NovelToon NovelToon
Heavenly Earth

Heavenly Earth

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nenengsusanti

Jika Atap ibadah saja sudah berbeda, lalu bagaimana kita bisa menjalani hubungan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Jangan di lepas! kamu cantik memakai itu...

Kahyangan tak berani menoleh karna ia sudah hafal betul suara siapa yang di dengarnya itu.

"Yang" panggil Melisa.

Dengan degup jantung yang berdetak berpuluh-puluh kali lipat akhirnya gadis itu memberanikan diri menoleh, memutar tubuhnya agar bisa saling berhadapan dengan ibu dari kekasihnya itu.

"Mah.." balasnya lirih bahkan hampir tak terdengar.

"Bumi mana?, kok sendiri?" tanya Melisa pada gadis masih menunduk.

"Ada temannya di lobby, Mah. Aku duluan kemari" jawab Kahyangan, ia benar-benar tak berani menatap Melisa.

"Oh, ya udah yuk, masuk" ajak wanita itu sambil menggandeng tangan mulus kekasih anak keduanya.

Kahyangan yang sudah nampak pucat, tubuh lemas bagai tak bertulang saat Melisa membawanya masuk kedalam apartemen, bahkan langkahnya begitu gontai seakan tak mampu menompang dirinya sendiri.

"Mama potong kuenya dulu" ucap Melisa saat keduanya langsung masuk kedalam dapur.

Kahyangan menarik satu kursi untuk ia duduk karna keringat dingin sudah ia rasakan.

"Kamu mau yang coklat atau keju, Yang?" tanya Melisa.

"Apa aja, Mah" sahutnya dengan nada getir.

"Hem, harus mama gak tanya karna mama tau keju adalah kesukaan gadis Kesayangannya Bumi" goda Melisa, ia cukup peka tentang perubahan sikap Kahyangan hari ini yang tak biasa.

"Sayang..." Melisa meraih tangan dingin Kahyangan, si cantik yang selalu ia banggakan di depan banyak orang sebagai calon menantu keduanya.

"Kenapa?, jangan bersikap seperti ini, mama sedih Lo" Rajuk Melisa yang langsung membuat kahyangan mendongakkan wajahnya.

"Mah.. maaf!" ucapnya sambil terisak, tangisnya justru pecah saat Melisa malah memeluknya dengan perasaan penuh kasih sayang.

"Yayang gak ada maksud bohongin mama, Yayang gak maksud begini, Mah"

Melisa hanya bisa menghela nafas sambil mengusap punggung Kahyangan yang terus berguncang karna tangisnya, ia biarkan gadis cantiknya itu mengutarakan apa yang ia sembunyikan selama ini.

"Mama pantas marah sama Yayang, Yayang siap buat ninggalin Bumi, mah" lirihnya lagi, Mata lentiknya kini terlihat merah dan sembab.

"Mama gak akan lakuin itu, kalian yang menjalani kalian juga yang merasakan, tugas kami sebagai orang tua hanya mendoakan mu dan Bumi, jika kalian berjodoh tentu itu Sangat membahagiakan, itulah yang mama harapkan tapi jika kalian tak harus bersama, Kamu akan tetap menjadi anak mama" ujar Melisa menenangkan Kahyangan.

"Yayang takut, Mah. takut buat lepas Bumi. Yayang sayang Bumi, Yayang sayang mama" gadis itu masih saja terus terisak, siapapun yang mendengarnya pasti akan ikut larut dalam kesedihannya.

"Lepaskan perlahan jika kamu tak sanggup sekaligus" pesan Melisa.

Hubungan yang sudah hampir satu tahun tapi belum juga mendapatkan jalan tengah bagaimana baiknya, Sepasang kekasih itu sangat egois tetap mempertahankan keimanan mereka masing-masing.

Tak ada yang mau mengalah, mereka hanya berserah sambil menunggu mungkin ada keajaiban datang memberi jalan pada kisah percintaan mereka.

Kahyangan yang sudah sangat dikenal sebagai anak Tuhan yang baik, tak pernah absen ibadah meski tugas kuliah dan kegiatan sosialnya begitu banyak sampai ia harus menguras waktu, pikiran dan tenaga.

Begitupun dengan Bumi, semakin dewasa ia semakin menjadi sosok pemuda yang lebih baik, ia yang tak pernah salah memilih pergaulan dan teman tentu membuat ia masih aman pada jalurnya.

"Semakin ku genggam, semakin aku lelah, Mah" derai air mata terus membanjiri wajah cantik oriental kahyangan.

Keduanya kini saling memeluk lagi, hanya terdengar isak tangis antara Melisa dan Kahyangan tanpa mereka sadari.....

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bumi yang sedari tadi berdiri di balik dinding pun menitikkan air matanya.

💕💕💕💕💕💕💕💕

Nangis lagi 😓😓😓

Sini Bu, gue jual tissue Banyak nih..

Apa mau gue Elap sama ujung daster?

,Like komen nya yuk ramai kan ♥️

1
Rista Awwalina
keren
mommy neng
aku baru mampir baca ini thor.. setelah baca judul lain2nyaa heehee
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼
SNN 💠
/Good/
SNN 💠
Sombong...
Maritanias
😘
Desi Lestari
cerita Mitha dan Iqbal ada gak
Amelia suhartono
aku selalu suka karya mu,singkat, padat,suka suka pokok nya😊
Jumi Eko
Bagus
falea sezi
ne nanti ibunya samudera bukan sih
falea sezi
waduh yusuf murtad demi merlyn
Dewi Utami
asli buat nguras air mata saat baru baca.
sempat hampir menjalin hub dgn yg beda agama, tapi aku langsung mundur karna imanku tak sekuat itu. sebelum perasaan terlalu dalam lebih baik mundur teratur.
Hardiana Rahim
gila berjamaah ini mah😂😂😂
Hardiana Rahim
bahas apaa sih🤔😁
Sipora Ira
Luar biasa
Sipora Ira
Buruk
ibeth wati
ya Alloh kok bisa nangis ya AQ wlo ini hny cerita novel ada rasa haru dan bahagia
Lulu embul
Astaghfirullah mak othor 🫣🫣😂😂
Lulu embul
jiplakan bumi banget 🤪🤪🤪
Lulu embul
Ngalahin bapaknya Oey..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!