NovelToon NovelToon
Suami Jalur Perjodohan

Suami Jalur Perjodohan

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Perjodohan / Janda / Pernikahan Kilat / Teen Angst / Tamat
Popularitas:69.8k
Nilai: 5
Nama Author: windanor

Setelah sepeninggal mendiang suaminya dan berstatus menjadi janda muda. Khaliza memilih untuk tidak kembali menikah seumur hidupnya karna kesetiaan dan cintanya pada sang suami, Danu.

Lamaran beberapa pria selalu dia tolak. Namun kali ini, Khaliza tidak bisa berkutik ketika sang Ayah dengan tegas dan memaksanya menikah dengan Fariz, anak dari sahabat Ayahnya yang baru saja pulang dari kota.

Apakah pertahanan hati Khaliza untuk tidak kembali jatuh cinta akan roboh setelah di satukan dalam ikatan pernikahan dengan Fariz. Pria yang memperlakukan dirinya begitu lembut dengan segala perhatian yang pria itu berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17: Apakah aku penting?

...Sangat sulit menjalani hubungan dengan seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya. Dan lebih sulit lagi harus bersaing dengan seseorang yang sudah tidak ada didunia ini....

"Seharusnya Bunda izin dulu dengan ku sebelum mengeluarkan semua pakaian mas Danu dari lemari," ucap Liza yang sibuk memasukkan kembali beberapa pakaian mendiang suaminya ke dalam lemari.

"Tapi buat apa kamu menyimpan pakaian Danu? Dia sudah tidak ada lagi. Dan lebih baik pakaiannya di sumbangkan pada orang-orang yang membutuhkan," balas Syarifah menatap putrinya yang sibuk menyusun pakaian.

Liza berbalik badan dan menatap sang bunda."Barang-barang milik mas Danu sangat berarti bagiku. Setidaknya bisa meredakan kerinduanku pada dia."

Syarifah menggeleng pelan, tak setuju dengan ucapan Liza."Kamu salah Liza. Kerinduanmu sudah sangat berlebihan. Seseorang yang benar-benar mencintai akan mengikhlaskan yang dicintai pergi. Kalau begini, sampai kapanpun kamu akan tetap seperti ini. Terbelenggu masa lalu."

"Kamu harus ingat Liza, kamu sekarang sudah memiliki suami yang lebih berhak kamu cintai. Bunda takut sikap kamu yang seperti ini akan membuat Fariz kecewa. Bahkan menjadi masalah dalam rumah tangga mu," sambung Syarifah menasehati.

Liza menundukkan kepalanya sejenak."A-aku sangat sulit melupakan mas Danu..." lirihnya.

Syarifah melangkah mendekat pada putrinya dan memegang kedua bahu Liza dengan senyuman lembut.

"Belajarlah mencintai suamimu, Fariz, melebihi kamu mencintai Danu. Karna cinta yang baru perlahan akan mengikis cinta yang sudah lama tumbuh dihatimu." Wanita paruh baya itu menunjuk bagian dada Liza.

"Itu sedikit sulit untukku, Bunda..."

"Tidak, Sayang. Yang mempersulit kamu mencintai Fariz adalah diri kamu sendiri. Kamu masih belum membuka hatimu sepenuhnya untuk mencintai Fariz, pun sebaliknya cinta yang Fariz curahkan padamu sangat sulit masuk ke hatimu. Hingga kamu tidak merasakan cinta yang Fariz berikan."

"Bunda tahu dari mana bila mas Fariz mencintaiku?" Liza menatap bergulir pada Syarifah.

Wanita paruh baya itu tersenyum tipis."Bunda bisa melihat dari mata Fariz setiap memandangmu. Dan itu tidak bisa dibohongi."

Syarifah meraih kedua tangan Liza dan menggengamnya."Jangan sampai kamu kehilangan Fariz hanya karna cinta masa lalumu. Dalam menjalani biduk rumah tangga begitu banyak godaannya, termasuk kehadiran orang ketiga."

"Cinta itu datang karna terbiasa," sambung Syarifah.

Liza tertegun sejenak dengan segala pemikiran yang merasuk dalam kepalanya.

*

*

Fariz membaringkan badannya di kasur. Matanya menatap ke arah langit-langit kamar. Pria tersebut mengubah posisi tidurnya menyamping.

Helaan napas panjang terdengar jelas dari Fariz kala menatap foto figura Danu di atas meja samping ranjang, membuat sesuatu dalam dadanya bergejolak. Ia bangun dari pembaringannya dan meraih figura itu.

"Kenapa ini masih disimpan?" gumamnya serak.

Brak!

Fariz membanting foto figura Danu ke bak sampah yang ada di kamar tersebut. Napas pria itu memberat dengan dada yang memanas dan raut wajahnya yang tak bersahabat.

"Mas..."

Panggilan lembut Liza yang memasuki kamar, membuat Fariz yang tengah duduk melamun langsung menatap ke arah sang istri.

"Ini aku buatkan teh untuk Mas." Liza meletakkan teh hangat di atas meja.

Fariz hanya diam dan melirik sekilas Liza yang tampak mencari sesuatu di atas meja.

"Mencari apa?" tanya Fariz seolah penasaran. Sedangkan Ia tahu apa yang istrinya cari.

Liza hanya diam membisu.

"Apakah pernikahan kita penting untukmu?" Pertanyaan Fariz membuat pergerakan tangan Liza terhenti.

Wanita itu menoleh ke arah Fariz."Maksud Mas apa?" Liza menatap Fariz dengan wajah bingungnya mendengar pertanyaan yang suaminya lontarkan.

"Aku sudah terbuka tentang orang di masa lalu ku padamu dan menjaga hatiku untukmu. Tapi kamu..., masih mengelu-elukan mantan suamimu yang sudah meninggal!"

Liza tampak terperangah melihat raut wajah marah Fariz padanya dan suara meninggi pria itu. Fariz yang selalu bertutur lembut padanya, kini terlihat berbeda saat ini.

"Kamu kira aku hanya suami figuran atau hanya pelindung mu? Bahkan kamu tidak menghargaiku! Bagaimana bisa kamu menyimpan foto pria lain dan tidak memikirkan perasaanku!"

Liza meneguk ludahnya kasar. Baru saja bunda menasehatinya, dan sekarang ini terjadi.

"A-aku hanya butuh waktu."

"Sampai kapan?! Apakah dua bulan masih belum cukup melupakan dia?"

Liza menundukkan kepalanya, meremas gamis yang kenakan sekarang. Rasa takut dan pedih perlahan merayap dalam dadanya.

Fariz menghela napas kasar dan bangkit dari kasur, membuat Liza mendongak menatap pria itu.

"Bagaimana bisa pernikahan ini bisa berjalan dengan waktu yang lama, bila hanya satu orang yang mencintai sepihak."

Liza meringis mendengar ucapan Fariz.

"Dan bagaimana seorang suami tidak marah dan cemburu bila di dalam hati istrinya, masih tersimpan nama pria lain."

Liza mengigit bibir bawahnya kelu ketika Fariz kembali berucap. Hatinya terasa ngilu.

"Aku sudah tidak habis pikir denganmu. Entah sehebat apa Danu mencintaimu, hingga kamu sangat sulit melupakannya."

"Mas!" Liza melangkah cepat kala Fariz hendak keluar kamar.

"Jangan pergi!" Liza memeluk suaminya dari belakang. Menahan tubuh besar itu pergi dari ruangan tersebut. Untuk pertama kalinya wanita itu menangis karna Fariz.

"Kamu dengar?" tanya Muhsin pada Syarifah. "Apa mereka sedang bertengkar?"

Karna sayup-sayup terdengar suara pekikan Liza.

"Jangan berpikir macam-macam, Yah. Kalaupun mereka bertengkar itupun bukan urusan kita. Tidak ada rumah tangga yang selalu baik-baik saja. Biarkan saja mereka berdua," balas Syarifah seolah tak menghiraukan hal itu.

"Ke mana mereka berdua?" gumam umi Fardah menatap ke arah pintu keluar dengan wajah gelisah bercampur kesal.

"Tidak apa-apa, Umi. Aku langsung pulang saja. Mungkin Fariz sedang pergi jalan-jalan dengan istrinya," ucap Aisyah yang sedari tadi menunggu pria itu datang.

"Tunggu sebentar ya, Ais. Sebentar lagi Fariz pulang. Kasihan kamu jauh-jauh ke sini tapi belum bertemu Fariz," balas umi Fardah menahan gadis itu agar tidak pergi.

Bagaimana pun Fariz harus bertemu dengan Aisyah.

Aisyah, gadis itu tersenyum dan mengangguk tipis.

____________

Hei girl! Terima kasih sudah mampir

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like, hadiah dan komen.

See you di part selanjutnya:)

1
Setya
Skrg itu janda semakin ke depan, banyak kok tetanggaku yg perjaka dapet janda itupun banyak gak cuma 1 soalnnya mereka lebih fres dr perawan, dan ada pula yg janda beranak 1 ataupun 2 dapet perjaka 😁😁
deden nasrudin
cerita nya bagus banget suka sekali 😘 😘😘😘
Khazanava: Terimakasih banyak, kak😍😍😍
total 1 replies
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
9th gua menjanda, banyak fitnah di luaran sana Ahhh...pura² budeg saja dihiraukan akan bikin sakit hati ( buat bodoh saja ) toh apa yg mereka ucapakan tidaklah benar 😄
Syarifah
alhamdulillah☺☺☺☺☺☺
nonsk2711
aihhhhh...kak Win nackal nih ngeprank kita jd malu 🙈...umi Fariz bnr" krg bersyukur ya di ksh menantu yg baik mlh pgn punya mantu lg 🤦
Syarifah
aduhhh thorrr kirain
Ita Rosita
oalah kirain liza.... mana d part sebelumnya dah nangis bombay eh d prank......
Aisyah farhana
ehhh tak kirain anu hihihiii
Nasya Princs
tuh kan kena prank kak win.kemaren sih dah feeling kalau bukan liza sih.untung belum nyumbang nangis nih mata😁
Nasya Princs: hehehe udah ngamuk belum kak,
total 4 replies
Ita Rosita
part ini buat aq mewek......
Aisyah farhana
Koo Liza nya d buat ga ada berati yg jadi judul itu Fariz bukan Liza
nonsk2711
salah satu hrs mengalah n akhirnya Lisa yg di matikan,scr Lisa bkn nya pu ya thor atau nti author menghadirkan lg sosok wanita yg mirip Lisa,entahlah!!
Syarifah
lahhh kok meninggal
Syarifah
semangat liza semangat fariz
nonsk2711
sperti nya author mo menggiring crt ini membuat poligami nih 🤭,klo Lisa menggugurkan kandungan nya mo tdk mo otomatis Faris di suruh nikah lg tanpa menceraikan Lisa atau bs jd ibunya Faris suruh menceraikan Lisa,klo pun opsi ke 2 Lisa mempertahankan otomatis khilangan Lisa slm nya tp nasib n takdir di tangan author 😄😄...dilema bhkn jd bumerang itu pastinya.
Dewi_fatmawati
sono bilang sama mbok mu fariz.. jadi manusia NGOTAK sedikit, coba di putar balik, BAPAK mu suruh nikah lagi, terima gak mbok mu itu.. 😒😒😒
Syarifah
sedih amat thorr
nonsk2711
benar dugaanku Lisa mengidap kanker,dilema hrs memilih klopun Lisa memilih anak nya kemungkinan dy yg lewat tp klo Lisa yg di pertahankan ya hrs khilangan anak nya,ada kemungkinan jg ada acr poligami,ahhhh ga bgd dh lbh baik klo umi nya Faris keukeuh mo nikahin Faris dgn Aisyah lbh baik Lisa mundur aja,ini pemikiranku lho thor 🙏🤭
Aisyah farhana
semangat Liza yakinlah pasti nanti Kaka othor kasih jalan terbaik heheheeeee keep fighting bee strong
nonsk2711
mgkn Liza mengidam penyakit kanker rahim atau penyakit yg hrs menggugurkan kandungan nya,atau bs jd memilih di antara satu nya krn Lisa ga trs trg sm suami nya,bkln ada poligami atau Lisa yg pamit mundur ya.Di lht dr tdk sukanya umi nya Faris smakin kuat untuk menjodohkn lg Fariz n Aisyah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!