Jual-beli harusnya barang, bukan manusia.
Dimalam Fasya menolak untuk berhubungan badan dengan kekasihnya.
Dia dijual.
Dilempar ke ranjang yang besar, pria tampan berbadan tinggi yang cukup berkharisma datang.
"Jika kau bisa menjadi pengasuh putra ku, maka aku akan membayar mu cukup tinggi."
- Shin
Bukan memuaskan hawa nafsu yang pria itu inginkan, tapi menjadi pengasuh anaknya? Kenapa harus Fasya?
Tapi ketika Fasya masuk ke rumah itu, dia menemukan banyak hal baru, fakta tentang siapa dirinya sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Bibi?
...***************...
Asta dan Fasya sedang duduk manis di gazebo belakang rumah, mereka saling berbincang dan Fasya membantu Asta untuk mendata mana sekolah yang ingin dia masuki.
Walau sejatinya pendaftaran anak baru sudah tutup, tapi Asta itu beda kelas, dia adalah penerus Cadivan, jadi dia bebas. Privilege anak orang kaya memang beda.
Fasya membantu Asta untuk memilih, harus dengan baik agar anak ini tidak membuat ulah hingga harus keluar dari sekolah itu.
Fasya mencoba melupakan semua perkataan Shin, menguatkan hatinya agar perkataan menyakitkan itu tidak melekat di hati kecilnya.
"Aku mau sekolah yang ini Bi." Asta menunjuk sebuah foto sekolah, yang Fasya juga pikir itu cukup bagus, tapi tidak begitu terkenal.
"Hmm? Oke, nanti bakal aku bilang kek Pak Shin." Fasya menjawab dengan santai, sembari menimbang-nimbang apakah ini keputusan yang benar.
Eh ...
Sebentar, rasanya ada yang aneh. Fasya merasa jangan dengan sesuatu. Selain Asta yang menurutinya, ada yang baru yang Fasya dengar di telinganya.
"Tuan muda, tadi mau sekolah yang mana?" Ulang Fasya, dia menunjukkan lagi beberapa foto.
"Yang ini aja, Bi."
Benar dugaan Fasya.
Ada yang aneh.
Fasya menatap bocah itu sekali lagi, saat dia sadar tuan muda nya yang biasa berbicara semaunya, kini memanggilnya bibi dengan lembut.
"Ada apa?" Ulang Asta, tapi kali ini suaranya datar mirip seperti Shin.
Fasya menggelengkan kepala, barangkali itu hany firasatnya saja. "Oke jadi yang ini kan? Nanti aku lapor ke Liam."
......................
"Oke, udah rapi, saatnya urusin tuan muda itu dulu."
Fasya sudah bangun sejak pukul empat tadi pagi, dan pukul lima dini hari dia sudah bersiap-siap menuju kamar Asta, untuk mempersiapkan barang-barang anak itu sekolah, seragam yang semalam baru saja datang. Luar biasa, seragamnya langsung datang tepat setelah Fasya melapor pada Shin.
Tapi sebentar.
Fasya melihat kasurnya, selimutnya masih agak berserakan. Dia ingin merapikannya sebentar.
"BIBI~!"
Fasya mendadak merinding.
Dia pikir kemarin adalah kebetulan Asta memanggilnya bibi, tapi hari ini itu terjadi, di pagi-pagi buta begini dengan suara yang tinggi.
Fasya menoleh ke belakang, tepat disana tampak Asta yang masih mengenakan piyama tidurnya, dengan membawa guling kecilnya.
Asta berjalan perlahan dengan satu mata yang ia kucek.
"Loh? Kenapa udah bangun tuan muda? Terus kenapa disini? saya aja mau kesana." Fasya berjalan mendekat ke arah Asta, niatnya ingin menggandeng Asta kembali ke kamarnya.
"Gak mau, aku gak bisa tidur disana. Aku mau tidur disini." Asta berlari kecil, dia melompat, merebahkan dirinya di kasur yang baru saja Fasya rapikan.
Mau marah, tapi bocah itu adalah anak bosnya.
"Ngapain disini coba? Ayo pindah, nanti Tuan Shin marah loh." Fasya mencoba membujuk lagi, bisa-bisa nanti dirinya yang juga kena masalah.
"Nggak mau." Asta menutup matanya semakin rapat, kepalanya dia rebahkan tepat di bantal yang biasa Fasya pakai, bocah itu memeluk gulingnya merasa tidurnya paling nyenyak.
Melihat bocah yang biasa aktif kesana kemari itu kini sedang tertidur kalem dihadapannya, membuat Fasya tidak tega untuk mengeluarkannya.
"Biarin aja lah, minimal sampe jam enam nanti." Fasya mendekat, dia memakaikan selimut hangat kepada tuan mudanya.
Fasya berjalan keluar, karna pekerjaannya tetap masih ada, dia harus merapikan seragam, mempersiapkan tas, makanan dan susu ketika Asta bangun nanti. Pekerjaannya tidak begitu berat, makanya Fasya tidak terlalu banyak mengeluh.
Agak lama berjalan, menyusuri lorong dan banyak ruangan, akhirnya Fasya sampai di kamar Asta.
Dia membuka pintu kamar itu.
"Dimana Asta?!" Tampak suara Shin menggelegar, suaranya meninggi, membentak beberapa pelayan yang ada di hadapannya. Fasya kenal para pelayan itu, mereka adalah pelayan yang bekerja dibagian lorong ini, itu artinya memang keamanan Asta juga tanggungjawab mereka.
Tapi, apa harus Shin sampai membentak seperti itu? Suaranya sangat keras dan menggelegar, Fasya yang baru datang juga jadi ikut jantungan.
Shin melirik ke arah Fasya sinis. Refleks Fasya jadi tegang, rasa takutnya memuncak, kalau bisa lari dia ingin pergi dari orang ini sekarang dan secepatnya.
"Kau ...! Kau pengasuh Asta kan? Kau harusnya bertanggungjawab dengannya selama 24 jam! Kau harusnya tidak meninggalkan dia sedetik pun!" Shin berganti, dia kembali melampiaskan amarahnya pada Fasya yang baru datang dan tidak tau apa-apa.
Hah? Kok jadi salah ku?
"I-itu, Tuan muda Asta ada di kamar saya. Sekitar lima belas menit lalu, Tuan muda datang, dan bilang ingin tidur di kamar saya. Jadi saya pikir untuk membiarkannya tidur sampai jam enam nanti, sementara saya mau mempersiapkan segala hal soal sekolah Tuan muda, ini kan hari pertamanya di sekolah itu, jadi dia gak boleh terlambat. Gak boleh ngantuk juga, makanya tidur lebih lama biar cukup." Jawab Fasya, agak takut, cuma kalau dia diam tampaknya Shin akan lebih murka.
"Oh ..." Shin tampak agak terkejut, tapi sepersekian detik kemudian dia lega. Dan yang lebih penting lagi, kemungkinan seperti ini tidak pernah terbayang di kepala Shin. Anak nakalnya yang selama ini membenci para pengasuhnya, kini ingin tidur di kamar pengasuhnya yang ini.
Fasya juga sedikit terkejut, wajah lega Shin. Fasya tidak pernah berpikir bahwa Shin benar-benar mengkhawatirkan Asta, tapi tampaknya dia salah. Karna Shin yang barusan tampak benar-benar takut kehilangan Asta.
Tapi apa yang dia takutkan? Dia takut kehilangan anaknya, atau takut kehilangan penerusnya?
"Begitu, jadi dia sekarang ada di kamar mu?" Shin mengulang perkataan Fasya.
Fasya mengangguk. "Iya, lagi tidur. Mau saya bangunin aja?"
"Gak perlu. Biarin aja dia tidur yang cukup, dan kalian semua keluar dari ruangan ini, kecuali kamu pengasuh." Shin melirik orang-orang yang sebelumnya dia marahi.
Dengan cepat, saat ada kesempatan untuk pergi jauh dari Shin, mereka segera mengambilnya.
Shin juga berjalan masuk, dia berbaring di kasur Asta menutup matanya sebentar.
Tapi ...
Disini Fasya yang bingung.
Kenapa malah Shin yang tidur disini? Ini kan kamar anaknya, Fasya ingin kerja! Bagaimana bisa Fasya bekerja dengan nyaman dan tenang kalau bos terakhir tidur disini?!
"Aku membayar mu untuk bekerja, bukan untuk menatap ku." Shin membuka matanya, dia menatap lurus ke arah Fasya yang masih diam tak bergeming.
"Bapak gak pindah?"
"Kenapa? Apa ada masalah?"
Fasya menggeleng dengan menampilkan senyuman super-duper manisnya, walau dia agak kesal dengan bos utama ini, tapi tetap Fasya tidak boleh melawan karna dia hanya sekadar pengasuh bawahan.
Aku keganggu kerjanya tauk!
"Kalau gitu bekerja saja, jangan sampai aku melihat kau memakan gaji buta. Dan lagi, jangan ganggu tidur ku." Shin kembali menutup matanya dengan tenang.
Ya kalau gak mau diganggu jangan disini lah! Aku masih banyak kerjaan disini! Nanti kalau berisik pasti aku dimarahin!
Fasya menahan segala bulir-bulir emosi dihatinya, bagaimanapun juga Shin adalah bos yang memberinya gaji, jadi harus lebih banyak bersabar.
...****************...
Bercerita tentang Sandra Andrafana yang merupakan guru biasa, tapi dia terlahir dari keluarga Andrafana yang luar biasa. Statusnya sebagai seorang guru dari sekolah biasa, membuat keluarganya menyepelekannya.
Tapi siapa sangka, guru biasa itu sebenarnya juga adalah detektif luar biasa yang dipuja semua orang dari balik maskernya.
Dia menjadi detektif untuk menguak misteri kematian orangtuanya, siapa dalangnya?
Dengan ditemani Hainry dan Tim Detektif YK71 kebanggaannya, mungkinkah dia bisa menguak segalanya? Apa yang terjadi belasan tahun lalu?
Yuk Simak! Udah tamat ceritanya, ceritanya gak kalah seru loh!
Judul : My Hidden Detective (TAMAT)
makasih Thor
sehat slalu lah byar up sampai tamat.
aku suka ❤️👍
padahal suka banget ceritanya
dapat notif tak kira up
ternyata 😌