NovelToon NovelToon
Antagonis Dan Second Lead

Antagonis Dan Second Lead

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:170.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: DarkMoran1603

Camila bertransmigrasi ke salah satu novel penuh stereotip antara gadis miskin yang cantik dan lelaki kaya yang playboy dan tampan. Dia tidak ingin membodohi dirinya sendiri dan hanya meluruskan beberapa hal dengan protagonis wanita, saat tiba-tiba second lead yang adalah sahabat protagonis mendatanginya dan berteriak dengan wajah merona

"Arianna adalah gadis lurus, dia tidak menyukai wanita! Jadi berhenti mengejarnya, Camila Blazemoche!"

Second lead, apakah ada yang salah dengan otakmu?

Warning: Slow burn.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DarkMoran1603, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aiden Blazemoche

Aiden menutup mata di samping sopir keluarga, lalu melihat tiga orang yang duduk di kursi belakang melalui kaca. Dia tidak mengira bahwa Gabriel yang dipikir akan pergi, justru mengikuti mereka ke kediaman Blazemoche.

Suasana di kursi belakang juga agak aneh. Arianna yang memiliki reaksi normal dan tampak gugup, adiknya yang tenang seperti biasa dan duduk di tengah, dan Gabriel yang melirik keduanya berkali-kali.

Dia tidak masalah dengan Arianna, bagaimanapun juga keduanya sama-sama perempuan. Aiden juga mengerti bahwa adiknya lurus dan bahkan sudah bertunangan, tapi Gabriel adalah masalah.

Apa urusan lelaki bau kencur yang bahkan bukan mitra bisnis keluarga mereka, untuk masuk ke kediaman Blazemoche? Untuk adiknya, atau teman adiknya?

Aiden melirik jam tangannya dan menatap adiknya, bertanya

"Makan diluar?"

Camila menggeleng, Aiden mengangguk saja dan kembali diam. Tidak ada seorangpun yang berani buka suara lagi setelahnya, bahkan saat mereka sudah memasuki gerbang kediaman Blazemoche.

Arianna dan Camila adalah yang pertama kali turun, keduanya masih bergandengan tangan seperti sesama gadis pada umumnya, jadi Aiden tidak keberatan. Tapi Gabriel yang terus terlihat seolah sedang duduk diatas paku benar-benar mengganggu pemandangan, jadi begitu Gabriel turun, Aiden juga ikut turun dan langsung memegang pundaknya.

Laki-laki berambut perak itu tersentak dan mendapati wajah serius Aiden

"Ada apa, kak?"

"Kau tampak aneh sejak tadi, ikut menginap juga?"

Gabriel terpaku di tempat, menatap tangan Aiden yang menempel di pundaknya dengan ketakutan seolah dia akan diapa-apakan. Lalu mencicit

"... Kak, jangan."

Sudut mulut Aiden berkedut kesal, ada apa sih dengan anak ini? Apa yang ada didalam kepalanya sejak tadi?

"Hah?" Meski kesal, Aiden tetap menahan diri dan hanya memelototi Gabriel sambil mencengkeram bahunya.

Tapi Gabriel justru bereaksi lebih hebat dan mulai meronta agar dilepaskan

"Jangan, kak. Aku laki-laki! Aku juga masih dibawah umur!"

Aiden benar-benar kesal sekarang dan berbisik penuh ancaman

"Ikut aku."

Camila menoleh karena tidak mendengar langkah kaki yang menyusul mereka, hanya untuk disuguhi pemandangan Aiden yang menggeret Gabriel ke taman samping untuk berbicara empat mata. Gabriel menatap ke arahnya dengan panik, tapi karena tubuhnya digeret maka dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Arianna melihat ini dan mengerutkan keningnya

"Ada apa dengan Gabriel? Kenapa kakakmu menariknya?"

"Temanmu itu pikirannya terlalu berwarna, Arianna. Jadi kakak mungkin ingin menyiramnya dengan air untuk melunturkan warnanya" jawab Camila.

Arianna masih tampak khawatir Gabriel akan diapa-apakan.

Camila menarik tangannya dan masuk ke dalam mansion keluarganya

"Tidak apa-apa, kakakku lurus."

Arianna kebingungan dan atensinya kembali pada Camila

"Lurus? Lurus apa?"

"Bukan apa-apa. Ngomong-ngomong, mau mandi bersama?" Tawar Camila.

Arianna tersentak dan wajahnya merona

"Eh?! Tidak perlu! Aku bisa mandi sendiri!"

"Aku bisa sekalian membantu merawat lukamu."

"Camila, sungguh tidak perlu."

"Kalau begitu ya sudah, tapi biarkan aku membantumu merawat lukanya. Jangan menolak, aku hanya ingin."

Arianna mengangguk setuju, selama Camila tidak memintanya untuk mandi bersama. Lagipula dia belum siap mengekspos seluruh tubuhnya yang penuh luka pada orang lain.

Gabriel masuk kedalam kediaman Blazemoche dengan wajah pucat, Aiden menyusul di belakangnya. Camila sudah duduk didepan meja makan bersama Arianna, keduanya memakai gaun tidur besar yang sederhana. Mereka agak heran kenapa butuh waktu yang lama sekali bagi dua orang laki-laki untuk berbicara, bahkan tak ada satupun dari mereka yang berganti pakaian.

Pria perak itu berhenti sejenak dan menatap keduanya, lalu duduk dengan sedih di sebelah Camila. Camila memberi kakaknya pandangan bertanya, Aiden hanya menjawab dengan wajah datar. Tapi pundak lelaki itu bergetar seolah sedang menahan tawa, melihat ini Camila langsung tau apa yang terjadi.

Kakaknya ini benar-benar punya hobi aneh yang sangat tidak lazim.

Camila merasa kasihan pada Gabriel yang menyusut dan tidak tahan lagi, bagaimanapun juga second lead adalah tokoh yang paling disukai pembaca. Jadi dia merasa perlu untuk memberitahunya

"Gabriel, jangan diambil hati."

Pihak lain tersentak dan menatapnya.

Camila sekali lagi berkata

"Kakakku sangat lurus, tapi dia memang suka berpura-pura menjadi gay. Aku sendiri tidak tau alasannya."

Aiden menutup wajahnya dan menundukkan kepala, seluruh tubuhnya bergetar akibat tertawa tanpa suara. Gabriel melihat semua ini dan cengo seketika, Arianna hanya berkedip bingung di samping karena tidak mengerti sedikitpun akan apa yang dibicarakan.

Camila menatap malas Aiden

"Kakak, kali ini apa yang kau lakukan?"

".... Tidak banyak" jawab Aiden setelah beberapa lama.

"Seberapa banyak?" Desak Camila.

"Sungguh tidak banyak."

"Seberapa banyak?" Camila terus mendesaknya, kali ini sambil memberikan tatapan ketus.

Aiden mengulum senyumnya dan menjawab dengan suara yang agak gemetar akibat menahan tawa

"Hanya memojokkannya, mencubit dagu dan mendekatkan bibirku dengan lehernya."

Arianna yang polos (ㆁωㆁ)

Camila (●__●)

Gabriel yang trauma ಥ_ಥ

Aiden (◡ ω ◡)

"Kak, jangan jadi binatang yang menyentuh anak dibawah umur" Camila lelah akan kelakuan pihak lain.

"Yah ..." Aiden menyeret kata-katanya, lalu melirik Gabriel lagi.

Yang dilirik sontak kembali gemetar seperti burung puyuh.

"Kakak ..." Camila memperingatkannya.

"Baiklah, tidak akan. Tidak dengan Gabriel" balas Aiden.

Jadi maksudmu kau akan terus melakukannya?

1
Nuraishah❤💚
👍🏻
🕊️¹⁶⁸Syakilavcr
🤣🤣🤣
🕊️¹⁶⁸Syakilavcr
keren 👍👍👍
Dede Mila
baca
Aisyah Sitv
jujur, gw bingung sama part ini
Aisyah Sitv
anjaayyyy
Mak klakep tuh 3 antek
Aisyah Sitv
anjayyyy 👍👍👍
Aisyah Sitv
🤣🤣🤣🤣🤣 kocak bgt si aiden
gabriel juga oon bgt sih, otaknya penuh warna
Aisyah Sitv
pffftfttttt ini anak otaknya pelangi mulu dah
Aisyah Sitv
emang udah rusak tuh otak suami istri
Aisyah Sitv
wahhh asik nih
3 lawan 1
Aisyah Sitv
goblok sia mah 🤣🤣🤣
Tri Haryanto
Luar biasa
ira yang beruntung & kaya raya
plot armornya emg merepotkan...
ira yang beruntung & kaya raya
aku suka cara penulisannya...
est
bodoh camila mau terima jadi pion trus perjanjiannya cuma omonga mana ada kaya giti bisa dibohongi harus ada hitam siatas putig goblok
finza_w
Luar biasa
Bun Ice
Aish, aku yang baper...
Bun Ice
Camer...
Bun Ice
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!