Senja, seorang perempuan yang mencari kebenaran atas apa yang terjadi dalam keluarganya.
Ayah dan adiknya meninggal di hari yang sama, sedangkan Ibunya selama 3 tahun tidak dapat mengenalinya karena hilang ingatan.
Selain mencari siapa penyebab kehancuran keluarganya, Senja dihadapkan dengan kisah cinta yang mewajibkan dia harus memilih antara dokter Sandi atau pengusaha Rama Permana.
Apakah Senja akan menemukan orang yang menyebabkan Ayah dan adiknya meninggal?
Dan siapakah cinta sejati Senja??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venny 22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibuku kembali
Pagi sekali aku berangkat ke rumah sakit, sepanjang perjalanan pikiranku kacau, aku teringat ayah dan Jingga. Aku tidak bisa menjaga mereka, aku belum bisa mengungkap kasus pembunuhan mereka. Tapi sekarang dia pembunuh itu masih berkeliaran di alam bebas, dan dia mulai me dekatiku untuk meneror.
"Maafkan aku ayah, Jingga, aku belum bisa menemukan pembunuh kalian, tapi mulai saat ini aku akan berusaha untuk mengungkapnya dan aku akan menjaga ibu" batinku.
Aku sampai di rumah sakit, dan aku melihat banyak orang berkumpul di depan kamar rawat ibu. Ada apa ini? apa ibu?
"Suster, kenapa ini?" tanyaku pada suster Ela yang selalu menjaga ibu.
"Mbak Senja, syukurlah mbak disini, ibu Tari mbak, ibu Tari hilang" jawab suster Ela.
"Apa, ibu hilang, kapan sus?"
"Kami baru mengetahui 1 jam yang lalu mbak, kami sudah mencarinya ke sudut-sudut rumah sakit tapi kami tetap tidak menemukannya"
"Aku mau lihat CCTV disini sus" pintaku.
"CCTV di rumah sakit ini mengalami gangguan tadi jam 5 pagi mbak"
"Terus ibu aku gimana suster, apa hanya ibu aku yang hilang?"
"Sejauh ini iya, baru ibu Tari yang menghilang. Saya permisi mbak" suster Ela meninggalkanku.
Aku segera ke ruangan dokter Sandi, agar dia bisa membantu mencari keberadaan ibuku. Saat aku tergsa membuka pintu ruangan dokter Sandi, aku menemukan pemandangan yang harusnya aku tak melihatnya. Dokter Sandi sedang mencumbu seorang perempuan, yang setelah aku lihat dia adalah dokter Raisa, dokter yang aku lihat berjalan dengan dokter Sandi di rumah sakit.
"Dokter Sandi" aku mengagetkan mereka, dan mereka salah tingkah.
"Senja, aku jelasin sama kamu ya" ucap dokter Sandi.
"Aku gak perlu penjelasan" aku pergi meninggalkan mereka berdua, dan berlari kembali ke kamar rawat ibu, pintaku semoga ibu sudah kembali.
Malangnya ibu belum kembali ke rumah sakit. Aku melihat dokter Sandi mengejarku, dan dia menggenggam tanganku dan membawaku ke ruangan yang sepi.
"Senja, dengerin aku"
"Apa mas, aku udah melihat dengan mata kepalaku sendiri"
"Oke, Raisa mencoba menggodaku"
"Aku gak peduli ya mas, apa mas tau ibuku hilang?"
"Apa ibumu hilang?"
"Kamu terlalu mas, aku benci sama kamu" aku pergi meninggalkan dokter Sandi.
Aku pergi menuju kantor polisi dekat rumah sakit, dan melaporkan kehilangan ibu. Tapi polisi menolak laporanku karena ibu baru hilang dalam beberapa jam. Aku marah pun tidak ada gunanya. Aku menelpon tante Gita, dan meminta bantuannya, 20 menit berlalu tante Gita menemuiku dipinggir jalan dekat rumah sakit, beliau datang bersama Rama.
"Senja sayang, kamu gak apa-apa nak?" tante Gita memelukku.
"Tante, ibu aku hilang" sambil terisak aku membalas pelukan tante Gita.
"Udah lapor polisi?"
"Udah, tapi polisi menolak laporan aku katanya ibu hilang belum 24 jam" aku masih menangis.
"Ram, kita ke rumah sakit, mamah bawa mobilnya Senja" perintah tante Gita pada Rama.
"Sandi mana?" tiba-tiba Rama menanyakan dokter Sandi.
"Aku gak tau" jawabku.
"Yaudah kita kembali ke rumah sakit ya nak"
Sekembalinya aku ke rumah sakit, suster Ela menghampiriku.
"Mbak Senja, ibu Tari sudah ditemukan"
"Dimana ibu sus"
"Ada di ruang perawatan, dokter Sandi sedang memeriksa keadaan ibu Tari.
" Ayo kita kesana" ajak Rama.
"Ibu"teriaku menghampiri ibu yang sedang tertidur dan diperiksa oleh dokter Sandi.
"Ibumu sedang tidur, jangan dulu diganggu ya" ucap dokter Sandi.
"Aku gak akan ganggu ibuku sendiri, biarkan aku tetap disini bersamanya" ujarku sedikit marah pada dokter Sandi.
"Senja, sebaiknya kita bicara"
"Gak ada yang perlu dibicarakan lagi dok, hari ini juga aku akan membawa ibuku pulang ke rumah, dengan atau tanpa persetujuan dokter" tegasku.
" Senja ibumu belum pulih, kamu jangan keras kepala"
"Senja ada apa?" Rama menghampiri aku dan dokter Sandi.
"Saya harus bicara dengan Senja, tolong jaga ibu Tari. Ayo Senja" dia menarik tanganku dan membawaku ke ruangannya.
"Senja, aku minta maaf atas kejadian tadi"
"Kejadian yang mana?"
"Senja, tolong ngertiin aku" pinta dokter Sandi.
"Hari ini kamu melakukan 2 kesalahan, kamu bermesraan dengan perempun itu di tengah yang lain mencari ibuku yang hilang"
"Tidak ada yang memberi tahu ku kalau ibu hilang Senja"
"Sudah cukup, aku gak mau denger penjelasan kamu lagi"
"Oke, tapi aku mohon kamu jangan bawa ibu pulang ya, ibu harus melakukan pengobatan dengan teratur" dia memohon padaku.
"Baiklah, tapi hubungan kita sudah selesai hari ini" ucapku sembari meninggalkannya dan kembali ke ruang perawatan ibu.
Belum sampai aku di ruangan ibu, terlihat tante Gita menghampiriku dengan tergesa.
" Senja cepat, ibumu sudah mengingat semuanya"
"Apa tante, ibu sudah ingat semua?"
" Iya, ayo kita kesana" sambil berderai air mata, tante Gita menuntunku menuju ruang perawatan ibu.
Aku membuka pintu dan aku saling pandang dengan ibu.
"Senja, kamu gak apa-apa kan nak?" ucap ibu sambil menangis.
"Ibu, ibu udah ingat sama aku?"
"Ibu rindu nak sama kamu" dia memelukku erat bahkan sangat erat.
Kami saling berpelukan dengan erat, ibu tak mau melepas pelukannya. Ia terus menyiumi tanganku, wajahku, dan membelai rambutku.
"Bu, ini tante Gita dan Rama, mereka yang selama ini nemenin aku waktu ibu sakit"
"Halo ibu, saya Gita dan ini anak saya Rama"
"Terimakasih ya bu Gita dan nak Rama, sudah menjaga Senja dengan baik dikala saya tidak bisa menjaganya"
"Tidak apa-apa bu, Senja itu anak yang baik, saya sudah anggap Senja sebagai anak saya sendiri"
"Saya terlalu depresi memikirkan nasib suami dan anak kedua saya, saya mengorbankan Senja"
"Ibu, aku gak apa-apa bu, aku berusaha kuat dan sabar demi ibu" ucapku.
"Senja, apa seharusnya ibumu diperiksa dokter Sandi?" tanya tante Gita.
"Gak usah tante, aku akan bawa ibu pulang hari ini, aku akan membereskan biaya administrasi dulu, ibu tunggu sebentar ya" ucapku.
"Aku ikut sama kamu" ujar Rama mengikutiku keluar ruangan.
" Senja, apa kamu ada masalah sama Sandi?" tanya Rama.
"Itu gak penting, yang penting sekarang aku harus segera bawa ibu pulang ke rumah"
"Maaf mbak, kalau belum ada persetujuan dari dokter Sandi, ibu Tari belum bisa dibawa pulang" ucap staf administrasi rumah sakit.
"Saya mohon, ibu saya sudah sadar, dia sudah mengingat semua, dan lagi saya gak mau kejadian pagi ini terulang"
"Sebentar ya mbak" dia menelepon seseorang.
Tak lama kemudian, dokter Sandi menghampiriku dan Rama di ruang administrasi.
"Senja, katanya ibu sudah mengingat semuanya?" tanya dokter Sandi.
"Iya, dan aku akan membawa ibu pulang, jadi gak ada alasan kamu menolak kepulangan ibu hari ini" tegasku.
"Baik, aku akan periksa keadaan ibu sebelum pulang" dia berjalan menuju ruang perawatan.
"Mbak, saya akan bayar administrasinya sekarang"
"Baik mbak, semuanya jadi segini"
Setelah aku membayar semua biaya perawatan ibu, aku dan Rama kembali ke ruangan rawat.
"Hari ini ibu sudah boleh pulang, tapi saya akan meresepkan obat untuk ibu, dan ibu harus meminumnya dengan teratur"
"Terimakasih dok" ucap tante Gita.
Aku hanya diam sambil merapihkan barang-barang ibu bersama Rama.
"Senja, aku" ucap dokter Sandi terputus.
"Aku sangat berterima kasih pada dokter, kalau ibu ada jadwal periksa, aku akan membawa ibu kesini dok"
" Kalau begitu, saya permisi dulu"
" Terima kasih dokter" ucap tante Gita.
" Bu, kita pulang ya" ucapku memeluk ibu.
Akhirnya aku meninggalkan rumah sakit ini, rumah sakit yang selama 4 tahun lebih merawat ibu, sampai akhirnya ibu sembuh dan mengingat semuanya.
Aku marah pada dokter Sandi, aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Aku gak bisa berhubungan dengan laki-laki yang berselingkuh. Aku sadar, kesembuhan ibu tidak luput dari usaha dokter Sandi, cukup sampai sini, karena dia telah mengecewakan hatiku.
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
Dapat salam dari "Blue Eyes" & "Jalan Cerita Cinta" ❤
slm dr wedding agreement
salam dari "wanita seribu luka"
Semangat update nya thor ✨
Salam dari Serendipity dan CEO’s Love Secret 💕
Jejak : CINTA SEORANG BOS MAFIA.
🤭🤭🤭
Semangat author
【Judul】
Perfect Mask
【Genre】
Comedy, Psychological, Romance, School Life, Teen.
【Note】
Aku akan sangat menghargai Kritik dan Sarannya