NovelToon NovelToon
(New Story) Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

(New Story) Pengasuh Cantik Sang Putri CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:44.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sekar Laveina

Mentari Handoyo, seorang putri angkat dari Mirna Arzeta Wijaya. Ia harus menyembunyikan identitas aslinya dari Laura, putri kandung Mirna. Mentari bekerja sebagai seorang pengasuh untuk mengelabui kakak angkatnya itu.

Ia hanya menandatangani surat kontrak kerja selama setahun. Siapa sangka, ia terjebak dalam jeratan ayah dari anak yang diasuhnya. Waktu setahun itu bertambah panjang, karena ia melakukan pernikahan kontrak dengan sang majikan.

Siapa sebenarnya Mentari? Mungkinkah mereka bisa saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan

William turun menggunakan tangga tali. Mereka tidak menemukan lahan untuk mendarat, hanya bisa turun menggunakan tangga. Satu persatu para pengawal turun, disusul Will paling terakhir.

"Laura! Lepaskan Tari!" teriak Will yang sudah berdiri di belakang kedua gadis itu.

Laura terkejut karena aksinya ternyata sudah diketahui Will. Jika ia sanggup menyingkirkan Tari, ia tetap tidak akan mendapatkan William karena laki-laki itu sudah melihat wajah aslinya. Gadis itu tertawa frustrasi.

"Kau ingin aku melepaskan Tari, bukan?"

"Tentu saja. Aku minta padamu, lepaskan Tari."

"Baik. Kamu dengar, 'kan, adikku sayang? Yang meminta aku melepaskan kamu adalah dia. Selamat tinggal!"

"Tari ...!" William berteriak memanggil nama sang istri.

Gadis itu benar-benar mendorong Tari ke jurang. Namun, istrinya masih bisa menghindar dengan menarik ujung celana Laura. Kini, keduanya bergelantungan di bibir jurang.

Posisi tidak menguntungkan bagi Laura, karena ia ada di posisi bawah. Gadis itu memegang pergelangan tangan Tari untuk bertahan agar tidak terjatuh. Di bawah jurang yang gelap dan dalam itu, mereka tidak tahu akan bagaimana orang-orang mengevakuasi jasad mereka jika mereka jatuh dan hancur.

"Pegang tanganku!" Will berusaha meraih tangan istrinya. Namun, Tari menggeleng pelan sambil terisak. "Cepat, raih tanganku!"

Satu tangan Tari berada di samping, digenggam erat oleh kakaknya. Jika ia harus melepaskan tangan untuk meraih tangan suaminya, mereka berdua akan terjatuh. Gadis itu juga tidak mau melepaskan sang kakak, meski Laura sangat jahat kepadanya.

"Apa kamu mau mati, hah?! Lepaskan dia! Cepat pegang tanganku!"

Will terus berteriak untuk meminta Tari menggenggam tangannya. Ia melihat tangan istrinya sudah gemetar dan akan terlepas dari batu runcing yang dijadikan pegangan. Gadis itu merasa tidak akan bisa selamat bersama kakaknya.

Tidak ingin mati penasaran, ia pun mulai berbicara. Dengan suara bergetar, ia seolah ingin mengucapkan kata-kata terakhir kepada suaminya. Ia akan meninggal dengan tenang, jika ia sudah mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.

"Aku tidak bisa meninggalkan kakakku, Mas. Jika harus jatuh dan mati, biarkan aku menemani kakakku. Aku ... hanya ingin mengatakan satu hal padamu. Aku .... Aku mencintaimu, Mas."

"Dasar bodoh! Apa kau sedang mengucapkan salam perpisahan? Jangan bicara omong kosong! Aku tidak akan membiarkanmu mati begitu saja," ujar Will emosional.

'Dasar gadis bodoh! Sudah dicelakai olehku, tapi kamu masih ingin mati bersamaku. Aku yang jahat, karena selalu menyakitimu. Biarkan aku menebus kesalahanku.'

Laura berusaha melepaskan genggaman tangan Tari. Gadis itu membelalak saat kakaknya berusaha untuk melepas tautan tangannya. Ia menggenggam tangan kakaknya lebih erat lagi.

"Lepaskan aku, Tari! Aku tidak pantas mendapatkan belas kasihan darimu. Aku selalu jahat padamu sejak kecil sampai sekarang. Biarkan aku menebus dosa-dosaku padamu."

"Tidak! Aku tidak mau membiarkan, Kakak, pergi dariku."

Saat keduanya berdebat, pengawal William tengah berusaha mencari cara untuk menyelamatkan mereka berdua. Dua orang memegang masing-masing satu buah tali pengait dan bergelantungan di tangga helikopter.

Tari sudah tidak sanggup bertahan, tangannya sudah kebas dan mati rasa. Dalam hitungan detik, tangan gadis itu terlepas dari batu. Kedua tubuh gadis itu jatuh, meluncur ke bawah jurang.

"Tidak! Tari ...!" William memejamkan matanya dan berteriak histeris. Ia tidak sanggup menyelamatkan istrinya sendiri. Laki-laki tangguh, dingin, angkuh, kini menangis tak berdaya karena kehilangan gadis yang dicintai.

"Mas!"

William membuka mata saat mendengar seseorang memanggilnya. Suara yang familiar, membuat ia menoleh seketika. Pemilik suara itu berlari menghampiri William yang masih berdiri terpaku menatapnya.

"Ta-Tari, kamu ...." William menangkup wajah tirus sang istri.

Rupanya, saat gadis itu terjatuh, kedua pengawalnya berhasil menangkap tubuh Tari dan Laura tepat sebelum mencapai dasar jurang. Keduanya selamat meski mengalami luka. Tari sangat senang karena ia selamat dan masih bisa bertemu suaminya.

William membalas pelukan sang istri dengan erat. Ia meminta salah satu pengawalnya untuk membawa Laura menggunakan mobil taksi yang dicuri gadis itu untuk membawa Tari. Sementara Pramuda baru tiba dengan mobil William.

"Maaf saya terlambat, Pak," ucap Pramuda yang bergegas menghampiri bosnya.

"Mana kunci mobilnya?" tanya William sambil menadahkan tangan.

"Ini, Pak." Pramuda menyerahkan kunci mobil kepada Will.

"Kamu pulang naik heli, saya akan membawa istri saya ke rumah sakit terdekat," ujar laki-laki itu memberi isyarat kalau ia hanya ingin berduaan dengan istrinya.

"Baik, Pak."

Taksi dan helikopter sudah pergi, waktunya ia membawa istrinya pergi dari sana. William membungkuk, lalu mengangkat Tari dalam gendongannya. Istrinya menolak dan meminta diturunkan dengan alasan ia baik-baik saja.

"Aku masih bisa jalan sendiri, Mas," ucap Tari dengan wajah bersemu merah.

"Diam dan jangan membantah!"

Tari pun diam. Ia memperhatikan wajah laki-laki itu dari dekat. Wajah dingin itu yang telah membuatnya jatuh cinta. Gadis itu mengulum senyum saat tingkah lakunya ternyata tertangkap oleh mata sang suami.

"Kau bisa terus memandang wajah tampanku, tapi kau harus bertanggungjawab nantinya," ujarnya ambigu.

Ia mengernyitkan dahi. Laki-laki ini selalu meminta tanggungjawab dari Tari seolah gadis itu selalu merugikannya. Saat meminta Tari menikah dengannya, itu juga dengan alasan harus bertanggungjawab.

"Kamu terus meminta tanggung jawab padaku, lalu kapan, kau akan bertanggungjawab padaku?" tanya Tari sambil mengerucutkan bibirnya.

"Kita bahas itu nanti setelah kamu diobati."

William menutup pembicaraan mereka. Ia membawa Tari ke rumah sakit terdekat dengan alasan mereka mengalami kecelakaan kecil. Setelah istrinya mendapatkan pengobatan, ia segera menebus obat di apotik rumah sakit, lalu mengajak istrinya pulang.

"Aku sudah diobati, jadi mau seperti apa kamu bertanggungjawab padaku, Mas?''

William menepikan mobil di pinggir jalan. Tari merasa aneh. Apa harus berhenti, untuk sekedar menjawab pertanyaannya?

Cup!

William mengecup pipi istrinya secara tiba-tiba.

"Kamu ...." Tari melirik tajam kepada suaminya.

"Aku akan bertanggungjawab menjagamu, melindungimu, dan mencintaimu seumur hidupku.''

"Memangnya ... Mas mencintaiku?" tanya Tari yang sangat menginginkan jawaban. Ia sudah menyatakan perasaannya, tapi ia belum mendengar kata cinta dari laki-laki itu.

"Aku mencintaimu. Entah sejak kapan, yang jelas aku sudah tertarik padamu sejak kita bertemu untuk pertama kalinya."

Suasana mendadak semakin romantis, membuat Tari merasa panas dan mengipasi wajahnya dengan telapak tangan. Ia berharap mendengar pernyataan cinta yang romantis dari suaminya, tapi setelah mendengarnya, ia jadi salah tingkah. William tidak tahan lagi melihat ekspresi malu-malu gadis itu.

Ia menarik tengkuk istrinya dan mendaratkan kecupan lembut di bibir yang sedikit pucat itu. Tari membalas dengan melingkarkan tangannya di leher sang suami. Kedua bibir basah itu bertaut, saling mengecap, merasakan madu asmara yang manis, hingga suasana semakin tidak terkendali.

"Ja-jangan ... Mas!" tolak Tari saat Will ingin membuka bajunya. Wajah kecewa itu membuat Tari tidak enak hati. "Di rumah saja," lanjutnya.

Will tersenyum lebar. Ia pikir, gadis itu menolaknya. Rupanya, memang hanya karena tempat yang tidak memungkinkan. Bagaimana bisa, malam pertama mereka dilakukan di dalam mobil yang sempit?

Laki-laki itu tidak bisa bersikap egois. Malam pertama bagi seorang gadis adalah hal yang sangat penting. Ia akan mempersiapkan malam pertama yang akan mereka ingat selamanya. Will melajukan mobilnya kembali dan menyusuri jalanan menuju rumahnya.

*BERSAMBUNG*

1
RhinYani25
Kak Sekar 😍 Sengaja aku komen di episode paling baru, siapa tau ke baca Kakak. Apa kabar?
siti Hasanah
ceritanya sederhana tp mantap thor
SOO🍒
nakal amat ya tu bocah giliran ditinggal mewek dasar drama
Sekar Laveina: kudu dijewer🤭🤭
total 1 replies
IVONNOVA
lhaaa ditunggu² ngilang😅😄
Sekar Laveina: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Lesmiaw Amoi
mohon bersabar.. ini adalah ujian.. 😅😅

next chap.. jgn terlalu panas thor.., diluar cuaca nya udh panas.. 😁😁
Sekar Laveina: 🤣🤣🤣🤣kipasan kak🤭
total 1 replies
IVONNOVA
wiiiii,,malam pertama. Ditunggu ya thor,aq persembahkan like,komen,vote&hadiah buat kamyu supaya semangat up. klo bisa crazy up🤭
Sekar Laveina: 🤭🤭

ma kasih kak sdh dkung karyaku😘😘😘♥️♥️♥️
total 1 replies
Lesmiaw Amoi
wow double up.., mantap thor.. seru.. 👍👍😘

dear Laura.., knp Will milih Tari.., krn hati nya Tari putih bersih jd terpancar di aura nya.. sementara lau.. hati lau hitam kotor penuh dengki.. jd nya aura lau tuh gelap.. 😡😡
#readersebel (😂😂)

semangat othor.. ☕
Sekar Laveina: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Widia Hasbi
lnjut
Sekar Laveina: hari ini sudah kirim naskah tp belum lulus kak🙏ditunggu updatenya ya kak ♥️♥️
total 1 replies
Lesmiaw Amoi
pasti salah rumah.., ya kan thor.. 😁
bakalan malu tuh si model karbitan.. 😁😁
ayo thor.. lanjut.. 😍😍
Sekar Laveina: siap kakak 😘😘 ditunggu updatenya ya kak♥️♥️
total 1 replies
Lp.Ww
lanjut ,,,,,,,,,pingin liat pelakor menjerit.....
Sekar Laveina: 🤭🤭🤭siap kak. ditunggu updatenya ya kak ♥️♥️
total 1 replies
Widia Hasbi
lanjut thor
Sekar Laveina: asiyap kk😘😘terima kasih
total 1 replies
IVONNOVA
menggelinjang🤣🤣cacing kali🤭😅. Ditunggu episode panas nya ya thor🤭😊
Sekar Laveina: ampun kk🤭🤭takut disentil. Jangan panas"an 🤣🤣🤣
total 1 replies
Lesmiaw Amoi
gaskeun bang will.., jgn kasih kendor.. 😅😅
tengah hari dibikin makin panas.. hahay.. 😂
Sekar Laveina: 🤭🤭🤭🤭makin keringatan deh Tari nya🤣
total 1 replies
Susy Abby Susanty
Bapaknya pasti naik pitam itu, anaknya ngak mau nikah sama yang pilihan nya
Susy Abby Susanty: Iya author
total 2 replies
Lesmiaw Amoi
baek2 si dedek nya masuk angin ntar bang will.., malam2 di rendem.. 🙈🙈

mmng yg paling enak itu belah duren yg jatuh dr pohon nya.. (bkn terpaksa) 😁😁
kuy.. ditunggu bunyi gedebuk nya duren yg jatoh.. 😅😅
Sekar Laveina: 🤣🤣🤣🤣🤣awas jangan di bawah pohonnya kak, takut ketiban duren🤭🤭
total 1 replies
IVONNOVA
Dibawa bulan madu atau klo g slh ke rumah baru,,spy g ketauan org tuanya william ya thor. Trs semangat nulisnya ya thor,,tak usahakan selau like buat kamyu😅.. Ditunggu kelanjutannya👍
Sekar Laveina: 😍😍😍terima kasih kak.
total 1 replies
Lesmiaw Amoi
waduh.., mau dibawa kemana tuh? bulan madu? 😍
btw, gimana reaksi ayah nya william.. klo tau anaknya nikah dgn wanita lain yg bkn pilihan nya.. 🤔🤔
next>> 😁
Sekar Laveina: pasti ayahnya will keluar taring sama tanduk🤣🤣
total 1 replies
Lp.Ww
tengil si monic
Sekar Laveina: 🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
Lesmiaw Amoi
up lg othor.. 😭😭🙏😁
GPL yak.. 😁😁 pinisirin nih.. 🙈
Sekar Laveina: ditunggu updatenya ya kak😘😘terima kasih♥️♥️
total 1 replies
Elin
lanjut ka. penasaran
Sekar Laveina: siyap 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!