NovelToon NovelToon
Kamar 126

Kamar 126

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Horor / Indigo / Tamat
Popularitas:406.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sindi Oktaviani

Menceritakan seorang gadis Indigo yang bernama Gisella. Waktu itu Gisella tidak sengaja menemukan sebuah kucing yang berada di tengah jalan dan akhirnya memutuskan untuk menolong kucing itu. Namun Gisella justru secara tidak sengaja menyaksikan sebuah insiden kecelakaan , dari insiden kecelakaan itu ada sosok arwah yang menemui dirinya, kemudian menyuruh Gisella untuk menjaga seorang pria yang terlibat dalam kecelakaan itu. Karena tidak memiliki pilihan lain, Gisella akhirnya membawa pria itu ke rumah sakit. Dan ternyata pria itu mengalami amnesia sehingga dia tidak tahu harus pergi kemana karena dia tidak mengingat apapun. Pria itu bernama Chan. Chan sendiri memiliki seorang kekasih yang sudah dia belikan sebuah kamar untuk dia tinggali. Namun setelah insiden kecelakaan itu, Chan bahkan tidak mengingat tentang kamar nomor 126 yang dia pesan khusus untuk kekasihnya.

Akankah Gisella mau untuk menjaga Chan sampai ingatannya kembali atau malah justru sebaliknya?

Dan ada rahasia besar apakah dibalik kamar nomor 126 yang dipesan khusus oleh Chan untuk kekasihnya itu?


SINOPSIS

"Akhh kepalaku sakit sekali?!!" Ucap Chan sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit.

Gisella terkejut melihat mobil yang tadinya mengemudi dengan kecepatan penuh kini tiba-tiba mengerem mendadak, dan kebetulan lampu di perempatan itu sedang padam.

"Astaga, apa yang dilakukan pengemudi itu?! kenapa dia berhenti di tengah-tengah perempatan?!" Ucap Gisella yang melihat heran dengan apa yang dia lihat.

Mata Gisella terbelalak saat melihat ada truk yang melaju dengan kecepatan penuh, menuju ke arah mobil itu yang tak lain adalah mobil Chan.

"HEY PERGI DARI SANA!!!!!!" Teriak Gisella saat truk itu mulai mendekat. Namun, Chan tidak mendengar teriakan Gisella, dia masih memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.

Karena jarak Gisella dengan mobil Chan cukup jauh, Gisella berlari dengan tujuan menyelamatkan Chan. Namun terlambat, truk itu telah lebih dulu menghantam mobil milik Chan.

Mobil Chan tertabrak hingga terbalik. Gisella hanya bisa diam membeku melihat kejadian itu.

"To-tolong!!!" Chan yang masih membuka matanya merintih meminta tolong.

_____________________

Novel ini sengaja dibuat oleh Author supaya pembaca juga dapat membaca CS Author dalam versi Novel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang rahasia

Di mansion Gisella.....

"Chan , bisa tolong ambilkan aku minum?!" Ujar Gisella meminta tolong kepada Chan.

"Iya ,kamu tunggu di sini, aku akan mengambilkan kamu minum?!" Jawab Chan sembari berjalan ke arah dapur untuk mengambilkan minum untuk Gisella.

Meskipun kondisi Gisella sudah membaik, Akan tetapi Gisella sendiri belum bisa berjalan seperti biasa. Itu karena luka tembakan yang di lepaskan Danu yang mengenai paha Gisella.

Chan pun kembali menemui Gisella dengan membawa segelas air untuk di berikan kepada Gisella.

Setelah itu Chan terlihat melamun ,seperti ada sesuatu yang dia sedang pikirkan. Gisella sedikit bingung dengan apa yang sebenarnya di pikirkan oleh Chan, sampai-sampai Chan melamun seperti itu.

Gisella memanggil Chan berulang kali untuk menyadarkannya dari lamunannya , akan tetapi Chan tidak menjawab atau bahkan merespon panggilan dari Gisella.

Karena geram ,Gisella pun membentak Chan hingga Chan terkejut.

"Haish , apaan sih ,Sel? Nggak usah bentak-bentak kali!" Ujar Chan kesal karena terkejut saat dibentak oleh Gisella.

"Harusnya kamu tuh yang apaan? Dari tadi melamun nggak jelas ,di panggil-panggil juga nggak noleh sama sekali!" Ujar Gisella yang lebih kesal lagi pada Chan.

"Maaf ya ,Sel?! Sebenarnya aku lagi bingung?!" Ujar Chan.

"Bingung kenapa? Kan kamu bisa cerita ke aku!" Ujar Gisella yang masih kesal pada Chan.

"Aku sebenarnya mau cerita ke kamu dari kemarin-kemarin, tapi kayak nggak ada waktu yang pas aja buat ceritain ini?!" Ujar Chan yang bingung untuk menjelaskan.

"Haish , memangnya sepenting apa sih? Sampai-sampai mau ngejelasin aja pakai acara bingung-bingung segala?!" Ujar Gisella.

"Jadi gini, saat kita mau ke kamar nomor 129 itu, aku nggak sengaja memiliki bayangan sepintas di pikiran aku tentang kamar nomor 126, kayak ngerasa nggak asing dengan kamar itu?!" Ujar Chan menjelaskan pada Gisella.

"Apa jangan-jangan itu salah satu ingatan kamu?! Eh tapi tunggu, berarti pas kamu bilang ke toilet itu kamu ke sana? Astaga Chan, kamu masuk ke kamar orang??!" Ujar Gisella tanpa memberi Chan celah untuk menjawabnya satu persatu.

"Ya nggak gitu juga ,Sel! Aku beneran ke toilet kok, tapi setelahnya aku memang ke kamar 126, tapi itu juga aku nggak masuk , cuma di depan aja sumpah✌️habis itu aku ngelihat ada pria masuk ke kamar 129 itu, terus aku batalin niat aku deh buat ngecek ke kamar 126?!" Ujar Chan menjelaskan panjang ,lebar.

"Aku merasa, ini ada kaitannya deh sama ingatan kamu?!" Ujar Gisella yang yakin pada ucapannya.

"Kayaknya sih gitu!" Ujar Chan menimpali.

"Gimana kalau kita selidiki ini? Siapa tau ingatan kamu bisa segera kembali?!" Ujar Gisella.

Chan pun hanya menjawab Gisella dengan anggukan saja lalu setelahnya tersenyum ke arah Gisella.

"Kok kamu kayak nggak suka gitu sih?!" Tanya Gisella yang melihat Chan seperti sedang gelisah.

"Aku nggak tau apa yang akan terjadi setelah ingatan aku kembali nanti?!" Ujar Chan yang menatap kosong ke arah meja.

"Chan ,dengarkan aku, jika ingatan kamu kembali maka orang-orang yang menyayangi kamu akan merasa sangat senang karena kamu bisa kembali lagi kepada mereka?!" Ujar Gisella menjelaskan kepada Chan.

"Lalu bagaimana dengan kamu nanti?!" Tanya Chan yang langsung menoleh ke arah Gisella berada.

"Aku? Hey ada apa denganmu Chan? Bahkan jika nanti ingatan kamu kembali, itu bukan berarti akhir dari pertemanan kita bukan?!" Ujar Gisella yang sebenarnya juga merasa berat untuk mengucapkan.

"Pertemanan?" Tanya Chan singkat.

"Iya pertemanan, lalu kau menyebutnya apa ?!" Ujar Gisella yang malah balik bertanya.

"Ya sudah lah lupakan saja?!" Ujar Gisella mengalihkan pembicaraan.

"Haish ,kamu gimana sih ? Ya sudah ayo kita selidiki?!" Ujar Gisella.

Chan pun menghela nafasnya dan berkata " Gisella, kamu sedang sakit,, jangan paksakan dirimu,,, lebih baik kita selidiki setelah kamu sembuh saja?!" Ujar Chan mengusulkan pada Gisella.

"Ya , kamu ada benarnya juga? Butuh waktu beberapa hari lagi untuk aku bisa kembali berjalan seperti semula lagi!" Ujar Gisella yang setelahnya meminum minuman yang di buatkan oleh Chan tadi.

Setelah itu, Gisella meminta Chan untuk mengantarkan Gisella ke kamarnya. Dan akhirnya Chan mengendong Gisella dan menaruhnya di kamar.

Saat Chan hendak meletakkan Gisella di atas ranjang, tiba-tiba saja kakinya tersandung dan menyebabkan mereka berdua terjatuh di atar ranjang.

Brukkk.....

Chan dan juga Gisella jatuh di atas ranjang itu dan kini posisi Chan berada di atas Gisella. Mata mereka saling menatap satu sama lain , keduanya merasakan getaran di hati mereka karena jarak yang sangat dekat. Hembusan nafas mereka kian menderu hingga sampai mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain.

"Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini? Apa aku jatuh cinta dengan Chan? Tapi itu tidak mungkin, aku hanya mencintai Jimin?!" Ujar Gisella di dalam hatinya.

"Jantungku? Ada apa dengan jantungku? Kenapa berdegup kencang seperti ini?!" Ujar Chan di dalam hatinya dan masih terus bertanya-tanya.

Setelah beberapa sekian detik mereka bertatapan, keduanya saling tersadar, dan segera mungkin Chan terbangun dari posisinya.

"Maafkan aku, kakiku tersandung tadi?!" Ujar Chan.

"Iya nggak apa-apa, lain kali berhati-hatilah?!" Ujar Gisella yang memperingatkan Chan untuk berhati-hati.

"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Chan memastikan kalau Gisella baik-baik saja.

"Ya sedikit sakit sih?!" Ucap Gisella yang hendak memegang kakinya yang terluka.

"Kaki kamu...." Ucapan Chan terpotong karena mendapati melihat kaki Gisella yang kembali mengeluarkan darah.

"Gisella , kaki kamu? Tunggu sebentar , aku akan mengambilkan kamu perban dan menggantinya untuk kamu?!" Ujar Chan sembari berlari mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Gisella yang kembali mengeluarkan darah.

Beberapa menit kemudian Chan kembali ke kamar Gisella dengan membawa kotak P3K , namun saat Chan kembali ke kamar Gisella. Chan tidak mendapati Gisella di ranjangnya, hal itu membuat Chan khawatir lalu mencari Gisella.

"Gisella ,kamu di mana?! Ujar Chan sambil mencari di mana keberadaan Gisella.

"Chan?!" Ujar Gisella dari belakang badan Chan.

Chan langsung menoleh ke belakang dan melihat ada Gisella di belakangnya dengan memakai tongkat penyangga kakinya. Dengan cepat Chan langsung memeluk Gisella.

Gisella terkejut karena tiba-tiba Chan memeluknya.

"Gisella ,kamu dari mana saja? Aku sudah menyuruh kamu untuk menunggu di ranjang kamu!!" Ujar Chan yang terlihat sangat khawatir akan Gisella.

Belum sempat Gisella menjawab pertanyaan Chan, Chan langsung melihat ke arah kaki Gisella dan langsung menggendong Gisella.

Chan meletakkan Gisella di atas ranjang lalu perlahan mengganti perban Gisella. Sembari mengganti perban Gisella , Chan bertanya.....

"Kamu tadi dari mana?!" Tanya Chan pada Gisella.

"Aku tadi dari ruang rahasia aku?!" Ucap Gisella.

1
AGhanteng
si tao kah pelakunya?
Andhika Pratama
serem sih kalo di bayangin wkwkw
Dahlia Anwar
udah tau engga bisa bela diri kenapa nekat .
liani purnapasary
astaga sumpah aq kaget bangt sama visual serem diatas itu aisshh😩😩🙈🙈🙈
kasian nasib Gisella
Rhindi Kartika
ceritanya kayak film insidious ya, tp aku suka😊
liani purnapasary
😭😭😭😭😭ikut nyesek didada,kasian skali Gisella
liani purnapasary
😪😭😭😭😭kasisn skli nasib Adrian,mninggal tdk ada yg tahu sm skali,trs gimana jasad x,apkh sdh d kubur?
Dwi Atma
Luar biasa
Safitri Safitri
seru, ceritanya bagus,suka baca nya,, lanjut dgn karya yg lain ya,,,,
Widyanti Ningsih
tau rasa lu Gisel makanya jadi manusia jangan sok takdir di lawan itu hukuman mu
Widyanti Ningsih
emang lu manusia titisan dewa yg coba2 lawan iblis bahkan gak kenal tuhan sama sekali ,yg bisa lawan iblis cuma tuhan
Widyanti Ningsih
manusia kurang kerjaan ngapain ngurusin yg sudah jadi bangke entar mampus semua baru tau rasa main2 sama iblis
pink magenta
bagus seru banget ceritanya tapi masih banyak typo 😊
Sindi Okta: iya kak maaf, maklum karya lama dan juga lagi belajar nulis😅kalo mau ada versi Chat Story juga bisa di baca kak
total 1 replies
Winna
Nasib nya mark kecil gmna ya? Kasihan 🥲
Mariana Frutty
Fitri Dwi
merinding dan serem
Fitri Dwi
novel horor terseram
Fitri Dwi
jadi merinding
Dena Dena
kenapa namanya banyak yg berubah,,,ini salah ketik atau novel hasil translate?
Sindi Okta: maaf kk bila banyak typo di nama, karena dulu revisi dan harus mengganti nama dari semua pemeran, jadi maaf kalau banyak nama yang sudah berubah
total 1 replies
Chingu🫂✨
namanya dibalik² pusing aku tu🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!