Update hari Senin,Rabu dan Jumat jam 7 atau 8 malam per episode.
Aku kembali lagi nulis silat yang ada romantis nya juga dan semoga bagus dan di sukai banyak orang..Jangan lupa like,komen ,share and Vote..
Kisah ini genre :Fantasi,Romantis,Poligami,Badboy,Cinta Pertama,Cinta manis,perjodohan,wuxia, action ,Xian Xia dan System
Kisah Kaisar Yuan Lin yang waktu usia lima tahun bermimpi bertemu dengan seorang gadis kecil usia sama yang bernama Shuan Shuan dan sejak itu Yuan Lin bercita -cita ingin memiliki pasangan hidup seperti Shuan Shuan yang berada di dalam mimpinya.
Namun pada usia lima belas tahun ia di wajibkan menikah dengan seorang putri asal desa terpencil bernama Xiao Wen ..
Tetapi Xiao Wen kabur di hari pernikahan bersama temannya dan di gantikan oleh Xiao Hui adik kembar nya..
Di hati Yuan Lin inginkan adalah Shuan Shuan ..Ia punya keinginan untuk Shuan Shuan gadis di dalam mimpinya itu bisa hadir di kehidupan nyatanya
Di manakah Shuan Shuan di kehidupan nyata Yuan Lin?
Ikuti saja kisah Yuan Lin.
Kisah ini berdasarkan hiburan semata jangan di anggap serius..harap komen yang manis ya?Selamat menikmati novel silat romantis ku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengunjungi Desa Alang - Alang.
Jalanan menuju rumah penduduk terdekat berubah menjadi lapisan tanah. Tanpa di duga, Yuan Lin dan Tang Shiang Yin di sambut baik dengan para penduduk desa itu. Awalnya, Tang Shiang Yin mengira jika mereka adalah orang luar yang di tolak untuk masuk ke desa Alang - Alang.
" Luar Biasa ?", Tebak Yuan Lin.
" Sepertinya. Mereka menyukai kita ",
Kemudian, iringan musik tradisional desa setempat, Tang Shiang Yin menerka dari samping sebuah rumah kecil. Beberapa orang di hadapan mereka mundur, menyeret Tang Shiang Yin dan Yuan Lin semakin ke belakang. Kemudian, lima orang pria dan wanita maju ke tengah dan membentuk lingkaran. Lagu berubah, lalu mereka mulai menari.
Tang Shiang Yin melingkarkan lengannya pada lengan Yuan Lin. Dia menemukan pasangan yang mengenakan pakaian pengantin. "Kita ,eh,terjebak di tengah pesta pernikahan ".
Bukannya terkejut, Yuan Lin malah santai memandangi para kelompok orang -orang desa .
Tarian tersebut di awali dengan gerakan -gerakan kaki sederhana ke kanan dua langkah, ke kiri dua langkah. Tangan mereka berpegangan pada bahu orang -orang di sampingnya. Ritme tariannya begitu teratur, tapi perlahan menjadi cepat dengan gerakan yang lebih rumit.
Tang Shiang Yin mengenali tarian tradisional ini. Tarian adat suku Tang.
Setelah tarian tersebut selesai, orang -orang tadi berpencar dan menarik siapa saja yang berada di sana. Termasuk Tang Shiang Yin dan Yuan Lin. Mereka berdua beradu pandang sesaat, sebelum bergabung dalam lingkaran besar.Musik kembali mengalun .Karena sebagian besar adalah masyarakat pendatang baru, gerakan mereka tidak sekompak para penari asli.Namun ,setelah menit pertama, perlahan -lahan mereka dapat menyamakan ritmenya.
" Kuil nya cantik ", Ujar Yuan Lin, ketika mereka bergerak mendekati kuil mungil sederhana bercat merah.
"Namanya ?",
"Kuil Dewa Jodoh",Jawab Yuan Lin.
Tang Shiang Yin menundukkan kepala dan berbisik ,"Sangat cocok untuk orang seperti mu".
Sorakan di sekitarnya membuat Yuan Lin semakin memerah.
" K-kamu menyamakan aku dengan kuil,huh?",
Bola mata Tang Shiang Yin berputar.
Salah satu putaran musik,dengan cinderamata berupa Makhota bunga tulip beserta sapaan singkat, keduanya segera berlari meninggalkan kuil sebelum di tarik kembali untuk menari. Diam -diam Yuan Lin menikmati tariannya dengan Tang Shiang Yin dan agak kecewa karena berakhir dengan cepat.
Mereka berhasil menemukan gundukan batu yang di jadikan tempat duduk untuk menghadap sungai barat. Pemandangannya cukup memukau karena senja baru saja turun, di tambah rombongan burung angsa yang membentuk formasi huruf menuju ke selatan di sungai.
" Lapar?",Yuan Lin membuka bungkusan nya ."Aku sebenarnya bawa bekal, tapi hanya untuk satu orang. Aku membuat roti lapis daging enak ",
Tang Shiang Yin mendesah kesal begitu menemukan sekumpulan bahan mentah di bungkusan nya."Karena tergesa - gesa, aku sampai tak sadar mengambil satu buah wortel ".
" Hei, itu bagus untuk mata kamu!",Kemudian, Yuan Lin menyodorkan makanan nya pada Tang Shiang Yin. "Rindu dengan makanan ini?".
Mata Tang Shiang Yin terbuka lebar. Di Tengah suara angsa dan sorak sorai di tempat lain, dia tidak pernah menduga akan merasakan kerinduan yang teramat besar pada mi goreng buatan Yuan Lin.
Yuan Lin memasak mi goreng, lengkap dengan telur mata sapi dan sosis nya. Belum sadar dari keterkejutan ,Yuan Lin memberinya sumpit.
" Aku masak banyak. Sepertinya cukup ".
Tang Shiang Yin menerima sumpit nya sambil terkikik."Benar apa kata orang ! Bila rindu dengan masakan rumah akan terasa kalau sedang berada di luar rumah. Di sini juga ada dirimu yang membantu ku merasakan arti rumah ".
" Kebanyakan bicara tidak akan membuat kamu kenyang, Yin Yin !".
Alunan musik dari kuil sayup -sayup berubah menjadi lebih lembut. Di bandingkan dengan perayaan makan malam dengan lilin di rumah makan paling mahal sekali pun, tidak ada yang sanggup menyamakan makan malam kali ini. Tang Shiang Yin sampai mengemut sumpit nya untuk menikmati sensasi nikmatnya mi goreng karya Yuan Lin.
" Terimakasih. "Tang Shiang Yin menatap Yuan Lin dengan perasaan haru.Sekuat apa pun dia menyangkal, irama degup jantungnya selalu berantakan tiap kali ia bersitatap dengan pria itu. "Masih ada, kan?Takutnya yang tadi itu persediaan terakhir. "
"Aku,kan ,Kaisar nya. Jangan khawatir. Kalau kamu mau pesta mi ,jangan malu untuk meminta kepada ku,ya?",Yuan Lin tersenyum hangat membuat lutut Tang Shiang Yin mencair.
" Kamu masih mau jalan -jalan ?",
Kepala Tang Shiang Yin menggeleng. "Perjalanan pulang ke rumah kita itu makan waktu lama, ingat?",
Yuan Lin tanpa sungkan membimbing Tang Shiang Yin agar tidak tersandung dan terjatuh ke air sungai. Kelompok orang di kuil belum berkurang. Sentuhan cahaya lilin menciptakan kehangatan dalam hubungan mereka berdua. Mereka tidak hanya dapat menikmatinya lebih lama dan kembali ke arah hutan yang tampak remang -remang akibat minimnya pencahayaan.
" Aku tidak akan melepas nya sampai kita tiba di rumah kita ",bisik Yuan Lin begitu merangkul bahu Tang Shiang Yin yang kembali menghantarkan sebuah rasa kenyamanan.
Tang Shiang Yin menggenggam jemari Yuan Lin perlahan sambil mengarahkan Yuan Lin untuk berjalan ke arah timur. Kebisuan di antara mereka kini terasa amat berbeda. Hampir -hampir tidak ingin dia hancurkan dengan gumaman sekali pun. Apakah ini sebuah komunikasi yang lain ?Tidak dengan saling melemparkan kata, tetapi merasakan.
Mereka masuk ke dalam sebuah rumah setibanya di sebuah perkampungan lima belas menit kemudian. Entah lupa atau di sengaja, lengan Yuan Lin yang sedang merangkul bahu Tang Shiang Yin belum juga di lepas.
Tang Shiang Yin hampir kehabisan napas ketika Yuan Lin beberapa kali mencium puncak kepalanya. Bahkan ingatannya tentang hubungan Yuan Lin dengan Xiao Hui saudari kembarnya. Sesekali, dia sengaja membayangkan pemuda lain, tapi. .
" Kalau kamu mau tidur bersama ku,jangan ragu. "Ujar Yuan Lin begitu mereka masuk ke dalam kamar tidur.
" Ah aku akan membangunkan singa mu di kamar",Kata Tang Shiang Yin memilih untuk pindah ke kamar tidur lain.
Namun Yuan Lin mengunci pintu kamar itu dengan cepat sekali sehingga Tang Shiang Yin tidak bisa pergi ke kamar lain.
"Tidak bisa karena aku perlu bayaran atas makan malam yang aku buatkan untuk mu ",Kata Yuan Lin terkekeh menggendongnya dan di baringkan di atas tempat tidur.
" Ih dasar ",
"Apakah kau sudah nyaman ?sepertinya kamu harus tidur sampai kenyang untuk malam ini ",
"Aku akan pikirkan kembali ", cicit Tang Shiang Yin.
Rasa kantuk yang menyerang Tang Shiang Yin tak dapat di tahan lebih lama lagi. Hal terakhir yang dia ingat adalah saat Yuan Lin menarik kepalanya bersandar di dalam dekapannya.