Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Dalam Luka (Bab 17)
Arnold menggeleng tak percaya dengan apa yang di katakan Velicia barusan.
Dia tidak mengetahui bahwa dua tahun yang lalu istriya Velicia keguguran lalu menjalani operasi untuk mengangkat rahimnya sehingga dia tak bisa hamil lagi.
“ Merry sengaja menabrak Viona...karena Viona adalah orang yang menabrak kekasih Merry di masa lalu... Viona sengaja hendak menabrak Merry waktu itu...dan Hansen datang menyelamatkannya hingga Hansenlah yang di tabrakoleh Viona, karena peristiwa itu Hansen saat ini menjadi cacat...Hasen harus kehilangan kedua kakinya karena ulah Viona” Ujar Velicia memberitahukan alasan Merry menabrak Viona.
“ Sadarlah Arnold...Viona calon istrimu itu tidak sebaik yang kau lihat...” ujar Velicia lagi memberikan nasehat pada Arnold agar Arnold membuka matanya melihat sifatburuk Viona.
Arnold tak peduli dengan ucapan Velicia, dia masih berfikir tentang keguguran yang di alami Velicia.
“ Apa yang terjadi setelah keguguran itu??” tanya Arnold pada Velicia tak menghiraukan ucapan Velicia barusan.
“ Tidak ada yang terjadi setelah itu...ujar Velicia sinis.
“ Dokter hanya bilang...setelah operasi itu tubuhku akan menjadi lemah dan akan sulit bagiku untuk hamil lagi...”
“ Makanya aku memberikan seluruh bisnis keluarga Arista padamu...karena aku tidak akan memiliki keturunan dan tidak akan ada penerus keluarga Arista” ujar Velicia lagi membuat Arnold hanya terdiam mendengarkan ucapan Velicia.
“ Lalu bagaimana tentang kesepakatan yang ku tawarkan...?” tanya Velicia yang melihat Arnold masih saja terdiam.
Arnold tertegun.
“ Baiklah...aku akan memberikan keringanan untuk Merry...Aku akan membiarkan Merry di penjara selama 3 bulan saja...” ujar Arnold sebagai negosiasi terakhir yang di berikannya pada Velicia.
Setelah kesepakatan itu, Velicia pun pergi meninggalkan Arnold.Dan Arnold pun kembali ke ruang rawat Viona.
Hari-hari di jalani Velicia begitu berat, hingga hidupnya hanya bersisa 1 bulan lagi. Hari ini Velicia berencana untuk mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya.
Velicia yang masih membaringkan tubuhnya di atas ranjang mulai bangun dan beranjak melangkah menuju bathroom dengan langkah gontai. Dia pun membersihkan tubuhnya di bathroom, dia masuk dan berendam air hangat di dalam bathup sekedar menghilangkan rasa Frustasi yang ada di otaknya. Setelah 1 jam dia berendam dia pun keluar dari bathup lalu membersihkan tubuhnya menyelesaikan ritual mandinya. Setelah selesai dia pun keluar dari bathroom dia melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaiaan dan mengenakannya.
Setekah mengenakan pakaiannya Velicia pun duduk di meja riasnya, seperti biasa dia memoles tipis make up di wajahnya agar dia tak terlihat pucat. Setelah selesai berdandan, Velicia pun melangkah keluar kamar. Dia turun menuju ruang makan sekedar mengisi perutnya dengan roti yang tersedia di atas meja makan. Setelah menyantap sarapannya, dia pun keluar rumah mengambil mobilnya lalu melajukannya meninggalkan Villa.
Dia pergi mencetak photo hitam putih, untuk mendaftarkan tanah pemakaman untuk dirinya nanti. Dia melajukan mobilnya ke arah sebuah pemakaman, dia menemui sang penjaga pemakaman itu.
Velicia memberitahukan tujuannya datang ke pemakaman tersebut pada sang penjaga makam, lalu dia memilih tanah untuk kuburannya nanti. Setelah menyepakati tanah kuburan untuknya, Velicia pun memberikan sejumlah uang pada sang penjaga. Velicia pun pergi meninggalkan tanah pemakaman itu.
Saat dia hendak kembali masuk ke dalam mobilnya, Velicia mendengarkan alunan musik piano dengan judul lagu yang sangat familiar di telinga Veliciadari sebuah pusat les piano. Alunan musik piano itu kembali mengingatkan velicia pada kenangan masa lalunya. Dia pun melangkah menuju pusat ls piano itu dan mengintip ke dalamnya.
Velicia melihat sosok Arnold sedang memainkan piano dengan syahdunya, Velicia tidak massuk ke dalam pusat les piano itu. Velicia pun meninggalkan tempat itu dengan hatinya yang terluka, akhirnya Velicia pun membenci Arnold.
Velicia masuk ke dalam mobilnya dan kembali pulang ke Villa keluarga Arista dengan hatinya yang di rundung kesedihan. Dia sampai di depan Villa, lalu turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam Villa lalu langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Di kamar, Velicia meletakkan tasnya di atas meja lalu melangkah menuju bathroom untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket karena lelah seharian berada di luar rumah. Setelah mandi Velicia mengenakan pakaian rumahnya lalu beranjak menuju ranjangnya untuk beristirahat, dia merasa sangat lelah. Di saat Velicia mulai terpejam di bawa mimpi. Dia merasakan ada yang memeluknya sehingga dia kembali terbangun.
Velicia membalikkan tubuhnya, dia kaget saat melihat orang yang memeluknya adalah Arnold. Velicia beranjak menjauhi Arnold.
“ Apa yang kau lakukan disini?” tanya Velicia dingin.
“ Aku hanya ingin menemanimu...” jawab Arnold lembut.
“ Aku tak butuh di temani...sekarang pergilah dari rumahku...aku tak ingin melihatmu disini...” ucap Velicia kasar.
Velicia tak ingin lagi berurusan dengan Arnold, cukup sudah dia berurusan dengan Arnold dalam hal Merry atau yang lainnya. Dia tak ingin lagi berurusan dengan pria yang telah membuat dirinya bersedih.
“ Jikaa kau mengusirku...aku akan...” Arnold mencoba mengancam Velicia, tapi Velicia memotong ucapannya.
“ Tidak Arnold...aku minta kau pergi dari sini...”ucap Velicia tegas dan dingin.
“ Aku takkan pergi...” ucap Arnold tak mau mendengarkan ucapan Velicia.
Akhirnya Velicia membiarkan Arnold berada di rumahnya, Velicia mengambil jaketnya lalu keluar dari kamr dan langsung melangkah keluar rumah lalu mengambil mobilnya. Dia melajukan mobilnya meninggalkan Villa menuju pantai.
Velicia selalu pergi ke pantai di saat dirinya di penuhi rasa emosi, dia datang ke pantai untuk menenangkan dirinya.
Velicia melangkah menyusuri pantai lalu duduk di sebuah batu yang ada di tepi pantai itu. Di saat dia mencoba menenangkan hatinya, ponselnya berdering. Velicia mengambil ponselnya dari saku jaketnya. Dia melihat panggilan dari Arnold dengan malas dia pun menekan tombol hijau.
“ Halo...” ujar Velicia saat panggilan telah tersambung.
“ Veli...kamu dimana?” tanya Arnold.
“ Itu bukan urusanmu...ada apa kau menghubungiku??” Tanya Velicia datar.
“ Veli...hari in aku mencarimu...karena aku ingin membicarakan beberapa hal denganmu...” ujar Arnold.
“ kemarin aku merasa ingin menebus kesalahanku padamu makaaku pun merawatmu dengan sepenuh hati...namun aku sudah melakukan kesalahan...” tambah Arnold penuh penyesalan.
“ apa yang ingin kamu katakan?” tanya Velicia datar.
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏🙏
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐