NovelToon NovelToon
Diratukan (Mantan) Mafia

Diratukan (Mantan) Mafia

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:708.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kim99

Ini adalah spin off dari novel The Veil Of Eileria. Jadi jika ingin tahu masa lalu Bara sebelumnya seperti apa, bisa tengok novel tersebut. Tapi jika tidak pun tidak apa, paling keblinger dikit. 🤭

Nabila, seorang janda dengan prestasi yang luar biasa di bidangnya harus menelan pil pahit ketika dia bersinggungan dengan seorang bos besar. Selama lima tahun dia hidup hanya mengandalkan uang tabungan hingga uang itu tergerus habis.

Di saat yang sama, Nabila menerima fakta buah hatinya yang mengidap penyakit bawaan harus segera mendapatkan donor ginjal dan melakukan operasi. Nabila sudah mencoba untuk mencari pinjaman. Namun sayang, tidak ada yang mau meminjamkannya uang.

Hingga, pada suatu malam dia dipertemukan dengan orang dari 5 tahun silam. "Tidur dengan ku untuk satu malam, maka aku akan memberikan kehidupanmu yang sebelumnya." _ Bara

"Nikahi aku walau hanya untuk satu malam. Setelah itu, kau boleh menceraikan-ku." _ Nabila

Follow Ig Author: @anita_hisyam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Marah Lagi

"Satu lagi, Durant. Coba kau cari tahu, masa lalu Nabila yang sesungguhnya. Saya tidak ingin ada yang terlewat. Hal sekecil apa pun, harus kau catat. Apalagi, tentang wanita gila itu, jangan sampai kau tidak bisa menemukan apa pun. Saya mau informasi secepatnya!"

Durant, mengangguk. Dia baru akan pergi tetapi kembali berbalik saat mengingat sesuatu yang belum dia sampaikan. "Bos, besok Anda memiliki jadwal temu dengan orang yang waktu itu, Bos minta!"

"Baiklah. Kau bisa pergi sekarang!"

....

Seperti biasa, pagi itu kantor sudah terlihat ramai. Ya namanya juga kantor, pusat orang bekerja, pasti ramai lah ya. Semua divisi sedang sibuk untuk mempersiapkan segala hal untuk peluncuran mobil terbaru. Tinggal beberapa hari sampai hari H itu tiba, mereka sudah tidak bisa berleha-leha.

"Silakan masuk, Pak!" kata Durant kepada seorang laki-laki berpakaian rapih, bersih dan juga senyum yang indah.

"Terima kasih," kata orang itu.

"Assalamu'alaikum!"

"Wa'alaikumssalam!" sahut Bara dari dalam, ya, meskipun masih terbata, Bara tentu tahu kalimat itu karena Nabila sering mengucapkannya.

"Selamat pagi, Ustad!" kata Bara seraya melihat catatan pada iPad yang dia pegang. Sebelum ini, dia jelas sudah sangat paham, bagaimana cara menyapa guru ala-ala Nabila. Oh ayolah, otak Bara hanya dipenuhi dengan nama itu. Hingga, apa pun yang dia lakukan pasti menyangkut nama wanitanya.

"Alhamdulillah, perkenalkan, saya Faisal!" kata ustadz itu. Sebenarnya tampilan Faisal ini bisa dikatakan sangat fashionable. Tetapi dengan bungkusan yang lebih sopan dan enak untuk di pandang. Faisal masih belum terlalu tua. Dia masih berusia sekitar 35 tahun, 2 tahun lebih muda dari Bara. Durant sengaja mencari orang yang paling pas untuk Bara, Faisal tentu sangat fasih menggunakan bahasa Inggris dan itu juga yang memudahkannya untuk berkomunikasi dengan Bara.

"Silakan duduk!" kata Bara. Laki-laki itu pun melakukannya.

Obrolan mereka terus berlanjut, Bara terlihat sangat memperhatikan apa yang Faisal ucapkan. Bukan hanya memperhatikan, tetapi dia juga mencatat apa-apa yang menurutnya penting.

Tok! Tok! Tok!

"Masuk!" sahut Bara.

Jessica masuk sembari membawa nampan berisi dua cangkir teh untuk Bara dan untuk tamunya.

"Maaf, tapi, saya sedang tidak bisa makan atau minum," kata Faisal agak canggung karena merasa kurang enak. Terlebih dia tidak tahan melihat tampilan Jessica yang menurutnya tidak pantas untuk dia lihat.

"Ustadz lagi diet?" tanya Bara, dengan wajah seriusnya.

Faisal terkekeh kecil. "Tidak, saya hanya sedang berpuasa."

"Puasa?" tanya Bara lagi. Faisal mengangguk. Dia tersenyum kemudian menjelaskan apa yang memang dia pahami tentang itu.

"Ya sudah, kamu bawa lagi tehnya keluar!"

Jessica mengangguk, dia berbalik meskipun wajahnya sudah ditekuk masam. "Udah capek-capek buat minum, tapi malah gak di hargain. Sok banget jadi orang," gerutu Jessica setelah berada di luar.

"Loh, kenapa Pak Bara tidak minum saja. Saya tidak apa-apa!"

"Saya mau ikut puasa juga!"

Faisal kembali tergelak. Dia benar-benar merasa jika Bara ini sangat lucu. Untuk beberapa saat dia bisa menahan senyum, baru setelah itu, dia menjelaskan semuanya. Apa yang Bara tanyakan dia jawab dan Faisal juga memberikan poin-poin penting yang pastinya sangat berharga untuk Bara.

"Saya hanya ingin menyampaikan, jangan sampai Anda melakukan ini hanya karena seorang wanita. Jangan terburu-buru, cari tahu dulu semuanya sampai Anda bisa benar-benar memiliki keyakinan yang kuat bahwa Anda menginginkan jalan ini, murni karena hati Anda, bukan karena yang lain."

Bara mengangguk mengiyakan. Dia menerima apa yang disarankan oleh gurunya dan berusaha untuk mencerna itu semua perlahan-lahan. Bara juga tidak buru-buru. Banyak hal yang ingin dia tahu.

"Teruma kasih, Ustadz!"

"Sama-sama, Pak!"

....

Setelah menyiapkan malam malam, Nabila menutup makanan itu dengan tudung saji lipat, dia melirik jam yang ada di antara lemari di dekat pantry. Sudah hampir jam 6 tetapi laki-laki itu masih belum pulang. Sebenarnya kemana dia. Akhir-akhir ini jam kerjanya tidak karu-karuan.

Klik!

Nabila menoleh begitu mendengar pintu apartemen bos-nya terbuka. Wanita itu langsung berjalan ke arah pintu, melihat apakah Bara benar-benar pulang atau itu hanya si Durian.

"Pak ... ekhhh!" Wanita itu hendak mundur tetapi tidak jadi karena Bara sudah ambruk di atas bahunya. Laki-laki itu terlihat sangat lunglai. "Bapak kenapa?" tanya Nabila seraya membantu Bara untuk duduk di sofa.

Bara menggelengkan kepalanya. Laki-laki itu hanya memejamkan mata. Berusaha untuk menahan segala gejolak yang ada dalam tubuhnya.

"Bapak mau minum?" tanya Nabila beranjak tetapi tangannya kembali di tahan oleh laki-laki itu.

"Kenapa? Bapak sepertinya sangat lemas, saya akan membuatkan teh manis. Ini tidak akan lama." Nabila kembali berbalik.

"Saya lagi belajar puasa, Nabila!"

"What?" kaget Nabila. Wanita itu menatap Bara dengan tatapan tidak percaya. Keningnya mengkerut, apa yang sebenarnya Bara katakan.

"Saya bilang saya lagi belajar puasa. Apa tidak boleh?" tanya Bara.

Nabila mengangguk kemudian menggeleng. Laki-laki itu tersenyum kecil, wanita ini benar-benar sangat cantik saat menunjukkan wajah kebingungan seperti sekarang. Sangat lucu nan menggemaskan.

"Saya hanya harus menunggu sampai adzan bukan?"

Lagi-lagi Nabila hanya mengangguk, otaknya masih berusaha mencerna apa yang Bara katakan. Ini benar-benar di luar nalar. "Bapak, Bapak tidak benar-benar berniat untuk menikahi saya, bukan?"

Tidak ada jawaban. Bara hanya tersenyum tipis. Terserahlah Nabila mau mengatakan apa, dia hanya perlu terus maju, kata Faisal, jika sudah berjodoh tidak akan ke mana. Sekarang, Bara hanya akan berusaha melakukan yang terbaik.

"Tolong lepaskan dasi saya!" kata Bara seraya menatap Nabila dengan tatapan teduhnya. Tidak ada tatapan tajam, wajah dinginnya juga tidak terlihat, memang masih datar, tetapi sekarang tidak seburuk sebelumnya.

Nabila melakukan apa yang Bara minta, wanita cantik itu melepaskan dasi Bara seteleh itu melepaskan kancing teratas kemeja yang Bara kenakan. Bara menahan senyum, sebenarnya dia sudah tidak tahan, rasanya ini terlalu menyiksa. Sangat disayangkan karena dia tidak bisa menyentuh wanita ini sembarangan.

"Alhamdulillah ... sudah adzan, Pak. Saya ambilkan air minum ya!"

Bara mengangguk, dia memperhatikan Nabila yang begitu telaten mengurusnya. Desiran aneh itu kembali muncul. Mungkin inilah yang dia inginkan, Bara hanya menginginkan sebuah kehangatan dari seseorang. Memiliki keluarga yang akan menyambutnya ketika dia pulang bekerja. Memiliki seseorang yang akan menanyakan keadaannya setiap saat.

Grep!

Nabila tersentak bukan main, wanita itu langsung berontak saat sepasang tangan melingkar di atas perutnya.

"Brengsek!" kata Nabila seraya berbalik.

Plak!

Bara meringis, dia mengusap pipinya yang panas akibat tamparan dari Nabila.

"Saya sudah bilang jangan sentuh saya seperti ini!" geram Nabila dengan mata menyala. "Maaf jika saya lancang! Tapi Bapak pantas mendapatkannya!" ketus Nabila dengan amarah yang meluap-luap.

"Astaghfirullah ... dia benar-benar seorang bajingan!" geram Nabila.

Blam! Pintu apartemen itu Nabila banting dengan kasar.

Bara tersenyum, laki-laki luruh ke lantai, tatapannya kosong. Se kosong hatinya yang diabaikan oleh wanita itu.

"Ternyata menjadi bajingan memang lebih mudah!" gumam Bara dengan senyum menyedihkan.

1
Renesme
Bagus, ceritanya menarik 👍👍👍
Rika Yudesni
durant, hampir saja keinginan mu untuk membunuh terpenuhi 😄😄😄
Rika Yudesni
icon nya durant " bunuh"
Rika Yudesni
kenapa bara si mafia psyco malah jadi somplak gini🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
ya Allah si Nabila baik banget jadi orang
🌹🪴eiv🪴🌹
gubrak 😭
🌹🪴eiv🪴🌹
ya ampyun,ngekek parah sampe ngik-ngik dan terbatuk aku
zeyeng lope ayang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
typo 🤧
🌹🪴eiv🪴🌹
terpampang
Sandisalbiah
jika Jesica sengaja menukar teh itu, berarti ada indikasi justru Maureen yg jd mata² di sana? 🤔🤔
Sandisalbiah
ini bakal jd boomerang buat hubunganmu dgn Nabila, Bara
Sandisalbiah
nah lho... PR terberat tuh buat tuan Bara... 😂😂
Sandisalbiah
Durant : terserah lha nyonya.. yg
waras ngalah..
reader : 😂😂😂😂😂
Sandisalbiah
apapun niat awal dr manusia, endingnya biarlah takdir Allah yg menentukan...
yetiku86
suka bgt sama ceritanya 😍😍😍
trmksh Thor 🙏🙏🙏
yetiku86
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ nasibmu om Durian😅
yetiku86
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
yetiku86
ternyata om Durian jatuh cinta sama Jessica waw 😍
yetiku86
bukan om bala Thor, tapi om durian.
yetiku86
kira2 Maurin apa Jesika ini ya yg dendam sama Nabila???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!