NovelToon NovelToon
Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Status: tamat
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Dendam Kesumat / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:167.8k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE! HARGAI KARYA ORANG!


“Permisi! Maaf saya mengganggu, kenapa kamu malam-malam sendirian disini?” tanya Radit.

Wanita itu berhenti bernyanyi, ia sedikit mengangkat kepalanya. Tapi, ia tidak menjawab pertanyaan Radit.

“Hey, Mbak. Kenapa diam saja? Kenapa mbak berada di kelas ini sendirian? Apakah mbak tidak takut?” tanya Radit.

“Saya gak bisa pulang!” sahut wanita itu dengan suara pelan.

“Kenapa?” tanya Radit. Wanita itu hanya menggeleng pelan.

“Saya antar, ya!” tawar Radit. Wanita itu menjawab lagi dengan anggukan kepala.

Radit segera mengulurkan tangannya, wanita itu menyambut tangan Radit yang hangat. Radit terkejut setelah meyentuh tangan wanita itu, tangan yang begitu dingin.

“Kenapa tangannya begitu dingin? Apakah dia sakit?” batin Radit.


.
.
.

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tempat dan nama tokoh. Itu semua hanya kebetulan semata. Dan karya ini hasil imajinasi saya sendiri, bukan PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 17

“Maksudmu? Cempaka ini memiliki hubungan dengan papa-mu?” tanya Ibra.

“Ya, sepertinya begitu,” kata Radit.

Swosss... Cempaka benar-benar pergi dari tempat itu. Meninggalkan Radit dan Ibra.

Ibra yang sedari awal menyadari bahwa Cempaka masih berada di sana menjadi tersenyum kecil setelah mengetahui, jika Cempaka sudah benar-benar pergi.

Ia menjadi lega, bahwa Cempaka tidak benar-benar menargetkan Radit.

“Sudah jam 5 lebih, sebaiknya kita cepat pulang. Aku takut, nenek ku menjadi cemas,” ucap Ibra.

“Ahh.. Iya, sudah lebih jam 5. Papa-ku pasti marah lagi.” Radit juga segera berjalan tergesa-gesa bersama Ibra. Kedua pemuda itu segera bergegas meninggalkan lorong utara yang gelap dan lengang itu.

.

.

.

“Kenapa kamu selalu pulang saat hari menjelang magrib?” tanya Papa Harun yang sudah menunggu kepulangan Radit di pintu rumah mereka.

“Maaf, pa. Ada sesuatu yang harus Radit kerjakan di kampus!” jelas Radit.

“Masuk, mandi. Sebentar lagi adzan!” Papa Harun menyuruh Radit masuk.

“Iya, pa.” Pemuda itu menundukkan kepalanya. Ia begitu takut jika melihat papanya itu marah-marah.

“Radit, kok baru pulang?” tanya Mama Retno yang sedang duduk di ruang tengah.

“Ada kerjaan tadi, ma,” jawab Radit sembari berajalan ke arah kamarnya.

Tak terasa, hari sudah malam. Kini Radit, Papa Harun dan Mama Retno sedang duduk di depan televisi.

“Pa, Radit mau nanya sesuatu. Boleh?” tanya Radit dengan sangat hati-hati.

“Nanya apa? Kenapa muka kamu kayak ketakutan begitu?” Papa Harun meletakan cangkir teh yang ia pegang ke atas meja.

“Papa kenal Cempaka?” tanya Radit, ia menatap wajah mama dan papanya dengan cara bergantian.

“Cempaka yang ada di foto semalam?” Radit mengangguk cepat setelah mendengar perkataan papanya.

“Kenal, papa juga dulu punya teman yang namanya Cempaka,” ucap Papa Harun sembari melirik istrinya. “Tapi, mungkin Cuma kebetulan mirip aja sama Cempaka yang kamu maksud.”

“Bukan teman, Dit. Tapi Cempaka itu, pacar nya papamu semasa kuliah dulu,” kata Mama Retno sembari tersenyum. Tidak ada sedikit pun rasa marah atau dongkol di hati wanita separuh baya yang mengenakan hijab berwarna abu-abu itu. Baginya, Papa Harun adalah jodohnya. Jadi, bagaimana pun kehidupan Papa Harun sebelum bersamanya, biarlah menjadi bagian dari masa lalu.

“Kalau Radit bilang, Cempaka teman Radit itu adalah pacar Papa yang hilang bagaimana?” Radit berbicara sembari memaksakan senyumannya. Ia takut, jika papanya itu menjadi marah.

“Ngawur kamu, mana mungkin! Cempaka itu lebih tua dari mama mu loh!” ujar Papa Harun. “Jadi, bagaimana mungkin dia masih muda dan seumuran kamu.”

“Kan kata Radit seandainya, Pa.” Radit memberikan biodata Cempaka kepada Papa Harun dan Mama Retno.

“Dari mana kamu dapat semua ini?” tanya Papa Harun.

“Dari kampus lah, Radit juga udah cari biodata Cempaka yang teman Radit. Tapi gak ketemu, kata pihak kampus, gak ada mahasiswa angkatan 2021 yang namanya Cempaka. Terus kata temen Radit yang indigo, Cempaka temen radit itu bukan manusia.”

“Radit Radit! Kalau Cempaka teman kamu itu bukan manusi, terus apa?” tanya Mama Retno sembari menggelengkan kepala.

“Arwah!” celetuk Radit dengan wajah serius. “Arwah Cempaka, pacarnya papa yang hilang.”

“Radit, kamu ngomongnya makin ngawur. Mana ada Arwah penasaran,” kata Papa Harun.

“Dih, si papa. Di bilangin gak percaya, Radit juga awalnya gak percaya tapi Radit udah liat sendiri tadi,” ucap Radit.

Perkataan Radit, membuat Mama Retno dan Papa Harun saling melempar pandang.

“Kalau dugaan Ibra, temen Radit yang indigo itu. Kayaknya Cempaka meninggal karena di bunuh deh, Pa, Ma.” Radit berbicara dengan serius, kini pemuda itu berpindah duduk. Yang semula duduk di karpet yang ada di lantai, kini berpindah duduk di tengah-tengah Papa dan Mamanya yang duduk di atas sofa panjang.

“Ini anak, kebiasaan. Suka nyumpel-nyumpel deh!” Mama Retno memukul pundak Radit dan bergeser dikit dari duduknya.

“Hehehee.. Radit juga kan takut, ma. Kalau tiba-tiba Radit hilang di bawa ghost, gimana?” celetuk Radit.

“Udah, lanjutin lagi ceritanya,” kata Mama Retno.

“Cempaka di bunuh dan di kubur di sekitar kampus deh kayaknya, tapi Radit gak tau dimana? Ini Radit dan Ibra lagi selidikin kasus itu,” kata Radit.

Papa Harun termagu mendengar semua cerita Radit. Ia jadi teringat mimpi-mimpinya, di mana Cempaka datang dan selalu menangis serta meminta tolong.

“Mas Harun, tolong aku.. Aku sakit, aku menderita disini. Aku ingin pulang.” Itulah kata yang selalu di ucapkan Cempaka jika hadir di dalam mimpinya.

.

.

.

BERSAMBUNG!

1
secreinz
Luar biasa
Dtyas Aldric
muncrat2 yang baca Thor ... pengen lihat dech wajah x Farhan
Dtyas Aldric
yah 😱😱😱
terbongkar dech persembunyian x
Dtyas Aldric
aku mampir Thor ..
walau telat sih 🥺
Qillah julyan
namanya juga fiksi yaa..suka2 yg nulis..😅..
Pitri Komariah
Biasa
Anisa Zahra
menurutku gara" pengalaman yg sudah d lalui Radit skrg Radit jadi bisa liat hantu dh alnya dia udh msk k alam lain dan lainnya
Anisa Zahra
semoga cempaka GK slh paham lgi y
Anisa Zahra
tuh kan jadi kasian anak mereka yg jadi korbannya😭
Anisa Zahra
maaf ini kok jalan ceritanya kaya judul film sih namanya lentera merah pemerannya LCB laudya Chintya Bella. sama" membahas dendam kepada teman se fakultas dengan menjadikan anak mereka sebagai umpan 🙏🙏
maaf bukannya sok tau hanya menyampaikan sja mungkin endingnya beda ya kn. saya harap seeprti itu
ega cempluk
kok Cempaka muncul lg sih ....?ga TAMAT dong jadinya
Anisa Zahra: klo menurutku itu bkn cempaka dh. menurutku itu hantu lain yg menyadari klo Radit skrg bisa liat
total 1 replies
ega cempluk
apa mungkin Ayah Lidia yg membunuh Cempaka? berarti Cempaka ini pacarnya ayah Radit dulu yg menghilang tanpa kabar...
Anisa Zahra: kn mmg iy emgnya kmu GK nyimak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝓹𝓪 𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓳𝓭 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓼𝓮𝓽𝓪𝓷 𝔂𝓪🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓱𝓻𝓼 𝓴𝓾𝓪𝓽💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝔂𝓸💪💪💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓮𝓶𝓸𝓰𝓪 𝓽𝓮𝓶𝓪𝓷" 𝓻𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓫𝓪𝔀𝓪 𝓵𝓰 𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓴𝓮 𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓷𝔂𝓪𝓽𝓪 𝔂𝓪💪💪💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓷𝓪𝓹𝓪 𝓒𝓮𝓶𝓹𝓪𝓴𝓪 𝓳𝓭 𝓳𝓪𝓱𝓪𝓽 𝔂𝓪🤔🤔🤔
Anisa Zahra: sebenernya cempaka GK jahat cuma sepertinya dia TDK terima kalau cintanya slama ini sia sia. dia kesepian karna itu dia menginginkan Radit yg notabennya anak Harun kekasihnya dgn bgtu dia pikir bisa mengobati rasa dkt hatinya pda harun
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓷𝓰𝓪𝓴𝓪𝓴 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓹𝓸𝓵𝓲𝓼𝓲 𝓼𝔂𝓸𝓴 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓒𝓮𝓶𝓹𝓪𝓴𝓪🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓲𝓷𝓲 𝓹𝓸𝓵𝓲𝓼𝓲 𝓴𝓮𝓶𝓪𝓷𝓪 𝔂𝓪🤔🤔🤔🤔🤔
Anisa Zahra: kemana mna hatinya senang nnti jadi pahlawan kesiangn
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓷𝓰𝓮𝓻𝓲 𝓪𝓷𝓭 𝓼𝓮𝓻𝓮𝓶😱😱😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!