NovelToon NovelToon
My CEO My Husband

My CEO My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: RatuElla11

❤Tahap Revisi❤

Andita Andriani adalah seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya demi perempuan lain. Empat tahun menjalin hubungan jarak jauh, Andita tidak menyangka akan menerima sebuah pengkhianatan.

Dirinya bertekad untuk membalas semua penghinaan dan pengkhinatan yang sudah diterimanya dari sang kekasih.

Disatu sisi, seorang CEO muda yang tampan dan sukses, juga sedang mengalami patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.

Zidan Pratama Wijaya, harus merelakan cinta pertamanya pada sang sahabat. Dan karena hal itu pula yang membuat Zidan berubah menjadi pribadi yang dingin dan sulit didekati.

Lalu bagaimanakah kisah perjalanan mereka?

Ikuti ceritanya yaa...

Jangan lupa berikan Like, Komen, Vote, dan Hadiah kalian untuk Author, supaya Author semangat nulisnya..
Terimakasih ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RatuElla11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Bermoral

Dengan langkah lebar Zidan membawa Andita keluar dari restoran. Namun langkahnya terhenti saat dia mengingat sesuatu.

Zidan menengok pada Andita. Netranya tertuju pada gaun Andita yang robek hingga bahu putih mulusnya terekspos. Kemudian lelaki itu melepas tuxedo yang dipakainya dan melampirkannya pada tubuh Andita.

Andita terkesiap dengan tindakan Zidan. Dia menatap mata emerald lelaki itu lekat-lekat.

"Ada apa?" Tanya Zidan.

Andita cepat-cepat menggelengkan kepalanya. Kemudian Zidan merangkul bahu Andita lalu membawanya menuju parkiran.

"Aku akan mengantarmu pulang. Masuklah!" Titah Zidan ketika dirinya sudah membukakan pintu mobil.

"Tidak usah. Saya akan pulang naik taksi!" Jawab Andita dingin.

"Hah?! Kau pikir aku akan membiarkanmu pulang naik taksi dengan keadaanmu yang seperti ini?! Bagaimana kalau supir taksi itu berbuat macam-macam padamu?! Ayo cepat masuk!"

Andita tersenyum kecut dan menatap Zidan dengan tatapan meremeh.

"Apa peduli anda Tuan? Saya malah lebih takut jika saya pulang bersama anda! Orang yang saya anggap sebagai baik ternyata tidak lebih dari lelaki yang tidak bermoral!"

Zidan terkejut mendengar ucapan Andita yang begitu menohok. Baru kali ini ada seorang gadis yang berani menghinanya dan mengatainya lelaki tidak bermoral.

Zidan menggeram kesal dan membanting pintu mobil. Dia menggertakkan gigi dan mengeraskan rahangnya menahan amarah.

"Kau?! Berani sekali kau mengataiku lelaki tidak bermoral?! Apa kau tidak berkaca dengan tindakanmu barusan didalam? Kau mencekik seorang wanita yang mungkin seumuran dengan ibumu sampai wanita itu nyaris mati ditanganmu?! Apa kau pikir tindakanmu bermoral?! Hah?!" Hardik Zidan.

Bukannya merasa bersalah, Andita malah tertawa nyaring.

"Haha.. Apa sekarang anda ingin membalikkan fakta bahwa sayalah yang tidak bermoral, begitu?!" Tanya Andita sinis.

"Dengar Tuan, saya tanya pada anda, apa sebutan yang pantas untuk seorang lelaki yang merampas paksa ciuman dari seorang wanita?!"

"Dan satu hal lagi, anda tidak tahu masalah saya dengan wanita tua itu bukan?! Jadi anda tidak bisa mengatakan bahwa saya tidak bermoral! Karena saya punya alasan yang cukup kuat kenapa saya melakukan itu padanya! Lagipula, wanita tua itu memang pantas mendapatkan perlakuan seperti yang saya lakukan barusan! Dia dan anda sama-sama tidak bermoral!" Andita menekankan setiap kata yang diucapkannya dengan amarah yang tertahan.

Mendengar semua itu wajah Zidan memerah. Ingin sekali rasanya ia menampar Andita. Namun Zidan menahannya.

Zidan mengusap wajah kasar, dia mencoba mengontrol emosinya. Tidak ada gunanya berdebat dengan Andita. Zidan sadar kini emosi keduanya sedang tidak stabil sehingga ia berusaha mengalah.

"Anggap saja kali ini aku sedang berbaik hati dan memaafkan semua hinaanmu padaku. Aku hanya tidak ingin berdebat denganmu! Sekarang ayo masuk! Aku akan tetap mengantarmu pulang!" Zidan kembali membuka pintu mobil.

Ia mendorong pelan tubuh Andita agar masuk kedalam. Setelah itu Zidan segera menguncinya agar gadis itu tidak kabur. Andita hanya bisa mendengus kesal.

Setelah Zidan duduk dikursi kemudi, ia menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

******

Sedari tadi Andita terdiam. Dia menyandarkan kepalanya pada kaca mobil disampingnya. Pandangannya kosong menatap keluar jalanan yang dilewatinya.

Zidan yang sedang menyetir sesekali melirik kearah Andita. Hatinya merasa sangat sakit melihat kondisi Andita yang kacau seperti ini.

Ingin sekali dia menanyakan penyebab pertengkarannya dengan Nyonya Reyhan direstoran tadi, tapi sepertinya saat ini bukanlah waktu yang tepat.

Tiba-tiba Zidan teringat sesuatu. Ia menyadari bahwa Andita belum makan apapun semenjak datang kerestoran itu. Dirinya kemudian memberanikan diri untuk bicara.

"Andita." Panggil Zidan.

Namun Andita tidak menjawab maupun menoleh pada Zidan.

"Apa kau ingin makan sesuatu? Sejak kau datang kerestoran bukankah kau belum makan apapun?"

Andita tetap tak bergeming. Ia menganggap ucapan Zidan hanya angin lalu.

"Andita! Kau mendengarku kan?" Andita tetap tak menjawab, hingga membuat Zidan merasa kesal.

Cckiitttt...

Zidan menepikan mobilnya kepinggir jalan dan mengeremnya secara mendadak. Tentu saja tindakannya membuat Andita terkejut. Namun gadis itu berusaha untuk tetap tenang. Dia tahu, sekarang Zidan dalam mode kesal karena dirinya tidak menjawab pertanyaannya barusan.

"Andita. Kita perlu bicara!" ucap Zidan.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Saya ingin cepat pulang!"

"Hufft! Baiklah, aku akan mengantarmu pulang, tapi kau harus makan dulu. Aku tidak akan membiarkanmu pulang dalam keadaan lapar!"

"Saya tidak lapar. Saya hanya ingin pulang!"

Zidan mendesah, ternyata Andita sangat keras kepala. Tiba-tiba terdengar suara aneh dari perut Andita.

Kruukk...kruukk..kruuk..

Secepat kilat Andita memegang perutnya agar suara aneh itu tidak didengar oleh Zidan. Namun meskipun ia meremas perutnya, tetap saja Zidan bisa mendengar suara itu. Lelaki itu kini malah tergelak melihat tingkah gadis disampingnya.

"Kau bilang kau tidak lapar, tapi sepertinya perutmu berkata lain." Ejek Zidan.

"Aku akan makan dirumah!" Ucap Andita cepat. Dia menggigit bibirnya menahan malu. Kenapa perutnya harus bunyi dalam keadaan seperti ini?! Memalukan!

"Jangan membantah! Aku akan membelikanmu makanan! Kau ingin makan apa?"

Andita kembali tidak menjawab. Karena jujur dirinya sedang tidak memikirkan soal makanan. Andita hanya ingin segera sampai dirumah.

"Baiklah kalau kau bingung, aku akan membelikanmu makanan cepat saji!" Ucap Zidan akhirnya.

******

Zidan membelikan Andita satu porsi burger dan hot chocolate. Mau tidak mau Andita menerimanya. Dia makan didalam mobil dengan lahap.

Zidan menaruh tangannya diatas kemudi lalu menopang kepalanya disana. Lelaki itu memperhatikan Andita yang tengah makan dengan tatapan hangat.

Sementara Andita yang sedari tadi ditatap oleh Zidan tentu saja merasa risih. Namun dia tidak bisa berbuat apapun dan lebih memilih untuk tidak menghiraukan keberadaan Zidan.

"Kenapa anda hanya membeli satu burger? Memangnya anda sudah makan?" Tanya Andita mencoba mencairkan suasana. Namun netranya tetap fokus pada burger yang dimakannya.

"Ya, aku sudah makan."

"Oh.."

Hening

Hening

Andita berhasil menghabiskan burger yang dibeli oleh Zidan. Zidan tersenyum puas.

"Sudah kenyang? Atau mau nambah?"

Andita menggeleng cepat.

"Tidak, terimakasih banyak. Saya sudah kenyang. Bisakah kita pulang sekarang? Saya ingin cepat sampai dirumah." Pinta Andita dengan suara pelan.

Zidan tersenyum sambil mengusap lembut rambut hitam gadis itu. Andita tertegun dengan sikap Zidan.

Ia menoleh kearah lelaki itu. Tatapan mereka bertemu. Andita merasa ada perasaan aneh yang menyusup kedalam relung hatinya.

Kemudian tangan Zidan beralih mengusap lembut bibir Andita. Sontak saja Andita terkejut dibuatnya. Dia langsung memundurkan tubuhnya kebelakang. Dia takut Zidan akan menciumnya lagi dengan paksa.

Zidan yang tahu apa yang dipikirkan Andita langsung memperlihatkan ibu jarinya yang dipakainya mengusap bibir gadis itu. Ternyata ada saus yang tertinggal disudut bibir Andita ketika dirinya tadi makan burger, dan Zidan membantu mengelapnya.

"Kau tidak perlu takut, aku tidak akan berbuat hal yang tidak bermoral lagi padamu."

Andita terkesiap. Ia langsung membenarkan posisi duduknya dan pandangannya kini menatap lurus kedepan.

"Saya ingin pulang.." Lirih Andita.

"Baiklah ayo kita pulang!"

.

Like, komen, vote, dan hadiah jangan lupa yaa bebs 😁 biar otornya tambah semangat hehe

Terimakasih 🙏❤

1
Konok Neng
bego kau dita patah hati malah jadi kebodohan terbesarmu sampai ggak bisa lawan preman,, hadeeehh,, harusnya nya ketawa biar dirga tu tau kalau hidup itu tidak sllu bertumpu padanya...
wang lin
itulah wanita lbih tertarik sama cwok2 nakal dri pda cwok baik2....🤣🤣🤣
Dinatha
wkwkwk..
ternyata marahnya berkelanjutan karena lagi San*e ya Dita?🤔🫣
Bilang atau rayu suamimu dong..
kan lucu jadinya.. mirip ayam betina suka nyerang tanpa sebab kalau lagi birahi 😁🤣🤣🫣
Rezqhi Amalia: permisi kak, siapa tahu kakak minat mampir dikaryaku yang berjudul 'Dipaksa Menikahi Suami Sahabatku'

terimakasih sebelumnya 🤗💐
total 1 replies
Dinatha
lah bukannya anak buahnya sudah datang dan mengalahkan musuh-musuhnya..
pada kemana?
jajan bakso ya?😁🫣
Dinatha
kok jadi aneh Thor.
sebelum nikah saja Dita sudah dikawal bodyguard bayangan untuk mengetahui pergerakannya.
kok sudah nikah, malah nggak ada pengamanan sama sekali walaupun dari jauh
Dinatha
ok
Dinatha
nggak salah kok.
kamu harus bisa buktikan omongan keluarga Dirga bahwa fokus kamu cuma uang bukan janji itu adalah benar
Dinatha
kok marah sama Dita?
wajar dong dia mencari keuntungan ganda..
ibu sehat, sisa uang ada.. malah dapat suntikan dana dari camer yg nggak setuju.
kaya dan bebas dari tanggung jawab.
janji dan hutang Budi urusan belakangan ya Dita🤣🤣🤣
Dinatha
terima aja perjanjian itu Dita..
menang 2x kamu..
kalau terpojok tinggal keluarkan jurus andalan..
status sosial, tidak ada restu dan tidak ada cinta..
buktikan kalau kamu muna sejati
Dinatha
top..
jadikan status sosial sebagai alasan 👍
toh uang juga sudah diterima..
jangan pikirin perasaan orang lain, pikirkan perasaanmu saja dan juga kepentinganmu..
ibumu sudah sehat, saatnya ngelunjak
Dinatha
wkwkwk..
baru kali ini baca novel yang mana sekeluarga hobinya menjegal kaki orang 😁
mereka keluarga pebisnis apa keluarga pemain sepak bola antar kampung?🤣🤣🤣
mars
bertele tele bgt ga sesuai judulnya
mars
nyesel lah uang nya aja udh dipakai
mars
haish sombong bgt sih
Shinta Teja
12 oktober 2025 aku mulai baca cerita ini,Thor...
RatuElla11: masyaa Allah trimakasih kakak 🥰
total 1 replies
antha mom
happy ending keluarga Zidan & Anandita bahagia bersama anak kembarnya
RatuElla11: Masyaa Allah, terimakasih sudah baca kisah Zidan & Andita kakak❣️🥰 mampir juga yuk kekarya author yg lain 🥰
total 1 replies
antha mom
Dirga,, Dirga nggak pantas lawan mu perempuan apa nggak malu kamu mencekik leher perempuan 😡😡
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
ZIDAN .ANDITA..🥰🥰
Tania Franny
Akhinya Zidan mengungkapkan isi hatinya.
Tania Franny
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!