Arav, pria yang menjadi Ayah bagi anak Lisa secara tiba-tiba muncul kembali setelah 5 tahun berpisah. kehadiran yang tidak diinginkan membuat Lisa syok akan sosok laki-laki tersebut.
Masa kelam hidup yang berhasil ia lewati bersama anaknya tanpa sosok kehadiran seorang suami, tapi malah mempertemukan mereka kembali.
Akan kah Lisa menyerah atau semakin mendekati pria itu, apalagi dengan kekayaan dunia yang di tunjukkan pria itu.
"Aku membencimu Arav, aku membeci takdir yang mempertemukan kita!"
Jus Anggur (jangan lupa subcraib ya cantik)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edi Suheri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Di dalam mobil Arav mendengus kesal sembari sesekali ia memukul stir mobilnya meluapkan kekesalannya yang terasa memucat. Ya, Arav mengemudikan mobilnya sendiri sedangkan Zaki sudah ia tugas kan kembali ke kantor.
Sepulang dari rumah sakit Arav mencoba menenangkan hawa emosi yang mengebu ia menghampiri salah satu Cafe dekat rumah sakit. Tapi nyatanya ia malah semakin kesal disana karena sendiri.
"Apa dia tidak bisa mengucapkan rasa terimakasih atas rasa simpati yang kuberikan. Lihat dia bahkan tidak tau bagaimana khawatirnya aku saat mengetahui dia pingsan tanpa pikir panjang langsung membawanya ke rumah sakit, tapi dia. Aaaggrrrr malah mengusirku," gumam Arav berbicara sendiri sembari matanya masih terfokus menatap jalan raya.
Arav berkali-kali mengatur nafasnya karena saluran darahnya masih mendidih. "Lihat saja, kalau dia pingsan lagi aku tidak mau menolongnya."
huffff
Lampu lalu lintas yang awalnya hijau kini berganti merah Arav terpaksa menghentikan mobilnya menunggu lampu merah itu kembali hijau. Di sela-sela menunggu Arav mengalihkan pandangannya melihat ke kaca samping kirinya, saat itu pula tanpa sengaja ekor matanya melihat toko mainan anak-anak seketika senyuman tersungging di bibirnya.
Ia teringat akan Dion, bocah yang tadi siang ia ajak makan bersama. Entah mengapa setiap melihat bocah itu hatinya langsung menghangat rasanya memberikan ketenangan tersendiri juga perasaannya seolah-olah ingin selalu bersama anak itu, seakan tidak akan membiarkannya pergi.
Arav tidak tau perasaan apa ini, tapi ia sungguh senang bersama anak itu. Setelah lampu kembali berwarna hijau Arav langsung menjalankan mobilnya berbelok ke arah toko mainan tadi lalu setelahnya masuk kedalam toko itu.
Banyak sekali mainan di dalam, pria berwajah tampan itu binggung, mana yang harus ia belikan yang cocok untuk Dion bocah berusia 4 tahun itu. Cukup lama Arav berkeliling melihat lihat hingga ekor matanya menangkap sesuatu yang menarik di matanya.
Satu set robot power ranger terlihat sangat menarik. Arav langsung mengambilnya tersenyum senang. "Ini saja kelihatannya tidak buruk, kalau anak perempuan baru di belikan boneka," gumam Arav ia segera membawanya ke meja kasir namun tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang membuat tubuhnya sedikit tergusur ke belakang.
"Maaf Maaf, saya tidak sengaja," ujar orang itu.
"Iya tidak apa-apa, saya juga minta maaf kurang hati-hati," balas Arav melirik sekilas ke arah seseorang itu yang merupakan seorang pria mungkin seumuran denganya lalu melanjutkan niatnya ke meja kasir.
Pukul 5 sore tepat akhirnya Arav tiba di daycare tempat Dion di titip kan. Wajahnya langsung senang karena ekor matanya langsung saja menemukan keberadaan Dion. Dengan buru-buru Arav keluar dari mobil tak lupa paper bag yang isinya robot power ranger yang ia beli tadi.
"Dion," panggil Arav cukup lumayan keras
Disana Dion yang merasa namanya di panggil pun menyahut.
"Uncle tampan,"
Senyuman Arav semakin lebar ia semakin mempercepat langkahnya. kakinya yang jenjang nam panjang ia layangkan cepat serasa ingin buru-buru sampai hingga tanpa disadari tubuhnya tertabrak orang-orang penjalan kaki koridor apalagi sekarang sudah jam pulang kantor sangat banyak orang berlalu lalang.
Brukkk ....
Paper bag yang ia bawa seketika terlepas dari tangannya terjatuh kasar di jalan koridor yang membuat robot power ranger langsung tercecer di jalan koridor. Arav berdecak kecil segera ia memungut kembali namun karena orang lalu lalang terlalu banyak membuat ia sedikit kesusahan sehingga menghabiskan waktu beberapa menit.
"hahhh ...."
Suara tarikan nafas Arav, akhirnya ia berhasil menaruh kembali robot power ranger itu kembali kedalam paper bag setelahnya barulah kembali ia melanjutkan langkahnya menuju tempat Dion.
Kening Arav mengerut dalam, saat manik-manik matanya tidak dapat melihat Dion lagi, bahkan diposisi tempat Dion berada tadi anak kecil itu sudah tidak ada lagi disana. Arav sedikit berlari sembari menelisik keseluruh jalan bahkan persimpangan tapi tidak menemukan sosok Dion, hingga persekian detik kemudian ia berhasil menemukan anak kecil itu, namun bukan lagi di jalan koridor melainkan dalam mobil mewah.
Arav melangkah cepat kakinya hendak menghampiri tapi tunggu tunggu, manik manik mata Arav tidak salah lihat bukan, ada Lisa didalam mobil itu dan apa itu, Dion berada di pelukan Lisa. Seketika Arav terdiam, membeku ditempat bahkan paper bag yang ia pengang terjatuh tanpa ia sadari.
Mobil itu mulai bergerak berlaju menelusuri jalan raya.
Bersambung ......
hihihi maaf sedikit pendek, tapi hari ini harus sampai 20 bab agar bisa kontrak jadi selamat hari ini updated 4 bab inya Allah.
terimakasih up nya,semoga masih bisa bersambung dan gak lama
saya suka ceritanya
selamar bebuka dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan