Kebahagiaan yang belum lengkap akan membuat hidup terlihat hampa. Rasa cinta yang tumbuh akan membuat kehampaan ini sirna tak tersisa.
Salva yang awalnya merasa begitu hancur karena gagal dalam kisah percintaan, siapa sangka datang seorang dokter cinta untuk mengobati goresan luka dihatinya.
Akankah mereka bahagia dalam jalinan asmara dalam ikatan halal itu?
Mampukah Arya menutupi goresan luka dihati Salva?
IKUTI KISAH MEREKA!
Kisah ini sambung dari cerita, Goresan hati yang terluka. Sebelum membaca kisah ini lebih baik saudara semua baca dulu GHYT.
Terimakasih, dan jangan lupa follow me
Ig:@ara putri 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terindah
Hidup tak seterusnya bersedih, adakalanya Allah memberikan kebahagiaan yang teramat sangat, hanya saja manusia yang sering lupa disaat ia diberi kebahagiaan oleh sang penciptanya.
Tapi untuk kali ini dirinya tak ingin melakukan itu lagi, dirinya sudah merasakan begitu pahitnya kehidupan dan sekarang Allah sedang memberikan kebahagiaan, dirinya tidak akan lagi meninggalkan Tuhannya, Allah.
Salva tersenyum melihat suaminya yang masih tertidur dengan lelap. Ini pukul tiga pagi, wajar saja jika suaminya masih terlelap. Dirinya baru saja menyelesaikan Salat tahajud.
"Mas... Ayo bangun." Salva menepuk pelan bahu suaminya agar terbangun. "Ini udah jam tiga pagi loh, Mas. Kamu gak mau salat?" pertanyaan Salva tak ada tanggapan dari Arya yang masih tertidur.
Jika panggilan biasa tidak bisa membangun suaminya, maka Salva akan mengeluarkan jurus terampuhnya. Bibir tipis itu sudah mendarat indah diatas bibir Arya bersamaan dengan tangan nakalnya yang sudah menutupi hidung mancung suaminya, masih tidak membangunkan suaminya sampai pria itu merasa kekurangan oksigen.
"Astagfirullah!!" pekik Arya yang kehabisan nafas, ia langsung terbangun dengan sedikit terbatuk.
"Makanya kalo dibangunin itu cepat bangun...," ucap Salva tak berdosa.
"Kamu itu ya, kalo membangun suami itu romantis dong... masa suaminya dibekap?" sungut Arya tak terima.
"Itu udah romantis loh, Mas ... Kan tadi Salva cium."
Arya hanya bisa mengerucut bibirnya kesal. Mana ada romantis? yang ada orang akan mati jika alat pernapasannya ditutup semua.
Arya segera kekamar mandi untuk membersihkan badannya. Jika terus menghadapi istrinya bisa pagi hari baru selesai.
Setelah beberapa saat Arya keluar dari kamar mandi seperti biasa, hanya ditutupi tubuh bagian bawahnya dengan handuk. Untuk Salva sendiri itu sudah biasa, hanya saja ia tidak akan pernah mampu menolak pesona suaminya yang setiap hari semakin bertambah, ini pemandangan terindah baginya.
"Kenapa menatap ku seperti itu?" Tanya Arya.
"Mas... Kok kamu semakin hari semakin bertambah tampan sih? Pasti dirumah sakit banyak dokter muda merayu mu ya?"
Arya hanya menggeleng melihat tingkah wanitanya. Padahal tadi ia sudah begitu tersanjung dengan pujian istrinya, tapi kemudian malah membuatku kesal dengan pertanyaan konyol sang istri.
"Kamu pikir ini drama apa? Sayang ... dokter itu punya harga diri juga, dia tidak seperti wanita di novel yang kamu baca itu, yang begitu genit dengan suami orang," ucap Arya panjang lebar, merasa jengah dengan pertanyaan yang beberapa hari ini tidak pernah berubah.
Salva tak lagi menjawab karena Arya sudah mulai melakukan salatnya, karena ia tadi sudah duluan, jadi salat subuh nanti baru ia dan suaminya akan salat bersama.
Kau yang membuka pintu hatiku, kau yang menyembuhkan luka di hatiku, bahkan kau menghilangkan goresannya tanpa bekas sedikitpun. Kau dikirimkan Allah untuk melengkapi kekuranganku, tidak tau kah kamu mas... Dimata ku kau pria yang sempurna, meskipun tidak sesempurna sang pencipta ku, karena di kehidupan ini hanya Allah yang paling sempurna.
Jika saja kau tau, mas. Kamu tidak hanya menjadi seorang suami bagiku, tapi juga menjadi sahabat, kakak, bahkan kebaikan hatimu seperti seorang ayah yang begitu menyayangi Putrinya. Aku selalu mencintaimu suamiku.
*******
Mereka berdua baru saja selesai saat subuh bersama. Saat ini Arya sedang tidur dipangkuan Salva, sesekali pria itu mencium perut istrinya yang sudah mulai tampak membuncit.
"Sayang... Apa dia sudah mulai terasa berat diperutmu?" Salva menggeleng mendengar pertanyaan suaminya.
"Gak kok mas, hanya saja merasa aneh saja. Aku masih tidak percaya, Allah menitipkan kehidupan baru diperutku, aku sangat bahagia."
Arya menatap wajah istrinya yang tersenyum dengan lepas tanpa beban. Ia senang melihat istrinya benar-benar dinyatakan sembuh dari Truma yang dialaminya. Arya sudah membawa Salva kembali mengecek kondisi psikologis Salva, dan dokter mengatakan sudah kembali normal. Meski begitu ia tetap harus menjaga istrinya agar tidak terlalu stress, karena selain kesehatannya yang bisa terganggu tapi juga ada bayi yang harus mereka berdua jagakan.
"Kenapa?" tanya Salva bingung.
"Tidak ada... Mas hanya terpesona dengan senyum manis mu," ucap arya, kembali ia mengubur wajahnya diperut sang istri.
"Kau tau mas...?" Salva menjeda Ucapnya. "Dari dulu aku sangat memimpikan mendapatkan seorang suami yang baik, penyayang, dan mencintaiku tanpa syarat." Pikiran Salva menerawang jauh saat masih remaja. Dulu ia selalu mengatakan itu saat teman-teman bertanya tentang pria impiannya. Jawabannya selalu Aku akan mendapatkan pria idaman, baik, perhatian, Tampan, dan pastinya dia imam yang terbaik untuk aku dan anak-anakku nanti. Meskipun diketawakan teman-temannya, Salva tidak peduli. Mereka bilang pikiran Salva terlalu banyak menghayal, karena mereka bilang tidak ada pria yang sempurna seperti itu.
"Tapi sekarang ... Sekarang aku mendapatkannya. Meskipun ada kegagalan yang aku rasakan, tapi balasannya tidak bisa tertandingi apapun. Aku kehilangan satu pria, tapi Allah mengirimkan pengantinnya lebih baik, yang bisa membuat aku selalu bahagia, dan itu kamu, Arya sang suami Salva!" ucap Salva penuh penekanan, seolah ia sedang menceritakan sebuah keberuntungan yang ia dapatkan dengan begitu menggebu-gebu.
Tidak ada air mata seperti biasanya, hanya ada senyum disetiap untaian kata yang ia ucapkan. Dan itu benar-benar membuat hati Arya berbunga-bunga, mendengar ungkapan hati istrinya yang bahkan lebih dari hanya kalimat cinta yang diucapkan selama ini, ia tau ucapan itu benar-benar tulus dari hati dan perasaan sang istri.
"Dan aku pria paling beruntung di dunia ini... Mendapatkan istri sebaik dan secantik dirimu," ucap Arya banga.
"Bisakah aku meminta sesuatu dari mu?" tanya Arya dengan lembut.
"Apa suamiku?"
"Aku ingin menjadi suami yang bisa menjagamu, tidak hanya di dunia tapi jika bisa aku juga ingin menjagamu di akhirat nanti ...." Arya menatap dalam istrinya. "Tutuplah aurat mu, istriku. Gunakan hijab demi dirimu dan demi diriku, biar kita menjadi pasangan yang diridhoi Allah dan akan berada disisinya diakhir nanti." Keinginan ini sudah sangat lama Arya inginkan, hanya saja ia merasa takut Salva tersinggung. Tapi sekarang, ia berdoa semoga Salva tidak salah faham dengan niatnya.
Salva termenung mendengar permintaan suaminya. Ia tidak percaya suaminya meminta itu, sekarang entah mengapa ia merasa....
"Kenapa...?"
******
Assalamualaikum saudara ku semuanya.
Bagaimana kabar kalian semua? Adakah yang rindu aku...? hehe PD sekali aku nih😂😂
Maksudnya ada gak yang rindu cerita ku ini?
Mudah-mudahan kalian gak bosan ya🤗
Tinggalkan jejak cantik kalian juga dicerita ku ini.
selamat membaca....
...SALAM CINTA DARI ARA PUTRI 😘😘❤️💖...