manu.

"Seharusnya, andalah yang melindungiku, tuan. Bukan Nathan. Dia menolongku dari orang-orang yang akan memperkosaku, dan anda malah menghajarnya?"

Manu semakin tak berkutik mendengar kalimat yang keluar dari mulut Hazeline. Diperkosa? Istrinya akan diperkosa?

Dengan tegak ia berdiri. "Siapa orang brengsek yang mau memperkosamu!! Aku akan membunuh mereka!"

"Pengawal yang anda beri tanggung jawab untuk melindungiku itulah yang telah menghabisi mereka. Lalu, anda? Tanggung jawab apa yang anda pikul untuk saya?"

Mata Manu menajam tatkala Hazeline membicarakan soal tanggung jawab. Padahal dia memberikan nafkah yang besar untuk wanita itu.

"Kalaupun terjadi sesuatu padaku, yang patut disalahkan adalah anda, tuan. Tapi anda tidak perlu khawatir, karena mulai saat ini, aku tidak membutuhkan perlindungan dari anda lagi."

Hazeline melangkah keluar, membuat Manu menendang barang-barang yang ada didekatnya dengan kasar.

Ucapan Hazeline menyelinap kedalam hatinya. Dia tahu, dia memang melemparkan tanggung jawabnya pada orang lain. Tapi tak pernah sampai dipikirannya hal ini akan terjadi.

Dia pikir, melindungi Hazeline dengan cara ini akan membuat istrinya nyaman. Tapi ternyata, Hazeline malah semakin tidak menyukainya.

~

Hazeline mempercepat langkahnya. Dia mencari Nathan keseluruh tempat di rumah besar itu. Dia bertanya pada beberapa penjaga namun mereka menggelengkan kepala karena tak melihat Nathan lewat di dekat mereka.

Hazeline sempat menyerah. Mungkin Nathan sudah pergi, pikirnya. Sampai ia tak sengaja melihat bayangan seseorang dibalik tembok belakang rumahnya.

Nathan, dia duduk disana dengan tatapan kosong kedepan. Jasnya pun sudah terlepas dan ia letakkan disebelahnya. Kemeja yang sudah berantakan, juga lebam di pelipisnya membuat Hazeline yakin Nathan sedang tidak baik-baik saja.

"Nath.."

Lelaki itu menoleh, lalu menggeser tempat duduknya saat melihat Hazeline mendekat.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Nathan pada Hazeline yang baru saja duduk. Wanita itu mengangguk.

"Apa sakit?" Hazeline menunjuk perut yang ditendang Manu tadi.

"Tidak." Jawab Nathan bohong. Mana mungkin tidak sakit. Kaki panjang dan tendangan kuat itu membuatnya tersungkur. Dia diam sejak tadi karena menahan nyeri dalam perutnya.

Mereka berdiam cukup lama. Hanya ada suara hewan kecil disekitar mereka. Udara malam cukup dingin, namun cahaya bulan sangat terang dan banyak bintang bertabur diatas langit hitam.

"Maafkan aku."

"Kau tidak salah." Ucap Nathan cepat. "Ini memang salahku. Aku seharusnya terus ada di sampingmu, menjagamu. Wajar kalau aku dihajar."

Hazeline sejujurnya agak kecewa saat tahu bahwa Manu memberi Nathan perintah untuk melindunginya. Dia mengira, Nathan memang selalu ada saat dia butuh. Kemanapun ia pergi, Nathan selalu mengikuti dan menghiburnya.

Berdirinya Nathan didepannya tadi membuat Hazeline sempat terkesima oleh perlindungannya. Tapi ternyata, Hazeline yang terlalu berpikir diluar wajar.

"Seharusnya aku tidak jalan sendirian. Aku.. tidak tahu kau dibebankan tanggung jawab melindungiku olehnya. Kalau aku tahu, aku akan lebih hati-hati supaya kau tidak dalam masalah."

"Apa itu." Nathan menoleh. "Tanpa disuruh pun, aku pasti akan melindungimu." Katanya sembari menatap mata Hazeline lekat-lekat.

Hazeline bergetar mendengarnya. Buru-buru ia mengalihkan pandangan.

"Be-begitu, kah?"

"Mana mungkin aku membiarkanmu dalam kesulitan. Selama ini aku berusaha membuatmu teralihkan dari rasa sakit yang dilakukan suamimu."

Hazeline menahan rambutnya yang terhembus angin bersamaan dadanya yang bergemuruh.

"Aku juga menyesal karena tidak benar-benar bisa melindungimu." Suara Nathan terdengar pelan. Hazeline sampai tak bisa berkata-kata.

"...kau bisa meminta tuan Manu menggantikan orang lain untuk menjagamu."

Hazeline menatap Nathan. Di mata lelaki itu terdapat kehangatan yang tak ia dapatkan dari Manu. Cara dan sikap Nathan memperlakukannya juga berbeda. Hazeline sangat sadar bahwa Nathan menyukainya. Tapi, apa yang bisa ia lakukan?

"Kau bicara apa? Mana mungkin aku meminta kau digantikan. Selama ini kau sangat menghiburku. Aku tahu ini lucu, tapi aku nyaman saat kau ada di dekatku. Kau juga sudah mengenal apa yang kusuka dan tidak. Mana bisa aku menggantimu."

Nathan tersenyum kecil. Mendengar pengakuan Hazeline membuat hatinya berdebar.

Lihatlah wajah Hazeline dengan rambut yang terbang tertiup angin dengan lembut. Apa bisa dia melewatkan saat-saat seperti ini? Mungkin ini gila, tapi dia menyukai Hazeline sejak pertama Manu membawanya kesini.

"Kau.. lebih suka aku yang menjagamu?"

Hazeline mengangguk lambat. Ya, dia nyaman bersama Nathan.

Tangan Hazeline menarik-narik kecil lengan kemeja Nathan.

"Kumohon.. jangan pindah."

Wajah memohon itu, Nathan tak bisa menahannya. Sangat terlihat imut sampai Nathan akhirnya tertawa.

"Baiklah. Aku akan menurutimu, Nyonya." Balasnya, hingga membuat Hazeline pun akhirnya ikut tertawa.

TBC

1
yetiku86
selalu semangat berkarya Pen 💪💪💪💪
trmksh byk utk semu karya apikmu🙏🙏🙏
Syahdu: sama sama kak
total 1 replies
yetiku86
mantap Pen 👍👍👍👍
yetiku86
why Manu???
yetiku86
mbok ya jangan lari beneran to Nath, siapin mobil atau apa gitu. 😌
padahal sdh di niatkan, kok persiapannya cuma lari.
yetiku86
ternyata mimpi. ...
yetiku86
kira2 mimpi atau nyata neh ???
yetiku86
itu juga yg aku pikirkan Haze. dia bisa bermanis ria dengan perempuan lain tapi kenapa dgn istri sangat ketus dan kasar.
yetiku86
ngga adil bgt Pen, Manu yg selingkuh berulang kali tdk kau hukum
yetiku86
bgmn rasanya dihianati tuan Manu???
yetiku86
hanya ingin Hazeline....prettt...... ngomong sama ember 😡
yetiku86
gmn ini Pen, mau ndukung tapi salah ??? 😔
yetiku86
tutup mata paman Jay 🙈
yetiku86
itu karena mereka semua menyayangimu Haze 😊
yetiku86
bener bgt Haze....👍
yetiku86
sikapmu yg membuatnya tdk nyaman tuan 😔
kurasa siapapun wanita yg diperlakukan seperti itu pasti tdk akan mau , pingin aku tonjok juga 👊
yetiku86
pemimpin K-Group ? Yohan kah???
yetiku86
👍
Shifa Burhan
saat novelis wanita membuat novel yang bertema pemeran utama wanita atau istri selingkuh, itu sama saja kalian menunjukkan kemunafikan kelian sebagai wanita dan cara kalian menunpahkan segala pola pikir munafik kalian kedalam novel

istri selingkuh dengan lelaki lain dan perselingkuhan itu kalian benarkan (munafik)

tapi lihat novet novel2 kalian yang bertema suami selingkuh apa yang terjadi kalian laknat habis2an suami, kalian buat suami menyesal, mengemis maaf, berjuang, dan dapat karma, kalian buat karakter istri tegas dan pergi

tapi lihat saat kalian buat novel bertema istri selingkuh, perselingkuhan itu kalian benarkan, karakter suami kalian buat bodoh yang Terima saja kayak tidak punya harga diri sebagai lelaki,

ini lah bukti kalau pemikiran wanita sangat munafik yang dituangkan kedalam novel, dan mereka akan berlindung ini hanya halu, hanya novel hanya karya, tapi faktanya novel kalian bisa menunjukkan pola pikir kalian
Syahdu: terimakasih kak^^
total 3 replies
Ay Ay Aynaaa
aduuhhh kok mndadak tahan nafas baca nya 😩 bakalan ada tsunami dtg,,,
wulan
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!