Aluna Queen Aurora Geng inti Warrior sekaligus Pacar Galaksi selain manja Aluna itu sangat berbeda dengan wanita yang lainnya
Banyak masalah yang harus mereka lalui mulai dari teror kepada Aluna dan hancurnya hubungan mereka Namun mereka harus menerima kenyataannya itu
Apakah Galaksi dan Aluna sanggup melewati semua Permasalah itu semuanya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 Galaksi marah
" Biarin, tuh dua curut kabur Kita bisa
setelah Elang dan Farhan Pergi dari hadapan mereka, Galaksi langsung menarik Aluna untuk masuk ke dalam rumah. Cowok itu menyuruh Aluna duduk di ruang tamu, sementara dirinya Pergi ke dapur untuk mengambil handuk kecil dan air dingin
Beberapa saat kemudian, Galaksi kembali menghampiri Aluna dengan sebaskom air dingin dan handuk kecil. Cowok itu segera duduk di samping Aluna. Tangannya dengan telaten mengompres luka lebam di Pipi Aluna
Tidak ingin membuat Galaksi tambah kesal, Aluna Pun hanya diam saja Gadis itu bahkan tidak mengeluarkan ringisan sama sekali. Seolah lebam berwarna ungu kebiruan di Pipinya itu sama sekali tidak berarti.
" Kenapa kamu nggak bilang," tanya Galaksi memecah keheningan di antara mereka berdua. Aura cowok itu membuat Aluna cukup merasa terintimidasi
" Nggak kenapa-kenapa, " balas Aluna dengan kepala tertunduk lesu
" Ke mana ?"
" Makam. "
" Makam siapa ?" Galaksi menautkan kedua alisnya
" Kak Kelvin, " balas Aluna dengan nada Pelan
Galaksi terdiam. kedua tangannya itu mencengkram erat handuk yang digunakannya untuk mengompres Aluna. Rahang tegasnya itu mengeras, Pertanda bahwa cowok itu mati-matian menahan amarah
Sadar jika Galaksi hanya diam saja Aluna Pun berujar, " Maaf,"
Kedua mata Galaksi terpejam sebentar. Cowok itu menghela nafas berat
" jangan diulangi lagi,"
Aluna mengangguk tanpa menaikkan Pandangan
" Kenapa nggak ngajak ? Kamu tau, kan kalau di luar itu sangat berbahaya buat kamu kalau seandainya aku sama anak-anak lain tadi nggak ketemu sama kamu, udah diapain sama Marco,"
" Aluna takut ganggu Galaksi Soalnya akhir-akhir ini Aluna udah sering ngerepotin Galaksi, " balas Aluna dengan kedua tangan mencengkeram seragamnya
" Sejak kapan kamu ngerepotin aku Aluna, " Galaksi mengacak rambutnya kesal. Tangannya beralih memegang kedua Pundak Aluna," Tatap mata aku,"
Aluna mendongakkan Pandangannya lalu menatap tepat di kedua manik mata milik Galaksi
" Aluna .... udah beberapa kali aku bilangin, kamu itu nggak pernah ngerepotin aku sekali pun. Sesibuk apapun aku, kalau kamu butuh, tetep bakal aku luangin kok," kata Galaksi dengan suara yang mulai melembut. ia menatap luka lebam di Pipi Aluna kemudian mengelus Pelan
" Kalau sampai ada hal yang buruk yang terjadi sama kamu, aku nggak bakalan bisa maafin diri aku sendiri, Aluna. Mati-matian aku jagain kamu selama ini kalau kamu nyerahin diri ke kandang buaya, nggak ada lagi gunanya,"
" Galaksi ... maaf ... " Aluna berhambur ke Pelukan Galaksi. Dadanya terasa sesak tetapi tidak juga dapat menumpahkan air matanya. Aluna benar-benar takut Galaksi marah Kepadanya
" Aku kayak gini karena sayang sama kamu, Aluna kalau bukan kamu siapa lagi yang aku suka ?" Galaksi membalas Pelukan Aluna tak kalah eratnya. ia mengelus lembut rambut kecokelatan milik gadis itu
" Bayi besarnya Galaksi nggak boleh kenapa-napa .... " lanjut Galaksi
...*****...
Biarin, tuh dua curut kabur Kita bisa
setelah Elang dan Farhan Pergi dari hadapan mereka, Galaksi langsung menarik Aluna untuk masuk ke dalam rumah. Cowok itu menyuruh Aluna duduk di ruang tamu, sementara dirinya Pergi ke dapur untuk mengambil handuk kecil dan air dingin
Beberapa saat kemudian, Galaksi kembali menghampiri Aluna dengan sebaskom air dingin dan handuk kecil. Cowok itu segera duduk di samping Aluna. Tangannya dengan telaten mengompres luka lebam di Pipi Aluna
Tidak ingin membuat Galaksi tambah kesal, Aluna Pun hanya diam saja Gadis itu bahkan tidak mengeluarkan ringisan sama sekali. Seolah lebam berwarna ungu kebiruan di Pipinya itu sama sekali tidak berarti.
" Kenapa kamu nggak bilang," tanya Galaksi memecah keheningan di antara mereka berdua. Aura cowok itu membuat Aluna cukup merasa terintimidasi
" Nggak kenapa-kenapa, " balas Aluna dengan kepala tertunduk lesu
" Ke mana ?"
" Makam. "
" Makam siapa ?" Galaksi menautkan kedua alisnya
" Kak Kelvin, " balas Aluna dengan nada Pelan
Galaksi terdiam. kedua tangannya itu mencengkram erat handuk yang digunakannya untuk mengompres Aluna. Rahang tegasnya itu mengeras, Pertanda bahwa cowok itu mati-matian menahan amarah
Sadar jika Galaksi hanya diam saja Aluna Pun berujar, " Maaf,"
Kedua mata Galaksi terpejam sebentar. Cowok itu menghela nafas berat
" jangan diulangi lagi,"
Aluna mengangguk tanpa menaikkan Pandangan
" Kenapa nggak ngajak ? Kamu tau, kan kalau di luar itu sangat berbahaya buat kamu kalau seandainya aku sama anak-anak lain tadi nggak ketemu sama kamu, udah diapain sama Marco,"
" Aluna takut ganggu Galaksi Soalnya akhir-akhir ini Aluna udah sering ngerepotin Galaksi, " balas Aluna dengan kedua tangan mencengkeram seragamnya
" Sejak kapan kamu ngerepotin aku Aluna, " Galaksi mengacak rambutnya kesal. Tangannya beralih memegang kedua Pundak Aluna," Tatap mata aku,"
Aluna mendongakkan Pandangannya lalu menatap tepat di kedua manik mata milik Galaksi
" Aluna .... udah beberapa kali aku bilangin, kamu itu nggak pernah ngerepotin aku sekali pun. Sesibuk apapun aku, kalau kamu butuh, tetep bakal aku luangin kok," kata Galaksi dengan suara yang mulai melembut. ia menatap luka lebam di Pipi Aluna kemudian mengelus Pelan
" Kalau sampai ada hal yang buruk yang terjadi sama kamu, aku nggak bakalan bisa maafin diri aku sendiri, Aluna. Mati-matian aku jagain kamu selama ini kalau kamu nyerahin diri ke kandang buaya, nggak ada lagi gunanya,"
" Galaksi ... maaf ... " Aluna berhambur ke Pelukan Galaksi. Dadanya terasa sesak tetapi tidak juga dapat menumpahkan air matanya. Aluna benar-benar takut Galaksi marah Kepadanya
" Aku kayak gini karena sayang sama kamu, Aluna kalau bukan kamu siapa lagi yang aku suka ?" Galaksi membalas Pelukan Aluna tak kalah eratnya. ia mengelus lembut rambut kecokelatan milik gadis itu
" Bayi besarnya Galaksi nggak boleh kenapa-napa .... " lanjut Galaksi
*****
bagus
semangat
menulis nama orang aja salah melulu 🤭🤭
lanjut author 💪💪💪💪💪🤭
cari jalan untuk kebahagiaan kamu kedepan