Wasiat dari sang Ayah membuat Jia harus menikah dengan Pria Tua pemilik grup perusahaan Mi. Jia yang masih berusia 23 Tahun terpaksa menikahi Pria yang usianya sudah 46 Tahun.
Mencintai Pria yang memiliki masa lalu buruk terhadap wanita bukanlah hal yang mudah. Bahkan, hati Japhar sendiri tak bisa menerima cinta dan kasih sayang dari siapapun.
.
Cobaan Di dalam rumah tangga selalu tak bisa ia hindari. Bahkan cibiran-cibiran dari temannya pun selalu ia terima, Mampukah pernikahan ini bertahan?
Penasaran? Lanjut Baca Dong! Ikuti Kisah Perjuangan Cinta Jia Li!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AppleTwisT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 - Kedatangan Mi Sa
''Kenapa? Terkejut? Maaf.. Jika aku terlalu melebihkan...'' Ucap Japhar yang tak sengaja melihat ekspresi Jia.
''Bu, bukan itu... A-aku hanya.''
Jia menarik kursinya karna malu, Lalu segera pamit untuk tidur. ''Selamat malam.''
Ya...
Keesokan Harinya --
Pagi ini sinar matahari begitu menyilaukan matanya, Sehingga dia terbangun. Hari ini dia memilih untuk libur dan ber santai dirumah sekaligus berbenah rumah. Seusai menggosok giginya dia segera keluar kamar untuk menyiapkan sarapan. Dilihatnya rumah yang begitu sepi karna Japhar telah berangkat ke kantor lebih awal. Tak ada pembantu ataupun pengurus kebun. Jia sangat kesepian sekarang.
Di meja makan Jia berbicara kepada sendok dan garpu seolah olah menjadikan mereka temannya. ''Hei, Jangan begitu...''
Ting..Tong..Ting..Tong... Bel Rumah berbunyi, Seseorang telah memencetnya. Jia bergegas membukakan pintu. ''Sebentar!'' Ucapnya, Lalu sedikit memundurkan langkahnya dan mendekat ke meja makan. ''Sebentar ya, Aku buka kan pintu. Kalian jangan kemana-mana'' Ternyata dia berbisik kepada sendok dan garpu tadi.
Jia pun membuka kan pintu nya, Dilihatnya wanita tua berpakaian rapi dengan rambut pirang diikat. Lantas Jia menatapnya heran dan bertanya-tanya. ''Maaf, Anda siapa?''
Suasana tiba-tiba hening, dia menatap Jia hampir ingin menangis. Wanita yang diketahui bernama Mi Sa yang tak lain adalah ibu kandung Jia ini pun menggenggam tangan Jia. ''S-sa...Saya pembantu yang akan bekerja disini.''
Sebenarnya Jia tak pernah menyewa pembantu ataupun memanggil nya. Mungkin kakak yang menyewakannya untukku Pikirnya. Dia juga berfikir, rumah ini sangat sepi. Dia juga ingin memiliki teman ngobrol. Dia pun memperbolehkan wanita tua itu masuk ke dalam.
Dia melihat sekitar ruangan, yang begitu mewah. ''Mungkin dia tidak pernah melihatnya sebelumnya.'' Batin Jia.
Namun, Jia bersikap sangat lembut kepadanya. Sekilas dia menatap Wajahnya dan mengingat kan nya akan ibu nya yang telah wafat.
''Ehm, kalau dilihat-lihat ibu mirip sekali dengan ibu saya.'' Ucap Jia
Wanita itu tersentak, Dan menatap Jia balik. Sekilas saling tatap antar anak dan ibu itu. ''Emangnya ibu kamu dimana?''
Jia tertunduk dalam dan berkata pelan. ''Itu urusan pribadi saya.''
Mi Sa terlihat sangat terpukul melihat anaknya yang bahkan tak mengetahui keberadaan nya. ''Aku sangat senang sekali, haru bercampur bahagia telah lama tak ku rasa. Melihat anakku yang sudah besar seperti ini tanpa pengasuhan ku.'' Batin Mi Sa iba.
- - -
Setelah lama terdiam Jia akhirnya mengangkat kepalanya lagi dan kembali menatap Mi Sa. ''Kalau boleh tau, Ibu siapa namanya?'' Tanyanya.
''Ehmm...Nama saya Lyna.''
''Oh, perkenalkan nama saya Jia Li.''
Mereka berdua bersalaman sebagai tanda mengenal, Dari keduanya seperti ada getaran batin. Namun Jia tetap acuh.
.
.
.
.
.
Setelah sedikit berberes rumah dengan Bi Lyna, Jia mengantarnya ke kamar yang akan ditinggali oleh Bi Lyna. Kamarnya tampak berdebu karna sudah lama tak berpenghuni walaupun begitu tetap saja terlihat mewah. ''Bi, Bibi akan tinggal disini selanjutnya.'' Ucap Jia.
''Baiklah Nona, Terima kasih... telah memperbolehkan aku tinggal disini, Kalau begitu sehabis ini aku akan membuatkan makan malam.''
Jia menuruni anak tangga dan duduk diruang utama sambil menyalakan televisi. Dilihatnya berita hari ini yang cukup membosankan. Hingga terdengar suara mesin mobil suaminya itu. Dia semangat untuk membukakan pintu dan menyambut nya seperti biasa. ''Selamat datang...'' Kali ini Japhar acuh, dan mengabaikan Jia. Namun, Jia berusaha tetap bersikap lembut kepadanya.
Mi Sa yang penasaran dengan wajah mantu nya itu pun mengintip dari dapur dan dia sangat terkejut. ''Apa?! Suami Jia mengapa bisa setua ini?''
.
.
.
.
.
Bersambung (•v•)
masa GK bisa nyelidiki apa yg terjd pada jia
revisi mulu
jangan" mereka bukan sodara kandung..
haduh jiwa ghibah ku berteriak Thor