NovelToon NovelToon
Ikhlasku Berbagi Cintamu

Ikhlasku Berbagi Cintamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:228.3k
Nilai: 5
Nama Author: adeana

"Dan kamu satu-satunya alasan agar Diana bisa sembuh. Aku mohon padamu, beri Diana kesempatan satu kali saja, biarkan Diana merasakan bagaimana hidup bersama laki-laki yang di cintainya..." Syifa mengatupkan kedua tangannya di depan dada, sementara Sean hanya menatapnya dengan datar. Bagaimana bisa istrinya memintanya menikahi wanita lain bahkan sampai memohon seperti itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adeana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Aku bersyukur, karena Allah mempertemukanku denganmu dan juga Syifa. Mungkin tanpa kalian aku hanya akan berakhir sebagai gadis yang nakal karena selalu keluar malam dan mabuk-mabukan.

Tapi kalian membuatku hidupku berubah, sekarang hidupku sangat jauh lebih baik. Aku jadi lebih mengenal Allah, Tuhanku dan berharap selalu lebiih dekat denganNya.

Terima kasih Mami dan Papi karena telah membawa mereka bertemu lagi denganku.

Terima kasih Sean dan Syifa karena kalian telah memberi kehidupan kedua untukku.

Aku berjanji, akan menjaga kandunganku dengan baik. Aku rela melakukan apa saja, dan mengorbankan nyawaku demi menjaga calon anak kita.

Sean, aku mencintaimu dan Syifa aku menyayangimu."

**********

Tok. Tok.Tok

Sean mengetuk pintu kamar Diana tapi tak ada jawaban.

"Diana?" Sean membuka pintu kamar itu. Terdengar suara dari kamar mandi. Sepertinya Diana sedang mengeluarkan isi perutnya.

"Diana, kamu baik-baik saja?" Sean memijat lembut leher belakangnya.

"Aku baik-baik saja." Diana membersihkan mulut dan wajahnya. Wajahnya nampak pucat. Sean membantunya kembali ke tempat tidur.

"Aku akan bawakan sarapan." Ucap Sean.

"Tidak perlu, Sean. Aku sarapan di meja makan saja." Tolak Diana.

"Tapi kamu..."

"Sean, aku tidak apa-apa. Bukankah wajar wanita hamil mengalami morning sickness?" Tanya Diana, Sean nampak berfikir.

"Apa kamu ingin makan sesuatu?" Tanya Sean, Diana menggeleng.

"Tidak, tunggu saja aku di meja makan. Aku mau mandi dulu. Okey?"

"Baiklah." Sean hendak melangkah, namun kemudian Diana mencegahnya, menarik tangannya.

"Atau kita mandi bersama saja? Kita belum pernah mandi bersama?" Goda Diana dengan tatapan nakalnya. Sean yang di tatap seperti itu jadi salah tingkah.

"Ehm, Aku sudah mandi, Di." Sean mencoba menolak, dan mencoba melepaskan tangan Diana yang masih memegangnya dengan erat.

"Tapi aku ingin mandi bersamamu." Diana merengek.

"Diana aku..."

"Aku tidak menerima penolakan." Diana kembali menarik suaminya ke kamar mandi. Diana yang agresif menjadi semakin agresif, mungkin karena pengaruh hormon kehamilannya. Sean hanya pasrah dan membiarkan Diana melakukan apa yang ia inginkan.

Syifa duduk di ruang makan, sambil sesekali melirik ke arah kamar Diana.

"Mana Mas Sean dan Mba Diana? Kenapa mereka lama?" Syifa mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di meja makan.

Tadi Syifa meminta Sean memanggil Diana untuk sarapan, sedangkan dirinya menyiapkan sarapan di meja makan.

"Oh iya, mungkin Mba Diana muntah-muntah bukankah wanita hamil biasanya mengalami itu di pagi hari? Sebaiknya aku susul saja. Mungkin mereka butuh bantuan." Syifa bangun dari duduknya, melangkahkan kaki menuju kamar Diana.

"Mba Diana?" Panggil Syifa, melihat pintu kamar yang sebagian terbuka Syifa memberanikan diri untuk masuk.

Kosong, baik Sean dan Diana tidak nampak di sana.

"Kemana mereka?" Syifa mendekati tempat tidur, terlihat beberapa pakaian tergeletak di lantai depan pintu kamar mandi.

"Mas Sean dan Mba Diana..." Sadar akan sesuatu Syifa memilih untuk pergi dari kamar itu, tapi belum sempat ia melangkah pintu kamar mandi lebih dulu terbuka. Nampak di sana Sean dan Diana yang seperti baru selesai mandi.

"Syifa?" Sean terpaku melihat Syifa berdiri di sana.

"Maaf, maaf aku tak bermaksud lancang. Aku hanya ingin memanggil Mas Sean dan Mba Diana untuk sarapan." Syifa menundukkan wajahnya, ia jadi merasa tak enak.

"Aku permisi dulu." Syifa berjalan cepat menuju pintu kamar.

Sean dan Diana saling menatap, mereka merasa tak enak pada Syifa.

Suasana di meja makan mendadak jadi canggung. Syifa dan Diana hanya saling melirik, tanpa bicara.

"Tak seharusnya tadi aku masuk begitu saja ke kamar Mba Diana." Batin Syifa.

"Syifa pasti tau apa yang aku lakukan dengan Sean di kamar mandi tadi. Hah, aku jadi malu dan tak enak padanya." Batin Diana.

Sementara Sean hanya melirik kedua istrinya secara bergantian.

"Aku selesai, aku ke kamar dulu." Sean bangkit lebih dulu dan meninggalkan meja makan.

"Ehm, Syifa. Aku... Aku minta maaf soal tadi." Ucap Diana ragu-ragu, memecah keheningan antara mereka berdua.

"Mba Diana, tak perlu minta maaf. Aku yang salah, aku yang lancang masuk kamar Mba Diana." Syifa menunduk, kedua wanita itu merasa tak enak satu sama lain.

"Tadi aku yang memaksa Sean..." Diana mengaku.

"Tidak apa-apa Mba..." Syifa tersenyum menenangkan. Tapi Diana tetap saja merasa tak enak.

"Kamu pasti tadi menunggu terlalu lama, makanya menyusul ke kamar ku." Sambung Diana.

"Em, iya. Tadi aku mengira kalau Mba Diana kenapa-kenapa, karena biasanya wanita yang hamil mengalami muntah-muntah. Dan aku pikir Mba Diana butuh bantuan." Diana tersenyum, ternyata Syifa begitu mengkhawatirkannya.

"Iya, tadi aku memang sempat muntah."

"Benarkah? Lalu bagaimana? Apa Mba Diana butuh sesuatu atau ingin makan sesuatu?" Lagi-lagi Diana tersenyum, mendengar pertanyaan Syifa yang sangat peduli padanya.

"Tidak Syifa, aku tidak ingin apa-apa."

"Kalau Mba Diana butuh sesuatu atau ingin makan sesuatu, katakan padaku ya. Aku akan memasakannya."

"Tentu, karena ini anak kita." Keduanya tertawa, rasa canggung tadi menguap begitu saja.

*******

Klek, pintu kamar terbuka Syifa masuk ke dalam kamarnya. Nampak Sean sedang berdiri menatap keluar jendela. Syifa melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.

"Apa kamu marah?" Tanya Sean.

"Tidak."

"Maaf, kalau aku tadi menyakiti hatimu."

"Tidak apa-apa, Mas. Tadi Mba Diana sudah mengatakannya." Syifa menyandarkan kepalanya di punggung Sean.

"Apa yang Diana katakan?"

"Em... Mba Diana bilang, kalau Mba Diana yang memaksa Mas Sean..." Syifa tertawa, tapi sejenak kemudian ia menangis.

"Maafkan aku..." Menyadari sang istri yang menangis, Sean memegang tangan Syifa yang melingkar di pinggangnya.

"Ini salahku, tak seharusnya tadi aku masuk ke kamar Mba Diana."

"Aku memang ikhlas Mas menikah dengan Mba Diana, tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri kalau aku masih saja merasa sakit jika melihat kemesraan kalian berdua." Syifa terisak, Sean membalikkan badannya, membuat keduanya saling berhadapan.

"Kamu cemburu?" Syifa hanya mengangguk. Sean menariknya ke dalam pelukannya.

"Maaf." Hanya itu yang mampu Sean katakan. Membiarkan Syifa menumpahkan tangisnya.

*******

"Kamu hamil, Di?" Tanya Ny.Viona sambil melihat photo usg dengan mata berbinar. Diana mengangguk diiringi senyuman.

"Alhamdulillah ya Allah..." Ny. Viona memeluk Diana, Sean dan Syifa menatap kedua dengan binar kebahagiaan. Tadi setelah pulang dari dokter kandungan, mereka bertiga berkunjung ke rumah orang tua Diana.

"Selamat ya Di, Sean dan juga Syifa. Kalian sebentar lagi akan menjadi orang tua." Ny. Viona tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

"Terima kasih Mam..."

"Bagaimana kalau kalian menginap di sini saja? Mami sendirian di rumah, Papi sedang ke luar kota dan baru kembali besok."

1
Klepon Manis
Sean, Sifa. berbahagialah di surga. Jangan kuatirkan Rayan, Rayan akan jadi anak yang baik dan bisa kalian banggakan. Selamat jalan Sean dan Sifa. Hu hu hu.... /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis: Aku berharap Sean, Sifa, dan Diana. sudah bahagia bersama di surga. Aku berdoa untuk kalian bertiga. kebaikan dan kisah cinta kalian akan abadi. /Heart//Heart//Heart/
total 1 replies
Klepon Manis
Aku tetep nangis meski sudah baca 2 kali. Diana, kudoakan kamu bahagia di surga. Aku menyayangimu. Pengorbananmu tidak akan sia2. Rayan akan tumbuh jadi anak yang baik. /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Hu hu hu... Huwaaa.... 2x baca novel ini, aku tetep nangis. Ini novel terbaik yang pernah aku baca. Benar2 novel terbaik ku. Hu hu hu... /Sob//Sob//Sob//Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Diana, kamu baik sekali. Sifa, Diana, kalian memang madu yang baik. Aku selalu mendoakan kalian berdua. Juag untuk Sean. Pengorbananmu tak akan sia2 Diana. Aku kagum padamu. Mungkin bila aku di posisimu, aku tak akan sanggup melakukan hal yang sama. Semoga kamu sembuh dan bahagia . /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Aku sedih lihat Diana sakit lagi. Tapi aku bahagia lihat Sean sayang sama Diana. Pengorbananmu tak akan sia2 Diana. Kamu wanita yang baik. Aku berdoa untukmu Diana. /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Perasaan cemburu itu wajar. Tapi bagaimana kita mengolahnya Sifa. Aku yakin kamu kakak yang baik. Semua akan indah kalau kita ridho. Aku selalu berdoa untukmu Sifa. Meski ini cuma novel . /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Sifa, aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Kamu kakak madu yang baik. /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Aku bahagia lihat Diana hamil. Seneng banget bisa hamil. Semoga kalian semua bahagia. /Smile//Smile//Smile/
Klepon Manis
Sean, kamu harus adil ya. Jangan sia2kan istri ke 2 mu. Bagaimanapun, istri ke 2 tetap istrimu, dan punya perasaan. Aku percaya padamu Sean. /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Aku terharu banget lihat Sifa. Baiknya hatimu Sifa. Hatimu seperti malaikat. Bahagianya Diana punya kakak madu sepertimu. Semoga hidupmu bahagia Sifa. /Rose//Rose//Rose/
Klepon Manis
Aku terharu. Baiknya Sifa. Aku paham perasaan Diana. Dan aku bersyukur dengan kebesaran hati Sifa. /Rose//Rose/
Klepon Manis
Biarpun cuma digombalin, tapi rasanya gmn yah. Seneng bangettt.. Aku suka . /Smile//Smile//Smile/
Klepon Manis
Ini sampe kubaca ulang, bagus banget.
Klepon Manis
Sama ka. Aku suka novel ini
Klepon Manis
Sean bener2 tulus ya. Aku terharu lihatnya. Sean mau menerima kekurangan Sifa.
Klepon Manis
Hu hu hu.... 😭 😭 😭
Klepon Manis
Sifa, kamu baik banget. Yakinlah, Diana yang akan memberimu anak yang lucu dan gemesin.
Klepon Manis
Luar biasa
Klepon Manis
Aku kok kasihan ya lihat Diana. Paling ga kuat kalau lihat adegan menderita begini. Udah putus cinta, kena sakit parah lagi. Diana, hidupmu tak seindah namamu. Berasa ngupas bawang tiga setengah kilo nih.
Klepon Manis
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!