NovelToon NovelToon
Kekasih Gelap Kakak Angkat

Kekasih Gelap Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:49.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rahmatul Yulia

Andini Putri Azalia, seorang gadis cantik dan lucu yang baru saja tamat SMP dan akan segera masuk ke SMA. Dia memilih Sekolah berbasis agama di luar kota dan di terima di sana.

Beberapa hari menjalani kegiatan sekolahnya, dia mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Disitu pula dia berkenalan dengan seorang kakak kelas yang bernama Aidan. Awalnya mereka hanya berteman biasa, sampai akhirnya Andin menganggap Aidan sebagai kakak angkatnya, karena dia tak punya saudara di sana. tapi seiring berjalannya waktu, tumbuh cinta diantara keduanya.

Namun cinta mereka tak bisa bersatu begitu saja setelah kehadiran Nita sahabat Andin. Tak hanya Nita yang akan muncul, tapi akan banyak cowok dan cewek yang akan hadir meracoki hubungan percintaan mereka.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka ke depannya yah?? apakah akan tetap menjadi saudara angkat atau malah jadi sepasang kekasih yang bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmatul Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Terlalu banyak lentera yang aku pecahkan tentu saja kini aku harus merangkak dan meraba dalam gelap terlalu sering aku membuang kotoran di mata airmu jelas kini aku harus merasakan haus yang teramat sangat terlalu sering aku melupakan betapa indahnya engkau sungguh, kini aku merasa sangat jauh darimu.

Begitu lah gambaran perasaan Aidan saat ini. Dia tetap saja tak bisa menghapus bayangan Nita dan Andin. Terutama perasaannya kepada Andin, orang yang pernah mengisi hari-harinya dengan penuh cinta dan kasih sayang yang tulus.

Ternyata menelfon dengan Jihan pun tidak membawa perubahan apa-apa pada pikirannya. Padahal saat ini dia sudah mulai merasa jiwa playboy yang melekat pada diri nya timbul. Jihan adalah wanita selanjutnya yang akan jadi incarannya.

Aidan tidak peduli apa yang sudah menimpanya akan terulang untuk ke dua kalinya. Dia tahu kalau Jihan dan Dina itu bersaudara. Namun cinta telah membutakan hatinya. Dia tak ingin serius dengan siapapun karena usia nya yang masih di anggap jiwa muda yang labil.

🌸🌸🌸🌸

Diam-diam ternyata seusai menelfon dengan Aidan tadi, Jihan mencuri kontak Aidan dari ponsel Dina. Dia sepertinya juga mulai merasa nyaman dan nyambung saat berkomunikasi sama Aidan. Jihan pun juga tak meghiraukan kalau Aidan adalah pacar sepupunya. Bahkan dia berniat ingin merebut Aidan dari Dina, meskipun mereka baru saja saling kenal beberapa jam yang lalu.

Maafkan aku Din, aku sepertinya juga ingin mendekati pacar mu. Aku ingin kita saling bersaing secara sehat, meskipun cara ku ini salah. Gumam Jihan.

Jihan sudah memindahkan kontak Aidan ke ponsel nya. Dia segera menaruh kembali ponsel Dina di tempat semula dan dia pun kembali ke kasurnya untuk pura-pura tidur lagi.

Dina sudah selesai mandi dan masuk ke kamar. Dia melihat Jihan masih terlelap. Lalu berniat membangunkan sepupunya itu agar segera mandi karena hari sudah mulai sore.

"Jihan ... Jihan, ayo bangun, mandi sana! udah sore," ucap Dina.

Jihan sebenarnya mengetahui kalau Dina sudah ada di kamar, lalu dia mulai membuka matanya perlahan, supaya terlihat benar-benar baru terbangun.

"Iyaa, aku udah bangun nih!" jawab nya.

"Yaudah sana langsung ke kamar mandi biar gak ngantuk lagi!" suruh Dina.

"Iiiyaaaa, Oiya pacar lho nelfon tadi, bikin ganggu tidur gue aja. Terus gue jawab karena udah keseringan bunyi. Gue bilang lho lagi mandi, itu aja," jelas Jihan.

"Ooo ... maafin pacar gue, dia emang suka kayak gitu. Makasih udah di bantu jawab, hehehe," imbuh Dina.

"Hmmm," jawab Jihan sambil berlalu pergi keluar kamar.

Jihan segera menuju kamar mandi. Dia sudah mulai gerah. Karens cuaca hari ini juga panas. Dia pun juga belum mandi dari pagi, sebab dia tidak ngampus hari ini.

Dina ... Dina ... mudah kali ya kamu di tipu. Gak bisa bedain mana orang pura-pura tidur sama gak. Kalau gini, gue jadi lebih mudah ngerebut pacar lho, hahaha. Gumam Jihan.

🌸🌸🌸🌸🌸

Andin dan Nita sudah kembali ke kosan, setelah lebih kurang satu jam mereka habiskan bermain di rumah Tante Intan. Saat masuk ke kamarnya, Andin langsung merebahkan badannya ke kasur. Tiba-tiba saja perasaan rindu nya pada Aidan muncul. Dia teringat pertemuan singkat tadi.

Rasanya aku ingin membalas sapaan mu bang. Tapi aku takut. Aku terlalu takut akan janji ku pada Nita yang tak kan berhubungan lagi dengan mu. Kita udah janji untuk sama-sama melupakan kamu bang," rintih Andin.

Tak ingin berlarut-larut dalam kerinduan itu, Andin segera meraih handuk nya dan menuju kamar mandi. Dia sudah tidak sabar ingin membasahi tubuh mungil nya dengan air, karena sudah telalu gerah.

🌸🌸🌸🌸

Semilir angin terasa lembut membelai tubuh Andin. Guyuran air perlahan membasahi sedikit demi sedikit tubuh mungil nya. Rindu menyapa saat dia tak lagi ingin bercinta. Hati yang hancur, karena di tinggal orang tercinta begitu saja.

Ahh aku tak ingin lagi jatuh di lubang yang sama untuk ke dua kali nya. Aku harus bisa buang jauh-jauh perasaan ini. Lirih Andin.

Rasanya sudah terlalu lama dia menghabiskan waktu di kamar mandi untuk melamun kan hal yang tidak seharusnya mengganggu pikirannya. Sampai dia lupa kalau temannya lain sudah menunggu antrian mandi. Dia segera bergegas menyelesaikan mandinya, supaya tidak mendapat komplen dari teman yang lain.

🌸🌸🌸🌸

Di kamar, Caca sedang duduk santai sambil mengotak atik ponselnya. Dia lagi sibuk bertukar pesan dengan kekasihnya, Angga. Tak lama muncul Andin yang sudah selesai mandi.

"Eehh tumben lho betah di kamar Cha? kena angin apaan lho?" ledek Andin.

"Hmmm dasar tukang bully! ini kan kamar gue juga

Ngapain lho nanya-nanya kayak gitu?" jawab Caca.

"Hehehe, biasanya kan kamar lho noh di dapur," ucap Andin.

"Idiihh, enakan ngomong di lho tapi gak enak pas di dengar kuping gue," kata Caca.

Mereka memang sudah terbiasa dengan candaan seperti itu. Jadi tidak akan ada yang tersakiti di antara mereka berdua. Setelah Andin selesai merapikan pakaian nya, Nita pun datang dengan membawa sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya ke kamar Andin. Andin dan Caca juga sudah merasa lapar, kemudian mereka langsung mengambil piring dan segera makan bersama. Sebab sepulang sekolah tadi, mereka belum ada makan.

Sambil menyantap makanannya, mereka bertiga saling bercerita. Ini sebenarnya gak dibolehkan, sebab tak baik jika makan sambil bicara. Namun mereka tak menghiraukan hal itu dan terus saja bercerita.

" Caa, tau gak lho, kita tadi pas mau ke rumah Tante Intan berpapasan dengan Kak Aidan loh," ucap Nita.

"Haaa, iyakah? kok bisa, terus kalian ngobrol gak?" tanya Caca penasaran.

"Wkwkwkwk, boro-boro ngobrol, ngelirik dia aja kita kagak," terang Andin.

"Weeess serius nih? kalian lagi gak bercanda kan? masa iya kalian gak ada tegur sapa?" tanya Caca.

"Eehh lho rewel ya kalau di ceritain. Udah dibilang kita cuma berpapasan doang. Tapi dia sempat membunyikan klakson motornya pas dekat kita, eh kita malah abaikan aja, hehehe," ungkap Andin.

Akhirnya mereka bertiga tertawa saat mengingat kejadian tadi. Caca sebetulnya hanya ikut-ikutan gak suka sama sifat Aidan. Padahal dia lagi pasang muka dua. Sebab Aidan adalah saudara kekasihnya. Jadi mereka bertiga tetap dekat.

Dia melakukan kepura-puraan itu hanya semata karena tidak ingin teman-temannya semakin membenci Caca. Dia tak ingin terulang untuk kedua kalinya kemarahan besar dari teman-temannya, akibat sudah merebut pacar Anya yang masih teman satu kos mereka juga.

Aku harus tetap berpura-pura seperti yang sudah di bilang sama bang Angga, agar mereka tak terlalu membenci ku lagi seperti sebelum ini. Aku harus bisa meyakinkan mereka kalau aku juga gak suka sama kak Aidan. Gumam Caca.

"Ehh, ayoo nambah makannya, gue masak banyak tadi tuh," kata Andin.

"Kok lho tiba-tiba masak banyak? kan yang makan cuma lho doang? kita kan juga udah masak masing-masing?" tanya Nita.

"Hehehe, gak apa-apa sekali-sekali kalian cobain nasi dari kampung aku. Aku kemaren baru dapat kiriman beras lagi," terang Andin.

Mungkin karena banyak bicara, mereka tidak kunjung kenyang. Nita dan Caca yang tadi sempat menolak tawaran Andin. Akhirnya kebablasan juga buat nambah.

Saat lagi asyik makan, terdengar ponsel Andin bergetar. Tapi itu hanya berupa sebuah pesan singkat. Pesan itu berasal dari Aidan. Namun tanpa menyentuh ponsel itu, dia malah mengabaikan deringan itu, karena menurut mereka kalau sedang makan itu, tidak ada kegiatan lain yang mengganggu makannya kecuali mengobrol.

Bersambung ....

1
Bu Fit
sini peluk akak je andin
Bu Fit
keren
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Assalamualaikum jejak dukungan 😇
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
yaaah. pas di tp gak diangkat.. udah tidur baru angkat 🤦‍♀😆
Bu Fit
jan gitu aidan nanti andin ngga pintar2
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
up setelah 1 tahun 🤭
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor

aku sudah boom like ya, mampir yuk keceritaku

Dia Untukku. Terimah Kasih.
🎯Pak Guru📝📶
semangat
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
like 4 bab kak Yulia 😘
🎯Pak Guru📝📶
Keren sudah Update
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
dkjl...
haii gaesss mampir yoo ke novel aku☺☺💖
nrasyaaaa
mampir dungs ke cerita2 ak msh baru bgt ni👉👈
Ev-
hallo kak aku mampir, jangan lupa feedback ya... salam ordinary life🙂
N-chen
halo kak udah saya like mampur juga ke "Kami Santri bukan Artis"minta dukungan, makasih
Hi Mel
Kapan up lagi kak? Udah gak sabar ini.
Mei
semangat thor
nrasyaaaa
Hai mampir ya ke cerita2 baru aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!