Kim Hana Ae-Ri, gadis yang mempunyai hobi balapan di malam hari, dan sangat jatuh cinta dengan drummer. Bekerja sebagai karyawan magang di Trans Big Farma.
Suatu malam, Kim Hana ketahuan balapan dan langsung di nikahkan malam itu juga dengan tujuan agar Kim Hana berhenti menjadi gadis barbar.
Siapa sangka jika Ryan Lee justru mengajukan diri sebagai suami Kim Hana.
Ryan Lee, atasan yang paling di benci Kim Hana karena tingkat kejahilannya yang diatas rata rata.
Penasaran dengan kisah rumah tangga mereka?
Bagaimana jadinya jika Ryan Lee tahu bahwa Kim Hana adalah wanita yang suka balapan dan drummer?
Dan bagaimana reaksi Kim Hana saat tahu bahwa kekasih Ryan Lee datang dan ingin kembali memperbaiki hubungan setelah sebelumnya Kim Sha Pie-then melarikan diri dari acara lamaran yang dibuat Ryan Lee??
Jangan lupa klik ❤️
Like dan komen nya di tunggu..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon idaa_nafishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Destiny Of Love 17
" Aku tidak bermaksud untuk membuat kecewa tapi sejujurnya aku sendiri tidak tahu apakah aku bahagia dalam pernikahan kita." Ucap Ryan.
" Jika kamu sedang ada dalam situasi pahit seperti itu, ambil waktu sejenak untuk menepi dan memikirkan semuanya baik-baik." Ucap Hana sambil tersenyum.
" Ambil keputusan dengan kepala dingin, jika pernikahan yang kamu jalani tidak membahagiakan. Kamu perlu melepaskan dan mengiklaskan agar kamu bisa memiliki kehidupan baru yang lebih tenang dan bahagia."
" Tapi jika aku melepaskan diri dari pernikahan ini bagaimana denganmu?" Tanya Ryan tanpa melihat Hana
" Cih Sejak kapan kamu mempedulikan tentang perasaanku?"
" Jawap saja."
" Aku?. Tentu saja Aku merasa bahagia karena mungkin aku bisa bebas menjalani kehidupanku seperti sebelumnya, balapan dan main drum." Ucap Hana sambil tersenyum. Tapi dalam hatinya merasakan sesuatu yang menyakitkan ketika Ryan bertanya tentang sesuatu yang mengarah pada perpisahan.
" Kadang-kadang kita harus memilih jalan yang tidak kita suka, tapi jalan itu akan menyelamatkan kita dari keterpurukan yang panjang." Ucap Hana yang sebenarnya heran dari mana dia bisa merangkai kata-kata itu.
Kata kata itu seolah-olah muncul begitu saja dah langsung dia ucapkan sebelum kata-kata itu menghilang dari pikirannya.
" Hana apa kamu benar-benar menganggap pernikahan kita itu nyata?"
" Haha tentu saja, walaupun kita masih belum saling mencintai. Tapi bagiku pernikahan itu adalah hubungan yang saka dan suci. Tidak tahu bagimu." Ucap Hana.
" Jika kamu mencintaiku, aku akan belajar untuk mencintaimu jauh lebih besar, jika kamu menghormatiku aku pun akan melakukannya. Tapi jika tidak, aku tidak ingin membuang waktuku untuk memperjuangkan sesuatu yang mustahil. Semua keputusan ada padamu. Kamu lah yang mengajukan diri untuk menjadi suamiku." Pekik Hana yang membuat Ryan sedikit tersentil.
Di makau...
Mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di kamar masing-masing.
Para geng tidur dengan nyenyak dan penuh semangat karena mulai besok mereka akan melakukan serangkaian rencana yang sudah mereka susun dengan rapi.
Sementara Hana dan Ryan tidak dapat tidur dengan nyenyak
Hana masih memikirkan dan mencoba menarik kesimpulan dari percakapan yang terjadi antara dirinya dengan Ryan saat dalam perjalanan.
Hana terbangun dan memutuskan untuk kembali mencari udara segar agar dirinya merasa lebih rileks dan bisa tidur.
Lhon Thong saat itu juga tidak bisa tidur melihat Hana yang keluar dari kamarnya.
Lhon Thong kemudian memutuskan untuk mengikuti kemana Hana pergi.
Mungkin sosok ayah adalah sosok yang jarang sekali berbicara, tetapi yang kamu tak tahu, isi hati ayah sangatlah lemah lembut.
Ayah adalah sosok yang jarang sekali berbicara, tetapi tidak ada yang tahu isi hati ayah sangatlah lemah lembut terhadap putra-putrinya.
Sama seperti Lhon Thong, walaupun dia terkesan tegas dan kalah tapi sebenarnya dia sangat menyayangi putra-putrinya dan berharap kebahagiaan akan selalu mengiringi perjalanan hidup putra-putrinya.
" Nak, apa yang kamu lakukan?"
" Appaaa..."
" Appa (papa) sendiri sedang apa disini?" Tanya Hana.
" Hmm, sama seperti mu."
Hana tersenyum dan berpikir bahwa sang appa juga tidak bisa tidur.
" Hana, apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" Tanya Lhon Thong.
" Kenapa Appa(papa) tiba-tiba berbicara tentang hal ini sekarang?"
Lhon Thong terdiam. Di teringat dengan momen yang akan selalu menggetarkan siapa saja.
Momen pernikahan.
Suka tidak suka, ayah adalah orang yang paling merasa kehilangan, karena ia harus merelakan putri kecilnya untuk hidup bersama lelaki baik walaupun pernikahan itu tercipta atas kehendaknya sendiri.
Putrinya kini tak lagi seorang gadis kecil yang dulu ia gendong kemana-mana. Lhon Thong mengusap bulir air mata nya sebelum Hana menyadari bahwa Sebenarnya dia sangatlah sedih mengingat kini Hana sudah menjadi milik orang lain.
" Dady baik baik saja?" Tanya Hana.
"Pasangan itu seperti lembar demi lembar buku yang tak akan habis dibaca. Untuk itu, tetaplah belajar dan mempelajari satu sama lain hingga selama-lamanya." Ucap Lhon Thong yang seakan-akan mewakili perasaan Hana pada malam itu.
" Hana sendiri sebenarnya tidak tahu pernikahan seperti apa yang sedang Hana jalani sekarang.. Hana juga tidak yakin apakah lelaki yang kini telah menjadi suami Hana itu benar-benar menginginkan Hana untuk terus berada di sampingnya."
" Nak pernikahan itu dimulai berdua, kalian nantinya akan membangun keluarga kecil seperti aku dan ibumu dulu. Untuk itu, tetaplah saling menjaga dan bertanggung jawab satu sama lainnya. Kalian adalah harta tak ternilai untuk masing-masing."
Hana terdiam. Menikah menjadi fase yang diidamkan banyak pasangan kekasih.
Tapi dalam hal ini, Hana dan Ryan bukan lah sepasang kekasih.
Meski begitu, seharusnya mereka memerlukan pertimbangan matang sebelum memutuskan pernikahan.
Hal itu dikarenakan pernikahan merupakan suatu ikatan yang terbilang sakral, hanya dianjurkan dilakukan satu kali seumur hidup.
Dan itulah yang sebenarnya di inginkan Hana, walaupun mereka dipersatukan dalam ikatan pernikahan yang tidak didasari oleh cinta. Tapi Hana yakin benih-benih cinta itu akan tumbuh di antara mereka seiring berjalannya waktu asalkan mereka saling terbuka.
Bagi Hana dalam suatu hubungan pernikahan, kedua insan telah terikat oleh janji suci yang harus dijaga selamanya. Lantaran telah menjadi satu, pasangan yang telah menikah seharusnya selalu saling mendukung dalam segala situasi.
Hana kemudian menarik kesimpulan mungkin Ryan sedang menunggu seseorang dari masa lalunya atau sudah memiliki cinta yang lain.
" Maafkan Dady yang telah memberikan hukuman berupa pernikahan kepadamu. Dan maaf jika ternyata kamu tidak bahagia dalam pernikahan ini."
"Buatku yang terpenting bukanlah siapa yang kunikahi, tapi bagaimana aku membangun pernikahan itu dengan keyakinan dan komitmen" Ucap Hana sambil tersenyum.
Lhon Thong memeluk Hana sambil menyelipkan sebuah doa agar kelak putrinya merasakan kebahagiaan dalam sebuah pernikahan.
Wahai Yang Maha Lembut, manjakanlah hatiku yang sendiri ini, bahagiakanlah aku dalam pernikahan yang penuh cinta, yang mesra, yang setia. Pekik Hana dalam pelukan Lhon Thong.
Di bagian lain dari kapal itu, ada sepasang mata yang mengawasi pembicaraan anak dan Ayah.
Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Ryan.
Ryan menyadari bahwa benar seorang putri adalah kebanggaan tersendiri bagi seorang ayah. Dan ketika putrinya telah menikah itu ibarat luka tidak berdarah karena sang ayah harus merelakan putrinya pergi bersama dengan laki-laki lain.
Ryan memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan berusaha untuk membuat ana bahagia dalam pernikahan ini.
Bagaimana pun juga benih-benih cinta itu sebenarnya sudah tumbuh di hati Ryan untuk Hana.
" Hah, sepertinya aku harus menata ulang hati ini..."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...