NovelToon NovelToon
Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Raja Tentara/Dewa Perang / Perjodohan
Popularitas:93.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Aku tidak tahu ingin ke mana, jadi Dewa membawaku ke rumahnya. Aku tidak lagi menangis, aku sudah lebih tenang dari sebelumnya. Aku sampai di rumah Dewa saat hari sudah petang. Aku begitu terkejut melihat rumahnya. Tidak ada satu orang pun di rumah ini, atau mungkin semua sudah istirahat.

Dewa membawakan koper ku, hal kecil yang sama sekali tidak pernah di lakukan Mas Aga. Aku merasa aman ada di sampingnya meski dia bukan seorang Letnan.

Rumah Dewa sangat besar,aku bahkan belum pernah melihat rumah sebesar ini, tak ku sangka ternyata Dewa bukan orang biasa.

Rumah ini sangat luas, ruang tamu di rumah ini saja hampir seluas toko kue kami, nuansa putih di rumah ini benar-benar membuat rumah ini nampak mewah. Aku menatap satu persatu isi rumah ini, namun mata ku berhenti di satu tempat.

Sebuah foto yang di bingkai begitu besar di ruang itu. Dewa ikut berhenti memandangi foto itu juga.

"Bagus kan?"

"Dari mana kamu dapat foto itu?" tanya ku. Di sana terpajang foto masa remaja ku saat memakai seragam SMP. Aku tengah tersenyum menatap kupu-kupu yang baru saja keluar dari kepompongnya.

"Mama yang ambil, dia fotografer. Dia suka memotret sesuatu yang menurutnya indah, saat itu hari kelulusan, aku juga terkejut mama dapat foto kamu, jadi aku minta di besarkan"

Aku tersenyum kecil, dulu itu adalah awal dari kebencian Aga, Malam setelah hari kelulusan, mereka pergi bertiga. Papa Aga meninggal, sejak saat itu dia selalu menghindari ku, bahkan terkesan membenciku, aku juga tidak tahu kenapa, tapi mungkin karena perjodohan kami. Aku menatap cincin pernikahan yang di berikan Ibu padaku, Aga tidak pernah memakainya, aku melepas cincin itu. Aku harus melupakan dia, sudah waktunya dia bahagia dengan pujaan hatinya.

"Kenapa di lepas?" Tanya Dewa.

"Aku tidak ingin berhubungan lagi dengan dia"

"Aku mendukung mu"

Dewa mengajakku ke sebuah kamar, kamar yang begitu luas. Dia menunjuk kan isi kamar itu padaku, ada kamar mandi dalam, lemari baju yang begitu besar, serta ranjang king size yang terlihat nyaman.

"Istirahat lah di sini, jika perlu sesuatu, aku ada di kamar sebelah, kamu bisa mengetuk pintu, atau bisa telfon aku"

Aku tidak bisa berkata apapun pada dewa, dia memang lelaki yang baik. Aku tidak akan bisa membalas kebaikannya.

"Aku akan tinggal beberapa hari di sini, setelah aku mendapatkan pekerjaan, aku akan segera mencari tempat tinggal"

"Rin, anggap ini rumah kamu sendiri, kamu boleh tinggal di sini sesuka hati kamu"

Aku hanya mengangguk, aku tahu Dewa menyukai ku, tapi status ku masih istri orang. Aku tidak bisa seterusnya tinggal di sini, aku harus pergi dan menjalani kehidupan ku sendiri.

"Iya Terima kasih"

Dewa keluar dari kamar ini, aku duduk di ranjangnya sepertinya malam ini aku bisa tidur dengan nyaman. Aku meraih tas ku, melihat pesan masuk di ponselku. Ada banyak panggilan masuk dari nomer baru.

Aku yakin itu pasti Mas Aga, hati ku langsung penuh sesak, rasanya luka itu mengagah lagi. Aku masih ingat saat Rahma bercengkrama begitu akrab dengan Ibu. Rasanya hati ku seperti di injak-injak, aku sudah hancur saat itu

'Rin, kamu di mana? Jangan marah. Mas bisa menjelaskan semuanya'

Aku langsung menghapus pesan itu, aku juga memblokir nomer baru itu. Aku tidak butuh penjelasan apapun lagi. Dia membawa Rahma ke rumah itu sudah bukti jelas jika dia ingin aku pergi. Di rumah sakit bahkan dia mengatakan Rahma tunangannya. Dia bahkan mengaggap aku adik angkatnya, tidak ada yang perlu di jelaskan lagi di antara kami. Aku akan segera mengurus surat cerai kami, agar mereka bisa segera bersatu.

Meski menyakitkan, aku harus bisa menghapus rasa yang sempat hadir ini, aku harus menerima kenyataan ini, kenyataan kalau aku harus kehilangan Ibu dan juga mas Aga dari hidupku.

Dalam sunyi nya malam, aku memeluk guling sambil menatap kosong kearah dinding. Ini sangat terasa berat bagiku,kenapa aku harus menyukai mas Aga? Rasa perhatian dan perubahan sikapnya dalam beberapa hari ini sungguh membuat ku terlena. Aku seperti ingin tenggelam, rasanya begitu menyakitkan di tipu lagi dan lagi.

Aku meyakinkan diri ini, agar aku bisa melupakan semua rasa ini, rasa sementara yang begitu lara. Ingat Rin kamu tidak pernah di hargai, kamu sudah memilih jalan yang benar. Aku akan buat cerita ku sendiri tanpa dia.

*****

Pagi menjelang, seperti biasa aku bangun dan menjalankan sholat, setelah membaca beberapa ayat Al Qur'an, aku bergegas bangun ingin membuatkan susu jahe untuk mas Aga, namun saat merapikan mukena, aku tersadar di mana aku sekarang. Aku sudah tidak ada di rumah Ibu, aku tidak perlu membuat kan dia susu jahe lagi.

Di saat aku memikirkan Mas Aga, sebuah ketukan pintu terdengar, aku buru-buru membukanya.

"Sudah bangun Rin? Mau jalan-jalan?"

"Jalan-jalan? kamu sendiri saja, aku akan buatkan kamu sarapan" Tolak ku.

Aku memang tidak terbiasa joging di pagi hari, pagi ku selalu sibuk di dapur dan membersihkan rumah, setelah itu aku langsung ke toko, jadi aku tidak punya waktu untuk sekedar berolahraga.

"Di sini sudah ada bibi yang masak, ayo kita ke luar cari udara segar"

Aku tersenyum dan mengangguk pelan, aku lupa kalau rumah ini sangat besar, pasti di sini juga banyak sekali asisten rumah tangga. Kenapa aku tidak kepikiran tentang itu?

"Boleh, tunggu sebentar"

"Ayo!"

"Aku ganti baju sebentar"

"Tidak usah, kamu sudah cantik kog. Tidak perlu ganti lagi"

Seumur-umur Mas Aga tidak pernah memuji ku cantik, meski aku sudah berdandan, memakai minyak wangi dan baju bagus. Tapi Dewa tetap memuji ku meski aku hanya memakai kaos dan juga celana tidur ku. Aku tidak dandan bahkan belum mandi. Jujur aku tersanjung dengan pujiannya.

Dewa menarik tanganku, aku pasrah saat dia mengajak ku keluar dari rumahnya, aku sedikit canggung saat para pembantu di rumah ini menatap kami. mereka terus menatap ku tanpa kedip, aku seperti wanita simpanannya saja, padahal kami tidak melakukan apapun, bahkan tidur pun terpisah.

"Apa mereka berfikir tidak-tidak tentang kita?"

"Tentu saja tidak, mereka hanya takjub dengan kamu, mereka kaget karena aku membawa bidadari ke rumah ini"

Aku langsung mencubit Dewa, bisa-bisanya dia memujiku sejak tadi. Tidak tahu apa kalau aku belum mandi?

"Jangan puji aku terus, nanti baju ku tidak muat" Kekeh ku.

"Hahahaha aku berkata jujur"

"Sudah ayo, aku malu"

Aku segera mengajak Dewa ke depan, aku benar-benar malu terus di pandangi para asisten rumah tangga di rumah ini.

Begitu sampai depan pintu, langkah ku terhenti saat aku mendengar teriakan seseorang.

"Dewa, Keluar kamu! Di mana Arin? Aku tahu kamu pasti menyembunyikan nya!" Teriakan Aga membuatku spontan merangkul lengan Dewa. Aku benar-benar ketakutan. Kenapa Aga bisa tahu aku ada di sini?

1
D_wiwied
hmmm sptnya karakter author ini mmg suka bgt bikin orang pd salah paham deh, awas aja klo nanti Dewa jd berubah pikiran dan berbalik arah.. kasian Nana pasti mikir klo dia cm sekedar cadangan, hny jd van serep aja
D_wiwied
si Nana mah terlalu kecintaan sm Dewa, harusnya dikerjain dulu biar si dewa kelimpungan kan seruu 😆😂😂
Balik ke Aga, sekarang saatnya menunjukkan ke Arin kalo kamu sdh berubah, lakukan hal yg terbaik utk awakmu Ga tnp berpikir harus menerima balasan.. ingat Arin menyelamatkanmu dulu sekarang saatnya balas budi bahkan kalo harus dg cara memberikan nyawamu, kalo kakak authornya tega sih pasti dikabulkan tu 😁🤣🤣
D_wiwied
sukuriiiin salahmu sendiri main tuduh sembarangan gagal unboxing kan jadinya, kasian banget batal kan ena enanya 🤣🤣🤣🤣🤣
sutiasih kasih
gagal jebol gawang km wa😅😅😅
sunaryati jarum
Bu Emi hamil,Aga dan Arin bersatu untuk kesembuhan anak mereka
Susiherawati
lanjut min seru kayanya bkl ada yg salah paham nie 🤣🤣
D_wiwied
haissh pasti bakal ada yg salah paham ini, authornya hobi banget keknya yaa😅😂😂 yuk tebak2 an kira2 jd unboxing gaaaa🤭🤭😆😆😆
sutiasih kasih
bkal ada yg salah faham nich .....🤣🤣🤣
D_wiwied
semoga semua kesalahpahaman sdh mendapat jawaban dan bs berakhir baik utk hubungan kalian berdua, mulai lg semuanya dr awal Aga Arin, mulai dg cara yg baik.. semua utk kebaikan keluarga kalian terutama utk kesembuhan Alif
D_wiwied
walaaah kalah satu set kamu Wa, dilihat dr gelagatnya kamu bakal punya adek lg ini 🤭🤭🤣🤣🤣
sutiasih kasih
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sutiasih kasih
bukan dewa yg ksih mmnya cucu nich....
tpi dewa yg bkalan di ksih adek bayi🤣🤣
astagaaaaa dunia rmh tangga dewa n nana kocak 🤣🤣
sutiasih kasih
baguslah klo km sadar diri Aga ...
km itu laki" payah🙄🙄
Ibah Ibah
Tidak kakak
Moreno
Arin bukannya di Belanda?
sutiasih kasih
dewa sdh bahagia arin.... ada sahabatmu yg mmpu mmbuat dewa jatuh cinta....

skrg fokuslah untuk ksembuhan ankmu arin....
D_wiwied
jangan egois Rin, pikirkan sj kesembuhan anakmu gausah mikir yg lain2.. dan sepertinya takdir akan mempertemukan kamu dg Aga lg
Dwi Alfareza
bukannya di awal masih suci

kok udah brojol aja thor😄
Ibah Ibah: Ada di bab berapaa ya othor lupa, di situ saat dewa ingin melamar Arin, justru di kejutkan dengan kehamilan Arin.
Arin hamil di perkaos suaminya sendiri saat ingin meminta tanda tangan cerai. Aga mabuk dan....baca lengkap nya kak, dari awal, jangan di loncat2 pasti paham 🤭🤭😄😊
total 1 replies
sutiasih kasih
kpan sih thorrrr pnderitaan arin berakhir.....😔😔
Amilawati
arin istri menjijikan 🤮👎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!