NovelToon NovelToon
Dikira Pelayan Cupu Ternyata Suhu

Dikira Pelayan Cupu Ternyata Suhu

Status: tamat
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:98.5k
Nilai: 4.4
Nama Author: Khairin Nisa

Kesya Agreta terpaksa bekerja di salah satu perusahaan terbesar di kota itu untuk membayar pengobatan ayahnya, Kesya memupus harapannya begitu saja untuk melanjutkan kuliah setelah mengetahui papanya sakit keras.

Kesya akhirnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan Herlambang Group-salah satu perusahaan raksasa yang selalu menjadi incaran para pekerja yang menginginkan gaji besar. Beruntung sekali karena Kesya langsung bisa diterima bekerja di perusahaan sebesar ini walaupun hanya menjadi office girl saja.

Hari pertama Keysa bekerja dia langsung mendapatkan ciuman paksa dari seorang lelaki mabuk yang kebetulan satu lift dengannya. Kesya yang masih polos memutuskan untuk berhenti bekerja. Tapi disaat yang sama Indah-Kakak tirinya mengancam tidak akan pernah membiarkan Kesya menemui Papanya jika tidak membawa uang.

Hingga akhirnya Kesya tahu jika lelaki yang menciumnya adalah Tuan Geovan-pemilik perusahaan Herlambang Group.

Simak kisah seru mereka dan follow Ig khairin_junior

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran Tentang Kesya

Kesya terdiam sejenak, hatinya sangat khawatir apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya kepada Asisten Andi ketika mereka belum lama saling mengenal. Tapi Kesya juga merasa bahwa Asisten Andi adalah orang yang baik, dan mungkin dia harus jujur ​​tentang apa yang terjadi, lagipula Asisten Andi juga pernah melihatnya di depan rumah sakit.

Setelah gadis itu menetapkan hati dan pikirannya. Gadis itu mendongak dan kemudian menatap Asisten Andi saat dia berkata, "Jika bukan karena memikirkan tagihan rumah sakit Papa yang sangat mahal, sejak awal aku akan memilih keluar dari perusahaan." Kesya berbicara dengan suara yang terdengar tenang dan mantap, namun suara serak yang penuh dengan kesedihan itu terdengar jelas di telinga pria di sebelahnya.

Andi sedikit tersenyum karena sejak awal dia merasa Kesya punya alasan yang tepat untuk berada di perusahaan itu.

“Dari awal saya sudah berharap ada orang yang berani meninggikan suara di depan Geovan namun, kamu sangat berbeda. Itu membuatku mengerti bahwa kamu tidak sama dengan banyak wanita lain yang mendekati Geovan hanya untuk mendapatkan uang," kata Andi dengan jelas tanpa memandang Kesya.

"Saya tidak pernah berpikir untuk mendapatkan hati pria itu, bahkan bernafas dengannya di ruangan yang sama saya tidak pernah menginginkannya." Kesya berbicara dengan nada penuh penekanan seolah gadis itu berusaha menekan emosinya.

"Sebenarnya Geovan adalah orang yang baik, tapi sikapnya yang arogan membuat banyak orang salah paham," kata Andi jujur. "Bolehkah aku tahu, Papa kamu sakit apa?" tanya Asisten Andi lagi.

“Papa sudah lama menderita penyakit jantung, tetapi Papa selalu berusaha menyembunyikannya dari kami sampai ketika Papa tidak sadarkan diri, kemudian saya dan kakak saya berinisiatif untuk membawanya ke rumah sakit dan dari sana kami mengetahui bahwa Papa memiliki penyakit jantung." Kesya berbicara secara gamblang.

Andi menatap Kesya dari sudut matanya, pria itu tahu bahwa jika dia menyinggung tentang Papa Kesya, maka gadis ini akan menangis dan secara tidak langsung keluarga adalah kelemahan gadis di sisinya.

"Mulai sekarang kamu bisa cerita apa saja padaku, selama ini aku sangat menginginkan adik perempuan dan aku mendapatkannya," kata Andi sambil tersenyum pada Kesya yang kini menatapnya.

“Apa maksudmu barusan?” tanya Kesya sambil menyeka air mata yang jatuh di pipinya.

"Bisakah aku menganggap kamu sebagai saudara perempuan dan begitu juga sebaliknya?" tanya Andi.

Kesya tidak langsung menjawab, dia terlebih dahulu menyelidiki apakah ada kebohongan di balik kata-kata pria itu, namun Kesya tidak menemukannya sampai dia menganggukkan kepalanya.

"Dan karena kamu menganggapku sebagai kakak laki-laki, mulai sekarang tidak perlu malu, kamu bisa meminta bantuan dariku kapan saja." Usai berbicara, Andi langsung mengelus puncak rambut Kesya sambil tersenyum manis.

"Terima kasih," kata Kesya sambil tersenyum kecil, menahan isak tangisnya.

Kesya benar-benar sangat beruntung karena dia bertemu orang-orang baik disekitarnya ya, meskipun masih ada beberapa orang yang masih memusuhi dia, tetapi itu tidak masalah karena begitulah hidup, tidak semua orang akan bisa menerima kita, tetapi kita jangan pernah membalas perbuatan mereka. Teruslah berbuat baik arena disitulah perbedaan kita dengan mereka.

Setelah sampai di tempat tujuan, Kesya buru-buru turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih kepada Asisten Andi. Setelah melihat gadis itu memasuki rumah, Andi pergi ke klub malam untuk bertemu dengan sahabatnya.

Klub malam terkenal di kota a.

Andi berjalan ke sebuah ruangan yang dipenuhi dengan lampu warna-warni yang redup yang bergerak secara acak di sekitar ruangan. Bau alkohol menyerbu indra penciumannya, tapi Andi sudah terbiasa dengan bau itu, jadi dia tidak merasa mual sama sekali, seorang wanita cantik terlihat mengamati lekuk tubuhnya di lantai dansa mengikuti musik DJ yang menggema menggetarkan dinding ruangan ini.

Andi berjalan ke arah seorang pria yang sekarang duduk di sudut ruangan ini, melambaikan tangannya untuk menunjukkan keberadaannya.

"Ternyata dia ada di sana," gumam Andi sambil melanjutkan langkahnya.

"Andi, duduk di sana, aku sudah memanggil seorang wanita untuk menemani kamu," kata Geovan santai.

"Aku baru saja sampai, tapi kamu sudah minum begitu banyak." Andi berbicara sambil melihat ke sekeliling meja yang sudah dipenuhi berbagai macam botol kosong dan isi botol itu pasti sudah pindah ke perut sahabatnya.

“Aku patah hati, tahukah kamu bahwa aku melihat Santi keluar dari ruangan ini dengan bajingan sialan itu?” ucap Geovan bicara sambil menengak minuman beralkohol langsung dari botol.

Santi adalah kekasih Geovan yang berselingkuh dengan musuh bisnisnya sendiri.

Hampir setiap malam, Geovan selalu menghabiskan malamnya di klub ini untuk menyingkirkan bayangan Santi yang terus menghantui hatinya.

“Kenapa kau terus memikirkan wanita sialan itu? Bukankah masih banyak wanita lain yang jauh lebih baik darinya?” kata Andi yang sejak awal tidak menyukai Santi.

"Kau tahu, Santi akan menikahi bajingan itu dan aku tidak setuju. Santi milikku dan akan tetap seperti ini selamanya," kata Geovan yang sudah terlanjur mabuk alkohol.

"Geovan, matamu sangat buta sehingga kamu tidak bisa membedakan antara wanita baik dan wanita murahan seperti itu! Karena saham perusahaannya mulai menurun, dia segera meninggalkannya dan membeberkan identitasnya dalam perselingkuhan dengan musuh kita. Andi enggan menyebut nama musuhnya.

"Tidak, Santi sangat mencintaiku, pasti pria sialan itu yang mengancamnya untuk menjauhkan Santi dariku," kata Geovan dengan penuh percaya diri.

Geovan masih menolak untuk mempercayai kenyataan bahwa Santi hanya mengejar kekayaannya. Sementara itu, Andi yang melihat sikap Geovan tidak bisa menahan diri untuk tidak diam karena jika pembicaraan ini berlanjut, akan semakin panjang dan lebar, mungkin panjang perdebatan ini akan melebihi panjang jalan kota.

Sebenarnya Andi sangat ingin memberitahu Geovan tentang apa yang dia dengar dari Kesya tadi, tapi jika melihat kondisi Geovan yang mabuk seperti itu, Andi hanya bisa menelan niat awalnya tersebut. Tapi, Andi tetap harus memberitahu Geovan agar pria itu tidak terus mempersulit Kesya selama dia bekerja di perusahaan Herlambang.

Matahari tampak menggantung di langit. Geovan mulai mengerjakan matanya, lalu lelaki itu memegangi kepalanya yang terasa pening, setelah merasa jauh lebih baik, lelaki itu mulai membuka kelopak matanya, lalu ia melihat seorang wanita cantik yang kini tertidur pulas di bawah selimut putih hotel ini. Geovan berlari ke kamar mandi tanpa menggunakan seutas benang pun.

Setiap kali Geovan datang ke klub malam, pria itu selalu mengundang seorang wanita untuk bergabung dengannya guna menemani malam panjangnya. Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Geovan buru-buru mengenakan jubah kerja yang telah diletakkan Andi di atas meja.

"Tuan," teriak wanita malam itu setelah menyadari bahwa Geovan tidak lagi berada di sisinya.

Wanita malam itu duduk sambil memegang selimut untuk menutupi dadanya karena wanita itu tidak menggunakan seutas benang pun di bawah selimut hotel ini.

"Saya telah meletakkan uang di atas meja. Ini adalah hadiah untukmu." Geovan berkata dengan suara datar tanpa melihat wanita yang menemaninya bersenang-senang tadi malam.

“Jika Anda membutuhkan saya lain kali, maka…” Kata-kata wanita cantik itu terhenti ketika dia melihat Geovan mengangkat tangannya.

"Aku tidak pernah ingin memakai wanita yang sama." Setelah berbicara, Geovan bergegas meninggalkan ruangan seperti ini.

Ini bukan kali pertama terjadi. Geovan bahkan tidak sempat mengingat nama-nama wanita yang menemaninya malam itu. Geovan sangat mencintai Santi, tapi lelaki selalu berpikir bahwa lelaki tidak pernah cukup hanya dengan satu wanita, mungkin hanya Santi yang ada di hati Geovan namun, Geovan tetap berganti wanita, seringkali hanya untuk menghangatkan ranjang.

Sekitar satu jam telah berlalu sejak Andi berdiri di depan pintu kamar Geovan. Saat melihat Geovan meninggalkan ruangan, Andi segera mengikuti di belakangnya dan kemudian menyelaraskan langkahnya dengan sahabatnya.

Saat tidak di kantor, Andi akan kembali berteman dengan Geovan namun, setelah memasuki area kantor, keduanya akan kembali bersikap profesional dan mengesampingkan urusan pribadi.

“Geovan, kamu sudah sadar?” tanya Andi sambil menatap Geovan.

"Jika aku tidak sadar, bagaimana aku bisa berjalan di sisimu." Semprot Geovan hingga Andi langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Geovan, kamu bercerita tentang Santi tadi malam. Itu hampir membuatku kehilangan kewarasan," kata Andi kepada temannya.

"Aku sudah lupa tentang itu, jadi jangan membicarakannya lagi." Geovan yang semalam berada di bawah pengaruh alkohol tidak menyadari apa yang dia katakan, jadi wajar saja jika pria itu tidak mengingatnya sama sekali.

"Sepertinya lain kali aku akan membuat video tentang semuanya sehingga kamu akan merasa malu pada dirimu sendiri," kata Andi.

Andi ingat apa yang dikatakan Kesya kemarin dan pria itu tidak sabar untuk menceritakan semuanya kepada sahabatnya.

"Sebelum ke diskotik, aku bertemu dengan Kesya di depan rumah sakit," ucapan Andi berhenti sejenak untuk menatap wajah Geovan sekarang. "Aku benar-benar khawatir dengan nasib gadis itu..." Sebelum Andi selesai berbicara, Geovan langsung memotong kata-katanya.

"Apa yang terjadi pada gadis itu bukan urusanku, jadi tolong jangan pernah mengatakan apa pun tentang kehidupan pribadinya di masa depan karena aku benar-benar tidak tertarik."

1
Mami Pihri An Nur
Loh ko udah selesai, pdhl aku uda deg2an,, loh
Umi Hanifah
Mana lanjutannya thor, kok mogok sampek sini aja
Umi Hanifah
kapan ap nya nih
Asyatun 1
lanjut
S_S_Z
Lumayan
keyki
kecanduan kopi
Enik Susianah
mana ini lanjutnya.... ????
suami gw gepeng
cerita lama belom selesai, jangan bikin cerit baru lah. sengaja banget bikin orang emosi
Sulaiman Efendy
👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻👎🏻😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Sulaiman Efendy
PALING MALAS DN EMOSI DGN OTHOR YG SLLU GANTUNG CERITA, NIAT BUAT NOVEL ATAU NGGK SIHH..
Sulaiman Efendy
LAKI2 GOBLOK, CEO DUNGU. MSH MNGHARAPKN WANITA YG UDH BRSELINGKUH & HIANATI DIRINYA, MAU2NYA LO TRIMA WANITA BEKAS PAKAI ORG BUAT LO JDIIN KEKASIH ATAU ISTRI LO LGI
Sulaiman Efendy
SAIPA KIRA2 IBU ITU, APA IBUNYA GEOVAN. ??!
Sulaiman Efendy
KAYA, TERPELAJAR, TPI TK BRAHKLAK..
Sulaiman Efendy
KAN ASSISTEN ANDI MAU TOLONG LO KERJA T4 LAIN, KNP GK MNTA TOLONG..
Sulaiman Efendy
TERNYATA SI INDAH YG JUAL DIRI...
DASAR KK TIRI IBLIS.
Sulaiman Efendy
JADI MANUSIA KOQ LEMAH BNGET, MAU DITINDAS DN DIINTIMIDASI.
Ririn Dyah
ayo,mana ini lanjutannya..ditunggu ya
BUNDA F&T
ceritanya kok digantung 🤔
BUNDA F&T
Luar biasa
Marwah
jangan sampai Geovan menodai kesya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!