NovelToon NovelToon
Karena Pengkhianatan

Karena Pengkhianatan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Nikah Kontrak / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:214.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ceritaku

Pernikahan, adalah suatu momen yang di tunggu tunggu oleh setiap wanita. Apalagi menikah dengan pria yang sangat mereka cintai.

Hari bahagia itu akan menjadi sejarah yang indah di masa depan. Akan menjadi kenangan yang akan di ceritakan kepada putra dan putri mereka kelak.

Namun, bagaimana jika pernikahan nya gagal? Apakah ada seorang wanita memimpikan hal itu?

Tentu tidak, tidak ada seorang pun yang menginginkan hal yang berbau kegagalan.

Tapi, itulah yang gadis ini alami. Di hari pernikahan nya. Dia harus menanggung malu, dia harus merasakan sakit yang sangat sangat sakit.

Calon suami nya, ternyata telah menghamili sang kakak. Mereka telah berselingkuh di belakang nya entah sejak kapan.

Sintia hanya bisa menangis, dan terpaksa merelakan semua ini terjadi. Namun, apakah dia akan hidup menderita dengan kegagalan pernikahan nya??

Bagaimana jadinya, jika mantan sang kakak datang dan melamar dirinya??

Ikutin terus yuk, kelanjutan kisah Sintia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria keparat!

Bug!

Brak!

Seketika itu tubuh Rendi terlempar dan tersungkur di tanah.

Verrel mendekati Sintia. Amarah nya langsung memuncak ketika melihat tanda merah bekas tangan besar Rendi tercetak di pipi sebelah kanan Sintia.

"Keparat!" Umpat nya menggeram marah.

Verrel kembali mendekati Rendi, menghajar pria itu habis habisan. Sedikit pun Verrel tidak memberi cela bagi Rendi untuk melawan.

Sedangkan Sintia, dia hanya bisa menonton aksi mereka. Rasa sakit yang Rendi berikan kepadanya. Membuat dirinya merasa enggan untuk membantunya.

"Hentikan!!!"

Sela berlari kearah mereka, dia mendorong Verrel, lalu Membantu Rendi berdiri.

"Kamu tidak apa apa?

Ayo kita ke rumah sakit"

Dengan susah payah, Sela membopong calon suaminya pergi ke rumah sakit. Kondisi Rendi sangat memprihatinkan.

Rea terdiam, dia masih syok melihat kondisi calon menantunya. Hingga tatapan matanya jatuh pada Sintia yang masih diam di samping Verrel.

Melihat Sintia tidak melakukan apapun untuk menghentikan perkelahian itu. Membuat Rea berasumsi bahwa, Sintia lah yang merencanakan semua ini.

"Kau. Apa kau yang merencanakan semua ini?"

Sintia menatap mama nya, dia tidak mengerti dengan pertanyaan mamanya.

"Jangan berpura-pura bodoh Sintia! Aku tahu sifat aslimu. Kamu sengaja kan menyuruh pria brengsek ini untuk melakukan semua ini!" Tuding Rea.

Verrel mengerutkN dahi nya, dia tidak pernah melihat seorang ibu begitu kejam kepada putri kandungnya sendiri seperti ini.

"Hei Bu, saya tidak marah kepada anda jika anda memaki atau mengumpat untuk saya. Tapi-",

"Tapi apa?" Sela Rea lantang.

"Jangan coba coba untuk menuduh calon istri ku melakukan hal hal yang tidak dia lakukan!" Sambung Verrel tegas dan lantang.

"Aku tidak menuduhnya, tapi itu lah kenyataan nya!" Balas Rea tak mau kalah. Dia menatap Sintia cukup lama, kemudian pergi menyusul Sela.

"Awas saja, jika terjadi sesuatu pada Rendi. Kalian akan aku beri pelajaran!" Ancam Rea sebelum pergi.

Brug..

Tubuh Sintia luruh ke tanah, kaki nya terasa lemas tak sanggup menompang tubuhnya sendiri.

"Sudah, kamu tidak perlu menangisi sesuatu yang membuat kamu hancur!

Bangun!

Bangun!!", Titah Verrel.

Sintia tidak mendengarkan nya, dia tetap menunduk di tanah, membiarkan air matanya mengalir begitu saja.

Bagaimana tidak. Hidup nya sangat pahit, mama nya tidak pernah berpikir baik tentangnya. Entah itu untuk diri nya sendiri, ataupun untuk orang lain.

Jika dia berpikir, bahwa dia bukan kah putri kandung mama nya. Itu jelas tidak mungkin. Karena wajah Sintia dan Rea cukup mirip.

Lalu, mengapa??? Mengapa mama nya melakukan hal ini terhadap dirinya.

"Mengapa semua orang tidak melihat ku dengan baik? Mengapa mereka selalu melihat ku buruk. Padahal aku sudah berbuat sangat baik" lirih Sintia meratapi nasib nya.

"Ayo Sintia, kita pergi dari sini. Aku merasa kamu tidak aman berada di sini!"

Sintia menurut saja, saat Verrel menggendong nya. Membawanya pergi tanpa membawa barang sedikit pun.

Saat sudah masuk ke dalam mobil, tiba-tiba seseorang berteriak memanggil nama Sintia.

"Nona Sintia!!"

Verrel menoleh, di mendapati seorang pelayan muda mengejar mereka.

"Siapa itu?" Gumam nya heran. Dia hendak menginjak gas mobilnya. Tiba-tiba Verrel di kagetkan oleh tangan Sintia yang tiba-tiba memegang lengan nya.

"Ada apa?" Tanya Verrel lembut.

"Tolong berhenti dulu, biarkan pelayan itu IKut kita. Dia adalah pelayan ku" mohon Sintia.

Verrel tidak menjawab, dia berpikir sejenak sebelum dia mengangguk setuju.

"Baiklah"

Verrel membuka kunci pintu mobil, lalu membiarkan Lena masuk ke dalam mobil di jok belakang.

Setelah itu, barulah mereka meninggalkan tempat itu.

"Terimakasih tuan, anda sudah memberikan saya ijin untuk ikut bersama nona muda" lirih Lena menunduk hormat.

Di rumah sakit.

Sela terlihat sangat panik, dia takut terjadi sesuatu yang serius pada Rendi.

Jika hal itu terjadi, maka dia tidak akan mau memaafkan Sintia. Dia akan membuat perhitungan pada adik licik nya itu.

"Kamu tenang yah nak, kamu sabar. Gak boleh panik. Nanti bayi dalam kandungan kamu ikutan panik" ucap Rea menenangkan putri sulung nya.

"Kalau terjadi sesuatu pada Rendi! Maka aku tidak akan mengampuni Sintia!" Geram Sela.

"Mama juga pasti akan membuat adik kamu jera" sambung Rea.

Mereka menunggu dokter memeriksa Rendi. Cukup lama, barulah dokter keluar dari ruangan UGD.

"Bagaimana dokter? Bagaimana kondisi calon suami saya?"tanya sela tidak sabaran.

"Tenang Nina, calon suami anda tidak mengalami hal yang serius. Hanya di beberapa bagian tulangnya saja yang mengalami keretakan. " Tutur dokter menjelaskan.

"untuk beberapa waktu, pasien harus di rawat di rumah sakit!"

Sela melebarkan matanya, bagaimana mungkin Rendi di rawat di rumah sakit. sedangkan acara pernikahan mereka akan segera di langsungkan.

"bagaimana ini ma? aku tidak mau pernikahan ku di tunda. Aku tidak mau perut ku gendut dan membuat aku jelek di hari spesial itu!" rengek Sela.

melihat pembicaraan ibu dan anak itu, dokter pun memutuskan untuk pamit pergi.

"ma, bagaimana ini?" desak Sela lagi.

"tenang lah Sela, waktu pernikahan mu masih panjang, kita masih ada kesempatan untuk mengobati Rendi!"

"Sekarang, hubungi calon mertua mu. Beritahu mereka, jika kamu dan Rendi ada di rumah sakit." titah nya.

Sela mengangguk patuh, dia segera menghubungi keluarga Rendi.

Tak lama kemudian, Keluarga Rendi pun datang. Mereka sangat terkejut setelah mendengar kabar putra mereka masuk rumah sakit.

"Apa yang terjadi papa kakak ku?" tanya Kaila menatap sinis pada Sela. Dia sejak awal yang memang tidak suka pada wanita ini, menjadi semakin tidak menyukainya.

"Kaila, pelan kan suara mu, ini rumah sakit" balas Sela menegur adik Rendi.

"Jangan menasehati Ki Sela,semua ini terjadi karena kau!"

Sela melebarkan matanya, ucapan adik Rendi sangat pedas saat menuduhnya yang tidak tidak.

"Apa kau melihat nya huh? apa kau tidak bisa bertanya dulu sebelum kau memberikan asumsi yang salah huh!", Sela mulai terbawa emosi. Dia tidak suka ketika ada orang lain menyalahkan dirinya.

"Benar Kaila, ini rumah sakit. Tidak baik berbicara dengan nada suara yang keras di sini" sambung Rea.

"Sudah Kai, jangan berisik. kakak mu sedang tidur. " titah Sia.

Gadis itu langsung terdiam, dia hanya melebarkan matanya pada gadis liar itu.

Sia wanita yang lembut, tapi dia juga bisa garang apa bila putra ataupun putrinya di ganggu.

Sia mendekati Rea, dia ingin tahu tentang kejadian yang sebenarnya.

Tentu saja, Rea menceritakan semua sesuai asumsinya. Yaitu menyalahkan Sintia.

Mendengar Rea terus menyalahkan Sintia, Kaila kembali berdiri di hadapan wanita itu.

"Kak Sintia tidak mungkin seperti itu?" ungkap kaila.

"Tapi itu kenyataan nya!" sahut Sela terpancing emosi.

" Gue gak percaya!"

"terserah" balas Sela acuh, dia sudah lelah hari ini. Jadi dia tidak mau membuang buang tenaga dengan gadis.

1
Lucia Utami
/Drool//Heart//Good/
tri kutmiati
ending yg bikin kecewa
Happy Kids
lah ga kebalik?? harusnya jbunya ngomong gt ke kakaknya kali. kenapa bisa binall.. ga mikir nama baik keluarga apa? ga mikir risikonya??
Happy Kids
enteng banget mulut ibunya. ga ada empatinya
Soumena Mishy
sepertinya Mr t sodaraan dh Ama sintia
angel
gk jelas
Jasmine
seruuuuuuuu
Farrel Hikaru
up lagi donk sis
Ceritaku
Abis lebaran di up kak. sekarang lagi banyak kerjaan
Susi Septianingrum
koq ga update2 lagi thor
November
lanjut
INDRA
minta maaf juga ya thor klau komenya kasar or da buat tersingung,semoga lancar dan terus berkarya semangat
Ceritaku: Iya kak, gak papa... Aku juga salah, gak teliti liat nya. tahu lah menjelang puasa ni jadwal sangat padat, gak sempat liat ulang
total 1 replies
Liswati Angelina
perang akan dimulai......
Ceritaku: bersiap lahh
total 1 replies
November
lanjut
INDRA
lagi mager nulis atau sengaja thor da berapa x baca slalu ada pengulangan bab
Ceritaku: maaf kak. kesalahan mengcopy. bukan di sengaja kak.🙏🙏🙏 ini akan menjadi yang terakhir kesalahan
total 1 replies
Eva Pramita
diulang
Susi Septianingrum
sama lagi thor
Ceritaku
astagaaa
Machmudah Lumadi
kok sama thor
Herlin Naira
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!